It’s You (FanFic by Rryfishy)

-Author’s POV-

BUUKK!!!

Tidak sengaja Hyojin menabrak orang yang entah bagaimana bisa ada di depannya. Hyojin membungkuk sebagai tanda permintaan maaf tanpa melihat wajah orang di depannya.

Mianhamnida.”

Hyojin terus membungkuk tanpa memperdulikan wajah orang yang ia tabrak. Setelah membungkuk beberapa kali, ia langsung berbalik seraya pergi meninggalkan orang itu. Saat ini ia benar-benar tidak punya waktu untuk memperhatikan orang itu. Yang ia tahu, ia harus segera sampai di rumah pamannya. Tapi sebelum ia berhasil kabur dari orang yang ia tabrak, suara orang itu berhasil menahannya terlebih dahulu.

“Yaakk, Nuna. Kau mau kabur begitu saja setelah menumpahkan minuman di kamejaku?”

Hyojin berbalik dan menatap wajah pria itu, tapi dia tidak bisa melihat apa-apa. Pria itu memakai topi, kaca mata hitam berukuran besar, dan masker. Sempurna. Tak ada satupun bagian wajah pria itu yang bisa ia lihat.

Jeongmal mianhae Ahjussi, aku benar-benar tidak sengaja. Mianhamnida,” Hyojin membungkuk lagi.

Mwo?!? Kau memanggilku Ahjussi? Kau tahu? umurku baru 23 tahun,” suara pria itu meninggi.

“Mana aku tahu jika wajahmu itu hanya terdiri dari masker dan kacamata!” suara Yeonri ikut meninggi. Aish, Ahjussi ini benar-benar merepotkan, batin Hyojin dalam hati. Pria itu hanya mendengus kesal.

Ahjussi, bisakah aku pergi sekarang. Aku ada urusan yang harus kuselesaikan sekarang,” wajah Hyojin memelas. Dia terpaksa melakukannya padahal hal seperti ini bukanlah sifatnya. Memohon sesuatu pada seseorang, dia tidak suka melakukannya.

“Bagaimana dengan kamejaku? Kau tahu ini harganya sangat mahal,”

“Aku akan menggantinya. Tapi saat ini tolong biarkan aku pergi,”

“Aish, dasar yeoja,” gerutu pria itu. “Baiklah, berikan…”

Gamsahamnida Ahjussi. Annyeong…”

Belum sempat pria itu menyelesaikan kata-katanya, Hyojin sudah berhasil kabur dari hadapannya. Yeoja babo, bagaimana kau bisa mengganti kamejaku jika aku tidak bisa menghubungimu, rungut pria itu dalam hati.

-Kyuhyun’s POV-

Kuhempaskan tubuhku di sofa ruang ganti salah satu stasiun TV terbesar di Korea saat ini. 1 jam lagi kami akan rekaman sebuah variety show yang mengharuskan kami membuat lelucon-lelucon sehingga membuat para penonton tertawa terbahak-bahak. Tapi, memikirkan kejadian yang baru kualami tadi benar-benar membuat moodku kacau. Aku sangsi apakah aku bisa menjalankan variety show ini dengan baik. Aisshh… Benar-benar menyebalkan.

“Kyuhyun-ah, kau tidak apa-apa? Wajahmu benar-benar kacau. Dan ini…” dia menunjuk kamejaku. “OMO, apa yang terjadi dengan kamejamu? Dan tadi kau kemana saja? Aku khawatir denganmu jika kau mulai berkeliaran seorang diri.”

Manajer pribadiku, Park Hyeni. Selalu mendetail jika itu berhubungan denganku. Bisa dibilang dialah pengatur hidupku saat ini. Apa aku merasa keberatan? Tentu saja tidak. Justru aku merasa senang ada yang mengatur hidupku. Apalagi kami seumuran, jadi tidak sulit bagi kami untuk bersahabat. Yah, dia manajer sekaligus sahabat baikku.

Bisa dibilang diantara semua manajer para member, manajer pribadikulah yang paling cantik walaupun Hyeni bukan satu-satunya manajer wanita di antara manajer-manajer pribadi yang lainnya. Dan satu lagi, diantara manajer-manajer pribadi yang berjenis kelamin wanita, hanya Hyeni yang belum menikah.

Mian, tadi aku mampir ke toko kaset game sebentar. Pemilik toko itu menghubungiku dan bilang kaset game edisi terbaru sudah ada dan jumlahnya sangat terbatas. Tentu saja aku tidak ingin kehilangan kaset itu. Dan dalam perjalanan kemari, aku di tabrak seorang wanita dan dia menumpahkan kopi ke kamejaku. Dia bilang akan menggantinya, tapi setelah itu dia pergi begitu saja saat aku baru mau meminta nomor ponselnya. Bagaimana dia bisa mengganti kameja ini jika aku saja tak bisa menghubunginya. Dan satu lagi, dia memanggilku Ahjussi. Dasar yeoja sinting,”

Seperti biasa, semuanya mengalir lancar dari mulutku begitu saja jika itu didepan Hyeni. Dua orang yang aku percaya untuk mendengar keluh kesahku hanya Sungmin Hyung dan Park Hyeni.

Aku ingin dia merasakan kekesalanku saat aku menceritakannya. Tapi justru aku melihat dia tertawa terbahak-bahak hingga nyaris mengeluarkan air mata. Dan moodku bukannya membaik justru semakin buruk saat melihatnya terbahak-bahak menertawakanku.

“Yaakk, Park Hyeni, apa yang kau tertawakan? Kau sedang bahagia di atas penderitaanku, hah?” aish, mereka berdua berhasil membuatku kesal setengah mati. Aku bahkan rela di keluarkan dari variety show nanti karena saat ini aku benar-benar tidak bisa melucu. Memikirkan hal lucu sekalipun sepertinya sulit sekali. Sepertinya para yeoja hari ini ingin mencari mati denganku.

