Star for My Heart ~Part 7 (FanFic by Violetkecil)

Part 7

You are my everything

Nothing your love won’t bring

My life is yours alone

The only love I’ve ever known

Your spirit pulls me through

When nothing else will do

Every night I pray

On bended knee

That you will always be

My everything

Suara itu mengalun merdu di telingaku. Kyuhyun Oppa menyanyikan bagian refrain sambil menatapku. Tatapan mata itu berbeda. Jantungku berdetak kencang. Aku menarik kedua sudut bibirku. Tersenyum senang. Aku selalu membiarkan perasaanku mengalir begitu saja dan inilah hasilnya. Siapa orang yang aku suka sekarang? Kyuhyun Oppa yang sekarang ada di depanku, Wookie Oppa yang entah berada di mana dia sekarang atau seseorang lainnya. Kyuhyun Oppa dan Wookie Oppa tanpa sadar sudah mengisi hari-hariku. Menyita semua ruang kosong pikiranku. Aku harus mengartikan debaran jantungku ini sebagai perasaan apa?

Kyuhyun Oppa langsung menghampiriku setelah menyanyikan lagu itu, “Janjiku sudah kutepati kan?” tanyanya.

Aku mengangguk senang, “Ne Kyuppa, gomawoyo.”

“Aku antar kau pulang. Ini sudah mulai larut,” katanya sambil menggenggam erat tanganku.

Bolehkah aku meminta malam ini tidak berakhir? Satu malam ini saja? Aku ingin memastikan semua ini bukan sekedar khayalanku. Ini nyatakan? Kalau ini memang nyata, lalu apa lagi yang aku harapkan? Berharap Kyuhyun Oppa akan mengatakan kata cinta untukku? Pertanyaan-pertanyaan itu silih berganti dalam pikiranku. Otakku sepertinya mulai kacau. “Tuhan kumohon tetapkanlah hatiku,” doaku dalam hati.

***

“Bagaimana bisa jadwal kuliah dimajukan 30 menit lebih awal? Ini saja baru selesai mata kuliah pertama. Bagaimana aku bisa menyempatkan diri untuk makan?” omelku sendiri sambil keluar dari ruang kuliah. Aku memegang perutku yang mulai terasa perih dan meronta-ronta minta diisi. Sebenarnya perubahan jadwal kuliah seperti ini tidak akan menjadi masalah jika tadi pagi aku sempat sarapan.

“Seandainya saja Wookie Oppa membuatkan sarapan lagi untukku,” batinku. Pikiran itu muncul begitu saja. Aku menggelengkan kepalaku untuk menepis pemikiran anehku itu.

“Minah-a!!!”

Aku terkejut dan menoleh ke sumber suara yang yang keras itu, “Kyu…”

Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku Kyuhyun Oppa sudah menutup mulutku dengan tangannya.

“Jangan keras-keras. Bisa-bisa penggemar-penggemarku nanti berdatangan,” katanya sambil melepaskan tangannya.

Aku mengambil napas lega, “Tidak ada penggemar Kyuppa disini. Ada apa Kyuppa ke sini?” tanyaku.

“Mengajakmu makan. Ayolah!” ajaknya tanpa meminta persetujuan dariku. Kyuhyun Oppa langsung saja menarik tanganku dan berjalan sangat cepat. Aku mengikutinya dengan terengah-engah tapi aku teringat jadwal kuliah dan menghentikan langkahku, “Kyuppa berhenti. Aku tidak bisa.”

Mwo? Kenapa?” tanyanya bingung.

“Aku harus ada kuliah lagi Kyuppa,” jawabku dengan lemas.

Hya… Minah-a…”

“Sejak kapan Kyuppa memanggilku Minah-a?”

“Sejak hari ini. Boleh kan?” tanyanya sambil memamerkan senyum evil andalannya itu. “Gomawo sudah membolehkan,” lanjutnya.

“Aku belum menjawab,” kataku kesal.

