Star for My Heart ~Part 5 (FanFic by Violetkecil)

Part 5

“Kau dimana?” tanyaku panik ketika kudengar dia hanya menangis sambil mengangkat teleponku.

“Kau dimana? Aku akan ke sana.”

Aku semakin panik. Minah tidak menjawab dan kudengar dia hanya menagis. Sepertinya aku tahu dimana dia berada. Aku bergegas menemuinya.

***

Aku jatuh berlutut di lantai kamarku dan tanpa kusadari air mataku jatuh. Mengapa mereka begitu mudahnya mengakhiri hubungan yang sudah berpuluh tahun? Aku masih berusaha menerima jika mereka berpisah tapi kenapa harus dengan cara seperti ini? Aku keluar dari apartemenku, aku tidak tahu mau kemana dan hanya mengikuti langkah kakiku saja. Dan lagi, untuk kesekian kalinya aku menumpah semua kesedihanku di tepian Sungai Han. Suasana di sana tampak sangat sepi dan aku pun menangis sejadi-jadinya. Ada yang meneleponku tapi aku tidak bisa berkata apa-apa karena dadaku terasa sangat sesak.

Tanpa kusadari hujan turun, aku tidak ingin beranjak pergi hingga seseorang menelungkupkan jaketnya di kepalaku dan memelukku. Aku semakin menangis di pelukannya. Pelukan yang begitu hangat di tengah derasnya derai hujan. Aku tahu ini pasti Wookie Oppa. Setelah itu aku tidak ingat apapun yang terjadi.

“Aww… Kenapa kepalaku terasa pusing sekali?” keluhku.

Aku memegang kepalaku dan mengerjapkan mataku yang silau terkena sinar matahari. Kepalaku terasa sangat sulit untuk digerakkan. Aku mencoba untuk duduk tapi tidak bisa. Pandanganku tiba-tiba tertuju pada sosok yang tertidur di kursi di samping tempat tidurku. Aku memandang wajahnya. Pasti dia yang sudah membawaku pulang dan menjagaku semalaman.

Oppa,” ucapku lirih.

“Kau sudah bangun?” tanyanya terkejut.

“Maaf… Aku jadi membangunkan Oppa,” ucapku.

“Bagaimana perasaanmu? Demammu sudah turun?” tanyanya sambil memegang dahiku.

Aku memegang tangannya, “Terima kasih Oppa. Tapi bagaimana Oppa bisa masuk?”

“Aku menebak-nebak passwordnya dan ternyata benar. Terima kasih,” jawabnya sambil mengelus lembut rambutku.

Wajahku rasanya mulai memerah lagi. Aku malu. Seminggu yang lalu aku menggantinya dengan tanggal lahir Wookie Oppa. Tiba-tiba aku merasakan kepalaku semakin sakit dan pandanganku mulai kabur.

“Minah-ssiGwencanayo?” tanyanya khawatir melihatku. Aku tidak sanggup menjawab pertanyaanya karena kepalaku rasanya sakit sekali.

“Aku harus membawamu ke rumah sakit,” katanya panik. Wookie Oppa mengambil kunci mobilnya dan langsung menggendongku di punggungnya. Setelah itu aku tidak tahu apa lagi yang terjadi.

There’s no one like you, even if I look around it’s just like that, where else to look for?
A good person like you, a good person like you, with a good heart like you, a gift as great as you
How lucky that I’m the person who will try his hard to protect you, where else to look for?

***

Aku mengemudikan mobilku dengan cepat. Aku berharap dia benar-benar berada di tempat yang sekarang aku tuju. Hujan tampak mulai turun. Aku menjadi sangat khawatir dan panik.

“Minah, kau dimana?” batinku.

Kepanikanku semakin menjadi ketika kulihat Minah berdiri di tengah derasnya hujan. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke arahnya dan menelungkupkan jaketku di kepalanya. Aku memeluknya dan dia terisak di dalam pelukanku.

