Love Is… ~Part 2 (FanFic by Ichanuna)

Cinta bisa datang tiba-tiba. sejauh apapun kau melangkah kakimu, sejauh apapun kau menghindarinya, cinta akan tetap menemukanmu

Akio Sora tampak cantik mengenakan gaun pengantin putih, wajahnya yang mungil dan bibirnya yang kemerahan tampak manis. Dia menatap dirinya sendiri yang sedang berdiri di cermin.

“Kau selalu nampak cocok mengenakan apapun,” sapa Riyeon.

Senyum Sora mengembang “Kau juga Riyeon-a. Sendirian kesini? Bukankah Jaejoong Oppa sedang ada di Jepang sekarang ini?”

“Dia lagi sibuk berat,” jawab Riyeon langsung merebahkan dirinya di sofa lalu melempar ponselnya ke atas meja “Dia sama sekali tidak menghubungiku.”

“Dan sekarang kau marah? Gara-gara isu yang tidak jelas itu?”

“Dia sama sekali tidak berniat menjelaskan apapun!” jawab Riyeon dengan nada suara yang sedikit meninggi. “Aku tidak habis pikir dengan sikapnya akhir-akhir ini. Ah sudahlah bukankah kita punya kerjaan lebih penting disini. Coba berputar, aku mau melihat jahitan bajunya.”

Okay dan bisakah kau hilangkan sikapmu yang terlalu perfeksionis itu Riyeon-a” ucap Sora membuat Riyeon tertawa kecil.

”Kau tau siapa pasanganmu hari ini?” tanya Riyeon ringan sambil tetap memperhatikan setiap detail dari gaun pengantin. ”Bajunya agak kebesaran yak? Atau kau yang kurusan akhir-akhir ini?”

”Akhir-akhir ini aku tidak mood untuk mengunyah,” jawab Sora seraya tersenyum. Riyeon hanya menatapnya miris. Liat dia sekarang seperti mayat hidup, hidup segan matipun tak mau.

”Apa?” tanya Sora melihat ekspresi muka temannya lalu tertawa kecil. ”Tenang, setelah pemotretan selesai kau temani aku makan. Oh iya siapa tadi yang  jadi pasanganku hari ini?”

Riyeon tertegun seraya memukul jidatnya sendiri.  ”Hampir saja aku lupa. Namanya Leeteuk orang Korea asli. Dia leader dari grup musik atau boyband apa lah gitu, aku juga tidak begitu tau.”

Akio Sora berpikir sepertinya dia pernah mendengar nama itu tapi lupa dimana dia pernah mendengarnya. ”Sepertinya aku pernah mendengar namanya tapi lupa. Oh iya Mr. Leeteuk sudah ada disinikah?”

Molla,” jawab Riyeon dalam bahasa Korea yang disambut Sora dengan tatapan sinis. ”Gomen. Mungkin dia ada diruangan sebelah.”

”Sudah tau kalau aku tidak mengerti bahasa Korea tapi masih saja suka keceplosan bicara korea gitu.”

Riyeon tertawa kecil ”Gomenasai.”

***

Good morning,” sapa Wookie. Tampaknya Wookie sedang sibuk mempersiapkan sarapan pagi ini.

Kyuhyun hanya melihatnya sesaat lalu menuju sofa di ruang tengah dan merebahkan diri disana. Dia memejamkan matanya sesaat dan teringat lagi dengan wajah gadis yang ditemuinya di cafe kemarin. Wajah gadis itu selalu ada dipikirannya beberapa hari ini.

Hyung. Am I crazy?” tanyanya ke Wookie. Wookie hanya menatapnya binggung lalu terus melanjutkan aktifitasnya memasak.

”Hya! Bangun! Kau lupa schedule kegiatan kita hari ini?” tanya Heechul seraya menarik lengan Kyuhyun. ”Tidak ada yang penting hari ini Hyung. Aku mau tidur seharian.”

”Kau lupa kita harus menemani Leeteuk Hyung pemotretan hari ini?” ucap Heechul.

”Seperti anak kecil saja harus ditemani. Kalian saja yang pergi,” kata Kyuhyun seraya makin menenggelamkan mukanya dibantal bulu.

Tiba-tiba ponsel yang ada disaku baju tidurnya bergetar. Sekilas ia melihat nama yang tertera dilayar ponsel itu dan dengan gerakan yang malas dia mengangkat teleponnya. ”Hya!! Bangun!” teriak suara di seberang sana, Kyuhyun refleks menjauhkan ponsel dari telinganya lalu memutuskan hubungan telpon tersebut dan melanjutkan memejamkan matanya. Lagi-lagi bayangan gadis yang menangis itu melintas dipikirannya. Dan kali ini gadis itu nampak tersenyum manis ke arahnya.

