Love Is… ~Part 5 (FanFic by IchaNuna)

”Kau benar-benar gila. Apa perlu aku memeriksakan otakmu itu ke psikiater terdekat? Aku kenal beberapa dokter yang dengan senang hati akan membantu,” teriak Riyeon bergegas masuk lalu melepaskan sepasang sepatu flat-nya yang berwarna putih di ruang tamu apartemen Sora.

”Sepertinya perlu terserah kau saja,” jawab Sora mengacuhkannya lalu merebahkan dirinya dibantal busa di depan televisi.

”Dan sekarang kau melucu. Hal ini benar-benar tidak lucu,” jawab Riyeon langsung mematikan televisi.Sora makin tertawa. ”Kau sebenarnya kenapa?”

”Harusnya aku yang bertanya. Kau yang kenapa!” terdengar nada bicara Riyeon sedikit meninggi.

”Kau lagi ada masalah dengan Jaejoong Oppa?”’ tanya Sora menyelidik. ”’Atau kau punya masalah lain? Dari tadi kau cuma berteriak dan berteriak,”

”Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bertemu dia lagi?” tanya Riyeon sambil bersandar didepan televisi.

”Kau tahu dari mana? Ahh jangan bilang kau menyewa beberapa detektif untuk mengamatiku setiap hari,” ucap Sora tertawa. ”Atau kau menyewa beberapa paparatsi untuk memotret setiap kegiatanku,”

”Jaejoong Oppa yang memberitahuku, apa kau lupa kalau mereka berdua itu berteman baik?” kata Riyeon dengan nada bicara yang sudah normal, lalu dia melipat kedua tangannya di depan dada sambil tetap bersandar dilayar televisi. ”Lalu kenapa dia kembali menemuimu? Jangan bilang kau kembali jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Jangan bilang kau mulai tertarik padanya.”

Nothing special, dia hanya menanyakan kabarku, lalu menceritakan kegiatannya sekarang, lalu menanyakan kegiatanku. Itu saja” jawab Sora bangun dari bantalnya lalu berjalan menuju dapur. “Hei kau mau minum apa?”

Green tea” sahut Riyeon cepat. “Aku tidak habis pikir, kenapa kau masih saja mau menemuinya, apa kau mau kembali menjadi mayat hidup yang berjalan dipinggir jalan seperti dulu? Apa kau tidak bisa menghentikan perasaanmu? Obsesimu ini hanya akan membuat hatimu sakit dan kau tahu itu!”

Sora kembali dengan nampan yang penuh dengan makanan. “Riyeon-a sudah tiga tahun aku selalu menghindarinya, aku rasa sudah saatnya aku berani untuk memulai hubungan lagi dengannya sebagai teman, tidak lebih.”

“Aku harap kali ini pilihanmu benar. Karena kau lah yang akan menjalaninya,” ucap Riyeon langsung menyambar green tea di nampan. “Oiya gimana kabar teman barumu, siapa tadi namanya?”

“Kyu? Cho Kyuhyun?” jawab Sora hampir tersedak, ia tidak pernah menyangka temannya akan bertanya seperti ini.

“Hei, kenapa mukamu memerah?” tanya Riyeon menyikut lengan Sora. “Apa terjadi sesuatu yang ’wah’ saat aku di Italia?”

Muka Sora makin memerah, dia langsung menggeleng cepat. “Nothing special. Kita hanya teman,” kata-kata Sora membuat Riyeon semakin bersemangat untuk menggodanya. “Nothing special? Seperti bukan dirimu saja,” sahut Riyeon.

Pernyataan yang dilempar Riyeon membuat Sora makin tersipu. “Astaga, kenapa cuaca panas sekali.”

“Tidak ada yang salah dengan cuaca,” ucap Riyeon menatap Sora. “Atau kau merasa kepanasan gara-gara terlalu malu untuk mengakui kalau kau mulai tertarik padanya?”

