Only One Person ~Part 2 (FanFic by Rinchunn)

Author : Rinchunn (@elfrinn)

Tag : Super Junior, Cho Kyuhyun

Part : 2

Judul : Only One Person

**

Akupun kembali kedalam dorm dengan perasaan riang gembira, yang tepatnya tidak bisa kugambarkan dengan kata-kata. Bahkan sampai di depan pintu luar, kakiku tidak langsung masuk kedalam ruangan. Tanganku lebih memilih untuk menekan bel pintu daripada otakku ikut bekerja untuk mengingat kode password dorm kami. Tak berapa lama pintupun terbuka, Yesung yang membukakan pintu.

“Darimana saja kau? Kenapa ponselmu mati?” teriaknya tepat di wajahku yang masih penuh senyum mengambang.

“Menemukan cintaku, Hyung.” Jawabku santai dan langsung masuk kedalam ruangan, tanpa sengaja bahuku mengenai bahu kanan Yesung, dan langsung mengumpatku dari pintu.

Magnae kurang ajar!” ucapnya. Sedangkan aku tak ambil pusing untuk itu. Mataku lebih memilih pemandangan pesta yang sudah siap dihadapanku. Jajangmyeon kesukaanku sudah ada di hadapanku, tanpa menunggu yang lain dan tanpa memiliki rasa sopan, tanganku menyambar sumpit yang ada di hadapanku. Sumpit yang masih utuh itu kubelah jadi dua dan kusambar makanan kesukaanku dihadapan semua orang.

“Lihat dia, dia tidak punya sopan santun!” bentak Yesung. Dia merebut sumpit yang seharusnya sudah memasukkan makanan itu kedalam makananku. Sehingga akupun memelototinya dengan tajam.

“Kau mengganggu acara makanku!” teriakku keras. Mencoba merebut kembali sumpit yang ada di genggaman Yesung. Tapi dia segera menangkis tanganku dan beranjak menjauhiku.

“Kau keterlaluan Kyuhyun.” Kata Sungmin. Dia menatapku dengan perasaan bersalah, pasti dia mencarikan alasan agar aku tidak dimarahi oleh Leeteuk karena terlambat pulang. Kalau dengannya, rasanya tidak tega untuk membangkang. Karena itu aku lebih menurutinya daripada yang lain.

Araso, aku minta maaf. Mianhamnida.” Kataku, dan membuang tubuhku di sofa depan tv. Ryeowook duduk di sebelahku seolah memastikan keadaanku baik-baik saja.

“Kau tidak sakit bukan?” tanyanya pelan. Akupun memasang senyum evil kebanggaanku.

“Kau lihat, aku baik-baik saja. Bahkan lebih baik tidak seperti sebelumnya.” Jawabku pelan. Ryeowook terlihat lega dan mengeluarkan ponselnya. Sepertinya dia akan menelepon Leeteuk untuk segera merayakan pesta kami.

“Darimana saja kau?” Tanya Eunhyuk, dia berdiri di belakangku dengan sekotak susu strobery di tangannya. Akupun menoleh kearahnya dan tersenyum garing.

“Menemukan cintaku Hyung.” Jawabku nakal. Eunhyuk yang mendengar perkataanku langsung menaikkan sebelah alisnya dan tertarik untuk mendengar perkataanku lebih lanjut. Diapun duduk di sebelahku dan menyingkirkan Ryeowook yang seharusnya duduk tepat di sebelahku.

“Critakan lebih jauh.” Pinta Eunhyuk. Dia merebahkan tubuhnya kebelakang dan mencoba duduk senyaman mungkin sambil menatapku penuh dengan tanda Tanya. Sedangkan aku hanya tersenyum garing menikmati situasi karena dia sangat menikmati apa yang akan kuutarakan nanti.

“Kau ingat Lee Rinka? Gadis yang pernah kuceritakan dulu saat awal debutku.” Tanyaku padanya. Eunhyuk terlihat berpikir sejenak. Dan sepertinya tingkat pikunnya sudah cukup parah melebihi kapasitas orang dewasa yang seumuran dengannya.

“Sepertinya pernah mendengar namanya. Tapi aku lupa.” Jawabnya dengan memperlihatkan senyum gusinya yang menyilaukan.

“Hash, ingatanmu seperti keledai.” Ejekku padanya. Mendengar ejekanku, Eunhyuk langsung mencoba berpikir lebih keras dari sebelumnya. Dia mencoba menerawang ingatan beberapa tahun kebelakang. Tiba-tiba bibirnya pun tersenyum puas.

“Aku ingat. Gadis SMA, benar tidak?” jawabnya percaya diri.

“Tepat.” Jawabku mengiyakan. Akupun mengambil nafas panjang dan mencoba tersenyum lagi padanya, seolah mengejeknya kembali. Aku hanya ingin mengetes sejauh mana ingatan Eunhyuk yang terkenal cukup payah ini.

“Cepat ceritakan, karena aku sudah tidak sabar.” Teriak Eunhyuk memenuhi ruangan ini. Sehingga beberapa memberpun berjalan mendekat kearah kami dengan pandangan bertanya-tanya.

