My Love, Saranghaeyo ~Part 5 (FanFic by Rryfishy)

Annyeong..
Mianhae, FF ini munculnya lamaaaa. Itu dikarenakan saya sedang tidak mood menulis karena satu dan lain hal. Kalau ada yang lupa ceritanya silahkan baca lagi part2 sebelumnya,, heee..🙂 Komennya jangan lupa y..
Selamat membaca..^^

***

PART 5

AigooYeojachinguku ini pintar sekali.”

Tiba-tiba tak ada suara lagi dari dalam. Hening. Donghae masih menunggu percakapan selanjutnya tapi sia-sia. Tak ada percakapan lagi. Donghae merasa sesuatu yang tak baik sedang terjadi di dalam.

CEKLIKK..

Donghae membuka pelan pintu itu agar ia bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam dengan jelas. Seketika itu napasnya tercekat, matanya terbelalak dan wajahnya menegang menahan emosi. Sungguh, ia tidak siap melihat apa yang ada di hadapannya sekarang. Gadis yang dicintainya itu sedang mencium mesra pria lain tepat di hadapannya. Mereka berdua yang sedang asyik dengan dunia mereka sendiri tidak menyadari kehadiran Donghae. Donghae ingin bersuara tapi suaranya seolah-olah tertahan di ujung tenggorokan. Matanya mulai memerah dan raut wajahnya tegang dan terlihat menakutkan. Sungguh, kepalanya terasa berat saat ini ketika melihat semuanya. Donghae tidak bisa menyaksikan hal ini lebih lama lagi, dia harus pergi dari tempat itu sebelum tangannya yang sudah terkepal ingin menghantam sesuatu benar-benar menghantam salah satu dari kedua orang di depannya. Donghae berbalik meninggalkan ruangan dengan perasaan sangat hancur.

***

Buummm… Suara dentuman pintu berhasil membuat dua orang di dalam ruang itu terlonjak kaget. Ternyata ada yang melihat mereka. Gadis itu mulai ketakutan. Ia segera berlari keluar, dan ia melihat seorang pria yang sedang berjalan membelakanginya. Pria yang sangat ia kenal.

O-Oppa…”

*Flashback end

***

Donghae menyusuri lorong rumah sakit dengan wajah berseri-seri. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya. Hari ini ia hendak bertemu Jihae dan tentu saja bertemu Jullie. Sejak terakhir kali bertemu Jullie saat mengantarnya pulang, Donghae ingin rasanya segera bertemu dengannya lagi. Entahlah, seperti ada yang dirindukan dari sosok gadis manis itu.
Setelah mengunjungi Jihae beberapa saat ia berencana menghampiri Jullie di ruangannya. Beruntung karena belum sempat Donghae mengetuk pintu, Jullie sudah membuka pintunya dari arah dalam. Donghae sempat salah tingkah saat Jullie memergokinya sudah berada di depan pintu.

Oppa, Annyeonghaseyo… Apa yang Oppa lakukan disini? Apakah Oppa ada janji dengan salah satu dokter disini?” tanya Jullie yang sempat kaget melihat Donghae di depan ruangannya. “Annyeong Jullie-ya. Aku baru menjenguk Jihae dan mau langsung pulang,” jawab Donghae berusaha mengatur ekspresinya setenang mungkin.

“Tapi kan disini bukan jalan menuju pintu keluar masuk Oppa…”

“A-Aku hanya ingin jalan-jalan sebentar di rumah sakit ini baru pulang,” Donghae menemukan alasan yang kurang tepat karena Jullie langsung mengerutkan dahi. “Aku mau makan siang, kau mau ikut makan siang denganku?” Donghae langsung mengalihkan pembicaraan daripada dia terus diserang pertanyaan-pertanyaan dari Jullie.

“Hhmm…” Jullie terlihat berpikir sebentar. “Baiklah, Kajja.”

“Kita makan di kantin saja. Kata Wookie ada makanan yang enak di kantin rumah sakit ini,” usul Donghae saat mereka sudah meninggalkan ruangan Jullie.

