Star for My Heart ~Part 3 (FanFic by Violetkecil)

Part 3

Malam ini lagi-lagi aku menghabiskan akhir pekanku di pinggiran Sungai Han sambil mengerjakan tugas kuliahku. Aku merasa nyaman di sini, kalau aku merasa bosan mengerjakan tugas kuliah, aku akan lebih memilih memandang langit yang penuh bintang. Biasanya aku menghabiskan malam ini sendiri, tapi tidak untuk kali ini. Aku sangat terkejut ketika seorang cowok tiba-tiba duduk di sampingku.“Kau…” kata-kataku terpotong oleh rasa kagetku. Cowok ini yang malam itu berteriak. Dia tersenyum kepadaku.

“Maaf kalau aku mengganggumu lagi. Apakah teriakanku waktu itu mengganggumu?” tanyanya sambil tersenyum.

“Ya Tuhan… Senyum itu. Kenapa senyum itu membuat jantungku berdetak secepat ini?” batinku.

“Tidak,” sahutku.

“Kau tidak mengenalku?” tanyanya lagi.

“Tidak,” sahutku sambil menggelengkan kepala. Tapi, sepertinya aku mengenal wajah ini. Iya, di majalah itu. Aku kaget dan memandang wajahnya lagi. Dan lagi-lagi dia tersenyum.

“Kau terkejut?” sahutnya sambil tertawa kecil.

“Kau pasti heran kenapa aku bisa berada di sini. Aku sering menghabiskan waktu senggangku saat malam di tempat ini, terutama jika aku merasa bosan,” sambungnya.

“Oh ya?” sahutku singkat karena aku tidak bisa berkata-kata lagi. Satu lagi member Super Junior ada di depanku. Rasanya aku mau pingsan.

“Apakah aku mengganggumu?” tanyanya lagi.

“Tidak. Sama sekali tidak,” sahutku. Bagaimana bisa aku merasa terganggu oleh orang yang aku idolakan?

Dia pun hanya tersenyum mendengar jawabanku. Dan untuk kesekian kalinya aku tidak mampu mengatur detak jantungku. Ada apa ini? Waktu bertemu Kyuhyun Oppa aku merasa sangat senang tapi tidak seperti ini.

Kami menghabiskan satu jam dengan lebih banyak diam, sesekali dia memandangku yang sedang pura-pura menyibukan diri dengan laptop. Beberapa kali dia juga bersenandung. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

“Eemmm…” kataku ragu-ragu karena aku takut memanggil namanya.

“Cukup panggil aku Wookie Oppa,” katanya seakan menjawab pertanyaan yang sedari tadi ada di kepalaku.

Ne Oppa. Maaf, sepertinya aku harus pulang.”

“Kalau kau tidak keberatan, mau aku antar pulang?” tanyanya.

“Apa?” teriakku dalam hati. Apakah aku tidak salah dengar? Aku harus memikirkan ini baik-baik. Seorang member Super Junior mau mengantarkanku pulang? Belum sempat aku menjawabnya Wookie Oppa sudah menarik lenganku dan membawaku ke mobilnya.

Di mobilnya Wookie Oppa juga lebih banyak diam. Aku diam-diam memandangnya yang sedang menyetir. Dia sepertinya orang yang sangat lembut dan hangat.

“Ada apa? Ada yang aneh dengan wajahku?” tanyanya mengagetkanku.

“Ti… Tidak. Hanya saja…”

“Hanya saja?” potongnya sambil tersenyum.

“Ah, di depan itu apartemenku,” sahutku mengalihkan pembicaraan. Aku tidak mungkin mengungkapkan apa yang ada di pikirankku saat ini.

Setiba di depan apartemenku, Wookie Oppa langsung turun membukakan pintu. Benar-benar tipe cowok idaman. Seorang cowok yang akan menyanyikan lagu dan membukakan pintu untukmu.

“Terima kasih banyak Oppa.”

Ne, sampai jumpa lain waktu,” sahutnya sambil melambaikan tangan padaku.

Ne Oppa, hati-hati.”