“Ada apa ini?” Tanya Donghae yang ternyata sudah datang kelantai kami. Ternyata sekeliling kami sudah penuh dengan seluruh member, cukup menyenangkan karena bisa memamerkan beberapa kisahku yang terjadi hari ini. Kurasa itu cukup membuat semua orang iri.

“Kyuhyun kembali bertemu dengan gadis pujaannya yang hilang.” Jawab Eunhyuk. Beberapa diantara member lainpun mengangkat alis seolah tidak percaya dengan keajaiban yang terjadi hari ini padaku.

“Benarkah itu Kyuhyun?” ucap Shindong. Dia terlihat bersemangat dengan mengambil beberapa bungkus snack yang seharusnya merayakan pestaku, tetapi dia sudah mendahuluiku memakannya duluan.

“Aku akan menjawabnya jika kau letakkan snack itu di meja dan duduk bersama untuk mendengarkan ceritaku Hyung.” Pintaku pada Shindong. Shindong pun menuruti perkataanku, dia meletakkan snack itu di meja dengan pandangan yang sedikit tidak rela. Sedangkan beberapa member yang lain ada yang cukup menurut untuk duduk bersama mengelilingiku. Dan tiba-tiba ingatanku kembali pada dua hari yang lalu. Aku demam. Pantas saja semuanya berbaik hati padaku. Ya baiklah, lebih baik kuambil kesempatan ini untuk keuntunganku.

Akupun menceritakan kejadian hari ini pada mereka, mereka terlihat begitu bersemangat, dan tentu saja sangat terkejut saat kuceritakan bahwa Lee Rinka adalah adik kandung dari gadis yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Itu sangat hebat.” Ucap Donghae. Matanya terkesan begitu mempercayai takdir yang mengelilingiku.

“Kau benar Kyuhyun, itu semua karena kebaikan tuhan padamu.” Kata Siwon. Aku hanya tersenyum bangga mendengar perkataannya.

“Aku tau, dan terimakasih.” Jawabku sombong.

“Dan itu menjelaskan semuanya.” Kata Sungmin tiba-tiba. Pandanganku beralih padanya. Dia mengerutkan dahinya pelan dan kemudian menghadapkan pandangannya padaku.

“Apa maksudnya Sungmin?” Tanya Yesung seolah penasaran dengan pemikiran Sungmin yang entah sampai dimana. Sungmin adalah orang cerdas, dia pintar membaca situasi dan menebak keadaan sekeliling, karena itulah biasanya dia hanya diam mendengarkan. Dan akan mengatakan pendapatnya jika kami semua sudah mengalami kebuntuan.

“Kurasa karena itulah kau jatuh cinta pada pandangan pertama pada kakak dari Lee Rinka.” Ucap Sungmin. Kepalaku mencoba mencerna perkataannya, tapi belum bisa memikirkan hubungannya. Jujur, dalam hal percintaan, aku memang sedikit bodoh. Dan harus belajar banyak darinya yang sudah berpengalaman.

“Aah, cepat jelaskan padaku. Aku tidak mengerti.” Rengek Shindong pada Sungmin. Syukurlah dia yang bertanya lebih dulu, karena aku tidak mau terlihat bodoh dihadapan semuanya karena tidak bisa membaca situasinya padahal akulah yang mengalami ini semua.

“Itu sudah menjawab semuanya, Kyuhyun jatuh cinta pada pandangan pertama karena gadis itu adalah kakak dari Lee Rinka. Gadis yang pastinya mirip dan serupa dengan Lee Rinka. Dan Lee Rinka adalah gadis yang tanpa sadar sangat ingin Kyuhyun temui.” Ucap Sungmin. Perkataan Sungmin bagaikan petir dalam kepalaku. Jadi seperti itukah?

Ingatanku kembali pada gadis yang kutemui di rumah sakit. Suster itu tersenyum saat melihatku, senyumnya.. mirip dengan Lee Rinka. Pertemuan kedua dengan gadis itu, gadis itu berdiri di barisan penggemar Eunhyuk, dan kakak Lee Rinka adalah penggemar Eunhyuk. Aku bisa mengingat dengan jelas dari ingatanku, gadis itu sangat mirip dengan Rinka jika Rinka tidak memakai seragam sekolah, dan juga sangat mirip dengan Rinka yang kutemui hari ini.

“Kau benar Hyung.” Gumamku pelan. Seluruh pasang mata menatapku keheranan.

“Jadi tebakan Sungmin hyung benar?” ucap Donghae. Akupun menjawabnya dengan sebuah anggukan pelan di kepalaku.

“Benar begitu.” Jawabku dengan senyum evil di bibirku. Rasanya cukup aneh, tapi melegakan. Itu berarti suster yang kutemui di rumah sakit itu bukanlah cinta pertamaku, dan juga takdirku adalah Lee Rinka. Yah, sedikit menggelikan. Tapi aku menyukainya.

“Lalu bagaimana statusmu dengan Rinka?” Tanya Eunhyuk. Akupun mengernyitkan dahiku dan mengangkat kedua bahuku.

