My Love, Saranghaeyo ~Part 4 (FanFic by Freelance)

PART ~ 4

Annyeong.. sebelum readers membaca part ini, saya mau kasi tau..

• cerita di part ini murni fiksi, gak ada sangkut-pautnya sama seseorang. Jadi saya harap para readers jgn langsung mengmbil ksimpulan yg salah terhadap tokoh yg baru muncul ini.

•untuk para fans yang merasa sang idola adalah tokoh d part ini, saya mohon maaf karena tak ada maksud menjelek-jelekkan. Semua murni fiksi dari hasil imajinasi saya.

•yang dah baca wajib komen…

•buat nana, makasih revisinya..^0^

Happy reading all..Jullie berjalan menuju arah kantin rumah sakit sambil sesekali menguap karena sudah larut malam. Tapi dia sudah berjanji pada Donghae untuk menunggunya. Maka dia pun dengan senang hati menunggu Donghae. Jullie memilih tempat duduk yang berada di pojok kantin yang sepi itu. Hanya terlihat beberapa petugas kantin yang berusaha menikmati pekerjaannya dengan membuat lelucon-lelucon yang bisa membuat mereka tertawa lepas sejenak berusaha melupakan kepenatan disaat orang lain sudah terlelap menikmati mimpi mereka.

Jullie memesan segelas kopi hangat berharap kopi itu bisa mengusir ngantuknya. Sambil menghirup kopi yang ada di depannya, dia teringat akan kata-kata Jihae, “Nuna, aku ingin bertemu dengan Super Junior. Apakah aku bisa bertemu mereka? Aku akan bermimpi bertemu dengan Super Junior.”

Jullie tersenyum mengingat itu. “Jihae-ya, malam ini mimpimu akan menjadi kenyataan. Kau akan bertemu Super Junior, walaupun hanya Donghae yang akan datang malam ini, tapi dia itu sangat baik,” Jullie berkata dalam hati. “Aiishh Jullie… Kenapa kau malah memikirkan Donghae? Sadar Jullie… Jullie menggeleng-gelengkan kepalanya terlihat seperti anak kecil yang tidak mau makan.

“Sepertinya kau tidak ingin aku ada disini,” sebuah suara berhasil membuat Jullie tersontak kaget. Jullie menoleh ke arah pemilik suara tersebut yang sedang tersenyum manis padanya. Manis?

Aniyo Oppa, aku hanya memikirkan sesuatu,” ucap Jullie kikuk. Donghae tertawa melihat tingkah Jullie yang menurutnya lucu itu.

“Hahaaa… Aku hanya bercanda. Bagaimana kabarmu?” tanya Donghae yang langsung duduk berhadapan dengan Jullie.

“Baik. Oppa sendiri?”

“Aku juga baik. Oiya, apakah aku tidak mengganggu Jihae, ini kan sudah larut malam?” Donghae bertanya sambil tetap menatap lurus ke arah mata Jullie membuat Jullie salah tingkah.

Gwaenchanayo Oppa, Jihae sudah lama menantikan kalian. Jadi tidak masalah jika waktu tidurnya hanya terganggu sebentar. Kajja,” Jullie langsung mengajak Donghae ke kamar Jihae untuk menghindari tatapan Donghae yang membuat jantung Jullie berdetak lebih cepat dari biasanya.

Begitu mereka sampai di depan kamar Jihae, terdengar tawa Jihae dari dalam kamar. Syukurlah, berarti Jihae belum tidur, pikir Jullie. Tapi kemudian terdengar lagi suara tawa yang lebih berat, sudah pasti bukan suara Jihae. Itu suara orang dewasa. Mereka berdua menghentikan langkah tepat di depan pintu kamar inap yang mewah itu.

“Apakah Jihae sedang menerima kunjungan?” tanya Donghae pelan.

“Jihae tidak pernah menerima kunjungan selarut ini,” bisik Jullie takut suara mereka akan terdengar oleh orang lain karena suasana sudah sangat sepi.

“Mungkin kakeknya,” ujar Donghae.

“Kakek Jihae tidak pernah datang selarut ini. Biasanya dia datang pagi hari dan itupun tidak lama. Kakeknya tidak pernah membuat Jihae tertawa lepas seperti ini.”

Jullie membuka pintu sepelan mungkin agar tidak membuat suara gaduh. Tapi tetap saja itu berhasil membuat Jihae dan tamunya itu sadar akan kedatangan Jullie dan Donghae.

Nuna…“ seru Jihae yang tengah berbaring di tempat tidur dengan posisi menyandarkan bahu di ujung tempat tidur dengan wajah berseri-seri. “Ryeowook Hyung datang menemuiku,” tiba-tiba mata Jihae dan Ryeowook yang duduk di samping tempat tidur menjadi lebih besar ketika melihat Donghae persis di belakang Jullie.

Hyung, kau disini juga?” tanya Ryeowook yang terlihat sedikit terkejut saat mengetahui keberadaan Donghae. Donghae hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Ryeowook.

Annyeong Ryeowook-ah, sejak kapan kau disini?” sapa Jullie ramah pada Ryeowook.