“Kyuhyun-ah, aku baru mendengar ada seseorang yang memanggilmu Ahjussi. Biasanya aku hanya mendengar Leeteuk Oppa yang di panggil dengan sebutan Ahjussi. Tapi kali ini kau yang di panggil Ahjussi. Pasti yeoja itu hebat sekali,” kata Hyeni masih menahan tawa.

“Berhenti tertawa Hyeni-ya. Atau kau mau aku membeberkan rahasiamu pada Hyung?” tanyaku dengan nada mengancam dan mata melotot padanya.

Tawanya berhenti seketika dan matanya membulat mendengar pertanyaanku. Hahaaa.. Itulah caraku menakutinya. Dia akan selalu menuruti perintahku jika aku sudah mengancamnya seperti itu.

Araseo,” jawabnya dengan wajah cemberut. Aku lalu mengacak rambutnya yang lebat dan sudah kuduga dia langsung memprotes tindakanku. Hal yang palin tidak ia sukai ialah jika ada yang mulai mengacak-ngacak rambutnya. Saat itu juga pintu ruang tunggu terbuka dan manajer utama kami datang untuk memperkenalkan penata rambut kami yang baru.

-Yeonri’s POV-

Huhft, untunglah aku bisa sampai di rumah pamanku tepat waktu. Hari ini pamanku menyuruhku menemuinya di rumah terlebih dahulu baru setelah itu kami akan berangkat bersama-sama ke salah satu stasiun TV terbesar di Korea dan hari ini juga aku akan memulai pekerjaan baruku sebagai penata rambut artis. Pekerjaan yang sudah lama aku impikan. Bukan sebagai penata rambut artis, tapi penata rambut lebih tepatnya. Jika buka artis sekalipun, aku akan tetap senang. Tapi kali ini aku mendapatkan kesempatan menjadi penata rambut Super Junior. Aku mendapatkan kesempatan ini karena pamanku adalah manajer Super Junior.

Aku tidak terlalu mengenal Super Junior. Yang aku tahu mereka adalah boyband yang umurnya sudah di atas rata-rata. Di saat boyband lain memiliki member yang usia rata-rata masih belasan, mereka bahkan ada yang sudah berumur 28 tahun. Walaupun begitu, aku masih bisa menghafal semua nama  mereka yang jumlahnya lebih dari selusin itu. bagaimana tidak? Hampir setiap hari mereka muncul di TV.

Hah, masa bodoh dengan itu semua. Yang penting aku menjadi penata rambut saja aku sudah sangat senang. Sebenarnya aku juga bisa sebagai penata gaya karena ilmu yang kudapat selama 2 tahun ini adalah tentang fashion, tapi penata rambut adalah impianku. Maka dari itu saat kuliah fashion dulu aku lebih condong ke penata rambut daripada penata gaya.

Saat ini kami sudah sampai di depan stasiun TV itu. Pamanku langsung mengajakku masuk ke ruang ganti Super Junior. Aku sedikit gugup saat pamanku mulai memasuki ruangan itu dan aku mengikutinya dari belakang. Pemandangan pertama yang kutangkap adalah si magnae Kyuhyun yang sedang mengacak-acak rambut seorang gadis yang duduk di sampingnya. Mereka menoleh saat kami masuk. Gadis itu sangat cantik. Mungkin seumuran denganku.

Pamanku lalu memperkenalkan aku sebagai penata rambut baru mereka. Aku memberikan salam dengan sopan. Lalu yang lainnya mulai memperkenalkan diri. Sebenarnya sudah ada beberapa penata rambut Super Junior. Tapi berhubung jumlah mereka yang bisa di bilang tidak sedikit, maka di butuhkan penata rambut tambahan, itulah yang dikatakan pamanku.

“Yaakk, kau yang tadi menabrakku kan? Akhirnya kita bertemu lagi. Jadi aku tidak perlu repot-repot mencarimu untuk meminta ganti rugi,” suara pria itu sontak membuatku menoleh ke arahnya. Ternyata Kyuhyun. Apa? Aku yang tadi menabraknya?

“Kau Ahjussi yang tadi memakai topeng itu?” tanyaku memastikan.

“Yak, aku tidak memakai topeng. Aku hanya memakai masker dan kacamata,” balasnya dengan nada sengit. Aura mencekam mulai terasa di ruangan itu karena kini perhatian semua orang tertuju pada kami.

“Tapi itu sama saja. Tidak bisa melihat wajah sedikitpun itu sama saja dengan memakai topeng,” aish orang ini, bisa membuat semangat kerjaku runtuh. Sabar, ini hari pertamaku. Aku harus bisa mengendalikan semuanya. Lalu aku mendengar sebuah suara yang berhasil membuat fokusku hilang seketika saat aku menatapnya.

“Sudahlah Kyuhyun-ah. Ini hari pertamanya bekerja. Jangan menyulitkannya,” itu suara Lee Donghae. Astaga Namja ini tampan sekali. Aku bahkan baru melihatnya sedekat ini. Aku menatapnya beberapa detik tanpa berkedip. Omonaa.. Apa yang harus kulakukan. Bahkan  satu detikpun terasa sangat lama.

“Yak, aku tahu Hyungku itu tampan. Tapi kau tidak perlu melihatnya seperti itu. Bahkan ada lalat yang hampir masuk ke mulutmu karena mulutmu itu terbuka lebar seperti goa, kau tahu tidak? Memalukan,” aish, suara setan itu lagi. Untunglah dia mengatakannya saat semuanya sudah melanjutkan kegiatannya masing-masing dan hanya tinggal aku, si setan itu dan Hyeni Eonni yang baru saja memperkenalkan diri sebagai manajer pribadi Kyuhyun. Manajer pribadi? Menarik sekali. Tidak jarang aku mendengar ada artis yang berhubungan dengan manajernya.