Andwae, sebagian besar perawat disini adalah ELF, bayangkan kalau mereka melihat kita? Kita makan di restoran depan saja, disitu lumayan sepi dan ada meja yang tersembunyi,” Jullie menunjuk arah depan dengan wajahnya.

“Aku ingin makan di kantin,” seru Donghae.

Sireo, kita makan di restoran depan saja,” Jullie pun tidak mau kalah.

“Kantin saja…”

“Restoran saja…”

***

Tidak ada yang mau mengalah, mereka terus saja bertengkar seperti anak kecil yang sedang berebut permen. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka sejak tadi. Tatapannya dingin dan tersungging senyum sinis begitu melihat keakraban mereka.

“Jadi dia wanita yang sedang dekat denganmu saat ini Donghae-ya. Baiklah, kita lihat saja nanti,” ucap laki-laki itu yang lagi-lagi tersenyum penuh kepuasan.

***

Hari itu Jullie ingin sekedar menyegarkan pikirannya dengan berjalan-jalan bersama Sendy yang kebetulan saat ini sedang berada di Seoul. Mereka memilih mall supaya bisa sekalian berbelanja. Setelah lelah menjelajahi isi mall, perut mereka minta diisi. Mereka makan di salah satu restoran Indonesia.

“Jullie, kau ingin makan apa? Biar aku yang pesan,” tanya Sendy saat mereka sudah menemukan meja yang kosong.

“Aku pesan sate saja.”

“Baiklah. Kau tunggu disini sebentar,” ucap Sendy sembari berjalan meninggalkan Jullie.

Ddrrrttt…. Ponsel Jullie bergetar.

From : Donghae Oppa
“Selamat makan siang…”

Jullie tersenyum melihat pesan itu.

Reply :
“Bagaimana kau bisa tau aku sedang makan?”

From : Donghae Oppa
“Kontak batin. Selamat makan. :)”

Senyum Jullie semakin lebar. Memang akhir-akhir ini dia dan Donghae sudah sering berkomunikasi. Hampir setiap hari Donghae mengirimi pesan walaupun hanya sekedar menanyakan kabar. Bagi Jullie, ada perasaan berbeda keteika membaca pesan-pesannya. Jujur Jullie kagum dengan kepribadian Donghae. Pria yang sopan dan hangat.

“Aaaawwww…” Jullie meringis ketika segelas minuman hangat tumpah dan tepat mengenai dirinya.

“Maaf, saya tidak sengaja. Tolong maafkan saya,” ucap seorang pria sambil membungkuk 90 derajat.

Gwaenchana,” kata Jullie mengibas-ngibas bajunya yang basah.

Jeongmal mianhae,” ujar pria itu dengan wajah bersalah dan terus membungkukkan badan.

Ne, Gwenchana. Kau boleh pergi sekarang,” ucap Jullie tenang yang menyiratkan bahwa dia tidak terlalu peduli dengan hal itu. Apalagi hal itu dilakukan tanpa sengaja.

Ne, Kamsahamnida…”

Pria itu kemudian pergi bersamaan dengan datangnya Sendy.

“Kenapa bajumu jadi basah begitu?” tanya Sendy begitu melihat baju Jullie yang sudah basah dari mulai bahu sampai bagian depan.

“Tadi ada seseorang yang tidak sengaja menumpahkan minumannya. Sudahlah, sebentar lagi pasti kering,”
Sendy tesenyum mendengar perkataan Jullie. Sahabatnya ini memang tidak suka mempersalahkan hal-hal ‘kecil’ seperti ini.

***

Bruukkk…

Jullie menabrak seseorang di lorong rumah sakit karena dia berjalan sambil menunduk.

Mianhae,” kata Jullie sambil membungkuk.

“Oh, bukankah kau yang gadis yang tanpa sengaja kutumpahkan minuman kemarin?” tanya laki-laki itu dengan wajah terkejut dan telunjuknya terarah kepada Jullie.

“Oh, annyeonghaseyo…” sapa Jullie ramah.

“Aku Joo Inho, panggil saja Inho,” kata pria itu sambil mengulurkan tangan.

“Aku Jullie,” Jullie membalas uluran tangan Inho.

“Apakah kau seorang dokter? Berarti aku harus memanggilmu dr. Jullie,” tanya Inho karena melihat Jullie menggunakan jas putih.

