Star for My Heart ~Part 4 (FanFic by Violetkecil)

Part 4

Semuanya berlalu, begitu cepat. Waktu tidak akan pernah menunggu siapa pun, terlebih untuk mereka yang hanya berdiam diri. Begitu cepat melangkah meninggalkan semua kenangan jauh di belakang. Di depan sana ada cinta, ada cerita hangat yang siap direngkuh.How should I do for us to be closer
Will appearing often in front of your eyes do?
And this once again today a midnight fantasy

Aku menatap kalender yang tergantung di dinding kamarku. Tidak terasa sudah dua bulan berlalu sejak aku mengenal seseorang yang biasanya hanya muncul dalam mimpiku. Dan seseorang lagi yang tidak pernah aku duga. Malam ini aku menghabiskan waktuku di kamar. Kulihat di luar semakin gelap dan terasa sangat sepi. Aku merasa sangat kesepian malam ini.

Onnie!!!!” teriak suara dari ponselku. Suaranya yang langsung saja terdengar saat aku mengangkat telepon. Suara yang membuyarkan semua lamunanku.

“Kau ini langsung teriak saja.”

Mianhae Onnie. Onnie baik-baik saja kan? Tidak pulang Onnie?”

“Kau merindukanku? Maaf, ada banyak hal yang harus Onnie kerjakan di sini,” jawabku. Sebenarnya aku sangat ingin pulang menemui adikku tersayang ini, tapi aku sedang ingin memiliki waktu untuk diriku sendiri.

Onnie sering melamun ya?”

“Tidak.”

“Jangan sering melamun, ya Onnie. Mianhae Onnie, nanti aku telepon lagi. Ada temanku datang. Bye bye Onnie.”

Belum sempat aku menyahut, teleponnya sudah ditutup. Aku mendesah pelan. Padahal tadi aku ingin bercerita banyak hal kepada adikku. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Melanjutkan lamunanku? Tidak.

“Kyuppa. Wookie Oppa. Pasti saat ini kalian sangat sibuk,” batinku.

Jujur saat ini aku merindukan dua orang itu. Tapi semua juga tahu sesibuk apa mereka. Aku mencoba menepis bayangan mereka.

“Kenapa kalian silih berganti memasuki pikiranku?” batinku lagi.

Tiba-tiba suara telepon mengagetkanku. Siapa lagi sekarang yang meneleponku? Dengan malas aku mengambil ponselku dan melihat nama yang tertera di layar.

“Kyuppa?!” teriakku kaget dan langsung duduk.

“Minah-ssi!!!” teriak Kyuhyun Oppa langsung saat aku menerima teleponnya.

“Kyuppa, kenapa langsung berteriak seperti itu?” tanyaku.

“Ah, kau tidak merindukanku?” tanyanya.

“Kyuppa…” jawabku. Bagaimana aku tidak merindukannya? Aku jadi malu sendiri.

“Apa yang sedang kau lakukan? Apakah kau sedang memikirkanku?” tanyanya lagi dan sukses membuatku terdiam.

“Haha… Pasti jawabannya iya kan,” jawabnya sambil tertawa.

“Kyuppa!!!!” teriakku malu.

“Minah-ssi,” panggilnya dengan lembut. Aku terkejut mendengar perubahan nada suaranya.

“Iya Kyuppa?” tanyaku.

“Apakah saat ini kau sedang merasa kesepian?” tanyanya.

Aku hanya terdiam. Aku bingung harus menjawab apa. Aku sangat kesepian dan aku berharap Kyuppa ada untukku. Apakah aku harus mengatakan hal itu?

“Coba kau lihat ke langit,” pintanya.

Aku berjalan menuju jendela kamarku dan membuka tirainya. Langit malam ini sangat cerah dan ada banyak bintang bertaburan.

“Apakah kau melihatnya?” tanyanya.

“Apa?” tanyaku bingung.

“Kau lihat bintang yang bersinar paling terang itu? Itu Kyuppa. Jika kau merasa sendiri dan kesepian, kau lihat saja bintang itu. Bintang itu akan menemanimu,” jawabnya dengan nada yang lembut.

Aku terdiam. Benarkah ini Kyuppa yang mengatakannya? Dan benarkah apa yang dia katakan?

“Istirahatlah. Jangan sering tidur terlalu larut,” katanya lagi.

