My Love, Saranghaeyo ~Part 6 (FanFic by Rryfishy)

Part 6

Jessica dan beberapa member SNSD melangkah cepat memasuki rumah sakit. Tentu saja akan ada berita hangat bahwa member SNSD berkunjung ke rumah sakit dengan spekulasi yang bermacam-macam.Seharusnya dokter pribadi merekalah yang datang ke apartemen untuk melakukan check-up rutin, tapi berhubung hari ini bukan jadwal check-up dan beberapa hari kedepan mereka akan sangat sibuk dengan jadwal latihan maka merekalah yang bertandang ke rumah sakit.

Saat dalam perjalanan menuju ruang dokter pribadi mereka, Jessica melihat seseorang yang sepertinya dia kenal. Jessica menghentikan langkahnya sejenak, mengamati wanita berjas putih yang kebetulan berpapasan dengannya.

“Sepertinya aku pernah melihat wanita itu?” kata-kata Jessica seperti bergumam pada dirinya sendiri.

“Dia kan wanita yang dipasangkan dengan Donghae Oppa di pernikahan manager Sungju, Eonni,” jawab Seohyun setengah berbisik pada Jessica.

Jullie, benar. Eunhyuk Oppa pernah menceritakannya. Wanita yang berhasil masuk memenuhi ruang hati Donghae Oppa, pikir Jessica. Jessica melihat Jullie masuk ke dalam salah satu ruangan yang ada di ujung lorong tempat dia berdiri sekarang.

“Sica-ya, kau lihat apa? Dokter sudah menunggu kita di dalam,” suara Yuri mengagetkan Jessica yang masih termangu di depan pintu. Tanpa menjawab pertanyaan Yuri dia langsung masuk ke dalam. Setelah serangkaian check-up selesai dilakukan, Jessica pun bergegas keluar ruangan. Daritadi dia sudah sangat penasaran dengan gadis yang bernama Jullie itu. Dia menyuruh member yang lainya menunggunya di mobil saja.

Jessica berjalan menuju ruangan di ujung lorong. Ada sebuah kaca kecil di tengah-tengah pintu ruangan itu yang membuat dirinya bisa melihat ke dalam. Jessica tahu ini tindakan yang salah, tapi dia benar-benar ingin melihat gadis itu dari dekat. Dia mulai mengintip ke dalam ruangan. Terlihat Jullie sedang bercakap-cakap dengan seorang pria. Meraka duduk berhadapan dan hanya dipisahkan oleh sebuah meja. Dia bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas. Bukan wajah orang Korea pada umumnya dan Jessica tidak bisa memungkirinya, gadis itu cantik.

Tapi Jullie terlihat tidak nyaman saat sedang berbicara dengan pria di hadapannya. Sepertinya hubungan mereka bukan antara dokter dan pasien saja, karena sang pria baru saja memberikan sebuket mawar pink pada Jullie. Jullie menerima bunga itu dengan ekspresi datar, bahkan terkesan tidak tertarik. Jessica tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas karena pria itu duduk membelakangi pintu.

Jessica sontak menjauhi pintu dan berlindung di balik tembok ketika Jullie dan pria itu berdiri dan langsung berjalan menuju arah pintu. Aish Jessica, kau ini sedang apa? Apa kau berniat jadi mata-mata? Biarlah, aku melakukannya demi Donghae Oppa, pikirnya lagi.

Ketika pikiran Jessica masih berdebat dengan kelakuannya saat itu, pintu ruangan terbuka. Jessica mulai memasang indra pendengarnya dengan sangat baik, berharap bisa mendapatkan informasi dari percakapan mereka.

“Aku harap kau menyukai bunganya. Kalau kau suka, aku bisa membawakannya padamu setiap hari.”

DEG!!!

Jantung Jessica berdetak hebat. Suara itu, suara yang ia pun murka mendengarnya dan tetap saja tidak bisa ia musnahkan dari memorinya walaupun sudah lebih dari 6 tahun. Pria yang sudah memporak porandakan masa lalunya. Pria yang membuat Jessica merasa dia adalah wanita tersadis di dunia.

Jessica memberanikan diri mengintip dari balik tembok yang hanya berjarak 2 meter dari posisi kedua orang itu. Tiba-tiba Jessica merasa sulit sekali untuk bernapas saat melihat pria itu. Wajahnya tegang dan emosinya mendadak naik ke ubun-ubun. Benar, pria itu. Joo Inho. Sedang apa kau dia? Berniat menghancurkan hidup Donghae Oppa lagi. Kalau sampai hal itu terjadi, kau akan berhadapan denganku! Geram Jessica dalam hati.