Tapi kata-kata Hyeni Eonni berikutnya berhasil membuatku terpaku.

“Jadi Hyojin ini yang kau ceritakan tadi? Yang memanggilmu Ahjussi itu kan? Hahahaaa…” tawa Hyeni Eonni pecah.

“Heh? Memang dia cerita apa Eonni?” tanyaku penasaran. Awas saja kalau setan itu menceritakan hal yang macam-macam tentangku, akan kubunuh dia.

“Aish kalian ini benar-benar membuatku moodku jadi tak karuan,” kulihat Kyuhyun langsung meninggalkan kami setelah mengatakan hal itu karena sudah ada panggilan mereka untuk tampil.

Aku langsung berbincang-bincang dengan Hyemi Eonni. Dia gadis yang sangat menyenangkan. Pantas saja Kyuhyun bisa dekat dengannya. Namja manapun tak akan menolak jika disandingkan dengan Hyemi Eonni. Dari yang dia ceritakan, dia dan Kyuhyun hanya bersahabat. Kyuhyun itu sangat sulit untuk dekat gadis lain. Aku jadi berpikir, kalau Kyuhyun sulit dekat dengan gadis lain tapi bisa dekat dengan Hyeni Eonni, pasti Kyuhyun punya perasaan yang lebih untuk Hyeni Eonni. Tiba-tiba perasaan tak rela menelusup dalam hatiku. Tak rela? Kenapa? Aku sendiri tidak tahu jawabannya. Aish, apa-apaan aku ini.

OMO.. Donghae Oppa tampan sekali,” aku bergumam penuh kekaguman saat melihat perform mereka melalui TV yang ada di ruang tunggu. Pasti wanita yang menjadi kekasihnya sangat beruntung. Aku lalu menoleh pada Hyeni Eonni.

Eonni, apakah Donghae Oppa sudah punya pacar? Jika sudah, pasti wanita itu beruntung sekali. Jika belum, aku akan mendekatinya,” ucapku blak-blakan. Kulihat wajahnya sedikit menegang mendengar pertanyaanku.

“Dia belum punya pacar,” jawabnya pelan sambil tersenyum kaku. Tapi senyummya seperti sedikit dipaksakan, lalu seperti tidak fokus. Matanya tak lagi tertuju padaku tapi kearah yang tidak jelas, seperti sedang memikirkan sesuatu.

Eonni,” sapaku mencoba mengembalikan konsentrasinya lagi.

Ne?”

Eonni sudah menjadi manajer pribadi Kyuhyun berapa lama?”

“Hey, panggil dia Oppa. Dia lebih tua darimu.”

Shireo. Aku akan tetap memanggilnya Kyuhyun. Dia itu tidak pantas di panggil Oppa. Tampangnya sangat menyeramkan,” Hyeni Eonni terkekeh mendengar pengakuanku.

“Itu karena saat kau bertemu dengannya dia dalam keadaan marah. Dia tidak seburuk yang kau pikirkan. Aku menjadi manajer Kyuhyun kurang lebih 2 tahun. Sebenarnya kami sudah berteman saat kami bersekolah dulu. Dia satu kelas denganku.”

Jinjja? Aku pikir Eonni dan Kyuhyun berpacaran. Saat aku masuk tadi sepertinya kalian mesra sekali,” tukasku dengan nada yang kuakui sedikit aneh ketika aku mengucapkannya. Hyeni Eonni menatapku dengan tatapan aneh lalu menyungging senyum di sudut bibirnya.

“Kau cemburu ya?” tanyanya tiba-tiba yang membuat mataku langsung melebar.

Mwo? Ani. Mana mungkin aku cemburu pada orang yang baru kukenal,” aku tergagap saat menjawabnya. Kenapa dia menanyakan hal itu? Jujur aku hanya merasa tidak rela melihat mereka bermesraan seperti tadi. Aku melihat Hyeni Eonni terkekeh lagi.

“Wajahmu memerah Hyojin-ah,” dia tertawa sambil menunjuk wajahku. Benarkah wajahku memerah saat ini? Aish, sungguh memalukan. “Kau tidak perlu khawatir, aku dan Kyuhyun hanya bersahabat. Lagipula, aku mencintai orang lain.” Sambungnya.

Eonni punya pacar?” tanyaku penuh selidik.

Ani. Aku hanya mencintainya.”

“Kenapa Eonni mengatakan semua ini padaku? Kita kan baru saja bertemu,” aneh rasanya ada orang yang mau menceritakan hal-hal pribadi saat pertemuan pertama.

“Entahlah, aku merasa kau gadis yang baik dan kau akan menjadi bagian penting dari hidup kami mulai saat ini,”

Mwo?” aku benar-benar tidak mengerti apa yang dia katakan.

“Sudahlah. Selamat datang di keluarga besar Super Junior. Pastikan hari-harimu menyenangkan bersama kami,” ucapnya sebelum ia beranjak dari duduknya. “Dan satu lagi, jika ada kata-kata dari para member yang menyinggung perasaanmu, jangan di masukkan ke dalam hati. Mereka memang suka bercanda. Tapi pada dasarnya mereka sangat penyayang. Aku ke toilet dulu.”

Hyeni Eonni sudah menghilang di balik pintu. Aku kembali menatap layar TV yang menggantung. Ada beberapa member yang sedang tertawa terbahak-bahak di sana. Awalnya mataku terpaku pada Donghae Oppa, tapi tanpa aku sadari mataku tak bisa lepas dari sosok setan itu. Dia sedang tertawa lepas hingga membuat wajahnya memerah. Terasa berbeda melihatnya seperti itu. Dan baru kusadari dia memang…tampan. Aish, mana ada setan yang tampan.