Ne Kyuppa. Terima kasih. Kyuppa jaga kesehatan ya,” kataku dan kemudian Kyuhyun Oppa menutup teleponnya.

Aku merasa seperti mendapatkan sebuah hadiah besar. Kulihat ke langit dan bintang itu masih di sana. Kyuppa, apakah kau akan menjadi bintang untuk hatiku?

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, bersiap-siap untuk tidur. Berharap besok ada cerita yang lebih indah.

****

When I turn on the TV, I hear the news of the world
they weight on my shoulders and depress me, but despite that
this morning I hear your voice perfectly clear
I do I do I do

“Pagi yang cerah,” teriakku sendiri.

Aku merasa sangat lapar tapi sedang malas membuat sarapan. Sedari tadi aku hanya mengganti-ganti channel tv tanpa berminat menonton salah satunya. Aku duduk malas-malasan di sofa tetapi sepertinya perutku sudah sangat meronta-ronta. Aku beranjak menuju dapur dengan malas ketika tiba-tiba ada yang memencet bel apartemenku. Siapa yang datang bertamu sepagi ini?
Aku buru-buru menuju pintu dan kulihat di layar ada seorang cowok di depan pintu dengan topi dan kacamatanya. Aku membukakan pintu untuknya.

Oppa,” kataku terkejut ketika dia melepas kacamata dan topinya.

“Pagi Minah-ssi. Bagaimana kabarmu hari ini? Boleh aku masuk?” tanyanya sambil tersenyum.

“Silahkan masuk Oppa. Darimana Oppa tau aku disini?” tanyaku heran. Aku tidak pernah memberitahunya nomor apartemenku.

“Apakah aku sudah cerita kalau aku punya agen khusus untuk menyelidikimu?” tanyanya sambil tersenyum jahil.

“Maksud Oppa?” tanyaku semakin bingung.

“Sudahlah. Tidak penting aku tahu darimana. Kau sudah sarapan? Mau kubuatkan sarapan?”

Oppa tahu aku belum sarapan?” tanyaku lagi.

“Baru saja kau mengatakannya,” jawabnya dengan cuek sambil menuju ke dapurku. Aku hanya mengikutinya dari belakang.

“Aku buatkan Bibimbap, kau mau?” tanyanya sambil menyiapkan bahan-bahan yang dia bawa sendiri.

“Terserah Oppa saja, asal jangan …”

“Bubur,” potongnya.

Aku kembali heran. Darimana Wookie Oppa tahu semua hal itu? Hanya orang-orang terdekatku yang tahu hal-hal yang tidak aku sukai. Jangan-jangan Sohee?

“Kau mau membantuku?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

Ne.”

Aku membantu Wookie Oppa memotong sayuran sambil memperhatikannya. Dia terlihat sangat terbiasa melakukan semua pekerjaan ini. Jelas saja, bukankah selama ini Wookie Oppa sering memasak untuk member Super Junior yang lainnya.

“Ada yang aneh dengan wajahku?” tanyanya mengagetkanku. Aku ketahuan lagi.

“Tidak,” sahutku sambil menggelengkan kepala.

“Kalau begitu lebih baik kau tunggu saja di sini,” katanya sambil membawaku ke sofa. “Duduk yang manis, kau hanya membuatku tidak konsentrasi memasak,” lanjutnya sambil tersenyum.

Mwo?” tanyaku. Apa aku tidak salah dengar.

Aku pun akhirnya duduk di sofa sambil memperhatikan Wookie Oppa menyiapkan masakan. Seharusnya aku yang memasak dan Wookie Oppa duduk manis saja di sini. Tidak berapa lama kemudian Wookie Oppa datang membawakan hasil masakannya dan aku pun langsung mencicipinya.

“Enak,” kataku masih dengan mulut penuh makanan. Masakan Wookie Oppa benar-benar enak.

“Benarkah?” tanyanya senang. “Kalau begitu kau harus makan banyak.”

Ne, Oppa juga.”

Kami menghabiskan semua makanan yang ada tanpa sisa. Ini benar-benar enak. Tadi beberapa kali Wookie Oppa menyuapiku. Senangnya. Selesai makan kami mencuci piring bersama. Terkadang Wookie Oppa sangat jahil dengan mencipratkan air ke wajahku dan aku membalasnya. Aku melihat Wookie Oppa tertawa sangat lepas. Aku terdiam. Aku merasakan lagi jantungku berdetak lebih cepat. Ada apa ini? Apakah ada masalah dengan jantungku?