Jika tidak teringat Donghae, mungkin saat ini Jessica sudah menghampiri pria itu dan melabraknya. Untunglah dia masih bisa menahan emosinya. Bagaimanapun juga, Jessica sudah berjanji akan membahagiakan Donghae dan itu harus dilakukan dengan hati-hati. Dan bisa saja Jullie masih belum tahu menahu tentang pria brengsek bernama Inho itu. Kalau Jessica melabraknya saat ini juga, bisa jadi Jullie akan menganggap dirinya adalah orang gila yang sedang mengamuk.

“Donghae Oppa, sekarang kau berhadapan dengan orang yang sama 6 tahun yang lalu,” batin Jessica.

“Kau tidak perlu repot-repot, aku akan kewalahan jika kau membawaku bunga setiap hari,” terdengar suara Jullie yang terkesan menolak bunga pemberian bunga lagi. Pria itu hanya tersenyum pasrah.

“Baiklah kalau begitu. Aku permisi dulu. Annyeong…”

Ne. Annyeong…”

Jessica melihat Jullie menghembuskan napas lega seolah-seolah baru terlepas dari sebuah beban kemudian berbalik masuk ke dalam ruangannya. Tepat saat itu juga Jessica mendapat pesan singkat yang berisi omelan dari Yuri karena mereka sudah menunggunya terlalu lama.

**

“Donghae-ya, kapan kau akan menyatakan perasaanmu?” tanya Leeteuk yang sudah berdiri di pintu kamar Donghae. Donghae sedikit terkejut dengan pertanyaan Hyungnya yang tiba-tiba itu.

Ne?” Donghae bertanya lagi untuk memastikan, padahal jelas sekali dia mendengar pertanyaan Leeteuk tadi.

“Kapan kau menyatakan perasaanmu pada Jullie? Jangan terlalu lama, bisa-bisa kau tidak akan mendapatkannya,” kata Leeteuk bijak. Saat ini dia sudah duduk di samping Donghae, “Wanita suka pria yang tegas Donghae-ya. Mereka tidak suka diperlakukan istimewa tetapi tanpa status. Mereka hanya merasa dipermainkan.”

“Tapi Hyung,”

“Aku tahu. Aku tahu kau masih merasa trauma dengan masa lalumu hingga membuatmu berpikir panjang untuk memulai suatu hubungan lagi. Aku tahu kau pasti berpikir bagaimana nantinya kau bisa menjalani hubungan dengan Jullie. Bagaimana kalau ELF tahu? Bagaimana kalau Jullie merasa tidak nyaman dengan statusmu? Benar kan?”

“Yak Hyung, kau ini jadi cenayang saja!” ujar Donghae sedikit kesal mengetahui kenyataan bahwa Hyungnya itu tahu isi hatinya tanpa diberi tahu. Leeteuk terkekeh geli.

“Donghae-ya, apa kau lupa? Aku mengenal kalian semua. Untuk apa aku mendapatkan predikat leader terbaik kalau aku tidak bisa mengenal dengan baik anggotaku?” Donghae hanya tersenyum pelan melihat Hyungnya yang mulai narsis itu.

Ottokhae…” Donghae menunduk lemah dan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

“Donghae-ya, kau ingat kan saat Sungmin melamar Vega? ELF dengan senang hati menerimanya. Mereka itu baik, kau tidak perlu khawatir. Tapi jika masih belum berani mengambil resiko, sebaiknya rahasiakan saja dulu,” Leeteuk mengakhiri kata-katanya dengan menepuk pundak Donghae pelan, lalu Leeteuk keluar kamar.

“Donghae-ya, ada apa? Kau dan Leeteuk Hyung kelihatan sangat serius tadi,” Eunhyuk masuk sambil membawa segelas susu strawberry di tangannya.

Hyung menanyakan kapan aku menyatakan perasaanku pada Jullie.”

Mwo? Leeteuk Hyung tahu kau menyukai Jullie?” tanya Eunhyuk dengan mata melongo, tapi sayang matanya tetap tidak membesar seperti orang melongo pada umumnya.