Annyeong Jullie-ya, baru sekitar 20 menit yang lalu aku disini. Hyung, kenapa kau tidak bilang mau kesini? Kita kan bisa berangkat sama-sama,” tanya Ryeowook pada Hyung kesayangannya itu.

“Sebenarnya aku tidak punya rencana kesini malam ini, terlintas begitu saja dipikiranku untuk menjenguk Jihae,” jawab Donghae yang sudah duduk di ujung tempat tidur Jihae.

Annyeong Jihae-ya, bagaimana kabarmu hari ini?” sapa Donghae kepada Jihae dengan wajah bahagia.

***

Annyeong Jihae-ya, bagaimana kabarmu hari ini?” sapa Donghae kepada Jihae dengan wajah bahagia, walau itu hanya acting. Dia hampir saja mengeluarkan air mata. Bagaimana tidak, di hadapannya saat ini ada seorang anak kurus dengan wajah pucat, mata yang cekung, dan tidak memiliki rambut namun terlihat sangat bahagia atas kehadirannya dan Ryeowook. Donghae menengadahkan kepalanya berusaha menahan air mata yang hampir jatuh agar tidak terlihat oleh Jihae.

Annyeonghaseyo Hyung. Aku sangat baik malam ini. Itu berkat kalian. Lihat, aku punya semua lagu-lagu kalian,” ujar Jihae semangat sambil menunjukkan album-album Super Junior yang dimilikinya. Air mata Donghae nyaris jatuh di hadapan Jihae, kalau saja tidak segera di usapnya. Ya Tuhan, kenapa aku baru bertemu dia sekarang, batin Donghae.

“Wow… kau punya semua album kami. Lagu apa yang paling kau sukai?” tanya Donghae lagi.

Shining Star,” jawab Jihae spontan.

“Kenapa kau lebih menyukai Shinning Star, padahal banyak anak-anak seumuranmu yang lebih suka Sorry Sorry?” tanya Ryeowook.

“Karena aku ingin menjadi bintang yang berkilau seperti kalian,” jawab Jihae polos. Donghae, Jullie, dan Ryeowook hanya tersenyum mendengar pengakuan Jihae. Anak itu tidak pernah merasa bahwa dia memiliki keterbatasan. Dia hanya ingin punya mimpi seperti anak-anak lain, walaupun dia tahu itu tidak mungkin.

Tiba-tiba Jihae menguap. Jullie mendekati Jihae dan berkata, “Jihae-ya, sudah larut malam. Kau tidak ingin istirahat? Nuna yakin Hyung juga lelah karena bekerja seharian. Kalau ada waktu mereka akan menemuimu lagi.”

Ne,” ucap Jihae seakan mengerti dengan situasi sekarang. “Hyung, kapan kalian akan kesini lagi? Jangan lupa mengajak Hyung yang lain,” ujar Jihae pada Donghae dan Ryeowook.

“Secepatnya aku akan kembali menjengukmu. Nanti akan aku buatkan makanan yang enak untukmu,” ucap Ryeowook sambil mengusap kepala plontos Jihae.

“Sekarang tidurlah,” ujar Donghae sambil membetulkan selimut yang ada di tempat tidur Jihae. Jihae langsung berbaring menuruti perintah Donghae yang menutupi tubuh Jihae dengan selimut.

“Jihae-ya, sekarang kau tidak perlu bermimpi lagi bertemu Super Junior,” ujar Jullie.

Ne Nuna. Karena itu sudah menjadi kenyataan,” jawab Jihae bahagia.

“Tidurlah yang nyenyak. Good night Jihae,” pesan Ryeowook. Mereka bertiga beranjak meninggalkan kamar inap itu sesaat setelah Jihae memejamkan matanya.

Oppa, Ryeowook-ah, gomawo sudah menyempatkan diri mengunjungi Jihae,” ujar Jullie tulus begitu mereka keluar dari kamar Jihae.

“Seharusnya kami yang berterima kasih karena sudah mempertemukan kami dengan Jihae, Donghae. Melihat bocah itu, membuat Donghae ingin segera menemuinya lagi.

“Jullie-ya, sebenarnya aku ingin mengantarmu pulang. Tapi aku baru ingat, aku harus ke minimarket. Jadi kau diantar oleh Donghae Hyung saja. Bagaimana?” tanya Ryeowook langsung menawarkan pada Jullie tanpa meminta persetujuan Donghae.

Mata Donghae membesar mendengar penawaran Ryeowook. Apa yang dipikirkannya? Bagaimana jika ada paparazzi yang melihat? Aishh, ingin sekali aku menjitak kepalanya, kata Donghae dalam hati.

“Yak, apa yang kau katakan. Kalau gosip itu menyebar lagi bagaimana?” bisik Donghae pada Wookie supaya tak terdengar oleh Jullie.

“Kalian tidak perlu khawatir, aku sudah biasa pulang sendiri menggunakan taksi langgananku. Aku mengerti posisi kalian. Kalian pulanglah,” ujar Jullie sambil tersenyum.

Astaga, ternyata Jullie mendengarnya. Donghae merasa tidak enak.