Aniyo, aku masih calon dokter.”

“Hhmm… Baiklah, untuk menebus kesalahanku kemarin, aku ingin mengajakmu makan siang.”

Mianhae Inho-ssi. Aku masih harus mendampingi dokter untuk mengunjungi pasien.”

“Berapa lama? Aku akan menunggumu.”

“Kau tidak perlu berbuat seperti itu. Aku sudah melupakan kejadian itu.”

“Kumohon, kalau kau menolakku aku akan terus menerus merasa bersalah. Jebal…” Wajah Inho mulai memelas. Akhirnya Jullie menyerah.
“Baiklah, tunggu aku di lobi 30 menit lagi. Aku harus pergi sekarang Inho-ssi, annyeong…”

Ne, annyeong…”

Senyum lebar tersungging di bibir Inho setelah Jullie pergi.

30 minutes later…

Jullie dan Inho sudah duduk di restoran depan rumah sakit. Inho mempersilahkan Jullie memesan apapun yang dia mau. Saat mereka asyik menyantap hidangan mereka, ponsel Jullie bergetar.

From : Donghae-Oppa
“Sudah waktunya makan siang. Apa kau sudah makan?”

Replay
“Saat ini aku sedang makan. Apakah Oppa sudah makan?”

From : Donghae
“Aku sedang makan bersama member yang lain. Kau makan bersama siapa?”

Replay
“Kemarin ada seseorang yang tanpa sengaja menumpahkan minumannya ke bajuku. Dia ingin menebus kesalahannya dengan mentraktirku makan.”

From : Donghae-Oppa
“Oh, baiklah. Selamat menikmati makananmu…”

Replay
“Ne, Oppa juga.”

“Apakah itu pacarmu?” tanya Inho yang sedari tadi memperhatikan Jullie.

“Itu temanku,” jawab Jullie singkat dan melanjutkan makannya.

“Sepertinya menyenangkan jika kita bisa berteman.”

“Tentu saja, aku suka punya banyak teman.”

“Kalau begitu kau tidak keberatan memberiku nomor ponselmu.” kata Inho sambil menatap Jullie dan tersenyum kecil.

“Tentu saja.”

***

SM Town Concer tinggal beberapa minggu lagi. Seluruh artis SM semakin giat melakukan latihan. Entahlah, ini hanya perasaan Jessica saja atau memang benar, Donghae akhir-akhir lebih kelihatan ceria dan sangat bersemangat. Apapun alasannya, Jessica senang melihat mantan pacarnya itu bahagia. Dia ingin sekali mendengar kabar bahagia itu dari mulut Donghae, tapi dia masih belum berani mendekatinya. Satu-satunya cara adalah menanyakan kepada Eunhyuk, karena Eunhyuklah yang paling tahu tentang kisah Donghae dengannya. Dan Eunhyuklah yang paling tahu bahwa sebenarnya Jessica sangat tersiksa melihat Donghae yang tidak bisa melupakan kisah pahit dengannya.

Oppa, aku dengar penggemarmu sangat banyak di Eropa, apakah itu benar?” Jessica mulai berbasa-basi ketika melihat Eunhyuk yang sedang duduk sendirian di pojokan.

Geureom, orang setampan aku mana mungkin tidak punya penggemar,” jawab Eunhyuk yang terlalu percaya diri.

Aish… Aku menyesal menanyakan ini,” Jessica memalingkan wajahnya begitu mendengar jawaban Eunhyuk. Sedangkan Eunhyuk terkekeh pelan setelah berhasil mengerjai Yeodongsaengnya itu.

Oppa, apakah aku boleh bertanya sesuatu tentang Donghae Oppa? Tapi Oppa harus berjanji tidak akan memberitahu Donghae Oppa? Ok?”

Arasseo… Tapi bukan berarti gratis? Ada imbalannya,”

Mwo?” ternyata benar kalau Eunhyuk Oppa itu pelit, pikir Jessica. “Apa imbalannya?”

Poppo…” Eunhyuk menjawabnya dengan tatapan menggoda.

“Yaaaaaa… Dasar Oppa Yadong,” pekik Jessica.

