Polkadot ~Part 7 (FanFic by Sachakarina)

Part-7-

“Bisakah hari ini hanya milik kita? Aku tak ingin berbagi dengan masa lalu.”

***

Dulunya Kencana hanyalah sekedar kekasih pura-pura, tapi keinginan besar untuk menjadikannya kekasih yang nyata seketika terbit di hati Leeteuk.Mari mengorek semuanya dari awal lagi! Apa sebenarnya alasan Leeteuk melakukan semua itu, mengapa dia mengakui Kencana sebagai pacarnya di depan Siwon padahal mereka baru pertama kali bertemu, mengapa Leeteuk mesti sibuk-sibuk mencari Kencana hanya demi berpura-pura menjadi pacarnya (Jika ditilik lebih jauh lagi, Siwon jelas bukan alasan utama), mengapa Leeteuk menuruti semua keinginan Kencana agar tidak menemui Kencana lagi padahal jauh di lubuk hatinya dia tidak mau menuruti semua itu.

Semua karena dia menyukai Kencana. Dia menuruti keinginan Kencana, agar Kencana tidak marah atau jengkel padanya, yang bisa saja membuat Kencana tak pernah lagi ingin menengok kepadanya meskipun itu terpaksa.

Takdir sudah digariskan, jalan memang selalu ada jika sudah saatnya.
Leeteuk masuk ke dalam dorm dengan senyum terkembang. Kyuhyun menyambutnya dengan tatapan heran.

“Kau kenapa, Hyung?” tanya Kyuhyun penasaran.

Aniyo. Aku hanya sedikit lebih bahagia dari hari-hari yang lain.”

“Memangnya ada apa? Mendapat job baru? Tawaran memerankan drama? Atau tawaran menyanyikan salah satu ost drama?” Kyuhyun bertanya panjang lebar.

Hyaa, kau berniat bertanya atau meledekku? Aku baru saja jalan-jalan bersama Kencana dan Rara, sepupunya. Kami ke Lotte World.”

Mwo? Kencana?” Leeteuk mengangguk. “Kalian sudah baikan lagi yah?” Kyuhyun bertanya dengan suara rendah dan lemah.

“Baikan? Kami tak pernah marahan sebelumnya.”

“Tapi Siwon bilang hubungan kalian sedang renggang.” Leeteuk tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Kyuhyun. “Siwon bilang kalian berpacaran.”

Leeteuk tertawa keras, teringat kembali dengan kebohongannya pada Siwon yang bahkan masih berjalan sampai sekarang. “Hyaa, jangan percaya kata-kata Siwon. Itu cuma bercanda, kau ingat kan saat Kencana datang ke dorm kita untuk membawa pakaian dan aku membohonginya bahwa Kencana adalah pacarku? Siwon hanya salah paham.”

“Jadi kalian tidak berpacaran?” tanya Kyuhyun sekali lagi, Leeteuk mengangguk.

Ah, Siwon ternyata memberikan informasi yang salah kepadanya dan bodohnya dia percaya begitu saja. “Tapi sepertinya aku menyukainya!” ucapan Leeteuk membuat Kyuhyun tertegun. Rasa lega itu kemudian menguap. Asa itu lenyap seketika.

Di akhir lamunannya, Kyuhyun memutuskan, meski Kencana tak bisa menjadi pacarnya, mereka kan masih bisa bersahabat.

***

Ish, apa-apaan sih itu?”
Kencana mematikan komputernya sambil menggerutu tidak jelas. Dia baru saja membaca berita yang mengait-ngaitkan Leeteuk dengan salah satu artis lainnya. Pembuat artikel itu mengatakan bahwa Leeteuk terlihat sedang dekat dengan sesama artis, artikel itu dilengkapi foto-foto sebagai bukti kedekatan mereka. Kencana jadi merasa marah, tidak hanya pada Leeteuk tapi juga pada artis wanita itu juga.

Kesalnya terlupakan ketika kiriman paketnya dari Indonesia datang, tidak pikir panjang Kencana langsung membongkarnya. Isi kardus itu ternyata bukan hanya gambar desain tapi juga beberapa barang pribadinya. Kencana menunda waktu bernostalgia dengan segera mencari desain bridal itu.

Kertas itu sudah tampak menguning seiring waktu, itu adalah desain yang Kencana buat saat dia masih SMA. Desain itu digambar seadanya, tampak masih seperti sketsa kasar. Kencana akan memperbaikinya segera. Kencana mengambil dua gambar desain lain yang bisa melengkapi fashion shownya. Akhirnya, urusan desain itu selesai sudah. Kini dia akan fokus pada pembuatan pola dan produksi.

