Love is… ~Part 4 (FanFic by Ichanuna)

Cinta itu seperti angin, cinta itu seperti awan.
Cinta selalu beranjak, selalu melangkah.
Setiap orang pernah mengalami cinta, baik itu cinta yang berakhir manis,
Ataupun cinta meninggalkan luka mengangga yang di penghujung akhirnya.

”Hei, fokus! Fokus!” teriak Mr. Lee. ”Fokus pada ekspresi mukamu Kyuhyun.”

”Ah mian,” ucap Kyuhyun tergagap sambil memperbaiki ekspresinya.

”Hei, kenapa ekspresimu seperti itu? Kau tidak sedang patah hatikan?” ucap Mr. Lee mengena sekali, rasanya kata-kata itu bagai menancap dijantungnya. Ya aku patah hati dan hal ini benar-benar tidak menyenangkan.

Hyung bercanda saja,” ucapnya ringan lalu tersenyum masam mulai melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

Kyuhyun seperti kehilangan semangatnya. Dia tidak ada keberanian untuk menanyakan hal itu lebih mendalam pada Sora. Mulutnya seperti terkunci gembok besar saat ingin menyampaikan kata-katanya sendiri, ia mengutuk dirinya sendiri dan juga mengutuk ketidakberaniannya.

Noo Minwoo my first love kata-kata itu selalu berulang-ulang diotaknya bagai sebuah video yang rusak, kata-kata itu terekam jelas diotaknya walaupun ia tidak ingin mengingatnya tapi kata-kata itu selalu kembali. Baru kali ini dia merasakan bagaimana indahnya first love dan baru kali ini juga dia merasakan bagaimana jahatnya first love.

Kyuhyun menarik napas panjang dengan langkah terpaksa dia melangkahkan kakinya menuju apartemen. Tampaknya semua Hyungnya belum pulang. Dia lalu meraih remote televisi yang tergeletak diatas meja, mulai mengalih-alih channel televisi.

Matanya tertuju pada seorang model yang sedang berjalan di atas catwalk, gadis itu tampak luwes dan cantik tentunya, gadis itu adalah Sora. Apa yang sedang kau lakukan sekarang Sora? Apa kau masih memikirkan laki-laki itu? Tidak bisakah kau melupakan dia dan melihat aku yang berdiri tepat didepanmu? Berdiri didepanmu dan mengharapkan kau memalingkan wajahmu barang sedetik saja?

—****—-

Sekarang apa yang sebenarnya kau lakukan Kyu? Sampai kapan kau menjauhinya? Tidak menghubunginya? Tidak melihat senyumnya? Apa ini yang benar-benar ingin kau lakukan? Apa ini yang bener-benar kau harapkan? Apa kau ingin semuanya berakhir seperti ini? Didunia ini banyak gadis yang bernama Sora tapi cuma ada satu Sora yang selalu menghantui pikiranmu. Apa kau begitu mudahnya merelakan dia pergi? Pergi dari hidupmu? Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. Sudah beberapa hari ini dia tidak menghubunginya. Dia menyibukkan dirinya dengan jadwal-jadwal, berusaha untuk melupakan kejadian yang lalu. Teman-temannya yang lain juga sampai binggung melihat perubahannya.

Dia lalu mengambil kunci mobil, mengenakan jaket lalu berjalan menuju pintu apartemennya. Dengan langkah cepat dia menuju parkiran mobil, seperti ada sesuatu yang mendorongnya untuk bergerak. Dengan kecepatan maksimal dia melajukan mobilnya, berusaha menyalip beberapa mobil didepan. Lalu dia berhenti disebuah galeri seni, tampak telapak tangannya memutih seperti tidak dialiri darah. Gugup, cemas hanya dua kata itu saja yang menari-nari dibenaknya.

”Sora,” panggil Kyuhyun pelan.

Sora langsung memalingkan wajahnya seraya tersenyum manis ”’Hai. Oraenmaniyeyo, Kyuhyun-ssi,” ucapnya dalam bahasa Korea yang agak terbata-bata.

”Bahasa Koreamu semakin baik.”

”’Ne, Riyeon tiap hari mengajariku kata-kata baru,” ucap gadis itu tersenyum. ”Ada perlu apa Kyuhyun-ssi?”