“Kalau begitu biar aku saja yang mengantarmu. Kajja,” ujar Ryeowook yang langsung beranjak pergi. Donghae dan Jullie langsung mengikuti Ryeowook dari belakang.

Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka bertiga selama perjalanan menuju halaman parkir mobil. Ryeowook sibuk dengan ponselnya, sedang Donghae dan Jullie hanya diam seribu bahasa, hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.

“Wookie-ya, biar aku saja yang mengantar Jullie,” ujar Donghae tiba-tiba. Ryeowook dan Jullie menghentikan langkah dan menatap Donghae bingung.

“Ada apa Hyung? Kenapa pikiranmu tiba-tiba berubah?” tanya Ryeowook dengan alis mengkerut.

Oppa, Ryeowook-ah, kalian tidak perlu mengantarku. Aku bisa pulang sendiri. Sungguh,” ujar Jullie berusaha meyakinkan 2 namja di depannya itu.

“Baiklah Hyung, kau saja yang mengantar Jullie,” Ryeowook spontan berkata pada Donghae tanpa memperdulikan penolakan Jullie secara halus.

Kajja,” Donghae menarik tangan Jullie mantap menuju mobilnya. Jullie terperangah melihat perlakuan Donghae. Bukan Jullie saja, Ryeowook juga. Hyungku sudah mulai berubah, katanya dalam hati sambil tersenyum nakal.

***

Donghae tak melepaskan tangan Jullie selama mereka berjalan menuju mobil. Jullie berjalan sedikit di belakang Donghae dan tangan Donghae tetap menggenggam tangan Jullie. Wajah Jullie memerah, jantungnya berdegup kencang tapi sangat nyaman. Dia tak berkata apapun, hanya membiarkan Donghae menggenggam tangannya. Sepertinya Donghae juga tidak perduli dengan posisi Jullie yang berjalan di belakangnya.

Donghae membuka pintu mobil sebelah kanan dan mempersilahkan Jullie masuk. Kemudian Donghae berjalan mengitari mobil dan duduk di posisi supir. Setelah menanyakan alamat Jullie, Donghae langsung menancapkan gasnya. Dalam perjalanan, mereka kembali diam. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Oppa,” Jullie membuka suara.

Ne,” jawab Donghae sambil melihat sedetik ke arah Jullie kemudian pandangannya kembali terfokus ke arah depan.

“Tentang gosip kita beberapa waktu lalu, apakah kau baik-baik saja?” tanya Jullie dengan hati-hati.

“Kenapa kau tanyakan itu? Apa kau merasa terganggu? Mianhae kalau kau merasa terganggu,” ucap Donghae.

“Pada awalnya memang aku kaget mendengarnya. Apalagi beberapa saat setelah kejadian itu, dimanapun aku berada pasti ada saja orang yang memandangku dengan tatapan tidak menyenangkan. Tetapi ada juga yang sangat ramah padaku walaupun kami belum saling kenal. Apakah itu efek dari gosip itu? Hufft… Hidup artis itu sungguh merepotkan,” keluh Jullie.

“Hahaaa… Sebelum kami debut, kami sudah tahu itulah resiko menjadi artis. Jadi bagi kami itu sudah tidak ‘merepotkan’ lagi. Kami harus menerimanya,” jawab Donghae yang terkekeh pelan sambil menekan kata merepotkan.

“Kalau seperti itu, bagaimana jika kalian punya kekasih?” tanya Jullie sambil menatap lekat Donghae. Donghae sedikit terperangah mendengar pertanyaan Jullie kemudian tersenyum simpul.

“Sudah pasti kami akan merahasiakannya dari publik. Demi kebaikan bersama. Demi kebaikan kami karena harus menjaga image, dan demi kebaikan sang kekasih. Kau sudah tahu kan seorang fans bisa saja melukai kekasih idolanya jika dia tak suka. Maka dari itu, kami selalu merahasiakannya,” jawab Donghae tenang.

“Ooohhh… Berbeda dengan di Indonesia. Di Indonesia, artis bebas mengekspresikan apapun termasuk kehidupan pribadinya. Mereka tidak segan-segan memperkenalkan kekasihnya di depan wartawan walaupun baru beberapa hari berpacaran,” jelas Jullie kepada Donghae.

Jinjja?”

Ne,” jawab Jullie singkat.

“Jullie-ya, kau disini sedang menyelesaikan studymu, kan? Setelah selesai nanti, apa rencanamu? Apakah kau akan tetap bekerja di sini atau kembali ke Indonesia?” tanya Donghae. Entah kenapa tiba-tiba Donghae penasaran akan hal ini. Kenapa? Donghae juga tidak tahu.

Studyku tinggal 1 tahun lagi. Aku masih belum tahu apakah akan kembali ke Indonesia atau tetap di sini. Tapi kalau aku tidak punya apa-apa disini aku akan kembali ke Indonesia,” jawab Jullie.

“Tidak punya apa-apa? Maksudmu?” tanya Donghae.