Aku pun berjalan menuju apartemenku setelah mobil Wookie Oppa menjauh. Aku merasa seperti berjalan di atas langit. Rasanya seperti berjalan di antara ribuan bintang-bintang. Aku ingin bergegas tidur. Kalau pun ini hanya sebuah mimpi, aku tidak ingin terbangun.

Shining star
Brighter than the sun
You’re like the sunshine
Your eyes give me rest when you’re tired
Shed light on my heart
Promise to believe you
I’ll always be on your side
I’ll embrace your small shoulders with a love larger than anyone else

***

Hari ini Sohee memintaku untuk menemui Heechul Oppa kekasihnya di sebuah café. Aku merasa sangat senang saat melihat Kyuhyun Oppa juga ada disana.

“Kyuhyun Oppa,” sapaku dengan riang.

“Hei, kita bertemu lagi. Bagaimana kalau kita bertanding game kali ini? Aku pasti tidak akan kalah.”

Oppa, kita baru saja bertemu, Oppa bahkan belum menanyakan kabarku,” keluhku. “Oppa langsung saja semangat kalau urusan bermain game,” lanjutku.

Mianhae,” jawabnya sambil mengacak-acak rambutku. “Kau tentu baik-baik saja. Iya kan? Sudahlah, ayo kita pergi! Disini kita hanya akan mengganggu pasangan ini,” lanjutnya.

“Tapi Oppa …” belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, Kyuhyun Oppa sudah menarik tanganku.

Ternyata Kyuhyun Oppa malah mengajakku ke tempat karaoke. Tapi dengan membawa sebuah laptop untuk bermain game. Padahal aku sangat ingin mendengarkannya bernyanyi langsung untukku. Aku memandang wajah Kyuhyun Oppa diam-diam. Wajahnya begitu polos saat sedang bermain game seperti ini. Seperti seorang anak-anak yang dapat hadiah mainan. Menggemaskan.

“Kyuhyun Oppa?” tanyaku ragu.

“Iya?” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

“Kyuhyun Oppa, maukah Oppa menyanyikan sebuah lagu untukku?”

Dia hanya tersenyum, “Aku akan menyanyikan lagu untukmu nanti, tunggu moment yang special,” jawabnya sambil tersenyum jahil.

“Kyuhyun Oppa,” panggilku lagi.

“Iya? Ah, bagaimana kalau kau memanggilku Kyuppa saja? Lebih simple kan?”

Ne, Kyuppa.”

***

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Hari yang menyenangkan tapi juga melelahkan. Bukan lelah secara fisik, tapi sepertinya hati ini yang lelah. Lelah berharap pada sesuatu hal yang hanya ada dalam mimpiku. Aku menggelengkan kepalaku berulang kali. Akhir-akhir ini ada banyak hal yang seharusnya tidak aku pikirkan tapi selalu muncul. Salah satunya sosok itu.

“Kyuppa,” gumamku.

Dulu aku selalu berharap bisa bertemu langsung dengannya, membicarakan banyak hal dan menghabiskan seharian penuh bermain game, bisa mendengar tawanya dan melihat semua kejahilannya. Dan sekarang ketika semua itu terjadi, apa lagi yang aku harapkan?

“Tidak. Aku tidak boleh menyukainya lebih.”

Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri. Aku hanya boleh menyukainya sebatas rasa sukaku pada seseorang yang aku idolakan. Aku ragu dan aku takut mengartikan perasaan ini, rasa kagum atau menyukainya atau bahkan mencintainya?

Buru-buru aku menghirup napas dalam-dalam untuk mencoba menenangkan jantungku yang sedari tadi berdetak tidak karuan. Seandainya saja aku tidak pernah mengenalnya langsung. Seandainya saja aku hanya bisa mendengar suaranya melalui ipodku. Apakah semua akan tetap sama seperti keadaan sekarang? Jika tidak, aku belum sanggup menahan beban perasaanku sendiri.

What if… I met you first…
No, if I didn’t know you…
These thoughts are useless…
For I’m already living in the deeply set times of you…

***

OnnieEomma dan Appa bertengkar lagi.”

