My Love, Saranghaeyo ~Part 7 (FanFic by Rryfishy)

Annyeong…

Masih adakah yang berminat dengan FF ini???

Mian yach ngaret, tp next part udah ending koq, hee…

Selamat membaca..^o^

 

Part 7

“Jessica adalah mantan pacarku 6 tahun yang lalu. Tepatnya sebelum aku debut. Tapi saat itu ia melakukan suatu kesalahan yang tidak bisa kutolerir.”

Donghae menghembuskan napas setelah ia mengatakannya. Walaupun hanya terdiri dari 2 kalimat, tapi Donghae merasa telah membuang banyak energi untuk melakukannya. Karena yang Donghae takutkan adalah pertanyaan selanjutnya tentang kesalahan itu. Ia benar-benar belum mempersiapkan jawabannya atau lebih tepatnya ia tidak sanggup untuk menceritakannya. Selama ini selalu menghindar ketika orang lain menanyakan tentang lukanya itu, tapi saat ini dia dengan mudah menceritakannya pada Jullie. Menceritakan tentang sebuah luka pada seseorang yang akan menyembuhkan luka itu mungkin lebih baik.

Tapi sepertinya hal yang Donghae takutkan tidak akan terjadi. Justru ia melihat gadis di depannya itu tersenyum penuh pengertian, bukan seperti orang-orang yang ketika mendengar kisah sedih lalu mereka akan menunjukkan mimik simpati.

“Aku dengar Oppa akan berduet dengannya saat SM Town nanti?” Donghae hanya mengangguk.

“Apa Oppa baik-baik saja?” tanya Jullie sedikit khawatir.

“Kau tidak perlu khawatir. Aku tahu Jessica yang sekarang bukanlah Jessica yang aku kenal dulu. Dia sudah menjadi gadis yang baik,” jawab Donghae lalu melanjutkan menyantap makannya.

–oo0oo–

“Kau tidak perlu khawatir. Aku tahu Jessica yang sekarang bukanlah Jessica yang aku kenal dulu. Dia sudah menjadi gadis yang baik.”

Jullie hanya diam setelah mendengar jawaban Donghae. Pikirannya berkecamuk. Apakah Donghae tertarik lagi dengan gadis itu?  Ia tidak ingin hal itu terjadi. Jullie sadar bahwa seluruh hatinya saat ini sudah di rampas oleh seseorang yang bernama Lee Donghae, bahkan pria itu tak menyisakan sedikitpun untuk orang lain. Bagaimana dengan nasibnya jika pria yang dicintainya itu justru tidak mencintainya. Tiba-tiba hatinya menjadi sangat galau.

-o0o-

Hari ini Jullie menepati janjinya pada Inho. Ia pernah berjanji akan menemani Inho makan di restoran milik sahabat Inho. Walaupun ia melakukannya dengan berat hati, tapi ia sudah terlanjur berjanji pada laki-laki itu. Terus terang, Jullie sudah mengisyaratkan pada Inho dari awal bahwa dia tidak menyukainya dan ingin mereka berteman secara wajar. Tapi sepertinya Inho tidak menggubris isyarat dari Jullie bahkan dia semakin gencar mendekati Jullie.

Mereka berdua tiba di sebuah restoran simple dengan gaya minimalis. Cukup nyaman untuk membuat pengunjungnya betah berlama-lama di tempat itu tapi tidak untuk Jullie saat ini.  Seorang pria muda menyambut ketika mereka tiba di restoran. Ternyata pria itu adalah sahabat Inho sekaligus pemilik restoran ini. Setelah memperkenalkan diri, barulah Jullie tahu nama pria itu adalah Jungho.

“Jullie-ssi, kau mau mencoba hidangan spesial restoran kami? Tenang saja, ini gratis,” ujar Jungho ramah.

“Terserah kau saja Jungho-ssi,” kata Jullie berusaha memaksakan senyumnya. Terus terang saat ini dia tidak begitu ingin berada di tempat ini bersama Inho. Tapi bagaimanapun juga dia harus menepati janji yang sudah terlanjur dia ucapkan. Jullie adalah tipikal orang yang tidak akan mengingkari kata-katanya sendiri.