“Hahahahhahaaaaa… Aku hanya bercanda. Baiklah kau ingin menanyakan apa?”

“Akhir-akhir ini aku melihat Donghae Oppa semakin ceria dan sering tertawa lepas tidak seperti biasanya. Aku harap ada berita baik. Apakah ada sesuatu yang terjadi? Atau kalau bisa aku tebak, ada seseorang yang sudah mengisi hatinya?”

“Sebenarnya memang ada seseorang di hati Donghae sekarang, tapi mereka masih berteman saat ini,” jawab Eunhyuk sambil menuangkan air mineral ke dalam mulutnya. Ekspresi Jessica berubah seketika, senyumnya terbuka lebar, matanya berbinar-binar menyiratkan dia bahagia mendengar hal itu.

Jinjja? Siapa gadis beruntung itu Oppa? Apapun alasan yang membuat Donghae Oppa bahagia, aku pun ikut bahagia.”

“Namanya Jullie. Kau ingat kan dulu Donghae pernah menjadi pengiring pengantin di pernikahannya Sungju Hyung? Jullie adalah pasangan Donghae waktu itu. Disitulah mereka berkenalan.”

“Ow… Gadis itu. Aku ingat. Bukankah mereka berdua pernah diterpa gosip karena mereka sangat serasi?” tanya Jessica tanpa melihat wajah lawan bicaranya. Eunhyuk hanya mengangguk. “Baiklah Oppa, itu sudah cukup, bye…” Jessica langsung berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Eunhyuk yang melongo melihat tingkahnya.

“Yaaakk… Jessica, mana imbalannya?” teriak Eunhyuk pada Jessica yang berjalan menjauh dan pura-pura tidak mendengarkan teriakannya.

***

Jullie menutup ponselnya dan mulai berpikir. Joo Inho. Pria itu yang baru saja meneleponnya. Akhir-akhir ini Jullie sering bertemu dengannya tanpa sengaja. Entah apa itu kebetulan atau adakah hal lainnya, Jullie sendiri tidak mengerti. Tetapi Jullie merasakan itu semua bukan kebetulan semata. Jullie tidak ingin berprasangka buruk pada orang yang baru dikenalnya. Inho semakin sering menghubungi Jullie, bahkan Inho pernah mengirimkan sebuket mawar ke rumah sakit untuk Jullie.

Tadi Inho menelepon ingin mengajak Jullie makan malam di sebuah restoran. Sebenarnya Jullie menolak, tapi kata Inho ini adalah restoran milik sahabatnya yang baru dibuka, sekalian promosi. Akhirnya Jullie pun menyetujuinya.

***

Malam ini Sungju dan Inn Nha mengadakan makan malam bersama sekaligus sebagai acara perpisahan karena beberapa hari lagi mereka resmi pindah ke Jepang. Tentu Sendy dan Jullie juga akan hadir. Tapi kata Inn Nha, Jullie sudah punya janji dan masih berusaha untuk datang malam ini. Donghae ingin bertemu langsung dengan Jullie untuk memastikannya. Donghae mengetuk pintu ruangan Jullie pelan. Terdengar suara seorang wanita yang sangat akrab di telinga Donghae untuk menyuruhnya masuk.

Oppa, annyeonghaseyo. Lama tidak bertemu,” sambut Jullie dengan senyumnya yang lebar.

Annyeong Jullie-ah. Apakah aku mengganggumu?” begitu lega melihat Jullie lagi. Bahagia melihat senyumnya yang selalu membuat Donghae rindu padanya. Walaupun cuma sebulan mereka tidak bertemu, itu terasa sangat lama bagi Donghae. Jadwal latihan benar-benar menguras waktunya.

Aniyo Oppa, aku sedang istirahat. Ada apa datang kemari?”

“Sungju Hyung dan Inn Nha Nuna mengajak kita makan malam bersama sebelum keberangkatan mereka ke Jepang. Kau akan datang kan?”

Jullie menarik napas dan menghembuskannya pelan, “Sebenarnya aku sudah membuat janji dengan seorang teman. Tapi sepertinya itu bisa diatur. Makan malam dengan temanku masih bisa dilakukan lain kali, sedangkan dengan Sungju Oppa dan Inn Nha Eonni kita tidak tahu kapan bisa makan bersama lagi.”