Bukan menyukainya, kupikir aku mencintainya. Gadis yang aku ingin dengar kabarnya setiap detik. Gadis yang selalu memenuhi ruang hati dan otakku. Bukankah hati dan otak adalah organ penting di tubuh kita? Bagaimana jadinya jika organ penting itu hanya terisi olehnya. Sekarang paru-paruku ikut-ikutan terisi olehnya, seperti oksigen bagiku. Gadis yang berhasil menimbulkan sensasi lain ketika aku memikirkannya. Gadis yang membuatku merasa istimewa setiap kali bersamanya. Apakah itu benar cinta? Apapun namanya, aku tidak akan melepaskannya, batin Donghae.
Tapi Donghae hanya mengangkat alis dan mengangguk pelan pada sahabatnya itu.

“Lalu?” tanya Eunhyuk lagi.

“Lalu apa?”

“Lalu kau jawab apa?”

“Aku tidak jawab apa-apa,” jawab Donghae acuh.

Eunhyuk menatap Donghae penuh tanda tanya. Dia tahu persis sahabatnya itu belum berani karena masa lalunya. Kemudian Eunhyuk duduk menghadap Donghae.

“Donghae-ya,”

“Hm?” Donghae menatap lekat mata Eunhyuk, tahu jika sudah seperti ini berarti Eunhyuk akan berbicara serius.

“Kalau kau menyukainya, segera ungkapkan padanya. Kami semua mendukungmu. Kalau kau terlalu takut untuk menoleh kebelakang dan masih takut untuk menatap ke depan, tengoklah ke samping kiri dan kananmu, karena di sampingmu ada kami sahabat-sahabatmu yang siap membantumu melangkah ke depan,” Donghae bisa melihat keseriusan di wajah Eunhyuk.

“Kenapa kau jadi sangat serius dengan hal ini?” tanya Donghae yang penasaran melihat raut wajah Eunhyuk tidak seperti biasanya.

“Kami semua ingin melihatmu bahagia. Sudah terlalu lama kau terpuruk dengan masa lalumu,” ujar Eunhyuk kemudian bangkit dari duduknya. Tapi sebelum dia menghilang di balik pintu, dia masih sempat menggoda Donghae, “Jangan lama-lama Donghae-ya. Jullie itu cantik, kalau kau mengulur waktu terus, aku yang akan menggodanya. Atau mungkin saja ada yang mendekatinya saat ini.”

“Yak, monkey. Jangan coba-coba kau menggodanya,” teriak Donghae kesal tapi Eunhyuk sudah menghilang di balik pintu. Hanya terdengar suara tawa Eunhyuk yang membahana di ruangan luar.

Apa maksudnya mungkin saja ada yang mendekati Jullie saat ini? Donghae benar-benar serius memikirkan kata-kata Eunhyuk tadi.

*Flashback

Jessica menarik tangan Eunhuyk menjauhi kerumunan artis-artis SM. Eunhyuk hanya pasrah ditarik-tarik seperti itu.

Oppa, apakah Donghae Oppa benar-benar mencintai Jullie Eonni?” tanya Jessica ketika sudah berada di tempat yang sepi.

“Yup.”

“Lalu, apakah Jullie Eonni mencintai Donghae Oppa?”

I think so. Why?” jawab Eunhyuk yang mulai memamerkan kemampuan bahasa inggrisnya yang (belum tentu) bagus.

“Tolong katakan pada Donghae Oppa agar jangan lama-lama membiarkan Jullie Eonni sendirian. Saat ini sedang ada pria yang mendekatinya!” seru jessica.

Jinjja?” Eunhyuk memegang dagunya dengan jempol dan telunjuknya membentuk huruf V lalu menatap wajah Jessica lekat-lekat. “Sica-ya, sejak kapan kau mengurusi percintaan ikan itu?” tanya Eunhyuk penuh selidik.

“Yak Oppa, aku sangat perduli padanya. Setidaknya aku ingin membantu membuatnya bahagia,” Jessica menunjukkan wajah cerianya dengan mata yang berbinar-binar.

Geunde, darimana kau tahu ada pria yang sedang mendekati Jullie saat ini?”

“Kau tidak perlu tahu Oppa, itu urusanku. Urusan Oppa hanyalah mempengaruhi Donghae Oppa agar langsung menyatakan perasaannya.”

“Tidak semudah yang kau bayangkan Sica-ya, Donghae…”

“Aku tahu Donghae Oppa masih trauma denganku. Untuk itulah aku merasa aku harus ikut campur dalam urusan ini,” belum selesai Eunhyuk melanjutkan kata-katanya, Jessica sudah memotong.