“Aku sudah melihat jawabannya dari wajahmu. Oiya, aku membawakanmu coklat. Makanlah. Kali ini aku memaafkanmu karena tidak bisa menemaniku makan. Sebagai gantinya kau harus selalu menemaniku main game.”

“Kyuppa!!!” teriakku kesal. “Kyuppa seenaknya saja mengambil keputusan. Andwae. Aku tidak mau.”

“Sudahlah. Aku pergi dulu ya!” katanya sambil mencubit kedua pipiku.

Aduh, Sakit!” teriakku.

Haha... Aku pergi. Jangan seenaknya memberikan genggaman tanganmu pada orang lain!” teriaknya sambil berlari kecil meninggalkanku.

***

Aku melangkahkan kakiku gontai. Perutku lapar dan perih sekali. Aku ingin cepat-cepat pulang dan semoga saja ada yang bisa kumakan di apartemen nanti. Aku menunggu di halte bus dengan lemas. Cuaca sedang tidak bersahabat. Sangat panas.

“Kenapa juga Oppa harus meminjam mobilku? Kakak sepupu yang menyebalkan. Aku kan seharusnya tidak perlu berpanas-panasan seperti ini,” gerutuku. Sepertinya sudah berapa kali hari ini aku mengomel sendiri. Suasana hatiku sedang kacau.

“Naiklah.”

Sebuah suara mengagetkanku, “Oppa?” tanyaku kaget.

“Ayo naiklah ke mobil,” pintanya. Aku masih berdiri bengong. Bagaimana Wookie Oppa bisa ada di sini? Wookie Oppa langsung menarikku untuk masuk ke dalam mobilnya ketika dilihatnya aku hanya diam tak bergerak.

“Aku sengaja lewat sini dan ternyata bertemu denganmu. Aku ingin ke apartemenmu,” jelas Wookie Oppa menjawab semua tanya yang ingin aku lontarkan.

***

Adakah yang lebih membahagiakan ketika melihat seseorang yang kau suka ada di depanmu? Tidak. Bukan hanya satu orang tapi dua orang. Ini sama sekali tidak membahagiakan untukku jika melihat tingkah mereka berdua. Seakan-akan ada percikan kilat jika mereka saling memandang.

Aku masuk ke apartemenku diikuti Wookie Oppa. Dan dia langsung menuju dapur karena ingin membuatkan masakan untukku. Aku ingin membantunya mencuci sayuran ketika ponselku berdering. “Kyuppa?” batinku ketika melihat nama yang tertera di layar ponsel.

Yoboseyo?”

“Minah-a. Kau di apartemenmu kan? Aku ke sana ya.”

“Tapi Kyuppa…”

Klik. Kyuhyun Oppa langsung mematikan teleponnya sebelum aku sempat menjawab. “Eomma, ottokhe?” gumamku.

Nugu?” tanya Wookie Oppa heran.

Ani, ah, aku mau membantu Oppa saja ya,” kataku mengalihkan pembicaraan. Tapi baru saja aku memotong sayuran, bel apartemen sudah berbunyi. “Firasat buruk!” batinku. Dan benar saja. Kyuhyun Oppa berdiri dengan dengan senyumnya di depan pintu dan langsung masuk begitu saja.

Hyung disini juga?” tanyanya kaget ketika melihat Wookie Oppa.

Ne. Minah-a bisa tolong kau potong sayurannya?” tanya Wookie Oppa.

Ne Oppa.” Belum sempat aku memotong sayuran, Kyuhyun Oppa sudah menginterupsi dengan permintaan konyolnya. Ada apa dengan mereka berdua?

“Minah-a, kau sini saja temani aku main game.”

“Kyuppa, aku mau membantu Wookie Oppa memasak,” jawabku.

“Kyuppa?” tanya Wookie Oppa.

Ah, itu panggilan sayang Minah untukku Hyung,” jawab Kyuhyun Oppa dengan senyum evilnya.

“Kyuppa!!!” teriakku kesal. Aku melihat ekspresi wajah Wookie Oppa datar saja mendengar hal itu, walau tadi sempat kulihat Wookie Oppa mendengus kesal ketika Kyuhyun Oppa mengatakan hal itu. “Aish, kenapa kalian lagi-lagi harus datang bersamaan?” gerutuku dalam hati.

