Only One Person ~Part 3 (FanFic by Rinchunn)

Author : Rinchunn (@elfrinn)

Tag : Super Junior, Cho Kyuhyun

Part : 3

Judul : Only One Person

**

“Apa gadis itu cantik?” Tanya Eunhyuk saat melihatku mengutak-atik beberapa lembar selebaran dekorasi kamar. Aku diam, seolah tidak tertarik dengan perkataannya. Lebih baik dia tidak tau terlalu jauh tentang Rinka. Bisa berbahaya jika Eunhyuk menyukainya.

“Hei, jawab aku Kyuhyun!” bentaknya lagi. Kini dia menarik beberapa selebaran dekorasi dari tanganku. Pandangankupun beralih padanya dengan pandangan tidak suka.

“Mana mungkin ada gadis dengan wajah biasa bisa mencuri hatiku Hyung?” jawabku malas dengan nada suara meninggi. Eunhyuk terlihat tertarik untuk mencari tau lebih jauh. Sayangnya aku sedang tidak ingin bercerita. Eunhyuk menarikku yang sedang bersantai diatas kursi meja makan menuju kamarnya dengan paksa.

Hyung, aku tidak ingin menceritakannya padamu.” Protesku di tengah perjalanan Eunhyuk. Tapi Eunhyuk tetap tidak mengiraukanku, dia tetap menarikku paksa ke dalam kamarnya. Bahkan sesampainya di kamar, dia mendorongku duduk di kasurnya dan mengunci pintu. Setelah mengunci pintu, dia menatapku dengan senyum gusinya yang aneh dan berjalan mendekatiku perlahan.

“Ceritakan semuanya tentang gadismu.” Pintanya memohon dengan tangan di kepalkan padaku.

Ani, aku tidak akan menceritakannya pada orang yang bisa membongkar usahaku.” Jawabku tegas. Eunhyuk terlihat kecewa setelah mendengar perkataanku. Diapun duduk di sampingku dan menatapku dengan senyum seolah-olah menjilatiku agar aku bercerita padanya.

“Paling tidak, kau bisa mengenalkan kakak gadis itu.” Jawabnya santai.

Mwo?” jawabku kaget. Tidak percaya dengan pendengaranku sendiri.

Aish, tidak usah berlagak babo! Siapa yang tidak mengincar gadis kaya yang berprofesi sebagai dokter, apalagi dia adalah penggemarku. Bagaimana menurutmu Kyuhyun?” ucap Eunhyuk. Bahkan sampai sekarangpun aku masih tidak percaya dengan pendengaranku sendiri. Jadi Eunhyuk selama ini baik padaku karena mengincar gadis yang kukira cinta pertamaku?

“Kau sudah tidak waras Hyung.” Umpatku kesal dan beranjak dari kasurnya. Tapi Eunhyuk menahan tanganku, sehingga tubuhku pun terduduk lagi di kasurnya.

“Ayolah, bukankah kau sudah tidak memiliki perasaan lagi pada kakaknya? Kau bisa mendapatkan adiknya dan aku bisa mendapatkan kakaknya. Dengan begitu, kita menjadi saudara. Bukan begitu adik ipar?” kata Eunhyuk dengan penuh memohon.

“Kau sudah gila Hyung.” Hanya itu yang keluar dari bibirku.

“Ani, ini bukan ide gila adik ipar. Ini hanya sebuah ide hebat dimana aku bisa memperbaiki keturunanku agar keluargaku menjadi sempurna. Bukankah sangat bijaksana jika seoranga artis menikah dengan seorang dokter dari keluarga ‘kaya dan baik-baik’.” Ucap Eunhyuk dengan mata menerawang jauh kedepan. Sedangkan aku yang hanya bisa menatapnya, tidak bisa berpikir lagi. Sungguh, jalan pikiran Eunhyuk penuh dengan khayalan.

“Jangan berhayal terlalu tinggi Hyung.” Pintaku malas dan menatap kembali beberapa lembar kertas selebaran yang ada ditanganku.

“Tidak ada salahnya jika kita menjadi saudara ipar, Kyuhyun. Keluargamu juga termasuk keluarga terpandang. Atau paling tidak kau membantuku mengenalkan seseorang pada Sora Noona. Bagaimana?” pinta Eunhyuk lagi dengan mata memohon. Seketika itu pula kugulung kertas yang ada di tanganku, dan kupukulkan padanya.