Eunhyuk tersenyum mendengar penuturan Jessica. Ternyata dia benar-benar telah berubah, pikir Eunhyuk.

Arasseo. Kau tenang saja. Kami juga sangat mendukungnya. Tapi, kau masih punya hutang padaku,” kata Eunhyuk sambil menyodorkan wajahnya mendekati wajah Jessica. Jessica spontan menjauhkan wajahnya dari wajah Eunhyuk.

“Apa?” tanya Jessica dengan wajah ngeri.

Poppo…” entah mulai kapan Eunhyuk suka sekali menggoda gadis yang sudah dia anggap Yeodongsaengnya itu. Sangat menarik melihat wajah kesalnya.

Sireo…” pekik Jessica yang langsung menempelkan telapak tangannya ke wajah Eunhyuk dan mendorong wajah mesum itu menjauh. Saat itu juga Jessica langsung pergi meninggalkan Eunhyuk yang terkekeh geli.

**

Pagi ini, Jullie hanya ingin menghirup udara segar di taman dekat apartemennya. Jullie duduk di sebuah bangku panjang yang terbuat dari kayu. Tak banyak orang yang ada di taman itu. Hanya ada beberapa ibu-ibu yang sedang berkumpul sambil membawa kereta dorong yang penghuninya adalah bayi-bayi imut menggemaskan. Setelah puas memandangi sekumpulan ibu-ibu itu dengan pola tingkah khas ibu rumah tangga yang kadang membuat Jullie tersenyum, Jullie mulai memikirkan dirinya sendiri.

Akhir-akhir ini dia sering bertemu Inho. Bukan, bukan bertemu. Tapi Inholah yang datang menemuinya. Jullie tidak bisa menolak, walaupun sejujurnya Jullie merasa kurang nyaman dengan kehadiran Inho. Setiap hari Inho menghubunginya dan mengirimkan bunga walaupun Jullie terang-terangan menolak pemberian bunga lagi dari Inho. Tapi apa yang harus dia lakukan? Tak mungkin Jullie mengatakan langsung padanya bahwa jangan menemui Jullie lagi. Dia juga tak mungkin mengatakan langsung pada Inho bahwa dia tak menyukainya, sedangkan Inho belum pernah mengatakan bahwa dia menyukai Jullie. Jullie merasa ada gelagat aneh dari Inho. Dia tak tahu apa, tapi Jullie berpikir semua yang Inho lakukan bukan tanpa imbalan. Tapi bagaimanapun juga Jullie ingin menjaga perasaan Inho, karena semua itu masih firasat Jullie saja.

Bagaimana dengan Donghae? Tentu saja berbeda. Namja itu sudah mengisi hari-hari Jullie. Dia selalu hangat dan sopan. Inho juga sopan, tetapi Jullie tidak bisa merasakan kehangatan seperti saat bersama Donghae. Walaupun kadang-kadang dia dan Donghae bisa ribut karena hal-hal kecil, tapi Jullie menikmatinya. Ketika berada di samping Donghae, Jullie merasa berarti. Ketika Donghae mengiriminya pesan, wajah Jullie memerah dan bahkan tersenyum sendiri seperti orang gila. Bahkan Sendy pernah mengomeli Jullie. Pada saat mereka sedang nonton film yang sad ending di apartemen Jullie, Jullie malah tersenyum lebar seperti orang gila karena saat itu dia sedang bertukar pesan dengan Donghae. Merusak suasana saja, gerutu Sendy yang saat itu sudah berlinang air mata.
Sedang apa dia sekarang? Akhir-akhir ini dia sangat sibuk. Aku dengar artis-artis dari perusahaah mereka akan mengadakan konser di Eropa 1 minggu lagi. Aku ingin sekali bertemu dengannya. Aish, aku ini kenapa? Apakah aku merindukannya? Tentu saja aku rindu, dia itu terlalu istimewa untuk dilupakan. Tapi apakah dia juga merindukanku? Jangan bodoh Jullie-ya, dia itu artis terkenal, mana mungkin dia sempat memikirkanmu saat dia sibuk seperti ini? Tapi buktinya dia masih tetap mengirimku pesan setiap hari, apakah itu bukan rindu namanya!? Yak, Lee Donghae, kau hampir membuatku gila sekarang.