Kencana menemukan sebuah agenda di bagian paling bawah kardus itu. Setelah dia membukanya, dia menemukan kertas berisi gambar sketsa lain yang tidak jelas. Ada angka-angka di setiap sudut kertas itu, mengisyaratkan agar menyusunnya terlebih dahulu jika ingin tahu gambar apa itu. Kencana segera menempelkan gambar itu di dinding sesuai urutan nomor, dia berusaha menghubungkan gambar-gambar seperti sedang bermain puzzle.

Lembaran kesembilan selesai ditempelkan, Kencana sudah bisa membaca benang merah gambar yang pernah dibuatnya. Seketika, Kencana menekap mulutnya dengan tangan. Tubuhnya bergetar. Puncaknya dia roboh ke lantai seolah kakinya sudah tak mampu menyangga lagi. Air matanya ikut jatuh satu persatu.

Telepon Kencana berdering. Dari Bibinya. Kencana mengabaikan telepon itu, tapi beberapa menit kemudian Bibinya menelepon lagi dan lagi. Kencana menghela nafas panjang lalu menyapa pelan.

“Kamu nangis?” tanya Bibi Yura langsung saat mendengar suara aneh Kencana.

“Enggak. Aku baru bangun tidur makanya suaraku kayak gini.”

“Kamu benar tidak kenapa-kenapa kan?”

“Tidak, aku baik-baik aja kok, Bi. Ada apa menelepon?”

“Oh ini, aku mau minta tolong membawakan pakaian lagi ke dorm Super Junior. Kamu bisa?”

“Bisa.” kata Kencana pelan. “Aku langsung ke butik kalau begitu.”

***

Beberapa penggemar Super Junior menunggu di depan dorm Super Junior, mereka melihat Kencana melintas untuk masuk ke dalam dorm.

“Sepertinya aku pernah melihatnya.” kata salah satu penggemar itu.

“Aku juga.” sambut yang lain. “Di mana ya?”

Kedua orang yang merasa mengenal Kencana itu berusaha mengingat-ingat sementara yang lainnya menunggu dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.

“Aku ingat!” teriak yang kedua, semua langsung menoleh ke arahnya. “Aku pernah melihat Kyuhyun Oppa di taman di sekitar stasiun TV tapi dia berlari. Dan dia berlari dengan gadis itu.”

“APAA?” Mereka semua berteriak bersamaan, gabungan suaranya menjadi terdengar sangat dahsyat. Si Kedua mengangguk, benar-benar yakin dengan apa yang diingatnya.

“Dan aku melihatnya di Lotte World, dia bersama Leeteuk Oppa. Aku hanya mengenali gadis itu, aku tak begitu yakin dengan orang yang bersamanya karena orang itu mengenakan topi dan kacamata. Mereka juga bersama seorang gadis kecil.” Gadis pertama tadi akhirnya berhasil mengingat.

“Mungkin benar gadis itu memang bersama Teuki Oppa, sekarang saja dia masuk ke sana dengan mudahnya, sedangkan kita sudah menunggu lama di sini tapi tetap di sini-sini saja.” tambah yang lain.

“Kalian tahu apa yang mereka lakukan? Mereka saling bersuap-suapan es krim. Mereka juga tertawa-tawa mesra.”

“Saat bersama Kyuhyun Oppa, dia juga bersama anak kecil. Mungkin itu anaknya. Apakah dia bermaksud menggaet salah satu dari Oppa kita untuk menjadi ayah dari anaknya?” Mereka mulai berspekulasi.

Mendengar semua itu, semuanya menjadi geram.

“Sial!”

“Dasar!”

“Awas saja, ya!”

“Itu, dia keluar!” teriak salah satu yang membuat yang lain menoleh. Seperti mampu membuat kesepakatan menggunakan telepati, tanpa membuat kesepakatan sebelumnya, mereka semua langsung mendekat ke arah Kencana yang sedang berjalan setengah melamun.

Hyaa!” Kencana menoleh ke kiri dan kanan, tak ada orang lain selain dirinya di sekitar situ. Kencana yakin bahwa gerombolan siswa SMA itu sedang memanggilnya. Kumpulan yang beranggotakan sekitar sepuluh orang itu mendekatinya.