Donghae menatap Jullie dengan kening mengkerut, “Teman? Siapa? Sudah pasti itu bukan Sendy karena Sendy akan ikut nanti malam. Setahuku kau tidak punya banyak teman disini.”

Oppa ingat waktu aku bilang ada seseorang yang tidak sengaja menumpahkan minumannya ke bajuku? Kami berteman sekarang dan dia mengajakku makan malam di restoran sahabatnya yang kebetulan baru dibuka. Katanya sekalian promosi, hee…” jawab jullie sumringah.

“Temanmu itu yeoja atau namja?” Sial! Kenapa Donghae menanyakan hal itu? Apakah dia ingin Jullie tahu bahwa saat ini dia sedang tidak rela atau bahasa lainnya adalah cemburu?

Namja,” Jullie menjawab dengan suara rendah.

Setelah itu mereka diam beberapa saat, larut dalam pikiran mereka masing-masing.

“Siapa namanya?” tanya Donghae memecah keheningan di antara mereka.

“Inho. Joo Inho.”

Donghae kembali diam. Joo Inho? Apakah dia Joo Inho yang… Ah, ada banyak orang di Korea yang bernama Joo Inho. Donghae menggelengkan kepalanya.

Geunde, bagaimana keadaan Jihae? Sebenarnya aku ingin menjenguknya sekarang, tapi sebentar lagi aku harus sudah ada di ruang latihan,” tiba-tiba Donghae teringat akan Jihae.

“Secara fisik keadaannya semakin parah. Tapi secara mental dia menjadi lebih baik,” ekspresi Jullie yang datar menyiratkan dia tak tahu harus sedih atau senang karena ada kabar buruk dan ada kabar baiknya.

“Secara mental dia menjadi lebih baik? Maksudnya?” Donghae benar-benar tidak mengerti.

“Produksi sel darah putihnya sangat tidak terkontrol hingga mengganggu fungsi sel darah yang lainnya. Tetapi, perasaan Jihae sekarang lebih baik. Dia tidak terlihat depresi, layaknya seseorang yang sedang sakit parah. Jihae, masih seperti anak-anak pada umumnya yang selalu asyik dengan dunia mereka sendiri. Tentu saja ditemani kalian melalui lagu-lagu yang dia dengar setiap hari,” Jullie tersenyum getir ketika menceritakan keadaan Jihae. Bagaimanapun dia sangat kagum dengan anak itu. “Kunjungilah dia sebelum kau berangkat ke Erop,a Oppa.”

“Tentu saja, aku akan menjenguknya. Baiklah aku harus pergi. Sampaikan salamku pada Jihae,” sambung Donghae seketika. Mungkin saja air matanya sudah jatuh kalau ia tak berusaha kuat menahannya. Donghae memang sensitif bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Buktinya sewaktu training dulu dia pernah menangis di kamar mandi gara-gara dikerjai Eunhyuk dan Junsu.

Dalam perjalanan dari rumah sakit, Donghae terus berpikir. Joo Inho. Apakah dia orangnya. Jika benar dia orangnya, apakah dia ingin mengganggu hidupku lagi? Aishh… Kenapa aku jadi gelisah seperti ini? Tapi, belum tentu dia orangnya. Ayolah Lee Donghae, kau harus positive thinking, Hwaiting!!! Donghae sedang menyemangati dirinya sendiri.

***

Suasana makan malam sangat meriah. Semua member Suju datang, Sendy juga sudah datang, sedangkan yang punya acara, Sungju dan Inn Nha sudah datang sejak awal. Kata Sendy, Jullie masih harus menemui temannya, setelah itu dia akan langsung datang. Menghubungi ponsel Jullie daritadi, tapi yang terdengar hanyalah suara operator yang bilang bahwa ponsel Jullie tidak aktif. Kemana Jullie? Apakah dia menemui Inho dan melupakan acara ini? Donghae mulai berpikir macam-macam.

Annyeonghaseyo… Maafkan saya datang terlambat. Makanannya belum habis kan?” canda Jullie begitu sampai di restoran.