“Bawakan hidangan spesialmu untuk gadisku ini,” seru Inho yang membuat mata Jullie terbelalak lebar. Gadisku? Mendengar kata itu membuat Jullie muak. Tapi Jullie lebih memilih diam. Dia tidak ingin mengeluarkan kata-kata kasarnya pada Inho saat ini.

“Aku permisi sebentar Jullie-ssi,” kata Inho sembari berdiri dari kursinya setelah Jungho meninggalkan kami menuju dapur. Jullie terus menatap Inho yang berjalan menjauhinya dan ternyata Inho berjalan menuju arah dapur.

Jullie sempat menghembuskan napas lega karena bisa terbebas dari Inho walaupun hanya beberapa menit. Kadang Jullie ingin mengatakan pada Inho langsung bahwa dia tidak menyukainya. Tapi bagaimana Jullie akan mengatakan itu jika Inho saja tidak mengatakan langsung bahwa dia menyukai Jullie.

Waktu terasa begitu lambat berjalan. Ia ingin segera beranjak dari restoran itu. Pergi dari hadapan Inho lebih tepatnya. Bahkan saat ini Jullie berpikir sebaiknya dia melarikan diri saja dari tempat ini atau mungkin ada orang yang berbaik hati menyeretnya pergi dari sini.

Jullie memandangi pintu yang mengarah ke dapur, berharap kalau boleh pria bernama Inho itu tidak akan muncul lagi dari pintu itu. Tapi sepertinya Jullie harus menelan kenyataan pahit. Pria itu muncul dan berjalan ke arahnya dengan senyum sumringah.

Mianhae, membuatmu menunggu,” katanya masih tersenyum saat duduk kembali di hadapan Jullie.

Gwaenchana,” ucap Jullie singkat, lagi-lagi dengan senyum yang di paksakan.

“Boleh aku bertanya tentang sesuatu yang sedikit pribadi?” tanya Inho dengan wajah serius.

“Apa?”

“Apakah saat ini kau sedang dekat dengan seorang pria?”

Jullie menatapnya sekilas lalu memasang wajah dingin.

“Bisa di katakan seperti itu. Ada apa?” Jullie menekan kata-katanya berharap Inho mengerti apa yang dia katakan.

“Boleh aku tahu siapa?”

Mianhae Inho-ssi, tapi kau tidak berhak tahu siapa dia,” lagi-lagi Jullie menyiratkan bahwa Inho bukan orang yang penting dalam hidupnya. Berharap dia mengerti dan enyah dari kehidupan Jullie. Inho  terlihat sedikit terkejut mendengar jawaban dari Jullie.

Bagi Jullie, ada dua macam perasaan wanita saat dia di kejar-kejar oleh seorang pria. Yang pertama, sang wanita akan menyadari bahwa dia juga mencintai pria itu dan menerimanya. Yang kedua, sang wanita akan merasa sangat terganggu dengan kehadiran pria itu. Dan sejujurnya, Jullie adalah jenis wanita keduanya. Jenis yang pertama adalah jenis yang dia rasakan untuk Donghae, dan jenis kedua adalah jenis yang dia rasakan untuk Inho.

Suasana sedikit canggung setelah Jullie mengatakan itu. Yang mereka lakukan hanya menunggu siapa yang akan berbicara terlebih dahulu. Jullie diam karena dia tidak sedang ingin bicara. Sedangkan Inho diam karena dia tidak habis pikir kenapa Jullie menjawabnya seperti itu.

“Aku ke toilet sebentar,” kata Jullie yang langsung beranjak dari kursinya tanpa menunggu jawaban dari Inho.

Setelah mencuci tangan, Jullie kembali terdiam menatap pantulannya di cermin. ‘Aku harus bagaimana? Kenapa dia tak katakan saja kalau dia menyukaiku agar aku bisa langsung menolaknya dan menjauhinya. Jika hanya ingin berteman, kenapa dia sering memperlakukanku dengan istimewa?’ Jullie menarik napas sekuat tenaga lalu menghembuskannya dengan berat, memikirkan apa yang harus dia lakukan agar terlepas dari pria itu.

Annyeonghaseyo Eonni,”

Jullie sontak menoleh menatap gadis yang sudah berdiri di sampingnya. Gadis itu tersenyum ramah padanya. Cantik, pikir Jullie.