“Aku mohon berhentilah menangis,” pintaku.

You were in my embrace
As we listened to the sound of the winter waves
But now that noise is washed away with these tears
Don’t cry, look at me

Aku ingin membawanya ke mobil tapi dia sama sekali tidak beranjak dan kemudian justru jatuh pingsan. Aku pun menggendongnya ke dalam mobil. Wajahnya tampak begitu pucat. Jika dibiarkan seperti ini terus bisa-bisa dia sakit. Tapi aku harus membawanya kemana? Aku tidak mungkin membawanya ke apartemen kami. Aku pun memutuskan membawanya ke apatemennya.

“Ya Tuhan. Bagaimana aku bisa masuk?” ucapku panik ketika sampai di depan pintu apartemennya.

Aku mencoba menekan tanggal lahirnya tapi ternyata bukan. Dan entah dapat ide darimana, aku menekan tanggal lahirku dan ternyata benar. Aku tersenyum senang dan segera membawanya ke tempat tidurnya. Dia masih belum sadar. Aku menyelimutinya dengan selimut yang cukup tebal.

“Panas sekali,” batinku ketika memegang dahinya. Aku bergegas mencari kain dan air untuk mengompresnya.

Aku menjaganya semalam penuh tanpa sedikit pun beranjak dari sisinya. Wajahnya tampak begitu pucat. Aku berharap dia akan baik-baik saja setelah ini. Seberat itukah masalahnya hingga menjadi seperti ini?

Aku memandang wajahnya dan membelai lembut rambutnya. Aku sanggup bertahan semalam penuh hanya untuk memadang wajahnya seperti ini.

“Wookie Oppa…”

Aku terkejut. Apa dia memanggil namaku dalam tidurnya? Apakah dia memiliki perasaan yang sama denganku?

Aku tersenyum mendengarnya. Aku merasa sangat bahagia bila berada di dekatnya dan itulah alasan mengapa aku selalu tersenyum untuknya.

***

Aku membuka mataku pelan. Semuanya terlihat berwarna putih. Aku ada dimana?

“Kau sudah bangun?” tanya sebuah suara dan aku pun menoleh.

Oppa?” tanyaku. “Kenapa aku ada di sini?”

“Kau tiba-tiba saja pingsan jadi aku membawamu ke rumah sakit,” jawabnya.

Gamsahamnida Oppa,” ucapku lirih.

Ne, gwencanayo,” jawabnya sambil tersenyum dan menggenggam lembut tanganku. “Cepatlah sehat,” lanjutnya.

“Terima kasih Wookie Oppa. Aku merasa sangat beruntung mengenalmu. Aku beruntung selalu bisa melihat senyummu. Tetaplah tersenyum hangat seperti ini untukku. Aku berjanji akan cepat sembuh,” batinku.

“Minah-ssi, mianhae… Aku harus pulang dulu. Tapi tadi aku sudah meminta Sohee untuk datang menemanimu. Tidak apa-apa kan?”

Ne Oppa, gwencanayo. Tapi Oppa datang lagi kan?” tanyaku penuh harap.

“Iya tentu saja. Cuma pulang sebentar saja,” jawabnya.

Hya! Minah-a kenapa kau bisa sakit?” teriak Sohee mengagetkan kami berdua. Wookie Oppa buru-buru melepaskan genggaman tangannya.

“Sohee, kau ternyata sudah datang. Aku pulang dulu. Tolong jaga Minah dengan baik ya,” kata Wookie Oppa kepada Sohee.

“Minah-ssi cepat sembuh ya,” katanya kepadaku sambil beranjak ke luar kamar.

Sohee menatapku dan Wookie Oppa bergantian. Sepertinya dia sudah siap menginterogasiku setelah Wookie Oppa pergi. Dan ternyata tebakanku benar. Aku menceritakan semua bagian yang aku ingat dan masalah yang sedang aku hadapi.