Donghae menghembuskan napas lega begitu melihat kedatangan Jullie. Jullie duduk tepat disamping Donghae karena hanya itu kursi yang tersisa.

“Kenapa ponselmu tidak aktif?” tanya Donghae setengah berbisik.

“Bateraiku habis, Oppa.”

Nuna, kau selalu datang terlambat. Ingat saat kita pertama bertemu dulu? Kau datang paling akhir tapi kau pulang paling cepat,” keluh Kyuhyun. Yang lainnya terkekeh mendengar keluhannya.

Mianhae… Asal makanannya tidak dihabiskan oleh Shindong Oppa, aku pasti datang,” ujar Jullie yang membuat seisi ruangan tertawa renyah.

Shindong tidak bisa berkata apa-apa karena mulutnya saat ini sedang penuh terisi makanan. Dia hanya tersenyum malu kemudian melanjutkan lagi acara makannya.

***

Di sudut restoran ada seorang pria sedang mengawasi sekumpulan orang yang terlihat bahagia. Mereka tertawa renyah, seolah-olah tanpa beban. Berbeda dengan dirinya yang dipenuhi beban karena terlalu banyak rasa dendam. Pria itu menggunakan kacamata hitam dan topi sehingga menyamarkan penglihatan terhadap dirinya.

“Silahkan kalian bersenang-senang malam ini…” ucap pria itu dingin.

TBC

Posted with WordPress for BlackBerry.

12 thoughts on “My Love, Saranghaeyo ~Part 5 (FanFic by Rryfishy)

  1. First commentator kan? Hihihihi tentu aja :p

    Cie… Cie Donghae udah mulai pendekatan nie sama Jullie, ayo jangan lama-lama ntar keburu disamber orang *jemuran kali disamber orang* hahahahaha

    Aduh itu Inho sopo mene toh? Kok ya suka banget ganggu ketentraman idupnya Mas Ikan hahahahaha

    • Nana always be the 1st commentator,, hihiiii…

      Inho itu masih terkait masa lalunya Donghae, selengkapnya ada d part selanjutnya..
      Makasih Na, dh posting n commen..^^
      btw, nana bs bhs jawa y..??

  2. Nana always be the 1st commentator,, hihiiii…

    Inho itu masih terkait masa lalunya Donghae, selengkapnya ada d part selanjutnya..
    Makasih Na, dh posting n commen..^^
    btw, nana bs bhs jawa y..?? hohoooo..

    • Hehehehehe secara diriku yang posting dan kebetulan saat itu koneksi lagi bagus, jadi bisa langsung komen h:p

      Halah itu orang masa lalu kenapa balik lagi sie?

      hehehehehe kalo pernah baca I Got You pasti tau jawabannya, diriku memang memiliki darah jawa :p

  3. lg2 masa lalu..
    bru tw msalalu Donghae yg ptahhati,
    ni ada lg yg bru..ckckckck
    Haeoppa bnyak sx msalalu mu!!!

    tp seneng deh liat Julie ma Hae mulai deket..!!!

    dtggu nih konfliknnya antara Hae n Inho…
    >>>-*_*-<<<

    • wah.. suka yg banyak konflik y..^^
      memank konflik d sini terkait masa lalunya Hae..

      makasih y dh baca n ninggalin jejak..^0^

  4. ini cerita yg udahhhhh lamaa bgt gw nantiin *ga sadar sama ceritanya sendiri* hahahahaha

    seruuu nihh!!

    • mianhae eonni, munculnya lama..~.~
      wkwkwkkk..sya jg menantikan lanjutan FF eonni koq
      n makasih udah baca n ninggalin jejak *bow

  5. akhirnya muncul juga lanjutan’y ^^

    hmm… donghae oppa ternyata pernah patah hati ^^ tapi jgn mpe patah hati lagi tuch, siapa itu Inho tiba2 muncul?

    author ditunggu ya lanjutan’y ^^

    • siapa Inho ada d part selanjutnya,,
      part selanjutnya dh ada koq, hee..

      gomawo dh baca n ninggalin jejak..^0^

    • gomawo yach udah komen..

      lanjutannya udah ada tuch n udah bisa d baca..
      jgn lupa komen lg y..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s