Tanpa Kencana bisa duga, orang-orang itu mulai mengeroyoknya, semua terjadi dalam hitungan detik. Kencana seperti di bawah pengaruh hipnotis sampai dia merasakan rasa sakit yang amat sangat saat rambutnya dijambak tanpa ampun. Ikatan rambutnya terlepas berikut rambut-rambutnya sekalian. Tubuhnya ditarik ke sana-sini, Kencana berteriak kesakitan tapi orang-orang itu tak peduli. Mereka juga berteriak menyumpahi Kencana, berusaha sebaik mungkin agar tak ada bagian dari tubuh Kencana yang selamat dari pukulan, cakaran, jambakan, dan jenis kekerasan lain. Untung saat itu tidak ada air panas, bisa saja Kencana jadi melepuh seketika karena orang-orang itu sepertinya sedang kalap, lupa diri.
Lalu tubuh Kencana ditarik hingga dia menabrak dada Si Penolong.

“Berhenti!” teriakan Kyuhyun berhasil menyadarkan orang-orang itu agar tidak melanjutkan tindakannya yang bisa saja membuat Kencana kehilangan nyawanya. Kencana menenggelamkan mukanya di dada Kyuhyun. Tubuhnya bergetar hebat, badannya remuk redam, rambutnya seperti akan terlepas bersama kulit kepalanya.

Oppa!” penggemar itu berujar bersamaan, tidak menyangka Si Idola muncul menjadi pahlawan. Kyuhyun mengabaikan.

Gwaenchanha?” tanya Kyuhyun khawatir sambil merapikan rambut Kencana yang berantakan. Kencana menggeleng sambil sesegukan, Kyuhyun mengartikannya sebagai ‘tidak’, saat ini keadaan Kencana benar-benar tidak baik. Kyuhyun menuntun Kencana masuk ke dalam dorm, tapi Kencana bertahan, dia tak ingin masuk ke sana.

“Bawa aku pulang.” gumamnya di sela isak tangis yang makin kencang.

Bayangan hitam seketika melintas, membuat Kencana merintih semakin pedih. Rasa takut yang dirasanya berlipat-lipat, bertumpuk seiring terbukanya semua peti memori yang selama ini dikuncinya rapat. Bayangan itu kini menari-nari di depan matanya.

“Berapa password pintumu?” tanya Kyuhyun kebingungan, sejak tadi Kencana tak mau mengangkat kepalanya, itulah mengapa dia mengantar Kencana ke situ dengan menumpang taksi. Kaos yang dikenakan Kyuhyun sudah basah oleh air mata dan ingus.

Kyuhyun terkejut saat mendengar gumaman pelan Kencana menyebutkan password apartemennya.

198371

Tanggal ulang tahun Leeteuk.

Entah itu kebetulan atau bukan.

Ini adalah kali pertama Kyuhyun masuk ke dalam apartemen milik Kencana. Dia mendudukkan Kencana di sofa. Kyuhyun berniat meninggalkan gadis itu menuju dapur dan mengambil sesuatu yang bisa diminum, tapi Kencana kembali meracau.

“Tolong. Dia mau membunuhku!” Kyuhyun batal bangkit, sejak tadi Kencana meracaukan itu. Bahkan supir taksi sempat bertanya padanya tadi, dan Kyuhyun hanya bisa menggeleng karena dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi.

“Mereka bilang akan membunuhku!”

“Siapa yang mau membunuhmu?” Kyuhyun berusaha berinteraksi tapi Kencana tidak menanggapi. Kyuhyun menyimpulkan, ini alasan mengapa Kencana dulunya sering mengatakan satu kata itu. Mati.

Apakah ini semua berhubungan dengan Super Junior? Seperti tadi Kencana dikeroyok oleh penggemar mereka yang menunggu di depan dorm?

Kencana terisak seperti akan kehabisan nafas selama setengah jam. Setelah kelelahan, tangisannya perlahan mereda. Kyuhyun sudah bisa meninggalkannya menuju dapur untuk mengambil air minum. Saat kembali dari dapur dengan membawa sebotol air mineral yang didapatnya di dalam kulkas, Kyuhyun tertegun melihat tempelan gambar di dinding, gambar itu terdiri dari beberapa potongan yang digabung menjadi satu. Kyuhyun juga bisa melihat tanggal pembuatan dan inisial ‘NN’ di bagian paling bawah gambar itu, pasti itu inisial untuk nama ‘Nana’, bukan inisial untuk menunjukkan bahwa gambar itu tak diketahui pembuatnya.

Dan benang merah dari gambar itu membuat kyuhyun benar-benar terkejut, jika dihubungkan, goresan-goresan pensil itu mengarah pada satu wajah yang sangat dikenalinya.