Omona! Lagi-lagi kau dengan seenaknya menarik kesimpulan semaumu, seharusnya kau mengambil kuliah jurusan psikologi daripada jurusan desain. Psikologi manusia lebih cocok dengan karakteristik otakmu,” ucap Sora seraya melempar bantal busa tepat ke muka Riyeon, dan Riyeon tidak mau kalah langsung kembali melempar bantal tersebut terus menerus sampai mereka berdua berbaring di ruang tamu karena kelelahan.

“Aku berani jamin seratus persen, kau pasti mulai menyukai Mr. Cho ini. Kau kan mudah sekali jatuh cinta,” kata Riyeon tertawa kecil.

“Aku harap tidak,” jawab Sora beranjak bangun. “Mian, sepertinya aku tidak bisa menemanimu makan siang. Ada schedule pemotretan hari ini.”

Gwaenchana, Sora-ya selamat bekerja,” ucap Riyeon seraya kembali memejamkan matanya, untuk beberapa jam ke depan dia berniat untuk tidur yang nyenyak lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.

“Jangan lupa event organizernya,” teriak Sora dari arah pintu apartemen.

Ne,” jawab Riyeon tetap memejamkan matanya berharap teman baiknya itu tidak mengulangi kesalahannya beberapa tahun silam.

Kyuhyun. Cho Kyuhyun, otak Sora berpikir cepat saat mengingat nama pemuda itu. Pemuda yang tampan dipuja-puja seantero negeri, pemuda yang memiliki suara emas itu yang akhir-akhir ini menghiasi harinya, dia tersadar kalau pemuda itu sama sekali belum menghubunginya. Apa dia terlalu sibuk?

Ia lalu mengalihkan pandangannya menatap beberapa properti untuk pemotretan kali ini. Sepertinya tema kali ini bisa ditebak tanpa harus menanyakannya langsung ke photografer karena tampak boneka dimana-mana. Boneka teddy bear berukuran besar berwarna coklat muda yang berada di pojok kursi menarik perhatiannya, ia lalu mengangkat dan memeluk boneka besar itu. Boneka teddy bear itu terasa sangat lembut dari tadi Sora selalu memeluknya.

Tiba-tiba ponsel di dalam saku celananya berbunyi dan bibirnya tersenyum lebar menatap layar ponsel, dengan cepat dia menjawabnya.

Yoboseyo,” seru Sora.

“Sudah bangun Sora-chan?” sapa pemuda itu lembut. “Apa kegiatanmu hari ini?” tanyanya penuh perhatian.

“Seperti biasa pemotretan beberapa majalah dan syuting iklan,” jawab Sora lalu sedikit menjauhkan ponsel.

Terdengar suara bersin di telepon. “Kau flu? Sudah berapa lama?” kali ini suara Kyuhyun terdengar sedikit panik.

“Baru tiga hari,”

“Sudah ke dokter?”

“Belum. Aku benci dokter,” jawab Sora cepat.

Terdengar pemuda itu menarik napas. “Setidaknya kau harus memeriksakan kesehatanmu,”

“Hmm…” gumam Sora seraya memainkan ujung rambutnya.

“Banyak minum air hangat jangan lupa makan yang teratur,” ucap pemuda itu menasehati.

“Hmm…”

“Istirahat yang cukup,”

“Hmm…”

“Jangan lupa minum vitamin,”

“Hmm…”

Terdengar pemuda itu kembali menarik napas panjang. “Apa tidak ada jawaban selain hmm…?” tanya Kyuhyun ketus membuat Sora menahan tawa.

Arasseo, aku akan segera ke dokter, banyak minum air hangat, akan makan yang teratur. Setelah selesai pemotretan bakal langsung pulang ke rumah dan tidur. Ara?”

Good girl, ok selamat bekerja dan semoga lekas sembuh. Bye.” jawab Kyuhyun langsung memutuskan hubungan telepon.

Sora langsung menonaktifkan ponselnya lalu kembali menyimpan ponsel tersebut kedalam saku celana, sambil tersenyum sumringah dia berjalan menuju kearah Mr. Shimasu sambil mengangkat-angkat boneka teddy bear di tangannya.