”Aku hanya ingin melihatmu. Bagaimana kabarmu?” ucap Kyuhyun menarik napas, apa yang ingin diucapkan dan yang terucap sangat bertolakbelakang. Apa yang ingin dia tanyakan tidak keluar dari mulutnya. Kyuhyun tertawa pelan menertawakan dirinya sendiri.

”Ada yang lucu?” tanya Sora binggung.

Aniyo. Ah iya kau sudah makan?”

Sora langsung tersenyum lebar. ”Kayaknya belum, apa kau mau mentraktirku?”

Kyuhyun ikut tersenyum. ”Arasseo, kau mau makan apa?”

”Yang panas-panas dan berkuah. Terus semangkuk besar chocolate ice cream,” ucap Sora antusias.

Kyuhyun tertawa kecil. ”Semangkuk besar chocolate ice cream? Bukankah model harus sangat menjaga porsi makannya?”

Whatever! Pokoknya aku mau makan itu sekarang,” jawab Sora.

”Hei kenapa kau masih mematung disitu? Phallie! Atau kau sudah berubah pikiran? Kyuhyun-ssi,” teriak Sora dari kejauhan. Kyuhyun tertegun melihat gadis itu sudah berada diparkiran diapun mempercepat langkahnya.

—****—-

Sora menatap binggung pemuda yang sekarang berhadapan dengannya. Pemuda ini sama sekali tidak tertarik dengan semangkuk besar chocolate ice cream yang baru saja disajikan. Pemuda itu hanya diam dan mengalihkan pandangannya, dia tidak berani bertatapan mata dengan Sora. Setiap Sora melihat ke arahnya, dia langsung memalingkan wajahnya.

Mian Kyuhyun-ssi, sepertinya ada sesuatu dalam pikiranmu?”

Kyuhyun terkejut sesaat lalu tersenyum. ”Aniyo, hanya beberapa masalah pekerjaan.”

”Dari tadi kau hanya mengaduk-aduk mangkuk ice cream tanpa arah,” ucap Sora tertawa kecil.

Kyuhyun hanya diam tetap menatap mangkuk di depannya. Ingin rasanya dia mengatakan apa yang ada dipikirannya saat ini, tapi terlalu sukar.

Eodiga?” tanya Kyuhyun binggung melihat Sora beranjak dari kursinya.

Sora tersenyum seraya mengangkat jari-jarinya menunjuk kamar kecil. Kyuhyun menarik napas panjang lalu mengangguk. Gadis itu begitu rapuh apa ia harus mengungkit lagi masalah kemarin. Melihat dia tersenyum entah kenapa Kyuhyun jadi ikut tersenyum, melihat dia tertawa Kyuhyun juga ingin tertawa. Melihat raut mukanya yang suram beberapa hari yang lalu saat mengucapkan nama Noo Minwoo, dia merasa tidak sanggup untuk melihat raut muka itu lagi untuk ketiga kalinya.

”Melamun?” sapa Sora tiba-tiba.

”Sudah selesai?” tanyanya dan gadis itu langsung mengangguk tersenyum kearahnya. ”Kali ini kau tidak menabrak seseorang lagikan?”

Gadis itu tertawa kecil, jari-jari tangannya yang mungil menutupi bibirnya. Sekarang perhatian gadis itu kembali tercurah pada semangkuk besar chocolate ice cream di depannya, kadang ia tersenyum, kadang ia tertawa. Ya tuhan kenapa dia begitu menarik.

”Bagaimana Kyuhyun-ssi?” tanya Sora.

Kyuhyun langsung gelagapan dia tidak tau apa yang baru saja dibicarakan Sora, dia sudah terhanyut dalam dunianya sendiri.

”Ha! Kau tidak menanggapi pembicaraanku,” ucap Sora menyodorkan sendok ice creamnya ke muka Kyuhyun.

Mian, kenapa tadi?”

”Kau tau dimana toko buku? Ada beberapa novel yang ingin kubeli,” ucap Sora sambil kembali memakan ice cream-nya. Sora tampaknya sangat menikmati makanannya kali ini.

Dia suka membaca dan dia suka chocolate ice cream, setiap detik yang kujalani bersamanya aku selalu belajar hal yang baru tentang dirinya, dia selalu bisa menarikku untuk lebih mengetahui tentang dirinya.