“Kau bicara padaku?” tanya Jullie karena dia merasa tidak mengenal gadis itu.

“Hm-mm. Di sini tidak orang selain kita berdua Eonni,” jawab gadis itu tetap dengan senyum manisnya.

Nugu?

Eonni tidak mengenalku?” tanya gadis itu sedikit shock. Mungkin dia berpikir bagaimana bisa orang Korea tidak mengenalnya. Jullie menggeleng pelan. “Jessica imnida. Eonni tidak perlu memperkenalkan diri, aku sudah mengenal Eonni.”

“Jessica?” hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya. ‘Apakah dia adalah gadis masa lalu Donghae Oppa itu?’ Batin Jullie.

Ne. Eonni, kau harus ikut aku dan pergi dari sini.”

Mwo?

“Setelah kita keluar dari sini, aku akan menceritakan semuanya. Tapi yang pasti, Eonni jangan kembali lagi ke dalam,”

“Kalau begitu, aku akan beritahu temanku di dalam,” katanya lalu hendak melangkah saat Jessica menarik tangannya.

“Justru aku ingin membawamu lari dari Inho, Eonni.”

Jullie sedikit tersentak mendengar nama Inho.

“Kau kenal Inho?”

“Sudah kubilang, aku akan menceritakan semuanya setelah kita keluar dari sini. Kajja Eonni,” Jessica langsung melangkah keluar dan Jullie mengikutinya.

Terus terang saat ini Jullie merasa senang karena Jessica datang di saat yang tepat. Tapi di sisi lain Jullie sangat penasaran akan apa yang ingin di bicarakan Jessica. Apakah ini tentang Donghae? Kenapa dia menyuruhnya untuk tidak kembali menemui Inho di restoran itu? Apa hubungannya dengan Inho?

Jullie masih terus berpikir hingga mereka tiba di sebuah cafe kecil yang sepi.

“Jessica-ssi…”

“Panggil saja Sica, Eonni,” potong Jessica cepat.

“Sica-ya, ada apa? Kau mengenal Inho? Kenapa kau melarangku kembali ke mejaku lagi?” Jullie tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Rasa penasarannya sudah sampai di ubun-ubun.

“Eonni-ya, aku tadi langsung menjemput Eonni keluar dari restoran karena ada seseorang yang akan berbuat jahat pada Eonni,” jelas Jessica.

Jullie menatap lekat gadis di hadapannya itu mencari sebuah kesungguhan. Lalu ia bisa melihat bahwa gadis itu saat ini sedang tidak bercanda.

“Berbuat jahat padaku?” tanya Jullie lagi meyakinkan pendengarannya. Jessica mengangguk.

“Jika Eonni tidak keberatan, aku akan menceritakan semuanya,” pinta Jessica yang membuat Jullie semakin penasaran.

“Tentu saja kau harus menceritakan semuanya.”

Jujur saat ini jantung Jullie memacu lebih cepat daripada biasanya. Jullie masih belum bisa menerka cerita apa yang akan dia dengar dari gadis ini. Tapi justru itulah yang membuat jantungnya memompa lebih cepat saat menunggu cerita dari Jessica.

“Aku adalah mantan pacar Donghae Oppa,” Bingo. Ternyata dugaan Jullie tepat sasaran. “Aku tidak tahu apakah Eonni pernah mendengar ini atau tidak, tapi aku dan Donghae Oppa berpisah karena aku membuat kesalahan besar,” lanjut Jessica dengan suara sedikit serak seperti menahan sesuatu.

Jullie masih menunggu lanjutan cerita Jessica. Apa yang akan di katakan gadis itu selanjutnya? Apakah dia akan bilang bahwa dia dan Donghae masih saling mencintai dan mereka akan bersama lagi?

“Aku membuat kesalahan bersama pria lain, dan pria itu adalah…Inho,” lanjut Jessica.

Jullie tersentak mendengar pengakuan Jessica. Jadi pria yang ikut melukai hati Donghae dulu adalah pria yang akhir-akhir ini gencar mendekatinya?

“Aku tahu saat ini Inho sedang mengincar Eonni,”

“Mengincarku?”