“Kau tahu tidak? Katanya di SM Town Concert nanti ada beberapa pasangan yang akan duet. Seohyun Eonni dan Kyuhyun Oppa, Yesung Oppa dan Luna Eonni, dan yang aku tunggu-tunggu adalah Donghae Oppa dan Jessica Eonni. OMO, aku tidak sabar melihat mereka. Aku harap mereka bisa bersatu lagi.”

Jullie tak sengaja mendengar percakapan segerombolan gadis yang memakai seragam SMA saat mereka sedang melintas di depannya. Mendengar nama Donghae dia langsung merapatkan pendengarannya.

“Walaupun kisah cinta mereka dulu berakhir tragis, tapi aku ingin mereka bersama lagi,” sambung gadis yang lebih pendek dan matanya sangat sipit, khas orang Korea.

“Mm-mm, mudah-mudahan setelah duet dengan Jessica Eonni, Donghae Oppa jatuh cinta padanya lagi,” jawab gadis yang memakai jaket coklat.

Siapa Jessica? Donghae Oppa tidak pernah menyebut namanya. Penggemarnya ingin mereka kembali. Ottokhae… Tiba-tiba perasaan takut menyusupi dirinya. Takut kehilangan seseorang yang saat ini sedang dia rindukan.

**

“Sendy, kau tahu siapa Jessica? Kemarin aku gak sengaja mendengar percakapan beberapa murid SMA. Mereka bilang Donghae Oppa dan Jessica dulu pernah punya hubungan khusus tapi berakhir buruk,” tanya Jullie menggunakan bahasa Indonesia.

“Maksudmu Jessica SNSD? Heechul Oppa pernah cerita padaku, dulu Donghae Oppa sempat berhubungan dengan salah satu member SNSD tapi seperti yang kau dengar, berakhir buruk. Itu terakhir kalinya dia berhubungan dengan Yeoja.”

“Apa dia cantik?”

“Mm-mm, tapi wajahnya sedikit dingin.”

“Kau pernah bertemu dengannya?” Jullie bertanya dengan wajah penasaran.

“Waktu pernikahan Inn-Nha Eonni dulu, Heechul Oppa pernah mengenalkan member SNSD padaku,” jawab Sendy sambil mengaduk teh yang dibuatnya di dapur apartemen Jullie, sedangkan Jullie hanya duduk di sofa depan TV.

“Hey Jullie, kau cemburu ya?” Jullie menjadi salah tingkah saat ditanya seperti itu.

A-Aniyo, aku hanya ingin tahu saja,” Jullie tegagap dan menunduk menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah. Sahabatnya ini selalu bisa menebak dirinya. Sendy hanya tersenyum geli melihat tingkah sahabatnya itu.

**

Donghae memarkir mobilnya di sebuah restoran yang bergaya Italia. Dia sudah bertekat akan menyatakan perasaannya pada Jullie setelah mendapatkan persetujuan dan dukungan dari semua member tentunya. Gadis yang sudah membuatnya nyaris seperti orang gila karena selalu tersenyum saat memikirkannya. Gadis yang berhasil membuat tujuan baru dalam hidup Donghae, yaitu melihatnya setiap hari. Gadis itu, aku ingin memilikinya. Bukan, tapi membutuhkannya.
Aku ingin selalu melihatmu Jullie-ya. Aku ingin kau tetap disisiku, berada dalam jarak pandangku agar aku selalu bisa melihatmu setiap hari, batin Donghae.

Pelayan restoran menyambut Donghae dengan ramah. Restoran ini sangat menjaga privasi pelanggannya. Donghae duduk di salah satu meja yang sudah dipesannya yang agak tertutup dari penglihatan tamu lain. Donghae menarik napasnya dalam-dalam, mencoba mengurangi sedikit rasa gugupnya. Sudah lama ia tidak melakukan hal ini. Terakhir kali ia lakukan pada Jessica dan itu yang pertama baginya dan juga yang terakhir sampai detik ini. Donghae melirik jam yang melingkar di tangannya. Merasa waktu sangat lambat.

Akhirnya…

Annyeonghaseyo Oppa,” kata Jullie sambil membungkuk.

Annyeong Jullie-ya,” jawab Donghae sambil tersenyum. Seorang pelayan menarik kursi untuk Jullie.