”Ha! Kau melamun lagi! Apa yang Kyuhyun-ssi pikirkan sekarang? Kau memang berada didepanku tapi pikiranmu entah dimana,” tanya Sora menatap lekat mata Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum langsung beranjak dari kursi ”Gaja. Aku juga ingin membeli beberapa buku baru.”

Mereka berdua lalu melangkah bersama-sama menuju parkiran mobil. Selama perjalanan Sora selalu berusaha membuat Kyuhyun tertawa, ia menceritakan beberapa hal lucu yang dialaminya saat bekerja. Ia membicarakan bagaimana lucunya saat Mr. Shimasu manajernya lupa meletakan ponselnya dan Mr. Shimasu menuduh hampir semua orang, padahal ponsel itu ada di dalam sakunya sendiri. Kyuhyun mulai tertawa sedikit demi sedikit.

—****—-

Sora membolak-balikan halaman novel, tapi tidak satupun kata-kata yang masuk diotaknya. Dia merasa bosan, tidak tau harus melakukan apa hari ini, tidak ada jadwal pemotretan maupun fashion show yang biasa ia lakukan dan sekarang dia juga merasa tidak tertarik untuk mengurus lukisannya yang bermasalah di badan cukai bandara. Dia merasa perlu berbicara dengan seseorang, sendiri memang tidak menyenangkan apalagi bagi orang yang seperti dia yang suka banyak bicara. Akhirnya dia mencoba menghubungi temannya Riyeon yang sedang ada di Italia, teman terbaiknya itu sedang melanjutkan sekolahnya disana.

”Masih lama disana? Bosan disini sendirian dari kemarin,” ucap Sora memulai pembicaraan di telepon.

Riyeon langsung tertawa keras. ”Kira-kira masih seminggu. Oiya galeri?”

”Semua lukisan yang kupesan sudah datang. Cuma ada beberapa lukisan yang masi tertahan di bandara. Surat-suratnya kurang lengkap,” jawab Sora menarik napas panjang sambil menghirup aroma hot milk chocolate digelasnya. ”Oiya bagaimana Italia? Apa kau bertemu banyak pria disana? Apa ada yang menarik perhatianmu?”

Riyeon lagi-lagi kembali tertawa keras ”Pria Italia? Aku rasa pria Asia lebih menarik. Walaupun menurut buku-buku pria Eropa lebih romantis daripada pria Asia, menurutku itu hanyalah pendapat dari orang-orang yang tidak benar-benar mengenal bagaimana romantisnya pria Asia”

Sora langsung membantah. ”Ah. Pendapatmu tidak bisa dibenarkan. Karena saat ini kau sedang tergila-gila dengan Jaejoong Oppa lalu kau berpendapat seperti itu. Riyeon sudah dulu ya terlalu banyak bicara sampai ini minuman panas jadi dingin.”

Sora melempar ponselnya ke sofa lalu duduk santai sambil menyeruput hot milk chocolate minuman kesukaannya. Lalu meraih remote tv menyalakan beberapa channel berbahasa Jepang membuat dia merasa rindu pada kampung halamannya sendiri. Sudah hampir genap duabelas hari dia berada di kota ini.

Merasa bosan Sora lalu beranjak ke beranda apartemennya melihat lurus ke arah Han River, Bibirnya tersenyum lebar lalu ia berlari menuju pintu apartemen tidak lupa dia mengambil sweater.

Good morning,” sapa Kyuhyun tersenyum manis sambil duduk santai disepedanya lalu menyerahkan setangkai bunga teratai putih. ”Untukmu aku baru mengambilnya di kolam di depan sana.”

Sora langsung tertawa. ”Kamsahamnida bunganya menarik, semenarik cara mendapatkannya. Oiya kenapa pagi-pagi sudah kesini? Kali ini apa kau benar-benar tersesat?”

Kyuhyun juga ikut tertawa ”Aniyo, aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan saja pagi ini. Aku rasa kau belum pernah berjalan menyusuri Han River kan?”

”Jalan kaki?” tanya Sora terkejut.

”Pakai ini saja, bagaimana?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk sepedanya.

”Aku duduk dimana? Tidak ada tempat duduk?” tanya Sora memperhatikan sepeda itu.

”Di depanku, mudah saja kan,” jawab Kyuhyun mengembangkan senyum.