“Kau yakin akan baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

Ne,” jawabku sambil menghapus air mataku.

Sohee memelukku, “Kau harus kuat. Harus sehat kembali. Kau tidak sendiri. Kau bisa menceritakan apa yang sedang kau hadapi padaku. Masih banyak orang-orang yang menyayangimu di sekitarmu,” ucapnya.

Aku mengangguk pelan. Ya, ada banyak orang yang masih menyayangiku di luar sana. Begitu juga orang-orang yang aku sayangi.

Tiba-tiba ponsel Sohee berbunyi dan ternyata Heechul Oppa yang menelpon.

Oppa, aku sedang menemani Minah di rumah sakit. Iya. Iya. Aku mengerti.”

“Ada apa?” tanyaku pada Sohee.

“Tidak apa-apa. Dia titip salam untukmu. Aku ingin membeli makanan. Tidak apa-apa kan kalau aku tinggal sebentar?”

“Berapa lama?”

“Sebentar saja.”

“Baiklah. Cepat kembali. Aku bisa mati kebosanan kalau sendirian di sini,” rengekku.

Ne. Tapi kau tidak akan sendirian,” jawabnya sambil tersenyum jahil.

Hya!!! Sohee!!” teriakku. Tapi dia langsung pergi dengan cueknya.

Setelah Sohee pergi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku memandang vas bunga yang ada di meja samping tempat tidurku. Bunga yang cantik. Mawar merah muda kesukaanku.

Tiba-tiba suara derit pintu kamar mengagetkanku. Aku mengernyitkan dahiku. Siapa yang menjengukku dengan menggunakan topeng seperti itu? Orang itu berjalan masuk. Aku semakin memandangnya heran. Tapi bukankah itu? Itu kan kostum yang digunakan Kyuhyun Oppa untuk music video Seoul Song? Tapi tidak mungkin Kyuhyun Oppa melakukan hal konyol seperti itu.

Sosok aneh itu kemudian berhenti berjalan dan mulai melakukan gerakan dance. Aku tersenyum geli melihatnya. Dia berjalan kearahku dan memberiku sebuket bunga. Aku menerima bunga itu. Dia merentangkan kedua tangannya dan membuka topeng yang dia kenakan.

“Kyuppa?” pekikku kaget.

“Hehe… Kau terhibur?”

Ne, gomawoyo Kyuppa. Aku senang sekali,” sahutku senang.

Mianhae… Aku baru tahu kalau kau masuk rumah sakit. Kau sudah makan? Aku bawakan bubur. Enak loh. Ayolah! Kau harus banyak makan biar cepat sembuh,” kata Kyuhyun Oppa sambil mencoba menyuapiku.

Aku menggelengkan kepalaku, “Aniyo, aku tidak mau makan.”

“Ayolah! Kau harus makan.”

Kyuhyun Oppa masih terus saja memaksaku makan. Kali ini aku memberanikan diri untuk menolaknya. Aku sangat tidak suka bubur. Kenapa Kyuhyun Oppa tidak tahu hal itu? Wookie Oppa saja bisa tahu.

Kyuhyun Oppa gigih sekali memaksaku makan bubur walaupun aku tetap menolaknya. Aku menutup mulutku rapat-rapat. Kyuhyun Oppa menatapku sedih.

“Kau harus makan. Kau harus cepat sembuh. Kalau kau sudah sembuh, Kyuppa janji akan menyanyikan semua lagu yang kau minta,” rayunya dengan manis.

“Benarkah?” tanyaku ragu.

“Iya. Tapi kau harus makan. Kalau seperti ini terus nanti lambat sembuhnya. Lalu siapa yang akan menemaniku main game?” tanyanya sambil tersenyum jahil.

Hya! Kyuppa, aku sakit begini masih saja memikirkan game,” kataku dengan cemberut.