Ne. Inho mengincar Eonni untuk balas dendam pada Donghae Oppa.”

MWO?!?” Jullie tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya.

“Saat Donghae Oppa memutuskan hubungan kami, Oppa sangat kacau. Walaupun saat dia debut bersama Super Junior dia terlihat sangat bahagia, tetapi di dalam hatinya dia sangat terluka. Dia bisa beracting di depan fansnya dengan baik hingga tidak ada yang menangkap raut sedih di wajahnya. Tapi aku bisa melihatnya. Dia sangat hancur dan saat itu aku ikut merasa hancur. Aku merasa sangat bersalah, terlebih saat aku tahu bahwa Inho hanya memperalat hubungan kami untuk bisa terkenal nantinya karena kami adalah trainer di agensi yang sama. Aku memutuskan hubungan kami dan dia di keluarkan dari agensi karena dia di anggap menggunakan cara licik untuk bisa debut dan terkenal. Dari situlah, Inho menyimpan dendam pada Oppa karena menurutnya Donghae Oppalah yang menjadi penghambat impiannya menjadi seorang artis. Saat tahu Donghae Oppa dekat dengan Eonni, dia memilih menghancurkan Donghae Oppa dengan menggunakan Eonni,” Jessica menghentikan penjelasannya sejenak sambil menyeruput Cappucino hangat yang sudah ia pesan.

“Aku tidak mengerti,” kata Jullie pelan.

Jessica lalu menatap Jullie. Jullie tahu saat ini dia terlihat seperti orang bodoh karena penjelasan Jessica susah sekali untuk ia cerna. Tiba-tiba semuanya muncul dalam satu cerita. Donghae, Inho, Jessica, dan terakhir dirinya sendiri. Otaknya masih sulit untuk mengeti semuanya.

“Aku dulu menjalin hubungan diam-diam dengan Inho, Eonni. Dan ternyata Inho hanya memperalat hubungan kami untuk bisa terkenal. Lalu aku memutuskan hubungan kami dan Inho berpikir bahwa Donghae Oppalah yang membuatku memutuskan hubungan kami. Apalagi Inho di keluarkan dari agensi karena dinilai menggunakan cara licik untuk bisa terkenal,” jelas Jessica lagi.

Jullie hanya bisa mematung mendengar penjelasan Jessica. Dia sudah bisa mencerna semuanya. “Lalu kau bilang tadi Inho memperalatku untuk balas dendam pada Donghae Oppa?”

“Hm-mm” Jessica hanya mengangguk.

“Kenapa?”

“Karena dia tahu Donghae Oppa dekat denganmu Eonni,”

“Lalu kenapa kau menyuruhku jangan kembali lagi ke dalam restoran? Aku yakin saat ini Inho sedang bingung karena diriku yang tiba-tiba menghilang. Tapi jujur, aku senang kau bisa membawaku kabur dari sana,” kata Jullie dengan nada senang.

Eonni pasti sudah bertemu dengan Jungho pemilik restoran itu kan? Sebenarnya Jungho Oppa adalah saudaraku dan sahabat Inho. Dia tahu tentang rencana balas dendam Inho. Tadi dia menghubungiku dan memintaku segera menyelamatkan dan membawa Eonni pergi dari sana. Eonni tahu tidak, tadi Inho memasukkan obat tidur ke dalam makanan Eonni. Untunglah Junho Oppa melihatnya dan langsung menghubungiku. Kebetulan aku sedang ada di cafe ini saat dia menghubungiku,” mata Jullie terbelalak lebar.

“Obat tidur? Untuk apa?”

“Setelah Eonni tak sadarkan diri, dia akan mengajak Eonni ke hotel. Dan Eonni bisa berpikir sendiri apa yang akan dia lakukan pada Eonni di hotel dan dia berencana merekamnya. Setelah itu, dia akan mengirimkan video itu ke Donghae Oppa. Dia yakin Donghae Oppa bisa hancur setelah melihat itu.”

Mwo?” wajah Jullie memucat mendengar pengakuan Jessica. Apa dia tidak salah dengar?