Ini benar-benar sore yang indah. Langit cerah dan udaranya begitu hangat. Setelah perut terisi penuh dengan masakan-masakan lezat buatan Wookie Oppa. Dan sekarang ditemani segelas coklat dingin dan pudding coklat kesukaanku. Dan bonusnya lagi ditemani dua namja paling keren ini. Beruntungnya aku. Aku menyuapkan sesendok pudding ke mulutku. Manis dan lembut. Aku suka.

Chamkanman.”

Aku mendongak ke arah sumber suara dan di depanku dua orang itu menyodorkan masing-masing satu sendok pudding coklat.

“Coba yang ini,” kata Wookie Oppa.

“Yang ini saja,” kata Kyuhyun Oppa tidak mau kalah.

Aku bergantian menatap mereka berdua dengan heran, “Ini kan pudding yang sama,” jawabku. Aku melanjutkan memakan pudding dan tidak menghiraukan mereka yang sekarang sepertinya saling memercikan aura tidak baik melalui matanya. Oke, sepertinya ada perseteruan yang aku tidak tau di antara mereka berdua. Dua magnae yang sering merepotkan Hyungnya ini semoga tidak merepotkan aku juga. Tebakanku salah. Sekarang mereka sedang berdebat lagi memutuskan film yang akan ditonton. Aku menutup telingaku. Tidakkah jauh lebih baik mereka bernyanyi untukku daripada saling berteriak seperti ini.

Hyung, lebih baik menonton film ini saja.”

Aniyo. Aku lebih suka yang ini. Iya kan Minah-a? Kau pasti setuju denganku?” tanya Wookie Oppa meminta persetujuanku. Aku malas menanggapinya dan memilih mengangguk. Kali ini giliran Wookie Oppa yang senang dan Kyuhyun Oppa mendengus kesal. Aku tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua. Benar-benar soreku yang paling ceria.

Aku tidak peduli apa yang akan terjadi setelah ini. Apa yang terjadi di antara mereka berdua yang aku tidak tahu. Yang aku pedulikan hanya saat-saat seperti ini. Duduk di antara mereka berdua. Bisa memandang wajah mereka yang serius menatap layar di depannya. Bisa mendengar suara mereka. Ini nyata. Ada di depanku. Di sisiku. Bintang itu ada di sini sekarang dan aku bisa merasakannya. Tapi apakah aku mampu menggapainya? Bintang-bintang begitu dekat tapi justru semakin membutakan mataku untuk mendekati bintang mana yang ingin kuraih. Ataukah aku justru ingin meraih bintang yang jauh?

***

Aku duduk dengan gelisah di ruang tunggu. Jantungku dari tadi melompat-lompat ingin keluar dari rongganya. Sungguh mereka keren sekali. Ini pasti menjadi kemenangan mereka untuk yang kesekian kali. Aku melihat Kyuhyun Oppa datang dan aku tersenyum melihat penampilannya. Celana panjang dengan motif berwarna pink – warna kesukaanku. Dan di belakangnya muncul Wookie Oppa. Oh Tuhan, mengapa mereka terlihat semakin tampan. Member-member yang lain mulai datang tapi aku tidak bisa melihat mereka. Pandanganku tertutup pelukan seseorang. Kyuhyun Oppa dan cuma dia yang selalu bertindak sesukanya seperti ini.

“Kyuppa, aku tidak bisa bernafas,” keluhku berusaha melepaskan diri dari pelukannya dan aku benar-benar kehabisan nafas lagi karena kemudian Wookie Oppa menghampiriku dan memelukku.

Gomawo sudah datang,” kata Wookie Oppa sambil melepaskan pelukannya dan mengelus lembut rambutku. “Ini jauh lebih manis,” batinku.

Aku tersenyum senang pada mereka, “Chukkae Oppa. Kalian sangat keren.”