”Yang benar saja. Mana mungkin aku duduk disitu! Kau lagi bercanda kan?” tanya Sora sinis.

”Tenang saja. Aku tidak ada niat memelukmu atau melakukan apapun. You’ve my word,”

“Baiklah,” ucap Sora lalu duduk, agak kikuk malu. Mukanya tampak memerah. ”Astaga ini sungguh memalukan! Lebih baik kita jalan kaki saja Kyuhyun-ssi.”

”Sarung tanganmu mana Sora? Pagi ini lumayan dingin,” tanya Kyuhyun mengacuhkan pendapat Sora.

Sora langsung melihat ke telapak tangannya seraya tertawa kecil. ”Aku lupa. Tunggu sebentar aku mengambilnya,” ucapnya mau beranjak dari duduknya tapi tidak bisa karena terhalang lengan Kyuhyun dikemudi sepeda.

Kyuhyun langsung melepaskan sarung tangannya dan memasangkannya ketangan Sora. ”Waaah! Agak kebesaran sedikit, tanganmu sangat kecil. Lihat saja beda sekali dari tanganku.”

Sora hanya diam melihat tangan Kyuhyun lalu menempelkan tangannya ke tangan Kyuhyun. ”Tanganku sangat kecil dibandingkan tanganmu Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun tertawa kecil seraya tangan kanannya membelai rambut Sora lembut, sedangkan Sora hanya diam masih memperhatikan tangan Kyuhyun dikemudi sepeda.

”Ya! Tanganmu Kyuhyun-ssi!” teriak Sora memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun lekat.

Mian,” ucap Kyuhyun mengalihkan pandangannya.

Kyuhyun lalu mengayuh sepeda itu lambat. Dari tadi bibirnya selalu mengembangkan senyum. Kadang-kadang ia melirik Sora yang duduk kaku di depannya. Detak jantungnya makin tidak karuan karena aroma tubuh Sora dapat tercium jelas oleh indera penciumannya. Mereka berdua lalu berhenti di sebuah kedai makan.

—****—-

”Ini benar-benar enak,” ucap Sora mengacungkan kedua ibu jarinya. Doenjang jjigae di hadapannya tampak sangat enak. ”Baru pernah aku makan doenjang jjigae. Beberapa hari ini hanya salad dan salad yang ada dalam list menuku, sampai bosan melihatnya. Bagiku hari ini hari yang sangat spesial. Kamu tau kenapa?” ucap Sora mengacungkan sendok makannya.

”Karena bertemu aku sepagi ini?” balas Kyuhyun riang.

Sora langsung menggeleng-gelengkan kepalanya cepat. ”Today is a cheated day. Do you know why?”

”Hari curang?” Kyuhyun langsung mengenyitkan keningnya. Baru kali ini dia mendengar istilah aneh itu.

Sora tertawa kecil melihat kening pemuda didepannya ini mengerut lalu menganggukkan kepalanya. ”Dalam seminggu ada satu hari spesial. Dihari itu aku bebas memakan apapun, semua makanan yang penuh lemak dan karbohidrat. Kau harus mencobanya, diet ini sangat membantuku,” ucapnya sangat bersemangat dan lagi-lagi mengacungkan sendoknya.

Kyuhyun tertawa kecil sambil tangan kanannya mengacak-acak rambut Sora lembut. Sora langsung menepis tangan Kyuhyun dari rambutnya ”Kyuhyun-ssi!”

”Oiya Sora-ssi kesibukanmu apa hari ini?” tanya Kyuhyun ringan sambil mengaduk-aduk Kimchi jjigae pesanannya.

Sora nampak berpikir sejenak. ”Hemm. Siang ini rencananya ke bandara,”

”Mau pulang ke Jepang? Cepat sekali” ucap Kyuhyun terkejut. ”Belum juga sampai berminggu-minggu kau disini” ucapnya menatap sedih.

Sora langsung tertawa. ”Bukan. Ada sedikit masalah dengan lukisan, itu saja nothing special,”

”Masalah? Perlu aku bantu?” tawar Kyuhyun antusias.

Sora tampak berpikir sejenak. ”Tidak, terima kasih. I can handle it myself.”