Aku berusaha menfokuskan tatapanku pada Donghae Oppa lagi. Namja yang membuatku terpesona pada pandangan pertama. Dia benar-benar tampan. Rasanya sungguh berbeda saat melihat mereka sehari-hari di TV dengan melihatnya secara langsung seperti ini. Aku benar-benar sudah jatuh dalam pesona Donghae Oppa.

-Kyuhyun’s POV-

Akhirnya rekaman variety show kami berjalan dengan sukses. Aku dan member yang lainnya berjalan masuk ke ruang tunggu kami yang sangat besar itu. Saat masuk mataku langsung menangkap sosok gadis baru kukenal hari ini. Dia sedang asyik mengutak-atik ponselnya sambil sesekali bercanda dengan manajer yang lain. Sepertinya dia cepat menyesuaikan diri. Saat yang lainnya menyambut kedatangan kami, dia lebih memilih duduk diam di sofa sambil tetap fokus pada ponselnya. Tapi saat Donghae Hyung masuk, dia justru menutup ponselnya dan mulai bersikap sangat manis pada Donghae Hyung. Cih, dasar yeoja.

“Yak, kau yakin bisa menata rambut Donghae Hyung dengan baik? Hyung, kenapa kau mempercayakan rambutmu pada gadis ini?” aku bertanya pada gadis itu dan langsung mengalihkan pertanyaanku pada Donghae Hyung saat dia dimninta memperbaiki rambut Donghae Hyung.

“Kyuhyun-ssi, kenapa kau memanggilku Yak?!? Aku punya nama. Namaku Lee Hyojin,”

“Yak, kau harus memanggilku Oppa. Kan kan lebih muda dariku,” enak saja dia menyebut namaku tanpa embel-embel Oppa. Bahkan Victoria saja mau memanggilku dengan sebutan Oppa.

Shireo. Sebelum kau memanggilku dengan namaku, aku tetap akan memanggilmu K-Y-U-H-Y-U-N,” aish, anak ini ingin kubakar hidup-hidup ternyata. Berani sekali dia mengeja namaku.

“Kalian ini tidak bisakah kalian berhenti bertengkar? Berisik saja,” sergah Heechul Hyung yang tentu saja tidak bisa kubantah. Itu sama saja mencari mati dengannya. Aku masih menatap wajah gadis itu seakan-akan ingin memakannya hidup-hidup. Dia selamat kali ini karena Heechul Hyung. Kalau tidak, aku tidak akan menyerah begitu saja ditindas oleh gadis kecil ini.

“Hyojin-ah, ayo perbaiki rambutku sekarang. Setelah ini kami ada siaran di SSTP dan Sukira,” ujar Donghae Hyung padanya. Dia begitu bersemangat saat mendengar permintaan Donghae Hyung. Tampaknya dia senang sekali bisa dekat-dekat dengan Donghae Hyung.

Aku terus memperhatikannya yang sedang memperbaiki tatanan rambut Donghae Hyung. Sikapnya pada Donghae Hyung berbeda dengan sikapnya padaku. Bahkan dengan member lainpun dia bisa sangat ramah. Kenapa hanya aku yang tidak bisa akur dengannya. Aku iri sekali dengan Donghae Hyung. Aku mendengus kesal saat melihatnya selalu memasang wajah manis di depan Donghae Hyung.

“Hey,” aku melepaskan pandanganku dari gadis itu dan Donghae Hyung. Ternyata Hyeni sudah duduk di sampingku. “Wajahmu saat ini sangat menyeramkan,” lanjutnya.

Aku tidak menjawabnya tapi justru menoleh kembali ke arah Donghae Hyung dan gadis itu yang sedang terkekeh entah menertawakan apa. Aish, untuk apa aku memperdulikan mereka. Aku berusaha mengacuhkan mereka. Saat aku menoleh ke arah Hyeni, dia pun sedang terpaku menatap pemandangan yang sama denganku, menatap ke arah Donghae Hyung dan gadis itu. Tatapan yang biasa kulihat saat Donghae Hyung mulai memuji-muji seorang member Girlband disetiap acara yang membahas tentang kedekatan mereka.

“Kau benar-benar tidak ingin mengatakan perasaanmu yang sebenarnya?” dia tidak menjawabnya dan hanya menggeleng pelan.

“Sudahlah. Kau tidak perlu melihatnya jika itu membuatmu sakit,” kataku sambil mengusap rambutnya. Dia tidak menolak seperti yang biasanya ia lakukan. Ia hanya tersenyum getir.

-Hyojin’s POV-

Aku ikut menolehkan kepalaku saat Donghae Oppa menoleh ke sebuah arah. Terlihat Kyuhyun sedang mengusap rambut Hyeni Eonni dan Hyeni Eonni sedang tersenyum kearah Kyuhyun. Aku kembali merasakan ketidak relaanku melihat pemandangan itu. Apa yang terjadi denganku? Aku baru saja bertengkar dengannya, sekarang aku justru tidak rela melihatnya berlaku manis pada orang lain. Aku mendengar Donghae Oppa menghembuskan napas dengan berat dan dia kembali menatap cermin dengan tatapan kosong. Aku lalu berusaha mengalihkan perhatian kami.

Oppa, rambutmu sudah rapi. Bagaimana apakah Oppa suka?” tanyaku semangat. Ini adalah hasil karyaku yang pertama.

“Wah, bagus sekali Hyojin-ah. Aku suka model rambutku yang ini,” kata Donghae Oppa yang langsung membuatku tersenyum lebar. Aku senang sekali karya pertamaku justru di sukai oleh orang yang aku suka.