Molla, aku sendiri bingung. Dan kami tidak membahas status kami tadi. Kami lebih melepaskan rindu.” Ucapku gamang, sehingga yang lain menatapku dengan wajah ingin muntah. Sedangkan aku hanya bisa tertawa puas mendengar itu semua. Bayangkan saja, Cho Kyuhyun Jatuh cinta?

“Kau menjijikkan.” Kata Donghae tiba-tiba dan beranjak menjauhiku, diapun mengambil beberapa snack yang ada di meja. Kupandangi dirinya dengan pandangan tidak suka.

“Kau sendiri lebih menjijikkan. Gombalanmu lebih menjijikkan!” kataku tidak terima.

“Sudahlah, hentikan bersikap tidak dewasa. Harusnya kita senang, magnae kita jatuh cinta.” Ucap Ryeowoook meenghentikan situasi yang sudah mulai memanas.

“Lantas bagaimana dengan Rinka? Kalau begitu, dia pasti tau gossip kedekatanmu dengan Victoria.” Kata Siwon pelan.

“Tidak usah mempermasalahkannya, aku tidak menganggap Qiann sebagai gadis yang kusukai. Aku hanya suka berteman dengannya dan mendapat pemandangan gratis.” Jawabku dengan senyum mengambang dihadapanku.

“Plak!!” tanpa terasa ada yang memukul kepalaku dari belakang.

Appo!” teriakku. Saat kutolehkan kepalaku, kudapati Leeteuk memegang sendok nasi dan memegang mangkuk dan menatapku geram.

“Sejak kapan cara bicaramu jadi seperti itu? Jangan sampai Victoria mendengarnya dan mengadukan kita pada manajer!” umpat Leeteuk memarahiku. Akupun mendengus pelan dalam hati, sedangkan member yang lainnya menertawakanku yang sedang meraba daerah jitakan di ubun-ubun kepalaku.

“Victoria bisa menangis saat tau kau tidak tulus saat berteman dengannya.” Kata Yesung mengejekku. Kutatap Yesung yang mengejekku habis-habisan. Diapun mengambil mangkuk berisi jajangmyeon kedalam pelukannya dan memakan isinya dihadapanku tanpa dosa.

Jajangmyeon itu milikku!” bentakku tak terima. Sedangkan Ryeowook yang lebih dekat dari meja menyodorkanku sebuah mangkuk berisi jajangmyon yang belum di buka segelnya.

“Jangan bertengkar hanya karena semangkuk jajangmyeon, memalukan. Apa yang akan dikatakan penggemar jika mengetahui ini?” kata Ryeowook mendesah kesal. Kuterima sodoran mangkuk berisi jajangmyeon itu dan kubuka cepat.

“Aku sudah lapar dan tidak akan mempermasalahkannya.” Jawabku santai sambil memecah sumpit dihadapanku dan menyantap mie pasta kedelai dihadapanku ini.

“Kurasa jika penggemar melihat ini, mereka akan berpikir seratus kali untuk tetap mengirimimu sayuran dan memilih untuk memberikanmu jajangmyeon.” Ejek Donghae padaku. Diapun menyantap beberapa makanan yang ada di hadapannya. Sayangnya Donghae bukan pecinta jajangmyeon sepertiku.

“Yah, mereka terlalu naïf mengerimimu berpuluh-puluh kotak sayuran, yang bahkan tidak pernah kau sentuh. Dan tentu saja, kau menyuruhku membuka kotaknya dan menaruh fotonya di twitter hanya untuk berterimakasih.” Ucap Eunhyuk di sela kunyahan mulutnya memakan beberapa snack dihadapannya.

“Kau keterlaluan Kyuhyun, jangan lukai perasaan penggemarmu hanya karena sayuran yang tak pernah kau sentuh.” Kata Siwon. Berusaha memperingatkanku agar tetap memakan sayuran yang dikirimi penggemar padaku.

“Kurasa mereka yang keterlaluan karena tetap mengirimiku sayuran, padahal sudah kukatakan aku tidak bisa memakannya.” Dalihku. Akupun menikmati santapan makanan yang ada dihadapanku.

“Yah, dan kau memaksaku yang menghabiskan seluruh sayuran itu agar pihak stasiun Tv tidak menyadari kalau kotak makanan itu kosong tetapi bukan kau yang memakannya. Kau memang pintar, tapi keterlaluan.” Ujar Shindong dengan nada tinggi, di sela-sela memakan ddobboki hangat yang disediakan di meja.

“Benarkah itu? Sebaiknya kau habiskan sayuran yang diberikan penggemarmu, paling tidak kau bawa pulang dan berikan pada Ahjumma yang membersihkan rumah daripada kau buang. Dan pihak stasiun Tv akan membunuh kita dengan menyebarkannya di Tv kalau kau membuang makanan pemberian penggemarmu di tempat sampah mereka.” Ujar Leeteuk menyindirku. Dia sendiri hanya memakan beberapa potong ikan yang ada di nampan makannya dan juga dua mangkuk sayuran.