Dia tertawa melihatku dan tanpa kusadari dia mengecup sekilas pipiku. Seketika itu juga otakku langsung tidak berfungsi dengan baik. Aku langsung membuka mulutku dan menelan begitu saja bubur yang disuapkan Kyuhyun Oppa. Kyuhyun Oppa terlihat sangat senang.

“Hua… rasanya aku mau pingsan lagi!” teriakku dalam hati.

Tanpa Minah sadari sepasang kaki melangkah gontai. Menjauh dari pintu kamar tempat Minah dirawat. Sebuket bunga mawar merah muda terjatuh di depan pintu itu.

***

To be Continue

Ayo pada komen ^^

Posted with WordPress for BlackBerry.

21 thoughts on “Star for My Heart ~Part 5 (FanFic by Violetkecil)

  1. Wah… Sepertinya diriku mencium bakal ada aroma perseteruan nie antara evil maknae dengan eternal maknae hehehehe

    Enaknya jadi Minah, sakit terus dirawat ma Wookie gitu… Jadi pengen juga *ups Mr Jung manyun* hahahahaha :p

    • hehe… kan sama2 maknae nich oen ^^ unnie mah udah tau selanjutnya gmn ^^ hehe…
      *mohon bantuannya unnie*

      setuju Unnie, saya juga mau jadi Minah ^^ hehe…

      Makasih Unnie udah dipost and dikomen (^_^)v

  2. Huah spa y yg mnjtuhkan sbuketbunga..
    Haduh minah drmu bruntung sx drwat 2namja..
    Sxpun g suka bubur gra2 kissu ktelen jg tuh bubur..
    Mkin seru nich,
    dtggu lanjtan’a..2namja..
    Sxpun g suka bubur gra2 kissu ktelen jg tuh bubur..
    Mkin seru nich,
    dtggu lanjtan’a..

  3. Siap” dulu ahh pake baju lapis baja,takut ada perang ntar….
    Wookie Kyu Wookie Kyu Wookie Kyu Wookie Kyu Wookie Kyu Wookie Kyu Wookie Kyu Wookie Kyu Wookie Kyu Wookie Kyu…..
    Dukung siapa y??
    Minah…Enak bgt ya,sini deh aq ganti’in [d suapin Kyu]…heeee #maunya..

    • ayo dukung siapa?
      Kyuppa atw Wookie Oppa?
      dua2’y aza dech… (loh?)

      saya mah juga mau gantiin Minah, hehe…

      makasih ya udah baca n ninggalin komennya ^^

  4. woaaa Miinah enak bener,, 2namja respect amat ama dia.yg berlangkah gontai tentu Wookie *mulai ngeramal* (⌒˛⌒ )

    • iya, beruntung bgt jd Minah ^^

      wah.. ramalannya bener ga tuch?
      jawabannya ada di part selanjutnya, hehe… ^^

      makasih ya udah baca n ninggalin komennya ^^

  5. Mang wookie kuat gendong yeoja y biz bdnny mut2 sie , kyu ..ck..ck..ck.. dtg tak djmput tau2 nongol gtu ja.. yh dliat wookie d.. bahagiany hny sekejap
    chingu lanjut!!! ^^

  6. ga sabar nunggu kelanjutan.na…

    adegan terakhir kaiag di BBF.. pas geum jan di sama goo jun pyo di rumah sakit.. trus ji hoo dateng… tapi bunga.na ga dijatuhin…

    kug password.na tgl lahir wookie… hmm.. pasti minah suka ya sama wookie….

    • lanjutannya tunggu di post aza sama admin ^^

      ohya? wah, saya koq ga inget lagi adegan di BBF itu ^^ *pelupa*

      eem, Minah bingung nich pilih yang mana, Kyuppa atw Wookie Oppa? *author yg bingung*

      makasih ya udah baca dan ninggalin komen ^^

  7. Pingback: [Chaptered] Star For My Heart | duniavioletkecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s