Jadi selama ini Inho mendekatinya karena ingin balas dendam pada Donghae? Ternyata firasatnya selama ini benar. Inho mendekatinya bukan tanpa maksud apa-apa. Entah mengapa dari dulu Jullie bisa merasakan ada yang tidak biasa dari gerak geriknya selama ini. Ternyata inilah jawabannya. Untunglah Jullie tidak pernah punya perasaan apa-apa pada pria itu. Memikirkannya saja tidak pernah. Yang ada di otaknya hanyalah Donghae.

Eonni, mulai saat ini berhatilah-hatilah. Jangan bertemu dengan Inho lagi. Aku mengenalnya dengan baik. Dia itu sangat licik,” Jullie menatap lekat mata Jessica. Entah mengapa saat ini dia sangat percaya dengan gadis yang baru di temuinya itu. Gadis itu benar-benar terlihat tulus.

Geundae, bagaimana kau bisa tahu tentang semua rencananya?”

“Jungho Oppa yang menceritakannya padaku. Sebenarnya Inho pernah mengatakan semuanya pada Jungho Oppa saat dia mabuk. Tapi dia tidak sadar bahwa dia telah membeberkan rahasianya pada Jungho Oppa. Jadi selama ini Inho tidak tahu bahwa aku dan Jungho Oppa sudah mengetahui rencana busuknya. Sebelumnya aku sudah memperingatkan Jungho Oppa untuk mengawasi gerak-gerik Inho jika dia membawa seorang gadis yang bernama Jullie ke restoran.  Saat Inho mengajak Eonni ke restoran, Jungho Oppa mulai mengawasi gerak-gerik kalian berdua. Dan benar saja, Inho memulai aksinya di restoran itu. Dan untunglah kami berhasil menyelamatkan Eonni,” serunya dengan senyum penuh kepuasan.

Ottokhae…” rungut Jullie. Apa dia terlalu bodoh untuk menyadari bahwa sebenarnya malam ini dia dalam bahaya. Ternyata apa yang di katakan Donghae memang benar. Gadis ini adalah gadis yang baik.

“Sica-ya, gomawoyo…” ucap Jullie tulus sambil memegang tangan Jessica.

“Aku sudah berjanji untuk membantu Donghae Oppa bahagia dengan caraku sendiri Eonni,” kata Jessica sambil membalas genggaman tangan Jullie.

Mendengar kata-kata Jessica, Jullie baru tersadar. Sepertinya dia melewatkan bagian terpenting dari cerita ini.

“Tapi, bagaimana Inho bisa yakin bahwa dia bisa menghancurkan Donghae Oppa dengan menggunakanku? Kau bilang karena kami dekat. Bukankah banyak sekali orang yang dekat dengan Donghae Oppa? Kenapa dia memilihku?” terus terang Jullie masih tidak mengerti dengan bagian ini.

“Nanti Eonni akan tahu sendiri dari Donghae Oppa. Yang penting sekarang Eonni sudah terbebas dari laki-laki brengsek itu,” Jullie tersenyum simpul mendengarnya. “Eonni tidak punya perasaan apa-apa pada laki-laki itu kan? Jangan bilang Eonni mulai menyukainya,” tanya Jessica menyelidik.

Ani. Justru aku sangat senang bisa terbebas darinya. Gomawo,” ucap Jullie. Jessica hanya tersenyum lalu mengangguk. “Sica-ya, kenapa kau menyebut Inho tanpa embel-embel Oppa?”

“Dia tidak pantas aku panggil Oppa, Eonni.” jawab Jessica acuh. Jullie hanya mengangguk-anggukan kepala tanda dia sangat memaklumi sikap gadis itu.

“Sica-ya, boleh aku bertanya sesuatu yang sedikit pribadi?” tanya Jullie hati-hati.

“Tentu saja. Eonni ingin tanya apa?”

“Apa kau…dan Donghae Oppa masih saling mencintai?” suara Jullie sedikit gemetar saat menanyakannya. Rasa galau yang di rasakannya sekarang membuatnya tidak bisa mengatur nada suaranya dengan baik. Sedetik kemudian Jullie terperanjat mendengar tawa Jessica yang membahana.