Jullie mengenakan gaun berwarna sky blue selutut dengan rambut dikuncir tinggi memperlihatkan wajahnya dengan jelas. Donghae menghembuskan napas lega melihat gadis yang sangat dirindukannya itu. Bahagia rasanya melihat gadis itu kini ada di hadapannya. Seperti sudah sangat lama saja tidak melihat Jullie.

Ya Tuhan, sudahkah aku bersyukur malam ini karena melihat bidadari ciptaanmu yang secantik ini? Donghae berkata dalam hati.

“Bagaimana kabarmu Oppa? Sepertinya lama kita tidak bertemu,” ujar Jullie yang memecah lamunan Donghae. Donghae tersadar, dia sudah terlalu fokus mengamati gadis cantik itu dari tadi.

“Ah ne, lama kita tidak bertemu. Aku sibuk akhir-akhir ini mempersiapkan konser kami yang tinggal beberapa hari lagi,” jawab Donghae seraya menerima buku menu yang diserahkan pelayan padanya.

Setelah selesai memesan makanan, Donghae mengamati Jullie lagi. Sedikit murung, tidak seperti biasanya.

“Jullie-ya, gwenchanayo?” tanya Donghae dengan nada khawatir. “Apa kau tidak suka restoran ini?”

Ani Oppa, aku suka restoran ini. Aku hanya memikirkan Jihae,” jawab Jullie yang memaksakan tersenyum.

“Apa ada masalah dengan kondisi Jihae?” Donghae semakin khawatir.

“Tadi pagi dia sempat kritis.. Dia memang sering kritis seperti ini, tapi entah mengapa saat ini aku sangat takut,” suara Jullie bergetar berusaha menahan tangis.

Jinjjayo? Kenapa kau tidak katakan saja padaku? Kau bisa membatalkan makan malam ini kalau kau ingin menemaninya di rumah sakit.”

“Tidak perlu Oppa. Aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Hanya saja sekarang perasaanku sedikit berlebihan,” Jullie memaksakan senyumnya yang justru terlihat getir. Donghae tahu benar Jullie sedang sedih, apalagi hal itu menyangkut Jihae. Donghae jadi teringat kata-kata Jullie pada saat dia mengantar Jullie pulang waktu itu, ‘jika masih ada orang yang kucintai disini, aku akan tetap tinggal’. Saat itu orang yang dicintai Jullie adalah Jihae.

Sepertinya Jihae harus mulai berbagi denganku. Tapi, apakah ini saat yang tepat untuk menyatakan perasaanku? Aku ingin dia mendengar pernyataanku dengan perasaan bahagia, bukan sedih seperti ini, batin Donghae.

Donghae terus menatap Jullie yang sedang menunduk dan memencet tombol-tombol ponselnya. Terlihat sekali dia sedang khawatir. Dia tidak bisa melakukannya sekarang. Sepertinya kau harus bersabar Donghae-ya, tunggu saat yang tepat, batin Donghae.

Geunde, dalam rangka apa kau mengajakku makan malam Oppa? Tadi aku tanya di telepon kau tidak mau menjawab,” Jullie mulai mengalihkan pembicaraan, mungkin agar tidak menambah perasaan sedihnya.

“Aku hanya ingin ditemani makan disini saja. Member yang lain sibuk, jadi aku minta kau menemaniku,” untunglah otak Donghae bisa berputar cepat dan menemukan alasan yang lumayan masuk akal.

**

Makanan yang mereka pesan datang. Jullie memesan Lasagna yang dicampur dengan ikan salmon, sedangkan Donghae memesan Risotto. Saat sedang menyantap makanan mereka, Jessica teringat percakapan yang ia dengar di taman kemarin. Ia memandang Donghae yang sedang menyuapi makanan ke mulutnya sambil menunduk.

Oppa…”

Ne?” jawab Donghae mengalihkan perhatiannya pada Jullie.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu? Sedikit pribadi jika Oppa tidak keberatan,” jawab Jullie hati-hati. Bagaimanapaun juga dia masih harus tetap minta ijin kalau itu menyangkut hal pribadi Donghae.

“Kemarin aku sempat mendengar percakapan beberapa ELF. Mereka menyebut-nyebut nama Oppa dan Jessica. Bolehkah aku tahu Jessica itu siapa?” lagi-lagi Jullie melontarkan pertanyaan dari mulutnya dengan hati-hati.

Donghae meletakkan sendoknya dengan rapi, melipat kedua tangan di atas meja, kemudian ia hanya menatap Jullie. Suasana tiba-tiba menjadi hening dan canggung. Keadaan yang sungguh tidak mengenakkan.