Can I keep it? This teddy’s so warm and cute. Please,” ucap Sora panjang lebar berharap manajernya mengijinkan dia untuk membawa pulang properti pemotretan kali ini.

Mendengar ucapannya Mr. Shimasu hanya diam mematung tidak berkata apa-apa, lalu berjalan menjauhinya.

**

Pagi hari, Kyuhyun sedang bersandar di sofa sambil membaca lembaran schedule-nya hari ini, akan tetapi pikirannya sama sekali tidak memikirkan apa yang tertulis dilembaran putih yang sedang ada ditangannya itu. Sekarang ia mendongakkan kepalanya menatap langit-langit hotel lalu menutup mata sejenak. Merasakan keheningan sesaat setelah semua Hyung-nya pergi jalan-jalan keliling Paris untuk yang terakhir kali karena besok pagi mereka harus kembali ke Seoul sedangkan dia harus terkunci di hotel karena masih ada beberapa schedule pekerjaan yang menuntut harus dikerjakan. Kyuhyun kembali menarik napas panjang yang terkesan berat.

Waeyo? Ada masalah?”

Kyuhyun tercekat, hampir saja dia melompat dari sofa. “Astaga, kapan Hyung datang? Sama sekali tidak terdengar suara pintu dibuka.”

Sungmin terkekeh pelan lalu melemparkan jaketnya kelantai, Ia lalu merebahkan dirinya dibagian sofa yang lain. “Baru saja, bosan rasanya mengikuti mereka berbelanja jadi aku pulang duluan. Oiya kelihatannya kau lagi bosan atau ada sesuatu yang menganggumu?”

Kyuhyun hanya diam, kembali memejamkan matanya. Sepertinya dia tidak ada niat untuk berbicara saat ini.

“Kau boleh berbicara kalau kau mau, atau kau mau diam saja,” ucap Sungmin semakin menenggelamkan tubuhnya di sofa.

“Tidak ada yang spesial Hyung, aku hanya merasa sedikit tertekan dengan schedule yang ada, kadang aku merasa bosan dengan semua ini,” jawab Kyuhyun berat.

Sungmin memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun dengan ekspresi muka yang sedih lalu mengangkat jari telunjuk dan jari manis bersamaaan. “Schedule-mu paling padat Kyuhyun-ah hwaiting. Oiya apa kau masih ingat dengan Haneul model MV kita yang kemarin? Dia selalu menanyakan kabarmu,”

Kyuhyun kembali diam berusaha mencerna kata-kata Sungmin barusan. Kim Haneul seorang aktris dari TOP Agency yang menjadi model untuk MV mereka beberapa waktu yang lalu, Haneul adalah seorang gadis yang sopan dan cantik, dia juga supel dan cepat sekali berbaur dengan semua member berbeda sekali dengan Sora yang sedikit tertutup.

”Sepertinya dia benar-benar tertarik padamu, apa dia tidak pernah menghubungimu?” tanya Sungmin penasaran. Kyuhyun hanya diam kembali teringat beberapa waktu yang lalu Haneul pernah menghubunginya serta menyatakan perasaannya dan dia hanya diam tidak menanggapi kata-kata Haneul sama sekali. Bisa dibilang otaknya sekarang hanya terisi dengan satu nama saja. Sora.

Aniyo,”

Jinjja? Aku kira dia akan menghubungimu karena dua hari yang lalu dia menanyakan nomor ponselmu,” jawab Sungmin sambil membetulkan posisi tidurnya. ”Terus, kalau Sora apa kau benar-benar tertarik padanya? Kulihat kau selalu menghubunginya,”

“Mm—-” jawab Kyuhyun bergumam tidak jelas. “Sepertinya aku sangat tertarik padanya, aku juga tidak mengerti kenapa, Hyung apa kau pernah mengalami seperti ini?”

Sungmin tertawa kecil menanggapi pernyataan polos tersebut lalu menutup kedua mukanya dengan bantal. “Kau beranjak dewasa Kyuhyun-ah.”