“Hahahahaaa… Eonni-ya, kalau Donghae Oppa masih mencintaiku, kami pasti sudah kembali bersama sejak dulu karena aku terus memintanya kembali padaku. Tapi sayangnya saat ini dia mencintai wanita lain, jadi aku tidak punya peluang lagi memasuki hatinya. Lagipula, yang Inho incar adalah diriku jika orang yang berarti untuk Donghae Oppa adalah aku.”

Jullie mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Jessica dengan seksama. Tidak ingin melewatkan satu pernyataanpun dari mulut gadis itu. Setelah Jessica mengatakannya, Jullie mulai berpikir bahwa wanita yang di cintai Donghae adalah dirinya. Tapi sekali lagi, Jullie tidak yakin bahwa asumsinya itu benar. Dia tidak mau berharap banyak mengenai hal ini karena takut akan kecewa nantinya.

Eonni, aku harus pergi sekarang. Masih ada urusan yang harus aku selesaikan. Annyeong…” ujar Jessica setelah mereka berdua menukar nomor ponsel masing-masing. Jessica lalu meninggalkan Jullie yang masih sibuk berpikir tentang semua yang terjadi malam ini.

–oo0oo–

Jessica melangkah cepat memasuki restoran Jungho. Setelah sampai di dalam restoram, ia menangkap sosok Inho yang duduk sendirian di sebuah meja dengan wajah panik dan beberapa kali menoleh ke arah toilet. Jessica sudah berniat menggunakan cara terakhir yang akan dia pakai untuk ‘membasmi’ laki-laki itu.

“Kehilangan seseorang?” tanya Jessica langsung saat ia sampai di hadapan Inho. Jessica tidak ingin berbasa-basi lagi. Mata Inho melebar saat melihat gadis yang sudah bertahun-tahun tak di temuinya itu.

“Kau… Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Inho sedikit panik. Jelas sekali suara pria itu sedikit bergetar.

“Jullie Eonni tidak akan kembali lagi. Dan jangan pernah mengganggunya atau kau akan berurusan denganku,” hardik Jessica. Dia masih tetap bediri tegak di hadapan Inho sambil memasang wajah dinginnya.

Mendengar nama Jullie, Inho menjadi salah tingkah. “Kau sedang bicara tentang apa?” kata Inho berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.

“Kau pikir aku tidak tahu? Kau sengaja mendekati Jullie Eonni karena punya maksud tertentu kan? Aku tahu semuanya Inho-ssi,” Inho semakin panik mendengar itu. Keringat dingin mulai keluar satu per satu.

“Lalu kau akan melakukan apa jika aku tetap melakukannya? Bukankah sampai saat ini ikan itu masih tidak percaya padamu? Jadi percuma saja kau mengatakan semua ini padanya,” tantang Inho dengan mata melotot berusaha menakuti Jessica. Tapi sayang Jessica tidak bergidik sedikitpun mendengar ancaman laki-laki itu. Ia tahu persis apa yang harus di lakukan untuk menghadapi Inho.

“Kau lupa sesuatu yang sangat penting Inho-ssi. Kau lupa tentang aksimu 4 tahun lalu hingga Kyuhyun Oppa koma? Kau yang sengaja merusak komponen ban mobil mereka karena kau mengira Donghae Oppa akan ikut dengan mobil itu kan? Tapi ternyata Donghae Oppa tidak ikut dengan mereka.”

Kali ini Inho tidak bisa berkutik. Yang dia lakukan hanya mematung dengan wajah penuh peluh. Jessica tersenyum sinis sebelum ia melanjutkan kata-katanya.

“Kau tahu? Saat mereka tahu kaulah penyebab kecelakaan itu, Kyuhyun Oppa sangat murka. Dia bahkan sempat menamparku karena merasa akulah dalang dari semua ini. Aku tidak heran dia melakukannya. Walaupun setelah itu dia tulus meminta maaf padaku. Kau beruntung karena kami tidak melaporkanmu pada polisi. Tapi jika kau coba-coba ingin mengganggu Donghae Oppa dan Jullie Eonni lagi, aku tidak segan-segan melaporkanmu Inho-ssi,” wajah Inho semakin ketakutan. Dia tidak pernah berpikir bahwa gadis ini yang akan melindungi Donghae. Dia tidak pernah memperhitungkan hal ini sebelumnya.