“Baiklah, sekarang gantian dengan member yang lain Oppa,” kataku karena masih ada beberapa member yang rambutnya belum di rapikan.

“Kyuhyun-ah, kau duluan saja,” kulihat Hyeni Eonni  sambil mendorong bahu Kyuhyun ke arahku.

“Aku tidak mau rambutku di sentuh olehnya. Aku tidak yakin hasilnya nanti akan baik-baik saja,” cibir setan itu.

“Kita tidak punya waktu banyak. Ayo sana!” perintah Hyeni Eonni. Setan itu mendengus kesal tapi langsung duduk di hadapanku.

“Yak, kau suka dengan Donghae Hyung ya? Cih, kau pikir dia suka gadis galak sepertimu? Kau tahu tidak, Donghae Hyung itu sangat baik. Kalian berdua tidak cocok. Bisa-bisa Donghae Hyung mati mengenaskan karena sering di tindas olehmu,” celotehnya lagi. Benar-benar meningkatkan kadar emosiku.

“Diamlah selama aku memperbaiki rambutmu,” kataku dengan nada suara pelan, berusaha menahan emosi.

“Kalau kau suka Hyungku itu, aku jamin dia akan berpikir seribu kali untuk menerimamu,”

“Yaaakk, kau bisa diam tidak? Atau aku akan mencukur habis semua rambutmu!!!” setan ini berisik sekali. Kalau aku tidak bisa mengendalikan emosiku saat mendengar cibirannya tadi, mungkin saat ini rambutnya tak ada yang tersisa di kepalanya. Masih untung aku hanya berteriak saja, aku bisa melakukan hal yang lebih mengerikan dari ini.

Dia langsung terdiam dengan wajah cemberut. Aku mendengar beberapa member terkekeh melihat tingkah kami.

-o0o-

Sudah beberapa bulan aku menjadi bagian dari keluarga Super Junior. Banyak yang berubah. Hubunganku dengan para member Super Junior maupun para manajer mereka yang semakin dekat, bahkan mereka kadang menganggapku anak-anak karena akulah yang paling muda diantara ‘keluarga’ besar kami. Umurku baru 20 tahun.

Sebenarnya hubunganku yang paling dekat adalah dengan Donghae Oppa. Dia benar-benar pria yang hangat. Dan seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa aku menyayanginya hanya sebagai seorang kakak. Dan aku juga mengetahui perasaan Donghae Oppa yang sebenarnya. Dia mencintai Hyeni Eonni. Selama ini Donghae Oppa tidak mendekatinya karena dia berpikir Hyeni Eonni punya perasaan khusus terhadap Kyuhyun. Itulah kenapa aku sering memergoki Donghae Oppa yang terus menatap Hyeni Eonni tanpa Hyeni Eonni sadari dan Donghae Oppa tidak ingin aku mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada siapapun.

Ternyata ada yang tidak berubah selama beberapa bulan ini. Hubunganku dengan Kyuhyun tidak berubah. Kami masih terus saja bertengkar setiap kali bertemu. Semua member sepertinya sudah kebal dengan teriakan-teriakan kami. Orang itu selalu saja mencari gara-gara denganku. Mungkin baginya sehari saja tidak bertengkar denganku, dia akan mati. Sifat setan dari jaman dahulu kala memang tidak pernah berubah bukan?

Hubunga kami memang tidak pernah berubah, tapi lain halnya dengan perasaanku. Entah sejak kapan jadi berubah 180° dibandingkan saat kami bertemu. Jujur aku suka dengan pertengkaran kami setiap hari. Aku menikmatinya. Aku merasa saat-saat itulah saat aku bisa berada sangat dekat dengannya. Aku jarang menata rambutnya karena aku di minta Donghae Oppa untuk menjadi penata rambut tetapnya.

Tapi kedekatannya dengan Hyeni Eonni selalu membuatku takut dengan perasaanku sendiri. Takut menempatkan perasaanku paa posisi yang salah. Jatuh cinta di antara orang yang sudah mencinta. Memang aku tidak pantas cemburu pada mereka. Mereka bahkan sudah saling mengenal bertahu-tahun yang lalu sebelum aku. Aneh memang aku bisa jatuh cinta pada orang yang bahkan tak pernah bersuara lembut padaku. Tapi aku mengalaminya. Jatuh cinta pada Cho Kyuhyun.

*

Aku dan Hyeni Eonni memasuki lift lantai 8 yang hendak membawa kami ke lantai dasar. Saat ini kami sedang berada di gedung SM karena baru saja diadakan rapat yang mencakup semua staff artis-artis SM. Yang lainnya sudah berada di lantai dasar terlebuh dahulu karena tadi Hyeni Eonni memintaku menemaninya ke toilet.

Hanya kami berdua yang berada di dalam lift. Tapi, beberapa detik kemudian lift kami berhenti secara tiba-tiba dan lampu lift pun mati. Suasana panik menyerang kami. Aku masih bisa melihat wajah Hyeni Eonni dengan bantuan lampu ponselku. Aku melihat wajah Hyeni Eonni mulai pucat dan berkeringat. Aku harus tenang, kalau tidak siapa yang akan menenangkan Hyeni Eonni.

Eonni-ya, gwenchana?” tanyaku khawatir.

“Hyojin-ah, tolong ambilkan obatku di dalam tas?” katanya yang mulai terbata-bata.

“Ah ne,” jawabku yang langsung membongkar isi tasnya. Kepanikanku bertambah saat aku tidak menemukan obat itu.

“Tidak ada. Ottokhae Eonni-ya?” aku benar-benar khawatir melihat keadaan Hyeni Eonni. Saat ini dia sudah terduduk di lantai dan semakin sulit bernafas. Aku mencari-cari tombol darurat dan berusaha menekan tombolnya berharap ada yang mendengarnya. Aku sedikit bernafas lega saat ada jawaban dari security.