“Sebenarnya, yang membuat hari-hariku bersemangat selama hidupku adalah orang-orang yang kucintai. Orang tuaku, sahabat-sahabatku… Waktu aku masih sekolah dari sekolah dasar hingga menengah atas, aku selalu bersemangat ke sekolah bukan karena aku menyukai sekolah, tapi karena aku akan bertemu dengan sahabat-sahabatku. Aku bahagia bersama mereka, maka dari itu aku juga bisa menikmati pelajaranku disekolah. Saat aku kuliah, aku mencintai ilmuku. Aku sangat menikmatinya. Saat aku disini, ada Jihae yang selalu membuatku merasa betah di rumah sakit. Tapi aku tidak tahu, dalam 1 tahun kedepan apakah aku masih bisa melihat Jihae lagi,” Jullie menundukkan wajahnya. Tangannya menyentuh matanya. Jullie menghapus air matanya.

“Jullie-ya, mianhae. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih,” Donghae jadi serba salah melihat Jullie mengusap air matanya.

“Tidak apa-apa, kau tenang saja,” jawab Jullie sambil tertawa tapi terkesan dipaksakan.

“Jadi?” tanya Donghae lagi.

“Jadi apa?” Jullie tidak mengerti.

“Setelah 1 tahun nanti?”

“Ooww… Kalau masih ada orang yang kucintai disini, aku akan tetap tinggal disini,” jawab Jullie mantap. Donghae hanya mengangguk, kemudian fokus lagi ke arah depan. Tapi sebenarnya, banyak hal yang dia pikirkan.

Setelah menurunkan Jullie di depan gedung apartemennya, Donghae langsung pulang menuju dorm. Dia sangat merindukan kasur empuknya. Hari yang sangat melelahkan tapi menyenangkan. Tak bisa dipungkiri dia merasa bahagia bisa bersama Jullie, bisa mendengar Jullie bercerita panjang lebar tentang kehidupannya. Itu sangat menarik. Setidaknya ada satu hal yang dia ketahui dari Jullie, dia melakukan apapun yang terbaik untuk orang-orang yang dicintainya. Donghae tersenyum sendiri mengingat pertemuannya dengan Jullie tadi hingga dia tidak sadar dia sudah memasuki dorm.

Hyung,” sebuah suara tiba-tiba membuat Donghae kaget dan berhasil membuat tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang. Seperti suara setan. Memang benar, itu suara evil Kyuhyun. Dia muncul dari kamarnya dan sudah menggunakan piyama tidur.

“Kau tidak sakit kan Hyung? Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” tanya Kyuhyun dengan raut wajah khawatir setelah melihat tingkah aneh Donghae saat masuk tadi.

AniyoGood night…” Donghae langsung berlalu dari hadapan Kyuhyun tanpa memperdulikan Kyuhyun yang melihatnya dengan penuh tanda tanya besar.

Keesokan paginya…

Donghae terpaksa membuka matanya karena silau yang masuk melalui celah-celah tirai kamarnya. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Tapi dia harus bangun karena pagi ini ada jadwal latihan koreografi bersama seluruh artis SM Entertainment, kepalanya masih berat dikarenakan dia baru bisa memejamkan matanya pukul 4 pagi.

“Jullie-ya, ada apa denganmu? Hingga kau membuatku jadi susah tidur seperti ini.” Donghae menggerutu di atas tempat tidur.

Setelah mengantar Jullie, Donghae terus memikirkannya hingga membuatnya tidak bisa tidur. Perasaan saat menggenggam tangan Jullie, perasaan saat berada dekat dengannya, perasaan saat mendengar semua ceritanya, perasaan itu sudah lama tak ia rasakan. Perasaan yang nyaman dan bahagia.

Donghae masih sibuk dengan lamunannya ketika tiba-tiba Eunhyuk masuk kamar dan membuat Donghae terkejut.

“Lee Hyukjae, apakah kau tidak bisa membuka pintu dengan pelan?” Donghae menggerutu dengan wajah kesal.

“Yaakk Lee Donghae, aku tadi masuk kamar dengan sangat pelan. Kau saja yang sedang melamun,” jawab Eunhyuk membela diri.

Aiishh… Kepalaku pusing sekali,” kata Donghae sambil memegang kepalanya dan mencoba bangkit dari tempat tidurnya.

“Ayo cepat mandi dan sarapan. Wookie sudah buatkan sarapan untuk kita. Setelah itu kita berangkat sama-sama,” ucap Eunhyuk sambil meninggalkan kamar Donghae.

Seperti menuruti perintah majikannya, Donghae langsung menuju kamar mandi. Setelah berdandan rapi, dia bergabung bersama yang lainnya di meja makan. Semua member dengan formasi lengkap sudah duduk manis menyantap masakan hasil kreasi Ryeowook pagi ini. Shindong yang paling bersemangat karena makanan di piringnya sudah tak bersisa sedangkan yang lainnya masih menikmati makanannya dengan santai.

Donghae menarik kursi di samping Leeteuk dan Kyuhyun. Mulai mengambil beberapa hidangan di depannya dan mulai menyantapnya.