“Siapa yang paling keren?” tanya Wookie Oppa.

“Tentu saja aku,”  jawab Kyuhyun Oppa dengan percaya diri.

“Wookie Oppa jauh lebih keren,” jawabku.

“Kau ini,” protes Kyuhyun Oppa sambil mencubit pipiku.

Hya Kyuppa, sakit!” teriakku.

“Kyuhyun, kau ini,” kata Wookie Oppa sambil menjitak kepala Kyuhyun Oppa. “Minah-a, gwaenchana?” tanya Wookie Oppa padaku sambil menyentuh pipiku yang dicubit Kyuhyun Oppa tadi. Berbekas merah tapi jauh lebih merah ketika kusadari jarak wajahku dengan Wookie Oppa sangat dekat.

Hyung!” teriak Kyuhyun Oppa. Kyuhyun Oppa sudah siap mengeluarkan protesnya melihat perlakuan Wookie Oppa, tapi untunglah ada yang menghentikannya.

“Bisa kalian berhenti saling berteriak,” tegur Leeteuk Oppa. Dua membernya ini selalu membuat sang leader pusing. Aku memperkenalkan diriku pada Leeteuk Oppa dan member yang lain. Aku bisa bernafas lega karena bisa sedikit terlepas dari dua namja itu.

“Kau manis sekali. Pantas saja mereka berdua jadi berebut seperti itu,” celetuk Leeteuk Oppa tiba-tiba.

Mwo?” kedua mataku membulat mendengarnya. Apa maksudnya? Leeteuk Oppa hanya tersenyum jahil menanggapi keterkejutanku.

***

Apakah waktu berhenti sedetik yang lalu? Dan Tuhan mengirimkan kejaiaban-keajaiban-Nya yang tidak terduga?

Aku mengambil ponselku dengan malas dan menemukan dua pesan singkat masuk dalam waktu yang hampir bersamaan. Kyuhyun Oppa dan Wookie Oppa. Lagi dan lagi mereka berdua selalu melakukan hal yang sama dalam waktu yang bersamaan. Apakah mereka janjian mengirim pesan seperti ini? Dua namja itu sudah cukup membuatku bingung dan kesal akhir-akhir ini. Dari mulai datang tiba-tiba ke kampusku hanya untuk memberikan sebatang coklat. Berebut ingin mengantarkanku pulang. Bertengkar siapa yang harus memesankanku makan siang. Berebut membelikanku ice cream. Memberikanku novel yang sama. Berdebat hebat di depanku dan banyak hal lainnya yang membuatku pusing. Dan sekarang apa lagi?

Minah-a, kau sibuk malam ini? Aku jemput ya.

Minah-a bagaimana harimu? Semoga menyenangkan. Malam ini tampaknya akan sangat cerah. Mau jalan-jalan denganku?

Pesan pertama dari Kyuhyun Oppa, langsung pada poinnya. Pesan kedua dari Wookie Oppa dan selalu dengan kata-kata yang lebih manis. Kyuhyun Oppa seperti coffee latte, pahit tapi manis. Dan Wookie Oppa seperti coklat, benar-benar manis. Aku harus bagaimana?

Kyuppa, Wookie Oppa, kalian mengirimiku pesan yang sama bersamaan. Aku tidak bisa memilih ingin pergi dengan siapa. Bagaimana kalau kita pergi bertiga? Jika kalian tidak mau, aturlah lagi waktunya. Oke? Ingat jangan bertengkar. Jika kalian bertengkar, aku tidak mau pergi dengan kalian lagi. ^^

Aku mengirimkan pesan balasan itu kepada keduanya. Pesan aneh tapi biarlah. Sepertinya aku sudah menyalakan apinya, tapi mana aku tahu. Aku memandang langit biru yang cerah. Malam nanti langit itu pasti penuh bintang. Apakah bintang yang aku mau akan datang? Satu bintang saja.