Oppa, kau harus bertanggung jawab!” teriakku dalam hati.

“Terima kasih Minah-ssi,” katanya ketika kami selesai membereskan semua.

“Aku sangat senang hari ini,” lanjutnya.

“Iya Oppa, aku juga senang. Coba saja Oppa membuatkanku sarapan seperti ini setiap hari,” candaku.

“Kau mau? Tapi kau harus…” Wookie Oppa tidak meneruskan kata-katanya. Aku menatapnya bingung.

“Kau harus jadi istriku,” lanjutnya sambil tersenyum jahil.

Oppa!!!” seruku sambil memukulnya pelan dengan bantal sofa.

****

Hari ini aku mengumpulkan seluruh keberanianku untuk menemuinya. Sudah dua bulan aku tidak bertemu dengannya dan dua bulan ini juga aku bersusah payah mengumpulkan semua informasi tentangnya. “Apa kabarnya sekarang?” batinku.

Terakhir kali aku bertemu dengannya dia sedang terlihat sedih. Aku bisa melihat dia menahan air matanya. Saat itu ingin rasanya kuminta dia bersandar di bahuku. Aku ingin sedikit saja mengurangi kesedihannya. Aku sangat tidak ingin melihat matanya dibayangi kesedihan seperti itu.

Aku mempersiapkan semua barang yang mau aku bawa. Dua kantong plastik bahan makanan. Aku berencana membuatkan dia sarapan pagi. Aku mengemudikan mobilku sendiri dengan perasaan gugup. Aku sudah mempersiapkan diri untuk ini semua. Aku jadi teringat percakapanku dengan Sohee dan usahaku menanyakan beberapa hal tentang Minah kepadanya. Aku sudah mengenal Sohee dan secara tidak sengaja aku tahu bahwa Sohee bersahabat baik dengan Minah. Sepertinya Tuhan memberikanku jalan untuk mendekatinya.

“Kau mau mendekatinya? Kau tidak boleh menyakitinya, dia punya perasaan yang lembut dan sangat mudah tersentuh. Aku tidak akan memaafkanmu jika menyakitinya,” ancam Sohee waktu itu.

Ketika aku sampai di pintu apartemennya, aku merasa sangat gugup dan untunglah dia menerimaku dengan hangat. Waktu yang kulewati dengannya terasa sangat cepat. Aku berpamitan pulang dengan terpaksa karena ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Dan malamnya aku memberanikan diri untuk meneleponnya. Ini untuk yang pertama kali, tapi betapa terkejutnya aku ketika…

To be Continued

Posted with WordPress for BlackBerry.

12 thoughts on “Star for My Heart ~Part 4 (FanFic by Violetkecil)

  1. Sebelumnya diriku mau minta maaf sama author violetkecil karena ffnya baru muncul sekarang, padahal dia dah kirim lama banget hehehehehe… Tapi akhirnya hari ini bisa keluar juga kan FFnya ^^

    Sekarang diriku mau komen… Ehm kayaknya Wookie suka nie sama Minah hahahaha sampe becanda bilang Minah buat jadi istrinya hohohoho….

  2. Wow terkejut ketika….???
    Agggh bsa bgt nich bkin pnsaran..

    Haduh evil kyu bsa care jg toh..
    Wookie kau psti suka Minah y!!!
    Y kan y kan…:p

  3. Kyu berasa jadi paranormal deh,nebak” mulu,narsis lagi,hehehe!
    Berasa dapat durian runtuh klo jadi Minah di masakin sarapan ma Wookie Oppa.Besok” sekalian makan siang ma malam ya Oppa? *Loh,qo nagih c,ckckc*
    Wookie bener” berusaha wat deket ma Minah nih.Akankah gayung bersambut wat Wookie?
    Ketika apa nih…???Wah wah wah…aq penasaran????

    • iya tuch kyu punya indra keenam ^^ kalo narsis mah kyu emang gitu ^^ hehe…

      a juga mau dimasakain wookie oppa, hehe…

      ditunggu di part selanjutnya aza ntar ^^v

      makasih udah mau baca n ninggalin komen ^^

  4. yah…. violetkecil pinter bgt bikin penasaran orang…
    pasti ujung2.na wookie taw ya . kalo………………………..
    kasian wookie… sini…sini… sama aq aja…. hehehehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s