Leeteuk.

Leader Super Junior.

Hyung-nya.

Sama seperti dirinya, Kencana dan Leeteuk pasti baru bertemu sekitar sembilan bulan yang lalu, tapi tanggal yang ada di gambar menunjukkan bahwa gambar itu diselesaikan sejak…. Lima tahun yang lalu?

Pertama, tanggal ulang tahun Leeteuk dijadikan password apartemen oleh Kencana. Kemudian Kyuhyun menemukan sketsa wajah Leeteuk di dinding apartemen Kencana.

Permainan apa sih semua ini? Kyuhyun tidak mengerti!

Dia kemudian teringat Kencana dan air minum yang sedari tadi dipegangnya, Kyuhyun segera kembali ke ruangan tempat Kencana berada. Kyuhyun menyodorkan botol air mineral yang sudah dibukanya, Kencana meneguk isinya sampai setengah. Menangis membuatnya dehidrasi.

Kyuhyun terdiam, berharap Kencana mau mengeluarkan suara. Tapi sampai ponsel Kyuhyun berdering, dan mendapat telepon dari Sungmin, Kencana tak juga berbicara. Kyuhyun memberitahukan di mana posisinya sekarang dan menceritakan apa yang baru saja terjadi.

Kabar Kencana diserang oleh kumpulan penggemar Super Junior itu beredar cepat diantara para member yang lain. Leeteuk adalah orang paling terkejut, mereka belum mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Kyuhyun yang berada di tempat kejadian saat itu dan masih bersama Kencana sampai sekarang pun tak tahu-menahu, karena Kencana bungkam. Dia seperti kehilangan suara saking syoknya.

Leeteuk tak bisa datang menemui Kencana dan Kyuhyun harus segera pergi karena Super Junior akan mengadakan show sebentar lagi, untung saja saat itu Ghassany berada di Seoul, jadi dia bisa menemani Kencana. Begitu Ghassany datang, Kyuhyun langsung pergi.

Setibanya Kyuhyun di lokasi, semua member langsung mengerumuni, bertanya ini itu. Menginterogasi. Namun Kyuhyun hanya bisa menggeleng pelan saat ditanya penyebab semua kejadian itu. Beruntung, kejadian itu tidak menyebar di media massa.

“Aku menemukannya di depan dorm, dikeroyok oleh sekitar sepuluh remaja berseragam SMA. Dia datang ke dorm untuk membawa pakaian untuk kita, dia hanya menyimpannya karena tidak ada orang di dorm, kecuali Henry.” Kyuhyun menghela nafas berat. “Aku ingin mengajaknya masuk ke dorm, tapi dia menolak. Dia ingin aku mengantarkannya pulang. Dan sepanjang jalan dia hanya menangis, meracau tidak jelas.”

“Apa yang dia katakan?” Ryeowook bertanya penasaran.

“Dia hanya terus meminta tolong dan berkata ada yang ingin membunuhnya. Aku tidak mengerti. Aku berusaha menanyainya tapi dia terus mengulangi kalimat yang sama.”

“Mungkin dia punya trauma.” Donghae menyimpulkan, didukung anggukan dari yang lain.

“Mungkin. Dan—” kalimat Kyuhyun terpotong. Apakah dia harus menceritakan mengenai gambar sketsa yang dilihatnya di apartemen Kencana?

“Dan?” tanya yang lain.

“Dan dia terus menangis, aku ikut merasa sedih.” Kyuhyun memutuskan untuk menjadikan rahasia itu miliknya sendiri saja.

“Tentu kita semua merasa sedih. Apalagi yang mengeroyoknya adalah penggemar kita. Uh, aku tidak bisa membayangkannya.” kata Ryeowook.

***

Kencana mulai terlelap. Menangis membuatnya kelelahan. Ghassany duduk di tepi tempat tidur di sebelah Kencana. Ponsel Ghassany berdering, karena tidak ingin Kencana terganggu dengan suara teleponnya, Ghassany segera keluar kamar.

Yeoboseyo.” jawab Ghassany segera agar ponselnya tidak terus-terusan berdering.

“Bagaimana keadaan Kencana sekarang? Dia baik-baik saja?” suara bariton milik Siwon terdengar di seberang.