“Semoga setelah ini, kau tidak berkhayal terlalu tinggi. Kalau khayalanmu tidak menjadi kenyataan, kau bisa jatuh terlalu jauh karenanya Hyung.” Bentakku kesal.

“Aish, appo! Bisakah kau menjaga sikapmu pada calon kakak iparmu?” teriak Eunhyuk tepat di wajahku. Aku tidak mempedulikan seberapa marahnya dia, karena yang kupedulikan saat ini adalah selebaran yang sudah kugulung barusan. Padahal rencanaku hari ini adalah melihat-lihat beberapa dekorasi kamar. Yah, akhirnya kulanjutkan kegiatanku memperhatikan beberapa lembar kertas berisi gambaran kamar sederhana dan terkesan nyaman. Dari arah pandanganku, bisa kuperhatikan kalau Eunhyuk menatapku dengan wajah penasaran.

 

“Apa yang kau perhatikan dari tadi?” Tanya Eunhyuk. Dia menatap selebaran yang ada di tanganku dengan wajah penasaran. Akhirnya kuberikan beberapa lembar kertas padanya, Eunhyuk menerimanya dan mengamatinya dengan perasaan bingung.

“Dekorasi kamar? Kau ingin mendekorasi kamarmu?” Tanya Eunhyuk dengan pandangan jijik, karena yang dia lihat adalah gambaran sebuah kamar dengan suasana berwarna orange, nuansa kamar seorang gadis.

Ani, mana mungkin aku mendekorasi kamarku dengan warna perempuan.” Elakku malas. Akupun membalikkan beberapa kertas yang ada di tanganku, Eunhyuk masih saja menatap selebaran di tanganku dengan intens.

“Lantas, apa ini? Kenapa semuanya bernuansa ‘perempuan’?” Tanya Eunhyuk lagi, kali ini dengan tatapan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia memandangku dengan tatapan jika aku memiliki sedikit kelainan dengan selera warna.

“Bukan.” Jawabku malas, dan tetap membalik-balikkan beberapa lembar selanjutnya. Eunhyuk terlihat terkejut, sepertinya diam-diam dia berpikir. Dan pikirannya terlalu jauh, menurutku.

“Apa jangan-jangan Sungmin hyung yang memintamu mendekor ulang kamar kalian?” Tanya Eunhyuk dengan mata membulat dan senyum kepahitan. Dan seketika itu pula, dia kudorong ketepi tembok, tatapanku kesal dengan apa yang sudah dikatakannya.

“Sungmin hyung hanya pecinta pink, dan dia normal! Jika kau menganggapnya tidak normal, itu sama saja kau menghinaku karena siapa lagi pasangannya selain aku!” bentakku kesal. Eunhyuk tertawa puas mendengar ucapanku barusan. Dia memundurkan tubuhku dengan dorongan pelan, isyarat agar aku lebih rileks menanggapi gurauannya.

“Bercanda, kau ini suka menjahili orang. Tapi tidak suka dijahili.” Kata Eunhyuk penuh tawa. Dia menatapku dengan tatapan ejekannya. Sedangkan wajahku kubuang darinya. Seolah tak menyukai semua gurauannya.

“Kalau kau tidak merasa seperti apa yang sudah kukatakan, lebih baik kau tidak usah marah seperti itu.” Ejek Eunhyuk lagi. Dia masih menatapku dengan pandangan mengejek, bahkan lebih menghina menurutku. Sial.

“Sudahlah hyung, aku sedang sibuk. Tidak punya waktu lebih untuk menanggapimu.” Kataku malas. Eunhyuk kemudian menatapku dengan tatapan permohonan maaf dan mencoba mengajakku agar lebih rileks.

“Ahra Noona yang memintamu memilihkan dekorasi kamar?” tanyanya santai. Diapun mencoba memperhatikan selebaran yang ada di tangannya dengan tatapan tertarik.

“Kau ingin Sora Noona mengubah dekorasi kamarnya?” tanyaku balik.