“Sebaiknya seluruh kotak sayuran pemberian penggemar, akan kuberikan padamu saja. Kalau itu bisa membuatmu puas Hyung.” Kataku padanya. Leeteuk nyaris melemparkan sendok yang sedang dipegangnya kalau tidak ditahan Eunhyuk yang kini duduk di sampingnya.

“Tahan, dia hanya sedang sakit cinta.” Kata Eunhyuk sambil memegang lengan Leeteuk. Dari arahku, Leeteuk terlihat begitu kesal denganku.

“Tidak seburuk itu, aku masih baik-baik saja. Cinta tidak akan membuatku cukup kehilangan akal. Percaya saja padaku.” Jawabku, mencoba meyakinkan mereka semua. Tapi sayangnya mereka asyik dalam kegiatan masing-masing seolah tidak percaya dengan perkataanku.

“Sudahlah, hentikan bualanmu dan habiskan makananmu. Setelah itu kau tidur dan istirahat, biarkan mereka disini dan kau tidak akan terganggu karenanya.” Kata Sungmin. Dia duduk di sebelahku dan menyodorkan sekotak susu hangat dihadapanku.

“Aku juga ingin minum soju.” Tolakku pada Sungmin yang masih saja tidak menarik susu hangat yang ada dihadapanku.

“Kau tidak akan mendapatkan soju sampai kau tidak sakit, begitulah peraturannya.” Jawab Sungmin cepat. Beberapa member yang lainpun mengiyakan perkataannya.

“Kau tidak akan mendapatkan soju, sekalipun ini adalah pestamu.” Ucap Donghae. Dari dapur.

“Benar, aku mendukung seratus persen untuk itu. Dan sebagai penjaminmu disini, jangan harap kau bisa minum soju setetespun karena sudah membuatku kesal hari ini.” Ucap Leeteuk. Dia menatapku kesal. Sepertinya hari ini dia benar-benar kesal karena kepergianku yang mendadak, tepatnya kabur. Yah, perayaan ini dijadwalkan jam 12 malam. Tepat setelah Eunhyuk dan Leeteuk pulang sukira. Tapi sayang sekali, jam 12 malam saat itu aku masih di taman bersama Rinka.

“Terserah kalian, asalkan kalian jangan berisik. Atau pestanya pindah di lantai kalian! Jangan di lantai ini.” Pintaku kesal dan beranjak dari sofa menuju kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, kutatap cermin yang ada di hadapanku. Wajahku memerah, bukan karena sakit cinta, tapi karena demam. Tapi entah kenapa tadi saat bersama Rinka, tubuhku terasa baik-baik saja. Tidak demam atau apapun itu.

“Hei, kau baik-baik saja?” kata Eunhyuk di belakangku. Bisa terlihat jelas dari kaca yang ada dihadapanku, Eunhyuk mengalungkan handuk di bahunya dan dia terlihat begitu mencemaskanku.

“Semuanya terkendali, tenang saja.” Jawabku pelan. Eunhyuk masuk kedalam kamar mandi, berdiri tepat di sebelahku. Dia mengambil sikat gigi dan bersiap mengambil pasta gigi. Sayangnya gerakan itu terhenti karena dia langsung bertanya suatu hal padaku.

“Lantas, bagaimana hubunganmu dengannya?” tanyanya lagi.

“Rinka maksudmu?” tanyaku balik. Kuihat Eunhyuk hanya mengangguk pelan dan meneruskan kegiatannya mengambil pasta gigi dan mengoleskannya di sikat giginya.

“Aku pun tidak tau bagaimana kelanjutan kisah kami. Memang saat terakhir kali, kami tidak bisa berhubungan karena ibuku mengganti nomor ponselku selama aku pingsan di rumah sakit karena kecelakaan dulu. Karena ponselku selalu berdering. Kurasa banyak teman yang mencemaskanku dan berusaha mengetahui keberadaanku. Apa boleh buat, saat sadar, kartu SIMku sudah dibuang oleh ibuku. Dan itu artinya, loose contack. Sampai hari ini, baru bertemu. Dan aku tidak tau apakah kami masih berpacaran atau tidak.” Jawabku. Eunhyuk yang melihat raut sedih wajahku, tidak melanjutkan kegiatannya menyikat gigi, bahkan kegiatannya belum mulai dari tadi.

“Dan Rinka tidak mencoba menghubungimu walaupun tau kau seorang artis?” tanyanya lagi. Kuanggukkan kepala ringan, dan memang benar. Rinka tak berusaha menghubungiku, itu yang kusesalkan.

“Justru itu hal yang bagus bagimu.” Kata Eunhyuk tiba-tiba.

Mwo?” tanyaku terkejut.

“Dia tulus padamu. Dia tidak mencarimu saat tau kau adalah seorang artis. Dia memilih takdir yang mempertemukan kalian. Kurasa itu lebih baik daripada dia tetap mencarimu dan menyebarkan pada dunia kalau dia adalah kekasihmu di masa lalu. Bukankah begitu?” kata Eunhyuk. Akhirnya diapun melanjutkan kegiatannya menyikat giginya. Sedangkan aku hanya terdiam mematung mendapati apa yang dia katakan adalah kebenaran, dan kebenaran itu adalah suatu kenyataan.