“Lebih baik kau turuti kata-kataku. Kau tahu kan aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku sendiri? Menjauhlah dari kehidupan kami,” tegas Jessica sebelum ia berbalik dan meninggalkan Inho yang mematung dengan wajah pucat. Jessica tidak memberikan Inho kesempatan untuk bicara karena memang Inho tidak punya alasan lagi untuk membela diri.

Jessica tersenyum puas saat keluar dari restoran. Sedetik kemudian tangannya sibuk mengutak-atik ponsenya.

Eonni, kau tidak perlu khawatir.

Inho tidak akan berani menemui Eonni lagi”

Send : Jullie Eonni

TBC

*seperti biasa, d komen yach..

Posted with WordPress for BlackBerry.

12 thoughts on “My Love, Saranghaeyo ~Part 7 (FanFic by Rryfishy)

  1. itu yang namanya Inho minta di teke deh (” `з´ )_,/”(>_<) kurang ajar banget sampe mau menghancurin Hae

    Mian yah Hety-ssi diriku ngga masukin foto di FF ini, soalnya ngga sempet nyari foto yang bisa dipake hehehehehe

    • di teke tu apa Na???
      *dasar babo

      gpp Na,, yg penting d posting aja..^^

      Gomawo yach udah komen seperti biasanya..^o^

  2. untung ga jadi ada kesalahpahaman antara julie sama hae oppa..

    inho ini emang pantas dibasmi kok..
    *semprot baygon*

    • sebenarnya author mau bikin sampe ada ksalah pahaman gitu antra hae ma Jullie,, tp saat ini author gak punya waktu banyak buat nulis lagi. jadinya d skip aja *bongkar rahasia*

      wkwkkwkwkkk..
      d semprot baygon?!? boleh jg tuch..

      gomawo yach udah baca n ninggalin komen..^o^

  3. tau nie si nana, kok ga da picny sie.. ayo tanggung jwb!!!
    yah si Ikan knp cm sedikit adeganny, tp jd tau penyebab inho bgtu..dh gtu byk skali adegan nyata yg dmasukin ke FF.. dr kecelakaan kyuhyun-eunhyuk-teuk2ppa-shindong + kyu yg pernah tampar sicca.. ck..ck..ck.. pinter!! so tolg lnjutkan part berikutny.. ^^

    • hahahaaaa.. “ayo na, ada yg nuntut tuch..”

      iya, si ikan cm dikit aja d part ini cz ending partnya bakalan full Donghae sm Jullie
      emang lebih menarik klo d hubungkan sm kejadian nyata,, hee..

      next part ntar dulu y.. author bersemedi dulu

      makasih y puput,, udh baca n ninggalin komen^^

  4. si inho mah bnr2 minta dkeroyok ini eon.. grr.. mpe bkin kyuppa koma, huaa..

    donghae oppa ayo kejar jullie, jgn mpe tlambat..

    dtunggu lanjutan’y ^^

    • hahahhahaaaa.. kayaknya bnyak reader yg pngn membasmi Inho,,
      saya jg dch, tp pke doa aja..#Lho..?!?

      Donghae Oppa bakalan kejar Jullie mpe dapat koq,,

      makasih y udah baca n ninggalin komen..^^

  5. Akhr’a terungkap jelas siapa Inho..
    Jessica bner2 niat bntu nyatuin ni pasangan..
    Bgus2 msukin ksah nyata dlm fiksi..

    Yes part slnjut’a ending..
    Mw tw gya Donghae nyatain cinta’a..
    Hahaha

    • Jessica emang udh bertekad buat bahagiain Donghae..
      author masukin kisah nyata supaya lebih real lg ceritanya

      yup, next part udah ending cz udah gak punya banyak waktu lg buat nulis

      nah itu dia, lg pusing 7 keliling buat adegan pernyataan cinta Donghae.
      tau sndiri kn Donghae tu romantis,,,, jd adegannya jg harus d buat yg romantis..

      makasih y Dwi udah baca n ninggalin komen^^

    • Yuupp,, untung ada Sica yg tulus bantuin Hae ma Jullie..

      gomawo ya dea..*benar gak namanya??* udh baca n ninggalin komen..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s