Hyung, tadi malam selesai mengantar Jullie kau pulang jam berapa? Waktu aku pulang berbelanja di minimarket, kau belum pulang?” tanya Ryeowook yang duduk persis di depannya. Sontak mata semua member memandang ke arah Donghae.

“Yak, kalian kenapa menatapku aneh seperti itu?” suara Donghae sedikit gagap, menghadapi para Hyung dan Dongsaeng-dongsaengnya itu. Mata mereka seakan menuntut penjelasan dari Donghae.

“Ooo… Ternyata kau pulang larut malam karena bertemu Jullie,” ujar Yesung dengan senyum menggoda Donghae.

“Kalian jangan salah sangka dulu. Tadi malam aku ingin bertemu Jihae, jadi aku langsung menghubungi Jullie. Kebetulan dia masih ada di rumah sakit. Kami bertemu di rumah sakit. Ternyata di kamar Jihae sudah ada Wookie yang datang terlebih dahulu,” jelas Donghae kemudian memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Jadi kau menjenguk Jihae tadi malam? Kenapa tak mengajak kami?” tanya Leeteuk

“Tadi malam terlintas begitu saja untuk menjenguk Jihae ketika aku dalam perjalanan pulang. Jadi aku langsung kesana. Lagipula tadi malam Leeteuk Hyung dan Eunhyuk masih ada siaran di Sukira.”

“Bilang saja kau ingin bertemu Jullie Nuna, Hyung?” tanya Kyuhyun santai dan…

PLETAKK…

Sebuah jitakan dari Donghae berhasil mendarat di kepalanya. Apakah Kyuhyun akan protes? Tentu saja.

AiisshhHyung… Kau ini suka sekali menjitak kepalaku,” Kyuhyun meringis sambil memegangi kepalanya bekas jitakan Donghae.

“Tidak bisakah kau berpikir sebelum bicara? Aku benar-benar ingin bertemu Jihae. Tadi malam sudah larut, awalnya Wookie yang akan mengantar Jullie pulang, tapi karena Wookie harus berbelanja makanya aku yang mengantarnya pulang,” Donghae menjelaskan berharap tak ada lagi rasa penasaran dari orang-orang yang ada di meja makan sekarang.

“Lalu bagaimana keadaan Jihae?” tanya Leeteuk tiba-tiba.

“Anak yang luar biasa,” Ryeowook spontan menjawab.

“Aku kagum dengan Jihae. Anak seumuran dia seharusnya sedang bermain bersama teman-temannya, menikmati masa kecilnya dengan bahagia. Tapi Jihae, harus manjalani kemoterapi yang sangat menyiksa itu. Dia tidak seperti anak yang sedang sakit, kecuali fisiknya. Semangatnya masih seperti anak-anak lainnya, apalagi hal itu mengenai Super Junior. Coba tebak lagu apa yang paling Jihae sukai?” tanya Donghae pada semua member kecuali Ryeowook yang sudah pasti tahu jawabannya.

Sorry sorry,” jawab Leeteuk dan Heechul serempak.

Bonamana,” kali ini Sungmin yang menebak.

“Sudah pasti It Has To Be You,” jawab Yesung dengan mantap.

“Kau itu narsis sekali Hyung. Kalian semua salah. Dia sangat menyukai lagu Shining Star. Kenapa? Karena dia ingin berkilau seperti kita,” Donghae menjawab pertanyaannya sendiri. “Kalian harus bertemu dengannya sebelum terlambat,” suara Donghae melemah pada ucapan terakhirnya.

“Tentu saja,” jawab yang lainnya hampir bersamaan.

“Nanti sore aku tidak ada jadwal. Aku akan membuatkan makanan dan menjenguk Jihae. Ada yang mau ikut?” tanya Ryeowook yang kini mulai membersihkan meja makan.

“Sudah pasti kami akan ikut jika kami tidak punya jadwal. Nanti sore aku akan menghubungimu lagi Wookie-ya,” jawab sang leader.

Okay.”

***

Pagi ini Jullie berencana membelikan Jihae snack kesukaannya. Nafsu makan Jihae menurun akhir-akhir ini. Jullie ingin membelikan snack kesukaannya untuk merangsang nafsu makannya. Untunglah jam dinasnya pagi ini mulai pukul 10. Jadi sebelum itu dia masih bisa dengan leluasa mengelilingi supermarket mencari makanan ringan itu.

Matanya sibuk menyusuri rak-rak yang ada di hadapannya. Itu dia, kata Jullie dalam hati. Ketika tangannya hendak mengambil sebuah bungkusan snack dengan rasa rumput laut itu, ada sebuah tangan lain yang ingin mengambil bungkusan itu juga. Tangan mereka berdua memegangi bungkusan yang berwarna hijau itu. Jullie menoleh ke arah orang yang ada di sampingnya.

Eonni…” teriaknya senang.

“Jullie-ya. Annyeong… Bagaimana kabarmu?” tanya wanita itu langsung memeluk Jullie.

“Aku baik saja Eonni. Bagaimana kabar Eonni dan Sungju Oppa? Apakah aku akan segera punya keponakan?” Jullie mulai menggoda Inn Nha yang kelihatannya mulai tersipu.