“Kau benar.” Jawabku dengan senyum di bibirku.

End of flashback

**

Kyuhyun tersenyum lebar saat mengingat kejadian yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Matanya terbuka lebar saat Eunhyuk berusaha menyadarkannya, memberinya dukungan penuh atas perasaannya pada Rinka. Sayangnya Leeteuk tidak menyukai Rinka, karena dia tidak ingin separuh dari member Super Junior memiliki pacar. Bayangkan saja, Siwon, Sungmin, Donghae dan Yesung. Cukup mereka saja yang berpacaran, tetapi hal itu sudah membuat kekacauan karena perkataan Kyuhyun di sebuah reality show. Dan kini Kyuhyun sendiri memutuskan untuk memiliki pacar? Itu sebuah bencana bagi Leeteuk.

Kyuhyun yang tadinya di taman sendirian, kini tampak mengutak-atik ponselnya. Memperhatikan jam yang berada di tangannya. Hal itu menandakan bahwa dia sudah mulai gelisah. Kyuhyun pun bangun dari bangku taman, dan beranjak pergi menuju sebuah pohon besar yang ada di tengah taman. Pohon itu dililiti lampu yang diletakkan tidak beraturan pada tali. Sayangnya lampu itu tidak dinyalakan, Kyuhyun kembali kearah bangku taman. Dan duduk di tempat itu dengan keadaan panik. Karena kalau gagal, semua usahanya akan sia-sia.

Taman ini masih dingin, entah sudah berapa menit Kyuhyun duduk sendirian disini dengan penyamaran lengkapnya. Dan memakai jaket lebih tebal dari biasanya. Sepertinya dia benar-benar berniat melupakan penat yang ada di kepalanya dengan berdiam diri di taman ini.

Flashback

Aku turun dari mobil dengan penyamaran lengkap, menuju sebuah gedung apartemen yang cukup mewah diantara gedung apartemen yang ada di sekitarnya. Dan di sebelahku, sudah ada Yesung. Dengan penuh paksaan, akupun memaksanya untuk membantuku membuat suatu kejahatan. Yah, bisa dibilang bukan kejahatan yang benar-benar jahat. Kami hanya sedikit bermain-main dengan apartemen Rinka.

“Kyuhyun, kau benar-benar keterlaluan.” Kata Yesung. dia menggerutu sedari tadi dan selalu mengajak pulang.

“Jangan merengek daritadi Hyung, bukankah sudah kubilang imbalannya sangat menguntungkanmu?” jawabku malas.

“Aku akan buat perhitungan denganmu kalau kau sampai tidak mewujudkannya.” Ancam Yesung hyung.

“Tenang saja, permintaanku hanya hal kecil. Dan imbalan yang kuberikan sangat besar.” Jawabku santai.

Tak lama kemudian, di hadapanku sudah ada lift. Kami berduapun masuk kedalam lift. Dan kupencet lantai 5. Tiba-tiba senyumku langsung mengambang seketika, dan sepertinya Yesung mengamati senyumku yang mengambang. Sehingga membuat Yesung menjadi bergidik menatapku.

“Senyummu tidak lucu.” Umpat Yesung padaku. Lagi-lagi aku hanya tersenyum, dan tak lama kemudian sampai di lantai 5, sehingga liftpun bergerak. Kami berduapun langsung keluar dari lift dan berjalan pada sebuah lorong.

“Kau pernah kemari.” Tanya Yesung hyung.

“Tentu saja, bahkan sudah ratusan kali.” Jawabku bohong.

Mwo?” tanyanya tidak percaya, bahkan Yesung menghentikan langkahnya dan menatapku dengan tatapan tidak percaya. Akupun ikut menghentikan langkah kakiku dan menatapnya dengan penuh tawa.

Aish, kau percaya? Mana mungkin ratusan kali. Memang aku pernah datang kemari, tapi tidak sampai sesering itu. Hanya mengantarnya pulang setelah berkencan.” Jawabku. Yesung terlihat lega dengan perkataanku. Diapun tersenyum kikuk dan berjalan mengiringiku. Tak lama kemudian sampailah di apartemen bernomor 29. Aku berhenti di depannya dan tersenyum puas.

Kukeluarkan ponselku, dan mencari nomor telepon Rinka yang ada di ponselku. Yesung sedari tadi memperhatikanku, tapi tidak memiliki keinginan untuk bertanya. Dia memilih untuk diam, tidak untuk bertanya lebih jauh. Tapi aku masih berbaik hati untuk menjawab pertanyaannya.

“Aku memastikan Rinka tidak ada di dalam.” Kataku menjelaskan padanya dengan ponsel masih menempel di telingaku. Yesung pun menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan apa yang kumaksudkan. Sehingga tak berapa lama, Rinka mengangkat teleponku.