“Kalian mendengar kami? Apa kalian baik-baik saja? Apa ada yang terluka?” suara dari security yang muncul dari pengeras suara di dalam lift itu dan berharap mereka segera mengeluarkan kami dari sini.

“Tolong kami… Ada yang sekarat di sini. Dia tidak bisa bernafas. Tolong keluarkan kami secepatnya…” aku berteriak sekuat tenagaku. Aku melihat Hyeni Eonni hampir tidak sadarkan diri karena oksigen yang nyaris tidak bisa masuk ke paru-parunya.

Eonni, bertahanlah. Mereka akan segera datang,” kataku sambil meletakkan kepala Hyeni Eonni di pangkuanku. Aku benar-benar takut sekarang. Lalu terbayang wajah Donghae Oppa dan Kyuhyun jika sesuatu terjadi pada Hyeni Eonni. Gadis ini beruntung sekali memiliki kedua lelaki itu.

Eonni…” ringisku. Tak terasa aku menangis melihat keadaan Hyeni Eonni. Kenapa mereka lama sekali? “Eonni, kau harus bertahan…” aku benar-benar tidak bisa menahan air mataku. Sepertinya dia tidak mendengar kata-kataku. Wajahnya sangat pucat dan matanya memerah menahan sakit di tubuhnya karena kekurangan oksigen.

-Kyuhyun’s POV-

Aku menunggu Hyeni di lobi utama. Member yang lain dan manajer-manajer mereka sudah pulang terlebih dahulu. Tadi Hyeni bilang dia mau ke toilet bersama Hyojin. Ah Hyojin, gadis itu. Gadis yang sudah membuatku kehilangan fokus akir-akhir ini karena sering memikirkannya. Bagaimana aku bisa terus memikirkannya? Yang aku tahu hubungan kami tidak pernah akur. Tapi justru itulah yang menarik perhatianku. Melihat wajahnya yang cemberut karena aku sering meremehkannya, bola matanya yang membulat saat aku menantangnya, teriakan-teriakan yang keluar dari mulutnya saat tidak mau mengalah dariku, semuanya menjadi menarik bagiku. Semua reaksinya itu seperti semangat bagiku dan aku tidak ingin kehilangan semangatku sehari saja. Itulah alasan kami bertengkar setiap hari. Tentu saja aku yang memulainya terlebih dahulu karena aku membutuhkannya.

Hyeni bilang aku sudah jatuh cinta dengan gadis itu. Benarkah? Kenapa aku jatuh cinta dengan cara yang aneh seperti ini. Aku sering melihat orang yang sedang jatuh cinta itu mereka sangat manis, berbunga-bunga, bukan seperti aku yang justru mengganggunya setiap hari. Aish, apapun itu namanya, merupakan suatu keharusan bagiku untuk melihat wajahnya setiap hari. Lamunanku tentangnya buyar seketika saat tiba-tiba suasana di sekitarku menjadi panik.

Aku terkejut saat mendengar suara beberapa security dan pegawai yang terlihat panik. Ada beberapa petugas kesehatan yang lari tergesa-gesa ke arah lift. Aku lalu bertanya pada salah satu security yang kebetulan melintas di hadapanku.

Ahjussi, ada apa?”

“Ada lift yang macet dan lampunya mati Juinnim. Dan ada 2 orang wanita di dalam lift itu. Salah satunya saat ini sedang sekarat di dalam lift karena dia tidak bisa bernafas,”

Aku tercekat mendengar jawaban security itu. Ada dua orang di dalam lift dan salah satunya tidak bisa bernafas. Perasaanku langsung tertuju pada Hyeni dan Hyojin. Dan Hyeni, asmanya akan kambuh jika dia dalam keadaan gelap dan panik. Tanpa berpikir panjang, aku bergegas lari ke arah lift yang sudah di kemuruni beberapa petugas.

Saat tiba di depan lift, aku melihat sosok yang begitu kukenal. Donghae Hyung. Bagaimana dia bisa ada disini? Ah tentu saja, Hyojin juga ada di dalam lift itu. Dia pasti datang karena khawatir dengan Hyojin. Mengingat itu hatiku sedikit sakit. Tapi saat ini yang aku khawatirkan saat ini adalah keadaan Hyeni.

Setelah semenit yang terasa begitu lama, akhirnya pintu lift di depan kami terbuka. Aku melihat Donghae Hyung menerobos petugas dan langsung masuk kedalam lift. Aku ikut menerobos para petugas dan masuk kedalam lift. Tapi pemandangan di depanku kembali membuatku tercekat. Donghae Hyung dengan sigap menggendong tubuh Hyeni yang sudah tak sadarkan diri. Saat dia hendak keluar lift, sepertinya dia baru sadar akan kehadiranku.

“Oh, Kyuhyun-ah. Tolong antarkan Hyojin ke rumah sakit,” katanya dan langsung membawa Hyeni ke mobil ambulance yang sudah terparkir di luar gedung tanpa menyerahkan Hyeni ke tangan petugas kesehatan.

Aku terpaku melihat Donghae Hyung yang tergopoh-gopoh menggendong tubuh Hyeni. Berbagai pertanyaan mulai berkecamuk di dalam otakku. Kenapa Donghae Hyung justru menyelamatkan Hyeni, bukannya Hyojin?

Hyojin? Aku refleks berbalik begitu teringat Hyojin.

Aku melihatnya yang juga sedang melongo sepertiku saat melihat adegan Donghae Hyung tadi. Wajahnya benar-benar kacau. Matanya sembab dan wajahnya kusam karena bekas-bekas air matanya masih terlihat. Raut wajahnya sekarang terlihat berbeda dari yang biasanya. Dia hanya terdiam melihat adegan tadi lalu menundukkan wajahnya. Kecewakah dia melihat orang dicintainya justru khawatir pada orang lain? Tapi setidaknya aku bisa bernapas lega melihat keadaannya yang tidak kekurangan suatu apapun.