“Kalau Oppa tidak mau menjelaskan, tidak apa-apa,” tiba-tiba Jullie dihinggapi perasaan bersalah, jangan-jangan nama Jessica bukan nama yang indah baginya. Siapapun tidak suka masa lalu mereka yang buruk di ungkit kembali.

TBC🙂

Haduh, part ini benar2 kacau, tp mudah2an readers suka..

Nana, pinjam tokoh Sungmin sm Vega sebentar y.. ntar d balikin lagi(?)
Yang udah baca, saya harus lihat jejaknya. Arraseo?
Gomawo..^0^

Posted with WordPress for BlackBerry.

16 thoughts on “My Love, Saranghaeyo ~Part 6 (FanFic by Rryfishy)

  1. Like usual first commentator hehehehehe

    Omona kaget liat nama Vega muncul disana hehehehe kalo yang bernama Vega tau bisa kesenangan tuh dia hihihihi

    Semakin penasaran jadikah Hae sama Jullie hehehhe

    • always be d’1st commentator..hihiiiii..

      Lho, ada Vega aslinya toh? Ottokhae..*ngumpet
      salam kenal aja dch buat Vega,🙂

      Part2 terakhirnya author dh mulai galau nih.. heheee…

      *nana… itu nama sy salah lagi… hiks..~.~

      • Hihihihihihi kan abis posting langsung dikomen deh :p

        Sebenernya nama Vega itu nama samaran salah satu sahabatnya Nana aja hehehehehe

        Jiah, biasa tuh penyakit kalo udah menjelang ending, langsung deh galau ngga jelas :p

        Namanya udah dibenerin… Mianhae *bow*

    • udah mulai suka ceritanya y..?? Gomawo *bow

      mksdnya cpetin keluar part selanjutnya?
      sy usahakan y,, tunggu mood nulis muncul dulu #PLAK

      suka yg ribet y? klo sy sbenarnya malah lebih suka yg gak terlalu ribet tp biasanya readers emank suka yg ada konflik biar penasaran trus

      Gomawo y dh ninggalin jejak..:)

  2. aku masih bingung sama part yg kemarin nih..
    yg hae mergokin ciuman itu..
    alurnya bingung saya..
    ayo kasih pencerahan dong..

  3. udah baca part2 yg sebelumnya? koq g ada jejaknya y…

    waktu hae mergokin mereka ciuman, otomatis hae langsug marah donk.
    tapi hae hanya bisa membanting pintu dan langsung pergi gitu aja.
    nah POV selanjutnya itu POV ceweknya hae, dia cuma bisa lihat hae yang pergi gitu aja tanpa bilang apa2..

    udah gak bingung lagi kan?
    mian ya klo agak susah di mengerti🙂

    gomawo udah ninggalin jejak di sini..^0^

  4. oalah.. itu nyambung ya? maaf ya, readernya aja nih yang bego..
    yayaya, baru ngeh sekarang klu bunyi ‘ceklek’ yg di part 4 itu nyambung sama part 5.. haha..
    iya, abisnya saya bacanya ngrapel dari awal, jdinya baru komen disini..
    mianhada.. =)

  5. Ehmm msh penasaran ma inho,,
    inho ni mantan jessica bkanya???

    klo y sungguh ksian Donghae. g Jessica,Julie pun drusak..
    kyaknya dendam bner c Inho ma Hae.

    Hayo niatnya mw ungkapin jdnya kacau smw nih..hikz hikz..

    • klo di lihat POV nya Jessica, udah ketahuan Inho itu siapa
      tapi mmang author blm nunjukin titik terangnya..*jiah..bhs apaan tuh

      sebenarnya hubungan Inho n Jullie msh ada hubngannya sm Hae & Jessica..

      iya tuh, Hae mau udh mau ngungkapi tp gak jd, harus nunggu wktu yg tepat

      gomawo dwi udh mau baca n ninggalin jejak..:)

  6. udah baca….

    tinggal ninggalin koment…

    tapi koment apa ya??

    yaaa yang kalsik aja deh.. >> di tunggu lanjutannya😛

  7. Baru sempat baca ^^ ninggalin komen dulu^^

    Itu Inho selalu mengganggu aza *reader emosi* keke…

    Penasaran, penasaran ^^ ditunggu lanjutannya ^^ Hwaiting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s