“………………………”

Ne, Rinka? Kau ada di dorm?” tanyaku pada Rinka yang ada di seberang sana.

“………………………”

“Oh baiklah, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.” Kataku. Dan entah kenapa Yesung lalu membalikkan badannya dariku. Seolah membuang muka setelah mendengar apa yang barusan kukatakan pada Rinka di telepon.

“………………………”

“Ne, annyeong.” Jawabku cepat dan menutup ponselku dan menatap Yesung kesal.

Hyung, kau ini tidak bisa diajak bekerja sama!” ejekku padanya. Sedangkan Yesung membalikkan badannya padaku, menghadapku dengan wajah yang tidak menyenangkan.

“Bukannya tidak bisa diajak bekerja sama, tapi kau tidak cocok seperti ini. Kau harusnya membangkang dan membenci sesuatu yang bersifat perhatian. Kau yang sekarang, benar-benar sakit cinta, dan itu tidak cocok dengan sifatmu.” Kata Yesung.

Aku mendengus pelan mendengar perkataan Yesung. tapi memang benar, aku memang sakit cinta. Dan itu tidak cocok denganku. Tapi apa boleh buat? Tak pernah kusangka kalau jatuh cinta adalah hal yang sangat menyenangkan. Perhatian pada seseorang yang kini tidak ada di hadapanku tampaknya tidak begitu menyenangkan, tapi entah kenapa sangat menarik. Bisa mengetahui perkembangannya dari waktu kewaktu dan juga menunjukkan sikap manis, kurasa tidak ada salahnya untuk itu.

“Aku mengerti maksudmu hyung, dan kuharap sikapku bisa lebih baik mulai sekarang.” Jawabku gamblang. Yesung seakan tidak percaya padaku, dia menyipitkan matanya saat memperhatikanku mengeluarkan beberapa barang dari tas ranselku.

“Apa benar kau akan berubah? Tidak menjahati kami semua?” Tanya Yesung ragu. Kutengadahkan mataku menghadapnya dengan perasaan gelisah.

“Bagaimana mungkin kau tidak percaya? Seharusnya kau mendukungku seperti aku membantumu saat Leeteuk Hyung membencimu karena memiliki pacar!” bentakku tidak terima. Yesung mendengar perkataanku langsung tertawa lebar.

“Untuk yang satu itu, pasti sangat kuhargai.” Jawabnya santai. Diapun membantuku mengeluarkan beberapa benda yang terlilit kabel dan membantuku memasangnya di interphone apartemen milik Rinka.

“Bagaimana cara pengerjaannya?” tanyaku tidak mengerti. Yesung tampak mengutak-atik beberapa mur yang menempel di interphone apartemen dan melepasnya. Tak berapa lama kemudian, interphone itu sudah terbuka casingnya. Yesung dengan terampil mengutak-atik interphone dan menyambungkan kabel dari benda yang kupegangi daritadi.

“Kau hanya perlu diam dan menuruti perintahku. Dan juga, lagu itu harus kau serahkan padaku.” Pinta Yesung tanpa menatapku, dia masih saja berjongkok dan mengutak-atik interphone dengan alat penyadap itu.

“Lagu itu sudah menjadi milikmu semenjak kau menyetujui rencanaku.” Jawabku dengan senyumku mengambang. Sehingga membuat Yesung langsung berdiri dan menatapku ragu.

“Kuharap kau berjanji untuk lebih mengutamakanku dari pada yang lain.” Katanya, mencoba meyakinkanku lagi.

“Aku berjanji untuk itu.” Jawabku mantap. Yesung tersenyum kecil dan menatapku seolah kesal dengan perkataanku. Apa aku tidak bisa memegang janji? Mungkin seperti itu di matanya.

“Kuharap kau tidak mengingkarinya, kalau seperti itu sayangnya akan kuceritakan pada manajer kalau kau mengajakku melakukan tindak kejahatan dan menjanjikanku dengan sebuah soundtrack drama yang harusnya untukmu.” Ancam Yesung lagi. Kuhempuskan nafas panjang.

“Tidak selalu seperti itu, dan kau tau aku tidak akan mengingkarinya!” bentakku mantap. Yesung terlihat sedikit mengerti kalau aku sangat serius dengan ucapanku. Dan dia memberikanku alat penyadap itu.

“Tunggu sebentar saja, dan kau akan mendapatkan password apartemen gadismu.” Ucapnya. Mataku langsung bersinar, dan menyambar alat penyadap yang disodorkan Yesung sedari tadi. Tatapanku menatap alat penyadap itu dengan penuh harap, dan Yesung terlihat sibuk membereskan beberapa peralatan yang sudah tidak digunakan dan dimasukkannya dalam tas ransel yang ada di dekat kakiku.

Tak berapa lama muncul serentetan angka di layar alat penyadap yang kupegang.

“48918042?” tanyaku pelan. Kuarahkan layar alat penyadap yang ada ditanganku kepada Yesung. yesung yang daritadi membungkuk, kini berdiri dan menatap layar itu.