“Lagi?”

“Iya. Coba saja Onnie ada di sini. Aku harus bagaimana?”

“Maafkan Onnie,” jawabku berat. Ingin rasanya saat ini aku memeluk adikku ini, dia pasti sangat sedih. “Kau yang sabar ya… Onnie yakin masalah ini akan segera selesai.”

Ne Onnie.”

Aku ingin berteriak tapi tidak bisa. Kenapa masalah seperti ini selalu saja muncul? Aku melangkah keluar dari apartemenku. Aku perlu tempat untuk menenangkan diriku. Tanpa perlu banyak berpikir, aku sudah tahu kemana aku akan pergi.

“Air itu tenang, tetapi ketika kau lemparkan batu-batu kecil itu maka akan muncul riak-riaknya. Semakin kau melempar dengan keras, semakin air itu beriak.”

Aku terkejut dan menoleh ke arah suara itu berasal, “Oppa?”

Kulihat dia hanya tersenyum menanggapi keterkejutanku.

“Kalau kau sedang ada masalah, jangan kau anggap itu berat. Karena justru akan terasa berat untukmu. Hidup terkadang seperti apa yang kita pikirkan,” lanjutnya.

Kali ini kulihat Wookie Oppa hanya menatap lurus ke depan. Jauh. Aku tidak tahu apa sebenarnya yang tersimpan dalam pikirannya saat ini. Darimana dia tahu kalau aku sedang ada masalah?

Oppa, apa yang sedang kau pikirkan?” batinku.

Tiba-tiba dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Reflek aku memegang pipiku. Entah mengapa aku merasa pipiku seakan mulai memerah. Apakah karena jantungku berdetak lebih cepat dan memompa darah lebih banyak?

“Kau tidak sendiri,” katanya sambil mengelus lembut rambutku. Dan lagi-lagi Wookie Oppa tersenyum hangat untukku.

Sedari tadi aku hanya terdiam. Aku belum mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Rasanya aku ingin menangis, tapi sekuat tenaga aku tahan air mataku.

“Makanlah,” katanya lagi sambil menyodorkan sepotong coklat untukku. Aku ragu-ragu mengambil coklat itu.

“Makanlah. Setidaknya bisa sedikit menenangkan perasaanmu. Atau perlu Oppa menyanyikan sebuah lagu untukmu?” tanyanya sambil menatapku lembut.

Aku masih terdiam. Aku mencoba memberanikan diriku membalas tatapan matanya. Dan untuk yang kesekian kalinya Wookie Oppa tersenyum. Senyuman itu hangat. Senyuman itu seakan mampu menenangkan hatiku yang gundah.

Gamsahamnida Oppa.”

Cheonmaneyo,” sahutnya singkat.

Kami menghabiskan malam itu dengan duduk diam menikmati semilir angin dan riak air. Sambil sesekali memandang jutaan bintang yang bersinar di atas sana. Bintang-bintang yang bersinar manja untuk setiap hati yang mengaguminya. Akankah aku bisa memiliki satu bintang itu?

“Minah-ssi,” kata Wookie Oppa tiba-tiba memecahkan kesunyian yang sedari tadi menyelimuti kami.

“Iya Oppa,” jawabku.

“Kau tahu kemana harus berbagi cerita atau sekedar menenangkan hatimu. Aku akan ada untukmu,” sahutnya sambil menatapku lagi. Tatapan mata itu selalu hangat dan penuh kelembutan.

“Iya Oppa, terima kasih.”

“Terima kasih Tuhan,” batinku.

Wookie Oppa membalasku dengan senyuman itu lagi. Senyuman yang membuatku semakin tidak tenang. Apakah Wookie Oppa hanya tersenyum seperti ini untukku?

Even though I wanted to believe that smile was just for me
It probably isn’t, right? But still… Just maybe…

Aku memejamkan mataku, mengabaikan semua suara dan yang tersisa hanya pikiranku. Ya, aku harus kuat. Ada banyak cinta di depan sana. Ada seseorang yang begitu baik padaku. Ada seseorang yang dengan kehangatannya mampu menenangkanku. Dan yang membuatku takut meyakinkan perasaanku sendiri.