**

Sudah hampir seminggu Sora tidak bertemu dengan Kyuhyun, hubungan mereka hanya melalui ponsel maupun email yang kadang Sora terima. Tadi malam Kyuhyun mengirimkan beberapa fotonya saat berlibur disana, pipinya tampak sedikit tirus dan dia kelihatan sedikit lelah. Walaupun lelah tapi dia dan teman-temannya tampak bersemangat.

Di foto pertama nampak Heechul, Leeteuk, Donghae, dan Sungmin dengan kegilaan mereka saat melihat parade di Disneyland resort Paris. Sora langsung menggelengkan kepala seraya tertawa kecil. Mereka gila.

Di foto kedua masih tetap dengan Heechul, Leeteuk, Donghae dan Sungmin yang sedang berpose dengan narsisnya disekitar pintu masuk Menara Eiffel, mereka sepertinya tidak memperdulikan pandangan orang-orang disekitar dan masing-masing tetap berpose dengan asiknya.

Di foto ketiga terlihat Kyuhyun yang sumringah dengan tangan yang membentuk pola hati dengan latar belakang Menara Eiffel yang menjulang tinggi, di sampingnya Sungmin juga melakukan hal yang sama.

Di foto keempat lagi-lagi foto Kyuhyun, kali ini Kyuhyun duduk di sebuah kursi kayu panjang di samping kiri dan kanannya terlihat Donghae dan Sungmin yang sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing. Sepertinya mereka bertiga tidak sadar waktu difoto? Sora kembali tertawa kecil.

Di foto selanjutnya tampak gambar sebuah istana kerajaan, seperti istana yang tidak dihuni sekarang tapi masih terawat. “Istana Versailles, bekas istana raja-raja Prancis” jelas Kyuhyun diemailnya.

Selain foto-foto, Kyuhyun juga mengirimkan satu video ketika dia sedang mengunjungi Museum di Paris.

”Karena Sora-chan begitu suka dengan hal-hal yang berbau seni, kali ini aku akan mengajakmu mengunjungi sebuah museum seni terbesar di Paris. Taraaaa…. Museum Louvre sebuah galeri seni dengan koleksi lukisan hampir 300.000 karya,” ucap Kyuhyun sambil mulai memasuki museum.

”Disini banyak sekali karya-karya dari pelukis dunia, mulai dari Titian, Raphael, bahkan sampai lukisan Leonardo Da Vinci ada disini,” Kyuhyun mengangguk pasti. “Benar sekali, lukisan Leonardo Da Vinci yang sangat terkenal itu dipajang disini Monalisa. Aku pikir kau mungkin sangat menyukainya,” ucap Kyuhyun sambil menunjuk ke arah Monalisa.

Tanpa sadar Sora mengangkat tangan ikut memegang lukisan Monalisa dilayar, pelupuk matanya tampak sedikit berair. Terharu, ya dia terharu. Dari dulu ia selalu ingin mengunjungi Museum Louvre, museum yang penuh dengan hal-hal berbau seni dan memiliki arsitektur bangunan yang sangat mewah. Tujuannya hanya satu yaitu Monalisa, lukisan dari Leonardo Da Vinci yang sangat terkenal akan kemisteriusannya.

Sudah jangan terharu begitu, kurasa kau sekarang sedang menatap lekat lukisan ini dan mulai menangis,” ucap Kyuhyun tertawa kecil, membuat Sora yang menatap layar komputer juga ikut tertawa kecil. “Baiklah ini khusus untukmu. Semoga lain waktu kita bisa bersama-sama melihat lukisan ini,”

ucapnya lagi lalu menyorot lukisan Monalisa lebih dekat, Sora langsung mengangguk.

Ok, sepertinya sudah cukup untuk hari ini,” ucap Kyuhyun tersenyum manis ke-handycam. “Oiya Sora-chan bogosippo,”

Ucap Kyuhyun lagi-lagi memamerkan senyumnya membuat Sora memiringkan kepala. Bogosippo? Artinya apa? Bogosippo?