Kyuhyun melirik sesaat. Gadis itu diam, bola matanya sedang melihat-lihat ke kerumunan orang yang tampak tidak perduli dengan mereka berdua. Kadang bibir gadis dihadapannya ini menggumam tidak jelas. ”Kenapa?” tanya Kyuhyun tertarik.

”Kau benar-benar artis terkenal kan Kyuhyun-ssi?” jawab Sora balik bertanya ”Entah kenapa dari tadi tidak ada satu orangpun yang menghampirimu disini. kemana semua fans-fansmu yang fanatik itu?”

Kyuhyun langsung tertawa, tampak ada bulir air mata diujung kelopak matanya. ”Hei. Kenapa? Apa pertanyaanku begitu lucu?” ucap Sora menanggapi sambil melipat kedua tangannya didepan dada persis seperti anak kecil yang lagi merajuk gara-gara bonekanya hilang.

”Kau benar-benar lucu,” ucap Kyuhyun sambil mengacak-acak rambut Sora, lalu memajukan tubuhnya sedikit sambil tersenyum manis. ”Lucu. Lucu sekali.”

Sora jadi kikuk sendiri dipandangi begitu dekat. Ia langsung mengalihkan pandangannya ke mangkuk didepannya. Entah kenapa ada suatu perasaan aneh dihatinya. Ada perasaan canggung.

”Terus malam ini rencanamu apa?” tanya Kyuhyun.

Sora nampak kembali berpikir. ”Nothing. Mungkin menonton beberapa dvd film atau melanjutkan novel yang sedang kubuat. Memangnya kenapa Kyuhyun-ssi?”

”Novel?” kata Kyuhyun antusias. ”Boleh aku membacanya?” ucapnya lagi seraya mengembangkan senyum.
Sora langsung menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak setuju lalu kembali menatap kerumunan orang yang makin padat.

”Malam ini aku berangkat ke Prancis, ada sedikit pekerjaan disana.”

”Hmmm. Berapa lama?” tanya Sora menatapnya lekat.

”Seminggu,” ucap Kyuhyun, suaranya terdengar berat.

Sora tersenyum lebar. ”Prancis ya? Ku dengar kota itu sangat menarik, makanannya juga menarik. Dan yang pasti nona-nona disana lebih menarik,” ucap Sora antusias.

”Kau lebih menarik…” ucap Kyuhyun hampir tidak terdengar.

”Apa?” tanya Sora ringan.

Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu tersenyum. ”Aniyo. Cepat dimakan nanti dingin.”

—****—-

Kyuhyun menarik napas panjang lalu melangkahkan kaki menuju ruang tengah kamar hotel. Dia mengambil sebotol air mineral dingin dari dalam kulkas, meneguknya cepat. Entah kenapa sekarang dia benar-benar merasa marah. Raut mukanya benar-benar tidak enak dilihat sampai-sampai Wookie dan Sungmin yang lagi bersantai di ruang tengah tidak berani menegurnya.

Kota Prancis yang menurut sebagian orang-orang adalah kota yang romantis dia rasa tidak romantis sama sekali. Pikirannya masih tetap berada di Seoul.

Bonjour monsieur,” sapa Heechul ceria. “Comment allez-vous?”

En colere et trieste,” ucap Kyuhyun beranjak menuju beranda hotel. Sementara Wookie Dan Sungmin mengenyitkan kening lalu mulai sibuk membaca kamus Bahasa Prancis. Belajar sedikit tidak ada salahnya.

Pourquoi?” tanya Heechul menelisik. “Ini pertama kalinya kita disini, kenapa dengan raut mukamu?”

Gwaenchanayo. Cuma sedikit lelah, oiya Hyung dari mana saja? Banyak sekali belanjaannya,” kata Kyuhyun terkejut melihat banyaknya kantong plastik ditangan Heechul.

“Ah ini masih sedikit, masih banyak lagi yang belum dibeli,” jawab Heechul sambil mengangkat semua plastik belanjaannya. “Kau sudah menghubungi dia?”

Kyuhyun langsung menunjukkan ponselnya. “Lagi dalam proses. Entah kenapa dari tadi tidak diangkat.”

“Memangnya sekarang jam berapa?” tanya Heechul.

Kyuhyun langsung menyinsingkan lengan kemeja. “Baru jam enam pagi. Kenapa Hyung?” ucapnya binggung.