Ani, ah. Aku yang bertanya, kenapa kau menanyakan kembali padaku!” teriak Eunhyuk tidak terima. Aku hanya tersenyum puas melihatnya kesal. Ini imbas karena sudah membuatku kesal.

Hyung, bantu aku. Bagaimana pendapatmu jika ingin mendekor kamar gadis yang kita sukai?” tanyaku dengan senyum mencurigakan dan maksud tertentu. Eunhyuk seketika itu pula menatapku dengan wajah terkejutnya.

Mwo? Apa kau bilang?” tanyanya memastikan.

“Mendekor ulang kamar gadis yang disukai.” Jawabku dengan sebongkah senyum di bibirku. Eunhyuk tertawa pelan seakan tidak percaya dengan perkataanku.

“Idemu tidak buruk. Dan kurasa kau harus sering sakit cinta. Ah bukan, harus selalu sakit cinta. Karena kau sangat manis dan lebih menyebalkan jika sakit cinta!” ucap Eunhyuk. Dia berdiri dan berjalan membuka pintu kamarnya. Meninggalkanku sendirian yang masih duduk dengan asyiknya menatap beberapa selebaran yang masih betah kupegang.

….

“Menurutmu, mana yang lebih bagus Noona?” tanyaku pada Ahra Noona yang ada di sebelahku dengan menatap beberapa selebaran kertas yang ada di tanganku. Selebaran kertas dekorasi kamar dengan berbagai macam warna perempuan. Akan lebih bijaksana jika aku mendekor ulang kamar Rinka dengan bantuan Ahra Noona yang sama-sama perempauan.

“Bagaimana kalau hijau muda.” Kata Ahra Noona. Dia menunjuk sebuah kertas yang ada di tangannya padaku.

“Hijau?” tanyaku bingung dengan mengerutkan dahi.

“Ne, hijau warna yang bagus untuk penyemangat. Bukankah kau bilang gadismu mempunyai aura untuk membuatmu bersemangat?” tanyanya padaku. Kumundurkan badanku di sofa, sehingga jarak antara Noona dan aku sedikit terpaut. Dan akupun berpikir, hijau memang tidak terlalu buruk. Tapi hijau adalah warna netral. Laki-laki dan perempuan dapat menggunakan warna itu.

“Bagaimana kalau orange?” kataku, meminta saran dari Noona. Noona pun mengambil sehelai kertas dekorasi berwarna orange.

“Tidak buruk, tapi lebih baik hijau. Orange terlalu kekanakan.” Jawabnya lagi.

“Jadi pilihanmu tetap hijau?” tanyaku memastikan sekali lagi. Noona terlihat menghela nafas kesal dan memukul kepalaku dengan kertas yang dipegangnya.

“Kau meminta pendapat atau ingin berdebat padaku?” teriaknya tepat di telingku. Sehingga membuatku bergeser kesebelah kanan, menjauhi dirinya.

Aish, aku tau Noona! Rinka juga terlihat dewasa. Sesuai dengan seleraku.” Jawabku dengan sebuah cengiran di bibirku. Akupun membalik-balikkan beberapa contoh kertas yang berwarna hijau. Sekarang adalah hal sulit, menerapkan warna hijau mana yang cocok dengan karakter Rinka. Noona sedikit memberi masukan dengan warna yang tidak terlalu gelap, karena akan menghilangkan kesan ceria dan jangan terlalu terang karena akan meninggalkan kesan norak.

Annyeong .” Kata Donghae. Dia duduk di sebelah Noona dengan senyum ‘ada maunya’ menurutku.

“Annyeong Donghae~aa, kau terlihat kurusan.” Kata Noona, dia memegang lengan Donghae yang memang terlihat lebih kecil daripada terakhir kali noona lihat.

“Yah, kami harus melakukan diet. Tapi adikmu sepertinya lebih gemuk dari terakhir kali dia masuk menjadi member.” Ejek Donghae, diapun mengarahkan pandangannya padaku. Seraya menyindirku tepat di depan Noonaku.

“Aku tidak ingin mendapat masalah denganmu.” Bentakku tidak terima. Donghae pun mengangkat tangannya dengan perasaan tidak ingin mendebatku terlalu jauh. Sedangkan Noona yang melihat tingkah kami yang kekanakan, hanya bisa tersenyum.