“Kau ini, kami baru saja menikah. Tidak usah terburu-buru memikirkan anak,” jawab Inn Nha yang membuat Jullie terkejut. Bagaimana mungkin sebuah keluarga tidak memikirkan anak? Tapi sudahlah, itu urusan mereka, pikirnya.

“Jullie-ya, karena kebetulan kita bertemu disini, aku ingin memberitahukanmu sesuatu. Akhir bulan ini aku dan Sungju Oppa akan pindah ke Jepang.”

Mwo? Jepang? Lalu bagaimana dengan pekerjaan Sungju Oppa?” mata besar Jullie semakin membulat mendengar apa yang dikatakan Inn Nha.

“Justru karena pekerjaannyalah kami pindah. Lee Sooman memindahkan Sungju Oppa ke Jepang karena menurutnya seharusnya Oppa sudah tidak menjadi manager Super Junior lagi. Dia sudah menikah, sedangkan dia harus mengikuti jadwal Super Junior yang bisa mencapai 24 jam itu. Maka Oppa di pindahkan ke Jepang untuk mengurusi SM Academy yang ada di Jepang. Posisinya sebagai manager Super Junior akan digantikan oleh orang lain.”

“Sudah pasti aku akan susah bertemu dengan Eonni lagi. Kalau aku butuh Eonni nanti bagaimana? Selama ini Eonni yang selalu menolongku jika aku mengalami kesulitan,” kata-kata Jullie lebih terdengar seperti merengek.

“Kau kan sudah punya seseorang, aku rasa dia sudah cukup untuk menggantikan Eonni sebagai pelindungmu kan?” Inn Nha menatapnya dengan tersenyum nakal.

“Heh..?” Kening Jullie berkerut.

“Kau tidak usah bohong pada Eonni. Kau sudah punya Donghae-ssi yang akan melindungimu. Ingat, kau tidak punya siapa-siapa disini.”

Belum sempat Jullie membantahnya, Inn Nha langsung mencium pipinya dan langsung meninggalkannya. Jullie masih ternganga melihat kepergian Inn Nha.

Eonni…” panggil Jullie lagi. Inn Nha berbalik dan mengatakan, “Aku akan menghubungimu lagi dan kita harus bertemu sebelum aku berangkat. Bye..” hanya itu kata-kata Inn Nha dan kemudian pergi meninggalkan Jullie dengan seribu pertanyaan yang kini menghampirinya.

‘Apa maksud Inn Nha Eonni, seseorang yang akan melindungiku? Donghae Oppa? Bagaimana Eonni bisa tau? Kenapa dia mengatakannya dengan sangat yakin?’ Banyak pertanyaan mulai menduduki pikirannya. ‘Aisshh Eonni, kenapa kau bisa mengatakan hal itu?’

Jullie menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengabaikan kata-kata Inn Nha dan berusaha mengacuhkan pertanyaan-pertanyaan dikepalanya. Dia kembali sibuk dengan makanan-makanan ringan yang ada di depannya. Tapi tetap saja, pernyataan Inn Nha tadi tidak mau pergi dari otaknya.

***

Oppa…”

Wae?”

Seorang gadis kurus dengan rambut pirangnya menghampiri Donghae setelah mereka selesai latihan. Hari ini memang sedang diadakan latihan gabungan seluruh artis SM untuk konser SM Town yang diadakan di Eropa 3 bulan lagi. Donghae yang duduk di pojok ruang dance untuk melepas lelah menatap ke arah gadis itu, tapi hanya sedetik.

“Apakah Oppa sudah makan? Ayo kita makan bersama dengan yang lainnya,” ajak gadis itu ramah. Tapi sepertinya Donghae sedang tidak berminat. Bahkan menatap gadis itupun tidak dilakukannya. “Kalian saja. Aku masih kenyang,” jawab Donghae datar.

Terlihat ekspresi kecewa dan sedih dari wajah gadis itu. Kemudian gadis itu mulai berbalik meninggalkan Donghae. Pikirnya mungkin percuma saja memaksa Donghae. Tapi ketika gadis itu baru berjalan beberapa langkah, dia berbalik menghadap Donghae.

Oppa, aku tahu kau tidak akan memaafkanku. Akupun tidak bisa berharap lagi kau mau memaafkanku. Tapi setidaknya, bicaralah padaku. Kita bisa menjadi teman dan melupakan semuanya. Selama Oppa belum memaafkanku, aku juga belum bisa memaafkan diriku.”

Suara gadis itu sedikit gemetar. Apakah gadis itu menangis? Donghae tidak tahu, karena Donghae tidak menatapnya sedikitpun. Hanya memandang ke arah Dongsaeng-dongsaengnya yang masih bergurau di ruangan itu. Setelah gadis itu berbalik dan pergi, barulah Donghae melihat ke arahnya tapi hanya menatap punggung gadis itu yang berjalan menjauh.