Baboya. Sekarang di Korea baru tengah malam,” jawab Sungmin tertawa cekikikan. “’Pantas saja tidak diangkat. Sekarang jamnya berhibernasi,” ucapnya lagi dibarengi dengan anggukan Wookie.

Kyuhyun langsung memukut jidatnya pelan lalu tersenyum. “Mana Teuki Hyung?” tanya Kyuhyun.

“Dia lagi sibuk berkenalan dengan nona-nona Prancis. Kau tau lah, dia dengan sifat cassanova-nya itu,” ujar Heechul ringan.

“Lagi-lagi?” ucap Sungmin memiringkan kepalanya.

Eodiga?” tanya Heechul melihat Kyuhyun mengenakan kacamata hitam dan syalnya.

“Mau beli coklat buat dia, ku dengar coklat Prancis rasanya enak” ucap Kyuhyun tersenyum lebar.

“Ya! Kau benar-benar jatuh cinta kali ini,” ucap Heechul berteriak dan Kyuhyun hanya berlalu mengacuhkannya. “Aish… Benar-benar dia,” ucap Heechul.

“Ini pertama kakinya dia begitu sibuk dengan wanita?” tanya Sungmin. “Suatu permulaan yang bagus menurutku Hyung, setidaknya dia tau apa itu cinta, bagaimana menurutmu Hyung?”

Heechul langsung mengembangkan senyum lalu beranjak mengambil semua plastik belanjaannya dan membawanya ke kamar, sesampainya di depan pintu kamar ia memalingkan kepala menatap Sungmin yang masih diam di ruang tengah. “Menurutku ada baiknya mengenal cinta daripada tidak pernah mengenal cinta sama sekali kan.”

Sungmin langsung ikut mengembangkan senyum lalu kembali memfokuskan perhatiannya kekamus ditangan. Berusaha menghapalkan beberapa kata sapaan untuk beberapa hari ke depan.

—****—-

Sora berusaha merapikan dress putih yang dikenakannya, matanya kadang menatap cemas kearah pelayan yang lalu-lalang membawa nampan. Ia menarik napas panjang yang terkesan berat lalu kembali melihat mata pemuda yang kini berada tepat di hadapannya.

Pemuda itu nampak tidak berubah dari tiga tahun yang lalu, dia tetap seperti yang dulu. Senyumnya tetap mempesona, sikapnya yang begitu perhatian yang sering membuat orang-orang mengharapkan hal lebih darinya. Dia yang begitu dewasa terlihat dari caranya berbicara yang sangat sopan.

“Kau makin kurus Sora-chan,” sapanya seraya tersenyum sangat manis membuat Sora hampir saja mengumpat dalam hati. “Apa Mr. Shimasu memberimu schedule kerja yang sangat padat?” tanya pemuda itu penuh perhatian, tersirat sedikit kecemasan dalam setiap katanya.

Sora tersenyum kecut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak berniat untuk menjawab pertanyaan itu. Lalu kembali mengalihkan pandangan matanya ke daftar menu yang baru saja diberikan pelayan. Sora hampir tidak sanggup untuk menatapnya lagi, terasa sakit.

“Apa akhir-akhir ini kau sibuk? Kau tidak pernah menerima telepon ataupun membalas pesan yang kukirim,” terdengar pemuda itu menarik napas panjang. “Kau masih marah? I’m sorry, aku tidak pernah bermaksud untuk…” kata-kata Noo Minwoo terhenti sesaat, ia melirik ke gadis yang duduk berhadapan di depannya gadis itu nampak tidak nyaman sedari tadi gadis di hadapannya hanya diam dan menundukan wajahnya.

How are you Oppa?” sapa Sora pelan hampir tidak terdengar.

Noo Minwoo tersenyum kecil, senyuman yang mampu meruntuhkan semua kemarahan Sora. Dan Sora merasa tenggelam dalam semua asa yang tidak pasti.

”Baik, sekarang aku lagi belajar menjadi sutradara dan ternyata tidak mudah sama sekali. Aku rasa lebih mudah menjadi aktor saja,” ucap Minwoo panjang lebar lalu kembali menyeruput kopi di cangkir.

Dia masih suka kopi, dia tidak berubah sama sekali batin Sora seraya tersenyum kecil, senyuman yang bisa dikatakan sangat seadanya, sangat dipaksakan.