***

“Indahnya,” gumamku. Malam ini benar-benar sangat indah. Langit sangat cerah dengan banyak bintang bertaburan. Aku memeluk kedua kakiku dengan tangan. Hangat. Aku menoleh ke sampingku dan Kyuhyun Oppa berbaring di atas rumput dengan dua tangan menopang kepalanya. Aku tersenyum melihatnya. Wajahnya sangat teduh. Dia pasti sangat kelelahan dengan semua kesibuknnya. Aku memandang wajahnya yang masih melihat cerahnya langit. “Kyuppa, apakah Kyuppa baik-baik saja?” tanyaku.

Ne dan aku jauh lebih baik sekarang,” jawabnya dan beranjak duduk. Dia menatapku dan mendekatiku perlahan. “Terima kasih,” katanya dan mengalihkan pandangannya lagi ke langit.

Aku berusaha mengatur nafasku yang tiba-tiba terasa sesak. Pikiranku mulai berkeliaran di luar kendaliku. Aku berada di tempat ini sekarang. Kyuhyun Oppa mengajakku ke tempat ini. Tempat yang sejuk dan nyaman untuk menenangkan diri. Sebuah bukit kecil yang rindang. Turun ke bawah ada sebuah taman kecil dan lampu-lampu taman yang berpendar redup. Klasik. Romantis.

“Apakah kau percaya cinta bisa datang tanpa kau sadari?” tanyanya tiba-tiba. “Aku merasakan itu. Tiba-tiba saja aku mengakuinya bahwa itu cinta. Dia bisa mengalihkanku dari semua hal yang dulu aku sukai. Tiba-tiba saja hanya ada dia dalam pikiranku. Aku tidak menghiraukan hal yang lain. Hanya dia dan cukup membuatku gila,” lanjutnya.

Aku menatapnya heran, “Ada seseorang yang Kyuppa cintai saat ini?”

Dia menatap mataku lekat, “Iya dan anehnya dia sama sekali tidak melihat perasaanku. Dia terlalu baik pada semua orang. Dan itu cukup membuatku bersusah payah mengontrol rasa cemburuku.”

“Beruntung sekali gadis itu.”

“Iya dan dia beruntung dicintai olehku. Tapi aku rasa ada orang lain yang juga mencintainya. Aku tidak tahu siapa yang dicintainya.”

Aku mendengar ada rasa kecewa dan pengharapan dalam kalimat terakhirnya. Aku percaya cinta bisa datang tanpa diduga. Cinta bisa mengalir begitu saja. Tapi cinta juga perlu kepastian. Aku mencoba menebak arah perasaanku sekarang. Sudah lama aku mecoba meyakinkan ini. Perasaaan yang aku biarkan mengalir begitu saja. Aku masih memeluk kakiku dengan kedua tanganku dan tanpa kuduga Kyuppa menarik tanganku dan menggenggamnya. Hangat dan masih sama seperti pertama kali dia menggenggam tanganku. Tapi bukan, bukan ini yang aku mau. Bukan genggaman hangat tangan ini yang aku harapkan. Bukan dari sesesorang yang duduk disampingku saat ini. Aku mencoba memecahkan keheningan di antara kami, “Apakah Kyuppa sudah mengatakan perasaan Kyuppa padanya?” tanyaku hati-hati.

Ne. Aku mengatakan aku mencintainya. Dia mendengarnya tapi dia bahkan tidak menyadari kalau rasa cintaku itu untuknya…”

Kyuhyun Oppa menggantung kata-katanya. Aku baru ingin membuka suaraku tapi dia mengatakan hal justru membuatku terkejut.

It’s you. In my heart there’s love for you,” lanjutnya dan mendekatkan wajahnya padaku. Aku membeku dalam tatapan matanya yang begitu teduh. Semua hal disekitarku seakan menghilang dan hanya ada kami berdua. Menjadi pusat dari gravitasi sementara semuanya perlahan kabur. Aku masih merasakan genggaman tangannya. Kyuhyun Oppa semakin mendekatkan wajahnya padaku dan satu hal menarik kesadaranku. Aku menarik tanganku dan kulihat ada kekecawaan akan penolakan dalam sorot matanya. Aku menundukan kepalaku dan bisa kurasakan Kyuhyun Oppa mengecup pelan keningku. Aku tidak tahan lagi. Airmataku jatuh perlahan tanpa aku sadari. Aku menahan sesak di dadaku. Aku pikir aku mencintainya tapi sekarang aku tahu aku hanya sekedar mengaguminya. Aku tidak bisa. Ini bukan cinta.