“Kalian tidak berubah, kalian tidak seperti seorang idola.” Sindir Ahra Noona. Aku dan Donghae yang mendengarnya langsung salah tingkah dibuatnya, kami hanya saling membuang muka ketempat lain. Dan sama-sama tidak bisa berkutik karena perkataan Ahra Noona.

“Lantas, kapan kau perkenalkan kekasihmu padaku?” Tanya Noona, dia mengalihkan pandangannya padaku. Noona menatapku penasaran. Sedangkan aku hanya bisa menghela nafas panjang, sial. Ada Donghae disini, bisa bahaya jika dia mengatakan yang sebenarnya pada Noona.

“Kekasih?” Tanya Donghae. Dia menatap Noona dengan pandangan keheranan. Sedangkan aku sudah beusaha segenap tenaga untuk membuat isyarat pada Donghae agar dia tidak memberitahukan apa yang dia tahu pada Noona.

Ne, kekasih adik kesayanganku, yah walaupun adikku memang hanya ada satu.” Jawabnya padaku.

“Kyuhyun mempunyai kekasih?” kata Donghae. Dan dia tertawa puas setelahnya. Dia tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya, sedangkan aku hanya diam membuang muka dan menepuk jidatku. Sial. Ahra Noona memandang Donghae dengan penuh tanda tanya.

“Kau kenapa Donghae~aa?” tanya Ahra Noona, sedangkan Donghae berusaha untuk menjawab pertanyaan Donghae, walaupun masih tetap memegangi perutnya yang terlihat begitu perih karena menahan tawa.

“Kyuhyun tidak mempunyai kekasih! Dia hanya berkhayal memiliki kekasih.” Jawab Donghae dengan penuh tawa saat mengatakannya. Ahra Noona hanya bisa diam dan melongo mendengar perkataannya.

“Hentikan Hyung! Tawamu tidak lucu!” teriakku dan melemparkan sebuah bantal kearah Donghae, dan sialnya, Donghae langsung menangkis lemparan bantalku darinya.

“Ya Kyuhyun! Jelaskan padaku yang sebenarnya.” Kata Noona dengan nada suara yang sedikit meninggi. Dia bahkan mencengram tanganku keras, dengan mata yang penuh ancaman jika aku tidak mengatakan yang sebenarnya.

“Dia tidak memiliki kekasih! Jangan percaya perkataan Kyuhyun!” teriak Donghae di samping Noona, yang makin membuat Noona memandangku dengan penuh tanda tanya.

“Aish, bukan tidak memiliki kekasih. Tapi sebentar lagi memiliki kekasih. Dan menurutku tidak ada bedanya memiliki sekarang ataupun sebentar lagi.” Ucapku kesal dengan membuang muka menuju jendela. Noona memandangku dengan tidak percaya dan parahnya lagi Donghae melebih-lebihkan semuanya.

“Lihat, dia bahkan mengakui kalau dia memang tidak memiliki pacar.” Jawab Dongahe dengan penuh tawa di bibirnya. Saat mendengarnya, kepalaku terasa dipukul palu besar. Sial, aku termakan ucapanku sendiri.

“Kyuhyun, kau harus menjelaskan banyak hal padaku dan Umma.” Kata Noona dengan mata penuh selidik. Akupun membalikkan badanku pada Noona dan memasang wajah memohon belas kasihan padanya.

Noona, jangan beritahu Umma.” Pintaku. Noona memandangku dengan tatapan tidak percaya seakan ingin menampar pipiku berkali-kali dengan perlakuanku.

“Kau keterlaluan Kyuhyun! Kau membuatku bangun pagi hanya karena kau membuat umma menyuruhku datang ke apartemenmu dan sekali lagi hanya untuk dimintai pendapat warna yang cocok dengan gadis yang bahkan belum kau pacari? Kau benar-benar keterlaluan.” Kata Noona dengan raut wajah penuh kemarahan, dia bahkan melipat tangan di dadanya. Sepertinya dia benar-benar marah. Sedangkan Donghae menatapku dengan pandangan bersalah, dan juga tak enak hati.

“Ah, maafkan aku Kyuhyun. Aku tidak tau kalau akan terjadi seperti ini.” Kata Donghae memohon maaf. Dia bahkan menaruh kedua telapak tangannya di atas kepalanya seakan benar-benar meminta mohonku.