“Ya, itu adalah paswordnya, kau bisa mencobanya sekarang.” Jawab Yesung. tanganku pun langsung menekan tombol itu satu persatu di interphone. Dan taraaa!! Berhasil, lampu hijau itu menyala, menandakan pintu apartemen Rinka sudah tidak terkunci. Tanganku pun untuk tidak membuka pintu. Setelah memastikan pintu itu benar-benar bisa terbuka dan langsung kututup seketika. Yesung yang melihatku membuka pintu dan tidak masuk kedalam, langsung mengerucutkan bibirnya padaku.

“Ya! Sudah susah payah dan mempertaruhkan karir, kenapa kau bisa tidak masuk dan memilih menutup pintu?” bentak Yesung kesal.

“Tenang saja Hyung, aku tidak membutuhkan apartemennya dalam waktu dekat ini. Yang kubutuhkan hanya password yang kau temukan dan kapanpun bisa kumasuki apartemen ini selama aku mau.” Jawabku santai. Yesung melihatku dengan gelengan kepala malas.

“Terserah kau saja.” Ucapnya pasrah dan membantuku melepas alat penyadap dan memasang kembali casing interphone seperti semula.

End of Flashback

**

Kyuhyun tersenyum geli saat mengingat kejadian menggelikan yang dilakukannya bersama Yesung saat menyadap password apartemen Rinka. Bahkan, hanya demi password, Kyuhyun rela melakukan suatu tindak kejahatan. Walaupun Rinka bahkan tidak pernah menyadari kalau Kyuhyun sudah menyadari password apartemennya telah diketahui Kyuhyun. Kyuhyun memang sering bermain kepartemennya, sekedar menjemput untuk kencan ataupun mengantarnya pulang. Tapi Kyuhyun selalu menekan bel pintu dan selalu menunggu Rinka membukakan pintu untuknya.

Yah, walaupun karena masalah Sountrack drama itu sempat membuat Kyuhyun bersitegang dengan beberapa dewan direksi. Bahkan Yesung nyaris saja menceritakan semuanya karena ketakutan atas desakan direksi yang curiga dengan kondisi Kyuhyun yang saat itu baik-baik saja, tetapi dengan mudahnya jatuh sakit tiba-tiba dan menyerahkannya pada Yesung. itu suatu hal mustahil, karena awalnya memang Yesung yang mendapatkan jatah soundtrack itu. Yesung bukan tipe munafik yang tidak menginginkannya, tetapi jadwalnya terlalu padat untuk menghapalkan sebuah lagu karena manajer telah memberikannya tugas lebih banyak untuk berbagai macam reality show sebelum tau akan adanya sebuah lagu di jadwalnya.

Karena itulah soundtrack drama jatuh ketangan Kyuhyun, dan Kyuhyun yang saat itu sehat walafiat, entah kenapa secara tiba-tiba jatuh sakit dan menyerahkan lagu itu untuk Yesung. Dan semua orang tau, Kyuhyun adalah seorang keras kepala yang sangat haus akan musik, dia tidak akan menyerahkan jatah bagiannya begitu saja. Tetapi yang ini, benar-benar mencurigakan. Dia dengan sengaja menyarankan Yesunglah yang pantas menyanyikan lagu itu karena permintaan Kyuhyun sendiri.

Flashback

“Sudah kubilang kepalaku pusing Hyung.” Elakku pada Jonghoon yang merupakan manajer kami. Dia mencurigai karena kukatakan bahwa kepalaku pusing mendadak dan meminta pulang lebih cepat sebelum acara selesai.

“Kau tidak sakit sebelumnya.” Kata Jonghoon dengan pandangan curiga. Diapun menaruh tangannya di dahiku, sekedar mengecek apakah badanku panas atau tidak.

“Aku sedikit pusing, dan pusing selalu saja datang di saat yang tidak tepat.” Kataku lagi, berusaha membela diri dan menjauhkan anggapan darinya karena aku benar-beanr sakit.

“Badanmu tidak panas.” Katanya dengan dahi mengernyit.

“Panas tidak ada hubungannya dengan pusing, nyatanya ruangan ini terasa berputar-putar di kepalaku.” Jawabku lagi, pandanganku menuju semua arah, kecuali wajah Jonghoon, dan kurebahkan badanku di kasur. Kutarik selimut yang ada di dekat kakiku sehingga menutupi seluruh tubuhku.

“Baiklah, aku akan pergi dan membawakan beberapa obat untukmu.” Kata Jonghoon, dan dia beranjak pergi dari kamarku. Sungmin yang duduk di kasur seberangkupun hanya menatapku dengan pandangan tak percaya, diapun beranjak dari kasur dan berjalan menutup pintu dan memastika Jonghoon sudah pergi. Sungmin pun menutup pintu kamar dengan cepat menoleh kearahku.

“Ulah apa lagi yang kau perbuat?” Tanya Sungmin dengan wajah meremehkannya padaku. Dia duduk di sebelahku sehingga akupun bangkit dari posisi tidurku tadi dan bernafas lega.

“Hanya sedikit bisnis kecil, dan kuharap kau tidak bertanya terlalu jauh Hyung.” Jawabku enteng dengan kerlingan mata.