”Ku dengar Sora-chan mau meresmikan galeri lukisan disini? Aku dengar kabar ini dari Yuna, dia hampir tiap hari selalu menanyakan kabarmu. Aku sampai kewalahan menjawab semua pertanyaannya” ucapnya lagi.

”Ahh. Iya Oppa,” jawab Sora seadanya. Pikirannya melayang kesebuah nama yang baru saja Minwoo sebutkan tadi. Yuna, ya gadis itu bernama Yuna, gadis yang sekarang menjadi kekasih pemuda dihadapannya sekarang. Gadis yang ia pikir merebut semua perhatian Minwoo darinya. Gadis lembut yang selalu ia musuhi padahal gadis itu tidak memiliki kesalahan apapun terhadapnya. Sora merasa dirinya terlalu picik karena menyalahkan gadis sebaik Yuna.

”Sekarang lagi mempersiapkan opening party-nya,” jawab Sora terbangun dari lamunannya.

”Kudengar ada sedikit masalah dengan pihak pemerintah?” tanya Minwoo.

Sora mengangguk pelan. ”Ada satu lukisan dari China yang bermasalah, tapi semua sudah beres.”

Noo Minwoo hanya mengangguk lalu merogoh ponsel dari saku celananya, nampak dia tersenyum sesaat setelah menatap layar ponsel. ”Mian, sebenarnya aku ingin mengobrol lebih lama, tapi sepertinya ada masalah dengan bagian editing. Jadi…”

Is okay Oppa. I don’t mind,” jawab Sora cepat.

Noo Minwoo mengangguk seraya mengatupkan kedua tangan di depan dadanya. “Mian, jeongmal mianhaeyo Sora-chan,” lalu dia beranjak mengambil kunci mobil di atas meja.

Sora hanya diam menatap punggung Noo Minwoo yang sedang menjauh darinya. Dia menghembuskan napasnya. Hampir tiga tahun ini Sora tidak pernah menghubungi ataupun mencari tau tentangnya, ia benar-benar ingin menghilangkan semua ingatannya tentang pemuda itu, tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain. Mungkin ini suatu awal yang baik untuk memulai semuanya dari awal sebagai teman tanpa embel-embel kata cinta, semoga saja.

To be Continued…
Hahaaa… sepertinya bnyk yg bertanya-tanya bahkan temen saia sampe sms kenapa Kyuhyun bisa tau apartemen Sora dipart sebelumnya? Kalau saia bilang yang membantu Kyuhyun untuk lebih ”mencari tau” tentang Sora di Korea adalah hyungnya sendiri gimana? Hahaaa… readers yg nanya malah saia balik nanya ke readers *digampar*
Gomapta sudah membaca cerita yang saia buat mo saia pelukin satu-satu yaak kaga mungkin juga, jauh bener nie lokasi ane😄

Posted with WordPress for BlackBerry.

5 thoughts on “Love is… ~Part 4 (FanFic by Ichanuna)

  1. Ow jadi Sora itu first love-nya Kyuhyun yah? Wah keren…. Akhirnya itu Kyuhyun nyamperin Sora juga hehehehehe

    Dan akhirnya first love-nya Sora muncul….

    Semakin penasaran deh….

  2. mw mw mw
    naek sepeda ma kyu,
    ehmm dsni kyu stress ma yg nma’a firstlove..
    Sora dah ngeh blm y ma tgkahlaku c kyu,.
    Psti gra2 Noo MinWoo nich.*plak*soktau*
    hehehe

    ma yg nma’a firstlove..
    Sora dah ngeh blm y ma tgkahlaku c kyu,.
    Psti gra2 Noo MinWoo nich.*plak*soktau*
    hehehe

  3. Telattt bgt nih..baru baca..huhu..

    Seneng deh liat Kyu tersiksa sama perasaan cintanya k Sora..*jahat bgt ni reader..
    Makanya Kyu,jangan suka nyiksa Hyung”nya..skrg qm deh yg tersiksa..hii!

    Mungkinkah Sora udah mulai ada rasa sama Kyu?Cuz dy keliatan happy waktu cerita sama Kyu…
    Tapi,Minwoo muncul lg d hadapan Sora..campur sari deh nih hatinya Sora…inget yg lalu”..huuuu😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s