Donghae menundukkan kepalanya. Melihat gadis itu, selalu membuatnya teringat akan kejadian 6 tahun yang lalu…

-Flashback 6 years ago-

Donghae bahagia sekali. Dia berlari kecil menyusuri lorong di setiap lantai gedung SM Entertainment itu untuk mencari seorang gadis. Gadis yang sudah 1 tahun lebih ini menjadi yeojachingunya. Hari ini dia mendapat kabar dari petinggi SM Entertainment kalau beberapa bulan lagi dia akan debut dengan sebuah grup bernama Super Junior. Mereka terdiri dari 12 orang. Memang terlalu banyak untuk sebuah grup, tapi Donghae sangat senang karena orang-orang yang tergabung dalam Super Junior ini adalah orang-orang yang sangat menyenangkan. Dia ingin gadisnya itu yang tahu pertama kali. Dia mencari gadis itu penuh semangat tanpa memperdulikan sudah berapa lantai yang ia susuri karena ponsel gadis itu tidak aktif.

Donghae terlalu bahagia untuk menyerah. Dia ingin segera memberitahukannya pada sang gadis. Akhirnya dia merasa kelelahan juga, Donghae berjalan pelan di sebuah lorong yang sebenarnya lorong itu jarang sekali para trainner bisa sampai kesitu. Lorong itu hanya di peruntukkan bagi para staf. Entah kenapa dia bisa sampai kesitu. Lorong itu sepi, tapi masih terdengar suara orang yang sedang mengobrol.

Tunggu dulu, suara itu Donghae sangat mengenalnya. Suara yang setiap hari didengarnya. Donghae berjalan mendekat ke arah suara. Suara itu berasal dari dalam sebuah ruangan kecil di ujung lorong. Pintu ruangan itu tertutup, tapi Donghae masih bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas karena suasana yang sangat sepi. Suara yang menjadi lawan bicara gadis itu adalah suara laki-laki. Donghae berjalan dengan hati-hati menuju pintu ruangan agar tak terdengar oleh makhluk yang ada di dalam ruangan. Donghae mendekatkan telinganya, menyimak dengan seksama setiap kata-kata yang keluar dari percakapan itu.

“Hahhahahahaaaa….” terdengar tawa laki-laki dari dalam.

Oppa… Jangan tertawa seperti itu, membuatku merinding saja.”

Suara gadis itu sangat manja. Membuat darah Donghae mendidih dibuatnya. Memang benar, suara itu, suara kekasihnya. Apa yang dia lakukan di dalam? Bersama siapa? Kenapa di tempat seperti ini? Donghae ingin segera masuk ke dalam ruangan itu. Tapi ketika tangannya hendak membuka gagang pintu di depannya, tangannya terhenti. Pembicaraan mereka selanjutnya membuat Donghae tetap berdiri di depan pintu, mendengar lagi dengan seksama setiap kata yang keluar dari mulut mereka.

Mianhae Chagiya,” jawab laki-laki itu.

Deg!! Chagi..?

Jantung Donghae memompa darahnya lebih kencang. Darahnya kini seperti berlari cepat di setiap pembuluh darahnya.

“Lalu kapan kau akan memutuskan si ikan teri itu? Kau tahu, aku cemburu setiap kali melihat kau bermesra-mesraan dengannya,” mendengar kata-kata laki-laki itu napas Donghae memburu karena jantungnya bekerja lebih keras lagi.

“Sabar ya Chagi, aku dengar beberapa bulan lagi dia akan debut. Kau tahu kan grupku akan debut tahun depan? Setelah dia debut sudah pasti dia akan terkenal. Tahun depan beberapa saat setelah grupku debut, aku akan membuat skandal dengannya supaya aku lebih terkenal. Setelah itu aku akan memutuskannya.”

Astaga..!! Apa-apan ini.. Benarkah ini suara kekasihku? Aku sangat yakin ini suaranya. Lalu apa yang dia katakan barusan? Membuat skandal denganku? Donghae sudah tak dapat mencerna lagi apa yang ada di otaknya sekarang. Terlalu banyak pertanyaan dan perasaan yang tak bisa dia lukiskan membuat otaknya menjadi lebih berat untuk berpikir.

AigooYeojachinguku ini pintar sekali.”

Tiba-tiba tak ada suara lagi dari dalam. Hening. Donghae masih menunggu percakapan selanjutnya tapi sia-sia. Tak ada percakapan lagi. Donghae merasa sesuatu yang tak baik sedang terjadi di dalam.

CEKLIKK..(suara pintu yang terbuka)

TBC…

Posted with WordPress for BlackBerry.

20 thoughts on “My Love, Saranghaeyo ~Part 4 (FanFic by Freelance)

  1. Author ini FFnya udah diposting yah, mian rada lama baru dipostingnya hehehehe

    Aku udah baca berulang-ulang nie FF *ya iyalah kan kemaren kudu ngedit* :p dan akhirnya setelah diedit jadi rapi hehehehe

    Bagian ini ‘“Ooww… Kalau masih ada orang yang kucintai disini, aku akan tetap tinggal disini,” jawab Jullie mantap.’ Berasa Jullie lagi ngasih pernyataan secara ngga langsung gitu, dan kayak harapan kalo Hae bakal ngerti hehehehehe :p

    Dah ah ditunggu lanjutannya aja yah ^^

    • eh udah d posting y.. ^.^
      gomawo dh d edit n saya jg jd belajar.

      ho’oh, bagian itu si Jullie secara gak lgsg blng k Hae klo dia berharap ada seseorang yg bs buat dia menetap d Korea.