”Hya! Kenapa kau selalu ada dipikiranku!” umpat Kyuhyun seraya melempar bantalnya. ”Aku tidak bisa tidur dari tadi malam. Kenapa kau selalu bolak-balik menangis dan tersenyum.”

Wookie, Donghae, Heechul yang ada di ruangan hanya menatapnya binggung dan saling bertatapan satu sama lain seraya mulai saling melempar senyum.

”Jadi dia ini siapa?” kata Wookie memulai menginterogasi.
Donghae melipat kedua lengannya di dada ”Dan kau bertemu dia ini dimana?”

”Pertanyaan kalian berdua benar-benar tidak penting,” kata Heechul seraya mengeleng-gelengkan kepalanya lalu ia mencondongkan badannya ke arah Kyuhyun ”Cantik tidak?”

”Bimil” jawab Kyuhyun langsung beranjak dari sofa meninggalkan beribu tanya dibenak Wookie, Donghae dan Heechul.
”Hya! Eodiga?” teriak mereka bertiga
”mandi, bukankah scedule kita hari ini menemani Leeteuk hyung?”

Sora dan Riyeon menatap binggung pemuda yang saat ini berada tepat didepan mereka berdua. Sedari tadi pemuda ini selalu tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih.
”Annyeong Haseyo, Leeteuk imnida” sapa Leeteuk ramah seraya membungkukkan badannya.
”Ne, annyeong haseyo Riyeon imnida” jawab Riyeon tidak kalah ramah seraya membungkukkan badannya.
”Nona Riyeon aku benar-benar menyukai semua rancangan bajumu. Apalagi tuxedo dari butikmu aku benar-benar menyukainya. Nanti kalau ada waktu aku akan berkunjung kebutikmu”
Riyeon hanya tersenyum kecil seraya menjawil Sora yang berada tepat disebelahnya. Sora buru-buru ikut membungkuk ”Annyeong haseyo Sora imnida”
”Senang berkenalan denganmu nona Sora. Kau benar-benar mungil dan lucu sekali” kata Leeteuk kembali dengan senyumnya yang menawan.
Sora tersenyum malu mukanya tampak memerah dan dia menundukan wajahnya seketika itu juga. Leeteuk yang melihat perubahan ekspresi mukanya makin tersenyum dan lebih ingin menggodanya tapi dia batalkan niatnya setelah melihat raut muka Riyeon yang tampak tidak suka dengan kata-katanya.
Leeteuk berdeham pelan ”Mian nona Riyeon, sepertinya tuxedo yang kukenakan ini agak kekecilan, apa kau tidak membawa tuxedo yang lain?” tanya Leeteuk seraya menarik-narik tuxedo yang dikenakannya. Dan memang tuxedo itu terlalu kecil untuk ukuran tubuhnya.
”Kekecilan? Aku dari butik cuma membawa satu tuxedo itu saja, dan kalau sekarang aku harus mengambil tuxedo yang lain dibutik, akan memakan banyak waktu. Jarak dari sini kebutik cukup jauh. Mian Leeteuk-ssi bisa berputar kekiri sedikit mungkin aku bisa memberi sedikit solusi untuk tuxedo ini” jawab Riyeon. ”Hei.. Kau mau kemana lagi? Pemotretan sebentar lagi”
”Mau cari minum disitu” Jawab Sora seraya jari telunjuknya menunjuk kearah cafe yang tidak jauh dari mereka bertiga ”Riyeon-a mau titip sesuatu?”
”Ani..ooppss” jawab Riyeon sambil jari tangan menutupi mulutnya yang disambut tatapan sinis dari Sora. ”Maksudku tidak. Tidak titip apa-apa”
”Lagi-lagi”
Riyeon tertawa kecil ”Mian..ooppsss gomenasai”

Pukul sepuluh pagi lewat sepuluh menit, Kyuhyun dan teman-teman akhirnya tiba juga di lokasi pemotretan. Jarak antara apartemen dan lokasi pemotretan yang cukup jauh serta kondisi jalan yang penuh macet dengan sukses membuat Heechul, Donghae, Wookie serta Sungmin terdiam.
Sesampainya di ruang pemotretan Heechul, Donghae Wookie dan Sungmin langsung merebahkan diri mereka di sofa yang ada lalu memejamkan mata masing-masing.
”Baru datang?” sapa Leeteuk sambil meletakkan seplastik air mineral diatas meja
Heechul langsung mengambil sebotol air mineral lalu meminumnya ”Gomawo hyung. Rasanya lagi tidak ada mood untuk bicara”
”Michi!!” umpat Donghae ”Dua jam didalam mobil, sampai mau mati kebosanan rasanya”
Wookie dan Sungmin hanya diam lalu mengangguk-anggukkan kepala mengiyakan kata-kata hyungnya sepertinya mereka berdua tidak ada niat untuk mengeluarkan sepatah katapun.
”Lalu mana Kyu? kalian tinggalin itu anak sendiri di apartemen” ucap Leeteuk
Heechul langsung mengangkat tangannya seraya mengacungkan jari telunjuknya keluar ruangan, tampaknya dia tidak mau bicara lagi.