**

Sora duduk di pojok sebuah coffee shop kecil di sekitar wilayah Gangnam, tempat yang tenang serta cukup sejuk dikelilingi pohon yang tidak begitu rindang. Dia menyandarkan kedua siku di atas meja sambil kedua punggung tangan menopang dagunya. Seperti sedang memikirkan sesuatu.

Ia memperhatikan seorang ibu sedang berjalan bersama anaknya, anak dan ibu tersebut terlihat sangat bahagia. Pandangan mereka bertemu sesaat lalu tanpa sadar Sora langsung tersenyum ia teringat pada ibunya di Jepang yang tiap hari selalu menyuruhnya untuk pulang. Tidak terasa hampir enam minggu dia menginjakkan kaki di Seoul, pada awalnya dia hanya berencana untuk mengurus galerinya saja, akan tetapi sekarang seperti terasa Seoul sudah menjadi kampung halaman kedua setelah Jepang baginya.

“Hei, sudah lama?”

Sora memalingkan wajahnya sesaat lalu tersenyum. “Aniyo. Bagaimana perjalananmu Kyuhyun-ssi? Aku agak terkejut waktu menerima pesan darimu tadi malam kukira kau masih di Paris.”

Schedule dipercepat jadi aku bisa pulang lebih cepat daripada jadwal yang seharusnya,” jawab Kyuhyun menarik kursi tepat di hadapan Sora. “Sudah pesan makanan?”

Sora langsung menggeleng lalu kembali melamun.

Waeyo?”

“Hmmm— oh ya bagaimana jalan-jalan sambil kerjanya, apa menyenangkan,” ucap Sora antusias.

“Lelah,” ucap pemuda itu pendek. “Schedule sangat padat, waktu jalan-jalan hanya sebentar,”

Sora tertawa sambil menatap Kyuhyun di hadapannya. “Setidaknya kau sudah pernah ke sana Kyuhyun-ssi, bersyukurlah karena tidak semua orang punya kesempatan kesana,”

Ne. Oh ya ini kubelikan khusus untukmu aku harap kau suka,” ucap Kyuhyun menyodorkan sekotak coklat.

Sora tersenyum sumringah, dengan cekatan dia membuka kotak tersebut. “Benar-benar enak. Gomawo Kyuhyun-ssi,”

“Oiya dan satu lagi tunggu sebentar,” ucap Kyuhyun beranjak menuju resepsionis.

Sora mengangkat wajah menatap bingung lalu kembali tersenyum lebar melihat benda berwarna coklat susu. “Untukku?” ucapnya disambut anggukan dari Kyuhyun. “Gomawo jeongmal gomawo,”

Teddy bear ini sama persis dengan yang kupeluk pas pemotretan kemarin,” ucap Sora antusias.

Jinjja?”

Ne, sekali lagi terima kasih,” ucap Sora tulus. “Bagaimana kau bisa tau kalau aku sangat menginginkan boneka ini?”

Kyuhyun tersenyum mengingat bagaimana sampai akhirnya dia tau kalau Sora sangat menginginkan boneka itu. Terima kasih pada temannya Mr. Jang yang merupakan photografer pada pemotretan Sora kemarin yang selalu mengkabarinya setiap tingkah Sora di lokasi.

“Cuma menebak,” sahutnya sambil mengacak-acak rambut Sora lembut. “Sekarang kau mau makan apa Sora-chan?”

Hya!” ucap Sora menepis tangan Kyuhyun dari kepalanya. “Aku minum lemon tea saja.”

“Apa kau sibuk nanti malam?”

Aniyo, memangnya kenapa Kyuhyun-ssi?”

“Aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan sebentar. Ada sesuati yang ingin kuperlihatkan,” jawab pemuda itu lalu menyeruput kopi espreso di cangkir.

**

Malam yang dingin mereka berjalan berdua menyusuri jalan setapak yang di kiri dan kanannya penuh pohon sakura yang sedang mulai berbunga. Sora langsung memeluk erat kedua tangannya di depan dada, hawa malam hari terasa dingin sangat menusuk.