“Ayo kuantar ke rumah sakit,” kataku langsung menarik tangannya. Tapi dia langsung menepis genggamanku.

“Aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir padaku,” jawabnya pelan seolah tak ada tenaga sama sekali.

“Siapa yang khawatir padamu? Donghae Hyung yang menyuruhku membawamu ke rumah sakit,” desisku.

Sempurna. Kali ini aku berbohong dengan sempurna. Jelas-jelas aku ketakutan saat tahu 2 orang gadis yang ada di lift adalah orang-orang penting dalam hidupku. Yang satunya adalah gadis yang kucintai yang kini ada di hadapanku dan yang satunya adalah sahabat terbaikku. Walaupun jujur aku lebih khawatir pada Hyeni karena penyakitnya itu.

“Kalau begitu, bilang pada Hyungmu itu untuk tidak khawatir padaku. Aku baik-baik saja tanpa harus pergi ke rumah sakit,” jawabnya dengan nada tinggi.

“Kau cemburu karena Donghae Hyung lebih memilih menyelamatkan Hyeni?”

-Hyojin’s POV-

“Kau cemburu karena Donghae Hyung lebih memilih menyelamatkan Hyeni?”

Saat ini kami sudah berada di sebuah lorong dan menghadap ke arah dinding kaca yang bisa membuat kami melihat taman mini yang indah.

Aku menatap matanya garang. Jadi, dia pikir aku cemburu karena Donghae Oppa karena lebih memilih Hyeni Eonni daripada aku? Dasar bodoh. Aku justru merasa tak rela saat kau menatap Donghae Oppa seperti itu. Seolah-olah kau yang seharusnya berada di posisi Donghae Oppa. Seolah-olah kau begitu terluka melihat adegan dramatis itu. Aku terluka melihatmu cemburu karena Hyeni Eonni. Dasar Cho Kyuhyun bodoh.

“Bukannya kau yang cemburu melihat Donghae Oppa menggendong Hyeni Eonni?” selidikku.

Ani. Aku merasa Hyeni akan baik-baik saja saat bersama Donghae Hyung,” jawabnya santai.

Aku sedikit tercekat mendengar jawabannya. Jadi dia tidak cemburu? Lalu hubungan mereka selama ini?

“Aku juga tidak mungkin cemburu pada mereka. Kau tahu, di dalam lift tadi aku sangat ketakutan melihat keadaan Hyeni Eonni. Wajar saja jika orang yang pertama di selamatkan adalah dia,” jawabku ketus.

“Hyeni sudah berada di tangan yang tepat. Tidak perlu khawatir,” sambungnya lagi.

Aku masih memikirkan maksud kata-katanya dia mengucapkan sesuatu dengan nada yang tak pernah kudengar sebelumnya.

“Untunglah kau baik-baik saja,”

Aku menoleh ke arahnya, memastikan nada lembut itu memang di keluar dari mulut seorang Cho Kyuhyun. Saat aku menoleh ke arahnya, yang kudapat adalah tatapan lekat dari matanya. Dia memandangku nyaris tidak berkedip. Seketika jantungku mulai berdegup tak beraturan. Aku sedikit kikuk menghadapi tatapannya. Dia tidak pernah menatapku seperti ini.

Aku mengalihkan tatapanku darinya menyembunyikan wajahku yang memerah. Tapi tangannya kembali meraih wajahku dan aku tidak bisa menolak untuk menatap wajah tampannya lagi. Sejenak aku melupakan sosok Hyeni Eonni dalam hidup seorang Cho Kyuhyun.

Astaga, apa dia ingin membunuhku perlahan-lahan? Jantungku saat ini bekerja terlalu keras. Dia masih menatap wajahku yang terasa mungil dalam genggaman kedua tangannya.

“Ayo kita akhiri semua ini,” kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa begitu jelas karena jarak kami yang terlalu dekat. Bahkan aku bisa merasakan hembusan napasnya.

Ne?” jawabku wajah bingung.

“Aku bosan melihatmu setiap hari bermanja-manja dengan Donghae Hyung. Aku tidak suka melihatnya. Kukatakan sekali lagi, aku tidak suka.”

Aku terpaku mendengar ucapannya. Apa maksudnya?

Mataku terpejam saat dia dengan mudahnya mengecup bibirku pelan. Aku menahan napasku saat dia melakukannya. Lalu dia melepaskanku dan masih tetap memegang wajahku dengan kedua tangannya.

Saranghae Lee Hyojin,”

Aku menatapnya tak percaya, “Bagaimana dengan Hyeni Eonni?” tanyaku bingung.

“Memangnya Hyeni kenapa?” tanyanya yang juga terlihat bingung.

“Bukannya kalian saling menyukai?”

Mwo?” dia terkekeh pelan lalu melepaskan tangannya dari wajahku. Kini tangannya beralih ke tanganku. “Kami hanya bersahabat. Mungkin banyak orang berpikiran sama denganmu, tapi kami murni hanya bersahabat. Sifatnnya memang seperti itu. Lagipula, dia mencintai orang lain,”

“Siapa?”

“Bukankah kau sudah melihatnya tadi?”

Aku berpikir sejenak dan mataku langsung membulat setelah mendapatkan sebuah kesimpulan.

“Donghae Oppa?”

“Hh-mm. Hyeni sudah lama mencintai Donghae Hyung. Tapi dia tidak pernah mau mengungkapkannya karena berpikir Hyung mencintai seorang member Girlband. Apalagi melihat kedekatanmu dengan Hyung, dia semakin tidak ingin mengungkapkan perasaannya.”