Dengan berat hati diriku menulis TBC

Ayo pada komen, ngga ada silent reader yah ^^

Posted with WordPress for BlackBerry.

21 thoughts on “Star for My Heart ~Part 3 (FanFic by Violetkecil)

  1. Tuh kan bener tebakan aku, kalo cowo bersenyum manis dan suara indah itu adalah Wookie hehehehehe

    Nah sekarang Minah tinggal binggung deh mau pilih EvilKyu atw Eternal Maknae Wookie hahahahaha

  2. woh, Wookie ya ternyata.. hihihi
    itu Kyu juga ada apa2nya deh..
    pilihan yang sangat sulit..
    Minah onnie, selamat berpusing2ria ya.. hehehe

    lanjutannya ditunggu onn ^^

  3. Akhirnya…setelah sekian lama d tebak”,muncul jg ‘star’ ny…hahaha…
    Wookie dsni keliatan dewasa,suka dh liatnya..
    Klo sm Kyu,Minah keliatan kompak,ky kaka sm ade..tp klo sm Wookie….??
    Yup..liat next partny j deh Eonn,jgn lama” y,pnsrn kemajuan hbgn Minah,Wookie,&Kyu…cinta segi 3 kah?segi 4?ap segi 5?walah..byk amat…🙂🙂

    • iya nich, nunggu moment yg tepat buat star nya muncul ^^
      hehe… kyu oppa atw wookie oppa ya?
      tapi ga byk seginya gt koq, hehe…

      okay, part selanjutnya tinggal edit ^^ *lirik nana onnie*

      makasih byk udah mau baca & ninggalin komen *bow*

  4. Finally muncul jg starny…. wah.. wookie dgn kyu? psti hari2ny minah asik bgt tuh.. dr main b’sma kyu mpe seriously moment with wookie.. seimbang skali.. Envy!!!
    kira2 kyu jealous ga y? thor Lnjut..lanjut..lnjut..

    • auhtor jg envy bgt, hehe…

      kyu oppa jealous atw tidak ada di part selanjutnya ^^

      ditunggu aza ya ^^

      makasih byk udah mau baca & ninggalin komen *bow*

  5. wookie oppa banyak senyumnya yaa, kyuppa malah asikasikan main game hehe
    next part jangan kelamaan ya thor🙂

    • iya ^^ habisnya senyumnya manis ^^
      kyu oppa kan gamekyu gt ^^

      okay, part selanjutnya tinggal editing ^^

      makasih byk udah mau baca & ninggalin komen *bow*

  6. Kyk’a ntar bkal da yg stres nich,
    gra2 da d’ntara 2 plihan..
    tp sprti’a sifat 2namja ni bda jauh..
    Yg p1 lbh dwasa n prhtian
    yg k-2 mski sdkit egois tp sbner’a org yg pnyayang..
    Kyaa*sok tw*..

    “Ayo Semangat Minah”HWAITING..

    Dtunggu y part brkut’a..

    • auhtor nya jg ikutan stress ^^
      bimbang nich milih yg mana? ada ide? hehe…

      okay, part selanjutnya tinggal editing ^^

      makasih byk udah mau baca & ninggalin komen *bow*

  7. Wookie so sweet..
    membayangkn wajahx Wookie pas lg romantis gt gmna y..??*plaakk
    FFnya pendek y..*dasar reader g tau diri

    semangat nulis lanjutannya..^^

    • Wookie Oppa mah emang sweet bgt ^^ hehe..
      ayo kita bayangkan bersama-sama ^^

      hehe… pendek ya? kan masih ada part selanjutnya ^^

      makasih udah mau baca n ninggalin komen ^^ *bow*

  8. Kemarin aku nebak apa ya? Sepertinya aku menebak dengan tepat. Hahaha

    Oww, sepertinya bakal ada triangle love antara Kyuhyun dan Wookie nih.

    Ditunggu kelanjutannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s