“Kau kedinginan?” tanya Kyuhyun.

Aniyo,” Sora langsung menggeleng.

Kyuhyun langsung melepaskan jas hitam yang dikenakannya lalu menutupi tubuh Sora. “Tidak kedinginan apanya, kulihat kau selalu memeluk kedua tanganmu selain itu kau juga sedikit mengigil,”

Gomawo Kyuhyun-ssi,” ucap Sora memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun.

“Udara malam memang paling bersih karena polusi udara sedikit berkurang,” Kyuhyun berjalan mendahului Sora lalu menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan.

“Sakura tahun ini indah sekali, Kyuhyun-ssi apa kau tau arti dari bunga sakura?”

“Ketenangan dan perpisahan,” ucap Kyuhyun.

“Menurut kami orang Jepang, bunga sakura menyimbolkan tentang kebahagian dan kesedihan serta mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur atas kehidupan maupun kesedihan yang dialami,” jawab Sora seraya menempelkan kedua telapak tangan di dada. “Selain itu sakura juga berarti kebalikan, bahwa di dunia ini selalu ada hubungan kebalikan. Ada senang ada sedih, ada hidup ada mati.”

“Selain mengerti tentang seni kau juga ternyata sangat mengerti tentang budaya Sora-chan,” sahut Kyuhyun tersenyum manis. Yang lagi-lagi membuat Sora menahan napas.

Sora langsung memalingkan wajahnya yang memerah. “Di Jepang untuk menyambut bunga sakura biasanya kami mengadakan perayaan Hanami.”

Hanami?”

Ne, biasanya kami sekeluarga merayakannya bersama-sama. Berjalan bersama-sama menyusuri tepi sungai atau taman bunga sakura, lalu berdoa sebentar setelah itu menikmati hidangan di bawah pohon bunga sakura. Tapi sayang sekali tahun ini aku tidak ikut merayakannya di Jepang karena masih ada beberapa schedule pekerjaan yang masih harus dikerjakan disini,” ucap Sora dengan senyum yang terkesan dipaksakan.

“Baiklah. Kau tunggu sebentar disini jangan kemana-mana,” ucap Kyuhyun berlari cepat menyeberangi jalanan yang cukup lengang, sementara Sora hanya melongo bingung menatap punggung Kyuhyun yang makin menjauh.

Setengah jam berselang Kyuhyun datang dengan beberapa bawaan yang terlihat lumayan berat. Terlihat beberapa bungkusan plastik di kedua tangannya.

Mian, tadi sedikit antri di supermarket,”

“Kau sedang apa Kyuhyun-ssi?” ucap Sora bingung menatap Kyuhyun yang sedang sibuk menata alas tempat duduk tepat di bawah pohon sakura yang sedang mekar.

Kyuhyun hanya diam lalu berlari lagi menuju warung makan kecil tidak jauh dari taman.

“Apa lagi yang sedang kau bawa?” tanya Sora mengenyitkan keningnya.

“Termos air hangat bibi itu dengan senang hati meminjamkannya,” ucapnya kembali sibuk mengeluarkan dua bungkus ramen dan dua gelas kopi panas. “Cepat duduk jangan mematung disitu saja,” ucapnya langsung menarik lengan Sora.

“Kita sedang merayakan sesuatu?” tanya Sora makin bingung melihat Kyuhyun sibuk menyeduh mie ramen.

Step pertama yaitu jalan-jalan bersama menyusuri taman bunga sakura sudah kita laksanakan sekarang step kedua kau ingin meminta apa untuk tahun ini?” tanya Kyuhyun.

“Kita sedang merayakan Hanami?” tanya Sora antusias. “Padahal baru saja tadi aku cerita tentang Hanami dan sekarang kau sudah menyiapkan semuanya. Kau hebat!” ucap Sora mengacungkan kedua jempol tangannya.

“Cepat berdoa mumpung kita masih disini,” ucap Kyuhyun memejamkan matanya sesaat.