“Aku hanya menganggapnya sebagai Oppaku saja. Aish, mereka berdua itu bodoh sekali, sama-sama saling mencintai tapi tidak bisa mengungkapkan perasaan masing-masing. Donghae Oppa tidak mencintai member GB itu sama sekali. Dia hanya mengaguminya.”

“Aku tahu,” jawabnya santai.

Mwo? Jadi kau tahu semuanya? Kau tahu kalau Donghae Oppa dan Hyeni Eonni saling mencintai? Kenapa kau tak katakan saja pada mereka? Kau ini punya hati tidak?” ucapku dengan nada tinggi.

“Aku hanya ingin mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri,” katanya dengan nada suara tak kalah tinggi.

Aku menatapnya dengan tatapan kesal tapi saat itu juga dia menarikku ke dalam pelukannya.

“Bagaimana denganmu?” tanyanya yang mendekap tubuhku erat.

“Apanya?”

“Kau mencintaiku atau tidak? Aku tidak mau tahu, kau harus mencintaiku. Urusan Donghae Hyung dan Hyeni mungkin sudah selesai sekarang. Sekarang tinggal urusan kita.”

Na do saranghae Oppa…” kataku setengah berbisik ke telinganya. Setelah itu yang kurasakan pelukannya semakin erat.

Kami masih terdiam beberapa detik sebelum ia melepas pelukannya dan mengecup keningku. Perasaanku menjadi ringan seketika. Aku mencintai orang yang mencintaiku. Bukankah itu sudah lebih dari cukup?

“Aku mau menyusul mereka ke rumah sakit. Apa kau mau ikut?” tanyanya padaku.

Geureom. Kajja,”

Kami lalu berjalan sambil dia menggenggam erat tanganku. Bahagia sekali rasanya ketika tangan yang berada di tanganmu adalah tangan orang yang kau cintai.

@Hospital

-Kyuhyun POV-

Aku dan Hyojin berjalan menyusuri lorong rumah sakit mencari kamar Hyeni setelah di beritahu oleh seorang perawat. Aku ingin memberitahukan semua yang terjadi hari ini padanya. Aku melirik gadis yang ada di sebelahku yang sibuk mencari-cari nomor kamar Hyeni. Tak kusangka gadis ini mencintaiku.

Tak bisa kulukiskan perasaanku saat tadi aku memberanikan diri mengecup bibirnya dan menyatakan perasaanku padanya. Saat itu jantungku tidak berhenti berlari tapi aku tetap harus melakukannya demi kebahagiannku. Sekarang yang aku harapkan adalah kebahagiaan kami selanjutnya. Bukan kami saja, tapi Hyeni dan Donghae Hyung juga. Mereka pantas mendapatkannya.

Akhirnya kami menemukan kamar Hyeni. Aku mengetuk perlahan tapi seperti tidak ada suara dari dalam. Aku memutuskan membuka pintu kamar itu sepelan mungkin dan Hyojin mengikutiku dari belakang. Aku lalu tersenyum lebar saat melihat Donghae Hyung mengecup kening Hyeni dengan lembut. Hyeni masih tertidur hingga ia tak sadar apa yang di lakukan Donghae Hyung. Setelah mengecup kening Hyeni, ia menatap lekat wajah gadis di depannya itu penuh cinta. Aku tahu Donghae Hyung sangat mencintai Hyeni. Aku pikir semuanya akan baik-baik saja mulai dari sekarang.

Oppa, kenapa kau tidak masuk?” tanya Hyojin saat aku berbalik dan keluar dari pintu kamar bukannya masuk.

“Mereka tidak ingin di ganggu. Kajja,” kataku lalu menarik tangannya menjauh.

“Memangnya mereka sedang apa?” tanyanya yang berusah mengintip ke dalam kamar.

“Kau itu masih kecil, tidak boleh tahu urusan orang dewasa. Yang pasti kita berempat akan baik-baik saja setelah ini,”

Dia menatapku bingung. Aku hanya tersenyum tanpa menjawab apa-apa dan langsung  merangkul bahunya.

“Ayo pergi dari sini,”

Kami beranjak dari tempat itu dengan perasaan bahagia kami masing-masing.

J END J

 

Yang baca jangan lupa d komen y..???

Kayaknya akhir2 ini SR semakin banyak merajalela.

Darimana saya tahu??? Biarkan saya saja yang tahu..hehee..

 

8 thoughts on “It’s You (FanFic by Rryfishy)

  1. Mau bilang sorry karena FF ini belum sempet di edit, kesibukan di kantor bikin susah buat nge-edit

    Hehehehehe akhirnya Kyuhyun sama Hyojin juga, padahal dikira bakalan sama managernya itu hahahaha

    Dari awal udah rada ketebak kalo Hyeni ada rasa sama Donghae, dan bener kan hahahaha

    Udah ah, yang penting udah ninggalin komen kan ^^

    • gpp na, saya jg br bisa balas komen ato buka2 yg lainnya tu klo gak pagi sblm brngkat ato malam sblm tidur..
      FF ini jg sbnarnya udah lama nongkrong d lepi n br sadar klo ada FF yg d abaikan pas buka2 folder kmrn..

      itu d atas msh ada nama Yeonri,, hahahhaaaa…
      memang awalnya Yeonri tp sya ganti jd Hyojin…

      Makasih y na udah posting n komen..^^

    • lebih setuju klo Hyojin sm Donghae?? kenapa??
      mungkin krna Donghae yg lemah lembut dan Hyojin yang rame kali y… hee..
      begtupun dengan Hyeni dan Kyuhyun..

      endingnya keren? Gomawo.. ^o^

      makasih y udh baca n ninggalin komen..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s