“Kurasa ada hubungannya dengan soundtrack drama itu.” Jawabnya singkat. Akupun hanya tersenyum simpul.

“Bisakah kau merahasiakannya dari semua? Terutama dengan Leeteuk Hyung. Jangan sampai dia tau dan menggagalkan rencanaku untuk mendapatkan pacar.” Rengekku padanya. Sungmin terlihat malas menanggapi permintaanku, dia lebih memilih mengangkat bahunya seolah-olah tidak ingin terlibat dengan masalah yang akan kutimbulkan nanti.

“Kau benar-benar pembuat masalah yang sedang sakit cinta.” Ucapnya, dan dia pergi meninggalkanku keluar kamar. Sehingga akupun sendirian di kamar ini. Tak berapa lama kemudian, ponselku berbunyi. Ternyata imessage, saat kubuka, ternyata Yesung yang mengirimiku pesan.

“Apa semuanya terkendali?” isi imessage Yesung seperti itu. Akupun tersenyum setelah membaca isi pesannya.

“Semuanya akan tetap baik-baik saja jika kau tak menceritakannya pada siapapun.” Jawabku, dan segera kutekan tombol enter, dan pesan itu langsung sampai pada Yesung yang sedang berada di kamar sebelah. Ah, cuaca begitu bagus. Dan jujur, aku benar-benar lelah. Sudah sering Eunhyuk meminta bantuanku untuk berpura-pura sakit agar kami pulang cepat, dan kali ini aku benar-benar kelelahan. Karena waktu istirahatku lebih sering kugunakan untuk bertemu dan berkencan dengan Rinka. Dan kurasa, lebih baik tidur.

….

“Hei, bangun.” Teriak seseorang tepat di telingaku, membuatku bangun seketika. Yah, kebiasaan buruk. Kenapa mereka tidak bisa membangunkanku dengan sedikit manis? Kubuka mataku perlahan, kudapati Donghae duduk di sebelahku dengan tatapan penasaran.

“Wae?” tanyaku dengan mata yang belum terbuka sempurna. Sedangkan Donghae menyipitkan matanya dan menatapku dengan tatapan penuh curiga.

“Sejak kapan kau menyerahkan jatah soundtrackmu pada Yesung Hyung?” tanyanya. Dia naik ketengah kasurku dan mencoba berbaring tepat di sebelahku.

“Sejak kepalaku menjadi sakit dan tidak bisa diajak kompromi.” Jawabku asal. Donghae yang saat itu terpelungkup, langsung menghadapkan wajahnya tepat di wajahku.

“Sakit cinta?” tanyanya dengan nada penuh ejekan. Mendengar hal itu, kududukkan badanku di kasur sehingga bisa menatapnya lebih jelas.

“Belum ada teori yang membuktikan sakit cinta bisa membuat seseorang melepaskan soundtrack drama pada kawannya, walaupun kawan yang sedikit aneh dan menyebalkan.” Jawabku santai dengan sedikit candaan. Donghae masih bersikap serius, seolah tidak terpancing dengan gurauanku. Apa dia selalu seperti itu?

“Aku tau kau melakukan sesuatu dengan Yesung Hyung, kuharap kau tidak membuat ulah.” Kata Donghae mengingatkanku. Dia bangun dan mensejajarkan badannya dengan badanku, tepat di sampingku.

“Tidak melakukan sesuatu dan tidak ada ulah yang kubuat. Semuanya baik-baik saja.” jawabku cepat, sedikit panik, dan itu membuat Donghae menyipitkan matanya dan menatapku lebih seksama.

“Kuharap ulah yang kau buat tidak terlalu besar, dan juga tidak berdampak padaku karena aku akan berpura-pura tidak tau apa-apa.” Kata Donghae dengan senyum menyeringai. Yah, dia memang sama seperti Sungmin. Tidak bodoh. Seharusnya dari awal mereka saja yang kuajak kerja sama. Sayangnya mereka bukan penjahat kelas kakap yang bisa membongkar password sebuah apartemen.

“Tererah kau saja Hyung. Tutup mata dan telingamu, dan anggap saja kau tidak tau apa-apa.” Jawabku santai dan beranjak dari kasur. Meninggalkannya sendirian di kamarku. Yah, memang kabur adalah senjata utamaku untuk pergi dari sana. Semuanya nyaris sia-sia jika tidak kabur darinya. Dia lebih pintar dari Yesung, dan yang pasti dia bukan seorang yang mudah panik. Karena itu dia lebih mudah diajak kerja sama, dan dia adalah mata-mata terbaik Leeteuk. Karena itu, lebih baik menghindarinya.

ToBeContinue

….

Halo.. Rinchun imnida, salam kenal semuanya. FF ini lebih ke kehidupan Kyuhyun yang keras dan besar kepala, dan justru tema cinta disini tidak begitu diangkat. Hanya ejekan dan perjuangan Kyuhyun yang akan dibahas. Follow twitter saya yah @elfrinn , Gomawo😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s