Ani, kau tidak salah. Yang salah tetap Kyuhyun. Justru kau benar Donghae~aa, Kyuhyun memang kekanakan sampai membongiku dan Umma.” Kata Noona pada Donghae. Donghae yang sadar diri atas perkataan Noona, langsung beranjak dari sofa dan masuk kedalam kamar Eunhyuk.

Noona, jangan ceritakan ini pada Umma.” Pintaku lagi. Tapi Noona masih saja menatapku dengan pandangan kesal padaku.

“Kenapa kau membohongi Umma kalau kau sudah punya kekasih dan akan mengenalkannya pada kami?” kata Noona. Nada suaranya meninggi dan membuang muka dariku.

“Sudah kubilang, sebentar lagi kami akan berpacaran.” Kataku pasrah. Noona masih saja memandang mataku dengan wajah tidak percaya.

“Aish, jangan bilang kalau perkataan Donghae benar. Kau hanya berkhayal Kyuhyun.” Ejek Noona.

“Sudah kukatakan berkali-kali. Aku tidak berkhayal dan tidak akan pernah berkhayal. Nyatanya kami pernah berpacaran dan akan segera kembali.” Elakku lagi. Membuang muka dari Noona yang selalu saja menatapku dengan pandangan menyelidik dan meremehkan.

“Dia mantanmu? Kau dekat lagi dengan ex Girl Friend?” tanya Noona. Wajahnya lebih tidak percaya dengan perkataanku barusan.

“Ya begitulah Noona.” Jawabku dengan sedikit senyum pasrah di bibirku.

“Kau sudah tidak waras Kyuhyun! Mantan yang mana lagi ini? Apakah dia artis?” tanyanya lagi. Dia mendekatkan wajahnya padaku dan memandang lebih menakutkan dari sebelumnya.

“Jangan bilang kalau itu Victoria?” tanyanya lagi dengan mata menyipit. Dan segera kubalas dengan tatapan tidak suka.

“Bukan Qiann!! Sudah kubilang aku tidak tertarik dengannya. Dia hanya temanku dan tidak ada perasaan lebih disitu.” Bentakku kesal. Kesal dengan semua orang yang mengiraku menyukai Qiann. Apa tidak ada yang menyadari kalau aku hanya menganggapnya sahabatku? Lagipula tubuhnya enak dipandang, dan dia tidak memalukan jika digandeng sekedar berjalan-jalan.

“Jinja? Aku senang jika seperti itu. Karena aku dan Umma sama-sama tidak menyukainya.” Kata Noona. Wajahnya terlihat lega mendengar jawabanku.

Umma juga tidak suka? Wae?” tanyaku penasaran.

Umma tidak suka dengan wanita asing.” Jawab Noona dengan mengibaskan tangannya di dekat bibirnya. Yah, memang banyak yang tidak menyukai kedekatanku dengan Qiann.

“Bagaimana kalau Girls Generation?” tanyaku dengan senyum di bibir.

“Mwo? kau menyukai salah satu dari mereka?” tanya Noona dengan wajah bersemu senang.

Aish noona, kalau memang aku menyukainya, sudah kupacari salah satu,ah ani, salah tiga dari mereka sedari dulu.” Kataku dengan tawa. Syukurlah Noona sudah tidak ingat dengan permasalahan statusku yang sebenarnya masih single, karena aku berbohong pada Noona dan Umma. Kebohongan yang tidak terlalu besar sebenarnya. Hanya berbohong akan membawa kekasihku pada mereka jika ada waktu yang tepat. Yah, memang sedikit kesalahanku, karena melebih-lebihkan sosok Rinka saat Umma meneleponku. Kukatakan sosok Rinka yang tidak jauh dari Kim Tae Hee dan juga Song Ha Gyo. Hahaha😉

….

Halo.. Rinchun imnida, salam kenal semuanya. FF ini lebih ke kehidupan Kyuhyun yang keras dan besar kepala, dan justru tema cinta disini tidak begitu diangkat. Hanya ejekan dan perjuangan Kyuhyun yang akan dibahas. Follow twitter saya yah @elfrinn , Gomawo😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s