In your heart, my love isn’t there

Inside my heart all of your love is there

 

Aku memberanikan diri menatapnya. Aku tidak bisa. Sudah cukup aku membiarkan perasaanku mengalir. Sudah cukup aku mengharapkan hal-hal aneh, berharap Kyuhyun Oppa mengatakan cinta padaku. Sudah cukup atas perasaanku ini, mengira rasa kagumku akan berubah menjadi rasa cinta. “Maaf Kyuppa. Aku tidak bisa,” kataku lirih.

Matanya lagi-lagi menatapku. Ada pertanyaan di sana. Aku tidak mau menjawabnya, “Ada orang yang sudah kau cintai?” tanyanya.

Aku tidak mampu bersuara. Aku terlalu takut dan akhirnya aku hanya bisa mengangguk. Aku melihat ada kilatan rasa luka lewat matanya. Kyuhyun Oppa terluka karena aku tapi aku juga terluka. Aku terluka mengambil keputusan ini. Aku terluka karena mengingat orang itu dan tidak bisa terlepas darinya.

Kami berdua terdiam, “Boleh aku menyenderkan kepalaku di pundakmu?” tanyanya.

Ne,” sahutku singkat.

“Ini aneh. Aku merasa lebih lega. Hya!!! Kenapa kau berani menolak namja setampan aku?”

Aku tersenyum geli mendengar pertanyaannya. Ini baru Kyuhyun Oppa yang aku kenal. Aku justru merasa aneh melihatnya bersikap manis belakangan ini. Aku lebih suka Kyuhyun Oppaku yang jahil dan evil seperti ini.

“Kau sangat mencintai orang itu?” tanyanya.

Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.

“Apakah aku mengenalnya?” tanyanya lagi.

Ne.”

Aish… Sepertinya kau sangat beruntung Hyung,” desisnya kesal. “Wookie Hyung menyebalkan,” gumamnya tidak jelas.

Aku tidak terlalu mendengarkan kata-kata terakhirnya karena aku mulai memikirkan orang itu lagi. “Apa yang sedang dia lakukan sekarang?” gumamku.

Where are you now?

Don’t you see how exhausted I am?

My aching heart searches for you

It calls out for you, it’s going crazy

***

To be Continue

8 thoughts on “Star for My Heart ~Part 7 (FanFic by Violetkecil)

  1. First kah?

    Emank aneh sch lihat Kyu yg romantis, lbh suka lht evilnya.
    Akhirnya Minah menjatuhkan pilihannya jg, dan si eternal magnae lah yg dipilih..

    Next part dh ending y??

    • Iya ^^ jadi yg pertama komen ^^

      Saya jg lebih suka Kyuppa yg evil gitu..
      Hmm.. eternal magnae?

      Iya^^ next part udah ending, akhirnya.. ^^

      Makasih udah mau baca n ninggalin komen *bow*

  2. Asih… Minhwa coming… Ehm apaan yah komennya, secara diriku udah tau ending FF ini gimana hahahahaha….

    Lucu deh liat Evil Maknae ma Eternal Maknae rebutan Minah dan sampe bikin leader-nim pusing hahahahha…

    Aku ngga akan nanya lanjutan karena aku udah tau endingnya wkwkwkwkwk

    • MInhwa Eonnie ^^ hehe… Eonnie mah udah tau mpe ending, jad sstt… diam2 aza eon ^^

      Iya Eon, tu magnae bdua sukanya bikin leader-nim pusing, Minah juga pusing nich Eon…

      Karena Eonnie ga nanya lanjutan’y jadi saya az yg nanya lanjutan FF ‘Good Luck’ kpn? #plak Hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s