Bibir Sora tersenyum mengingat perjuangan Kyuhyun untuk menyiapkan Hanami untuknya tahun ini. Kening pemuda itu penuh dengan peluh, rambutnya sedikit basah oleh keringat akan tetapi dia selalu menatapku dengan senyum yang menyejukkan. Tuhan apakah aku bisa berharap lebih darinya? ucap Sora dalam hati.

“Aku memang bukan keluargamu tapi sebagai temanmu tentu aku boleh ikut serta merayakannya,” ucap Kyuhyun menyodorkan semangkuk mie ramen panas. “Mian tahun ini perayaan Hanami-nya sangat sederhana,”

Gwenchana ini sudah lebih dari cukup, semoga harapanmu maupun harapanku di tahun ini terwujud,” sahut Sora.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi dengan terpaksa ia merogoh saku celana, tampak nama Haneul sedang menghubunginya dan ia mengacuhkannya. Untuk yang kedelapan kalinya Haneul kembali menghubunginya, apakah ada sesuatu yang sangat penting? Batin Kyuhyun lalu memandang Sora.

“Mungkin penting coba dijawab saja,” ucap Sora berusaha tersenyum.

Mian tunggu sebentar,” ucap Kyuhyun mengangguk lalu mengambil sedikit jarak.

Sora berusaha menyibukkan diri tidak tau kenapa dia tiba-tiba merasa tidak enak, dengan jarak tidak sampai satu meter ia masih dapat mencuri dengar dengan siapa Kyuhyun berbicara. Suara itu suara perempuan? Apa keperluan perempuan itu menelpon semalam ini?

Nugu?” ucap Sora tidak sadar berbicara. “Ahh– Mian aku tidak bermaksud ikut campur,”

“Haneul, dia minta dijemput di lokasi syuting. Karena mobilnya sedang mogok,” ucap Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Sora segera merapikan isi tasnya yang berserakan. “Cepat jemput dia. Kasihan kalau menunggu terlalu lama dan terima kasih untuk hari ini,” ucapnya menundukan kepala.

Belum sempat Kyuhyun berbicara Sora langsung berucap. “Aku bisa pulang sendiri, cepatlah kau jemput dia Kyuhyun-ssi annyeong,” ucap Sora beranjak memanggil taksi.

To be Continue

6 thoughts on “Love Is… ~Part 5 (FanFic by IchaNuna)

  1. Widiw… Sepertinya Sora mulai tersentuh nie sama Kyuhyun, ayo Kyuhyun semangat kejar Sora hehehehehe…

    Btw itu scene Kyuhyun ngasih video rekaman dia jalan-jalan di museum hampir sama kayak yang ada di novel Spring in London-nya Ilana Tan gitu hehehehehe…

    • Hihihihihi sama sekali ngga maksud kok Cha, kan cuman hampir sama, karena di novel itu, cowonya jalan-jalan di padang rumput, bukan ke museum :p

  2. nah lo nana… bkin down ja nie, maf chingu y ak bru liat yg ini tp ntr ak baca dr pertama d..
    tuk commentny… kurg pnjg..kok keringatny kyu ga dlap sie kan kasian dh lari2 gtu jg.. mang kyk spring in londonny Ilana tan y? ak lupa tuh.. Lnjutkn!!!

  3. Pict Kyu d atas menggoda imaaann.. wlwpun kayakx lg ngambek tuh anak, tp aura gantengx ttp kelihatan..#terpesona

    sm y adeganx kyk Spring in London? aq gak bgtu hafal,, yg aku hafal mulai bagian pas Naomi hampir di perkosa sm tmn kakakx Dany Joo a.k.a Joo Inho aja mpe ke belakang.. keren bngt soalnya #gak penting, abaikan saja

    klo Kyu gak mau jemput Haneul koq malah d paksain ma Sora sch.. itu sm sj melepaskan mangsa ke ke sangkar musuh..

    di tunggu next part nya y..^^

  4. Itu Haneul siapa ya??? Ganggu! Hahahahaha, terlalu terbawa emosi..

    Rese aja itu yeoja.. Ok, mian,, saya tunggu kelanjutannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s