      Lanjutannya pending dulu y Na, saya lg ujian skrng. hehehee…^^

      • Hehehehe diriku juga sama kali masih belajar juga, tulisan diriku juga g bagus-bagus ^^

        Jullie sok pake pura2 gitu, padahal ngarep banget tuh sama Hae *dijitak author * :p

        Diriku sepertinya tau siapa cewe berambut pirang mantannya Hae… Pasti dia itu….. Dah ah terserah author aja dia mw siapa juga :p

        Take your time Hetty-ssi, inget pembicaraan kita di YM tempo hari kan? Hehehehe ^^

        • cewek berambut pirang itu……*sepertix Nana tau siapa yg author maksud d cerita ini

          Okay..saya ingat koq, lumayan dpt ceramah..wkwkwkkk^0^

    • hhmmm…ngapain y??

      terserah para redaers dulu dch, mikirx mereka lg ngapain, hohooo…

      sebenarx blm ada cinta segitiga, tp boleh jg idenya..*d jitak reader cz copas ide sembarangan

      lanjutannya sabar dl y..
      gomawo dh baca n ninggalin jejak^^

  2. Yang terakhirnya huuh, author pinter ni buat reader penasaran. Lanjutannya cepat yaa.
    Btw, ceweknya itu siapa ya?

  3. ceweknya siapa y..??
    memang sengaja author gak sebutin namax, biar readers yg berasumsi sendiri
    *kabur
    lanjutannya sabar dl y..

    gomawo dh baca n ninggalin jejak..^^

  4. Mmm..lagi seru baca,tau”nya TBC…yahhh😦
    Haha,lucu waktu blg Donghae kaya ikan teri.Emang kurus bgt ya c Oppa waktu jaman itu?

    Cie cie….udah mulai berani pegang” Jullie ni Donghae.Klo suka deketin terus Oppa,jgn pe lepas ya..🙂🙂

    Jullie deg”an waktu digandeng Donghae,apalagi klo aq yg digandeng..lngsg kaku ni badan rasanya…haaa

    • muncul kata ikan teri itu untuk meremehkn sseorang krna ikan teri itu yg paling kecil..

      saya jg klo d gandeng Donghae maux wktu ini b’henti biar d gandeng trus..*lebay

      gomawo dh baca n ninggalin jejak
      sering2 y..^.^

  5. kyaa… ada kyuhyun jg nongol ^^ kasiannya kyuhyun dijitak terus *protes nich, hehe….*

    eem…. selanjutnya bakal gmn ya? ditunggu ya author ^^

    oiya, mianhae baru sempat baca ini FF, komennya langsung di part ini aza ya jadinya ^^

    Hwaiting onnie!!!! *teriak pake toa*

    • mian y biasnya d jitak trus, heheeee…
      lanjutannya d tunggu aja y..^^

      gpp koq yg penting dh ninggalin jejak

      gomawo dh baca dr awal n ninggalin jejak^.^

  6. kyaaa TBC….
    Author keren bgt nih bkin penasaran?

    ehmm yg bwt Donghae susah dket ma yoja gra2 trgedi lorong ni toh..!
    Betul tdk Author??
    tp ya sdhlah skrgkan dah da Julie palgi kyaknya Julie dah ngsih rambu2 lalu lintas nih…hhoohohoho

    dtggu part slnjutnya.._^

    • betul skali, Donghae jd trauma gr2 ‘tragedi lorong’ itu, *boleh jg tu istilahnya..wkwkkwkkk..

      Jullie dh ks lampu kuning tuh, biar donghae b’siap2(?)

      gomawo y dwie (betul g namax??) dh baca n ninggalin jejak..^.^

      • Yups nma Q dwie..
        slam kenal author!
        Author sndiri spa nih panggilan’a?rryfishy bni’a donghae y!!!hehehehehe

  7. annyeong dwie..
    joeneun Hetty imnida..^^

    iya binix Donghae tp gak tau urutan yg k brapa..*abaikn saja

    sering2 ninggalin jejak d sini y..🙂

  8. Ryeowook sedang berusaha menjadi mak comblang Donghae dan Jullie kah? Hihihi
    Tapi kayaknya nggak perlu tuh. Dua2nya udah punya rasa masing2,hehehe *sok tahu*

    Ditunggu kelanjutannya Onnie🙂

  9. itu.. itu.. kenapa TBC nangkring disitu..??? *ga nyante*
    trus itu, cewe masa lalunya Donghae knapa nongol juga disitu??
    Jullie nya gimana dong? *banyak tanya*
    lanjutannya ditunggu ya onnie..😀

    • emank sudah wktux TBC ada d situ..hehee..

      hhmmm..baru aja trinspirasi buat masukin cwek ms lalux Donghae d situ.
      Julliex gmna ntar lihat d part slanjutx y..

      Gomawo vie dh baca n ninggalin jejak^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s