“Dia baru saja tertidur. Jangan tanyakan apa yang terjadi. Dia belum juga berkata apa-apa.” kata Ghassany cepat sebelum Siwon memberondongnya dengan berbagai pertanyaan. Sambil menelepon, Ghassany membereskan beberapa barang Kencana yang berantakan. Ghassany memasukkan semua sketsa gambar yang dia temukan di atas meja ke dalam kardus yang ada di sebelahnya. Ghassany menoleh ke arah dinding yang penuh dengan tempelan gambar.

Oh my God!” pekik Ghassany tertahan, Siwon jelas bisa mendengarnya.

“Ada apa? Ada masalah?”

“Tidak ada apa-apa. Aku akan meneleponmu lagi nanti. Bye.” Tanpa persetujuan sama sekali, Ghassany langsung menutup telepon. Ponselnya berdering lagi, tapi dia mengabaikannya. Siwon pasti akan panik setengah mati, tapi Ghassany tak peduli. Dia mengamati gambar yang ada di hadapannya lekat-lekat.

Ghassany sama kagetnya dengan Kyuhyun sebelumnya, apalagi saat melihat tanggal penyelesaian sketsa itu. Ghassany kembali duduk di sofa sambil merenung. Selama ini Ghassany mengira tak ada rahasia lagi di antara dia dan Kencana. Kencana tak pernah sekalipun menutup-nutupi sesuatu darinya, Kencana selalu bercerita padanya. Apapun itu. Kyuhyun yang selalu mencandainya. Atau kupu-kupu kecil di perutnya yang selalu berontak saat Kencana teringat Leeteuk. Semuanya, Ghassany tahu.
Tapi Ghassany tidak tahu sama sekali tentang sketsa gambar itu yang dibuat bertahun-tahun lalu. Apa hubungan semuanya dengan sekarang ini? Apa sih yang sebenarnya terjadi? Cuma Kencana yang bisa menjelaskannya.

Mata Ghassany perlahan membuka saat merasakan sesuatu melintas di belakangnya. Dilihatnya Kencana dengan terburu-buru membuka tempelan sketsa yang ada di dinding. Kencana agak kesulitan karena penerangan yang sangat terbatas. Langit sudah gelap, Ghassany tak sadar bahwa dirinya tadi jatuh tertidur di sofa.

Kencana menyipitkan mata saat cahaya lampu yang dinyalakan Ghassany menyerbu kornea matanya. Setelah matanya sudah menyesuaikan dengan keadaan, Kencana kembali membuka tempelan gambar itu, tangannya sedikit bergetar hingga dia kesulitan membukanya, nyaris saja sketsa itu sobek. Tanpa berkata apa-apa, Ghassany membantu membuka tempelan itu. Kencana hanya memandangi Ghassany sampai sembilan sketsa itu terlepas dari dinding.

Ghassany menoleh ke arah Kencana lalu berkata, “Mau cerita sama Mbak apa yang terjadi?” sesaat Kencana bergeming, tapi akhirnya dia mengangguk pelan.

***

To Be Continue

-sachakarina-

Posted with WordPress for BlackBerry.

13 thoughts on “Polkadot ~Part 7 (FanFic by Sachakarina)

  1. Baca part ini bkn aq dag dig dug….berasa baca carita detektif,ada teka-tekinya,bkn penasaran!!
    Seperti yg d blg sebelumnya,apa ada fans yg ga kenal sama idolanya?and ternyata…??
    Hasilnya Kencana jadi korban amuk massa yg keburu emosi liat dy,kacian Kencana..hikz hikz hikz

    Jadi,ada apa dengan masa lalu Kencana?Leeteuk&Kencana udh saling kenal gitu dr lima th yg lalu?atau??..
    Ahh..daripada berspekulasi sendiri lbh baik tunggu part berikutnya aja deh…heeee,jgn lama” y Eonn…. ^_^

    • Wew, membingungkan ya Onnie ceritanya,, mian *segera revisi ulang*

      And thank u so much udah ngepost, baca, dan komentar🙂🙂🙂

  2. Unnie ^^ saya juga bingung nich (?_?)

    apa hubungan Leeteuk Oppa ma Nana sebelumnya ya?
    Koq bisa gitu?

    Aih, bingung plus penasaran saya ^^

    author, buruan lanjutannya ya *teriak pake toa*

    *akhirnya bisa komen jg, dari kemarin eror mulu T_T*

  3. wow part6 dbkin senyum2
    part7 dbkin bgung..ahhhh
    seru nih..penasaran2..
    dtggu part selanjutnya!!!!!

  4. tambah penasaran onn😦
    kudu tanggung jawab nih.. part selanjutnya jangan lama2 yaa, hehehe

    btw, mian telat komennya >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s