Kyuhyun melangkahkan kakinya sambil melihat berbagai macam lukisan yang tertata rapi di galeri yang berada di lantai dasar, terdapat banyak lukisan yang bertema abstrak sampai kontemporer. Lukisan dari pelukis terkenal sampai penulis amatir ada disini.
Tampaknya lukisan ini sangat mahal batinnya dalam hati. Perhatiannya sekarang tertuju pada sebuah lukisan kontemporer. Lukisan itu nampak memiliki arti yang sangat dalam. Tanpa sadar tangannya mengikuti alur setiap garis lukisan yang nampak kasar.
”Tolong jangan dipegang!” terdengar suara lembut dari arah belakang yang membuat Kyuhyun refleks memalingkan wajahnya ”Lukisan itu baru saja dibeli dari balai lelang Shoteby’s di Hongkong. Lukisan ini sangat berharga dan termasuk lukisan termahal di kawasan Asia Tenggara saat ini jadi tolong jangan dipegang”
Kyuhyun menahan napas setelah melihat gadis yang selalu ada dipikirannya, saat ini sedang berbicara dan tersenyum kearahnya. Dia merasakan detak jantungnya bergerak cepat, tanpa sadar salah satu tangannya memegang dadanya sendiri berusaha meredam detak jantungnya, takut kalau saja gadis itu akan mendengarnya.
”The Man From Bantul (The Final Round) karya I Nyoman Masriadi. Lukisan yang kau pegang itu lukisan termahal saat ini”
Kyuhyun masih saja terdiam mematung tidak mengeluarkan sepatah katapun. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Gadis yang saat ini tepat berada didepannya terlihat sangat cantik mengenakan gaun pengantin putih yang simple dengan riasan wajah yang terlihat natural tidak berlebihan. Ya tuhan kenapa dia tampak begitu sempurna batin Kyuhyun dalam diamnya.
”I Nyoman Mastriadi?” tanya Kyuhyun pelan sambil berusaha meredam detak jantungnya yang makin tidak karuan ”Apa dia seorang maestro kontemporer? Baru kali ini aku mendengar namanya”
Sora tersenyum lalu dia berdiri tepat disamping Kyuhyun ”Dia seorang maestro muda yang berasal dari Indonesia, karya-karyanya sangat indah dan sangat mendetail. Sekarang ini banyak orang Eropa maupun Asia tertarik dengan karya lukisan dari Indonesia. Apa kau suka?”
Kyuhyun menyeka dahinya yang penuh dengan keringat dingin “nan dangsineul chuahaeyo” jawabnya pelan.
Kening Sora langsung berkerut tanda tidak mengerti ”Apa? Maaf aku sama sekali tidak mengerti bahasa korea”
”Aku juga suka lukisan ini” jawab Kyuhyun seraya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya kearah yang berlawanan. Baru beberapa detik Kyuhyun mengalihkan pandangannya gadis itu sudah tidak ada disampingnya.
”Hei. Namamu siapa?” teriak Kyuhyun setelah melihat gadis itu sudah berada dipintu keluar galeri. Dan gadis itu hanya tersenyum lalu melambaikan tangannya.

Sedari tadi ponsel Sora selalu berbunyi. Riyeon sudah lebih dari sepuluh kali menghubunginya, tampaknya pemotretan akan segera dimulai gumam Sora dalam hati.
Dengan langkah tergesa-gesa dia melangkahkan kakinya lalu membuka pintu tampak semua kru sudah siap sementara itu Riyeon menatapnya tajam seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. ”Kemana saja kau? Apa kau lupa waktu? Lukisan membuatmu lupa segalanya” kata Riyeon sambil menarik napas panjang.
Sora tersenyum lebar memperlihatkan sederet giginya yang putih. ”I’m sorry. Tadi sedikit terbawa suasana di galeri. Oh iya lukisan itu sudah sampai disini Riyeon-a. Indah banget”
”Jeongmal!” kata Riyeon setengah berteriak dalam bahasa ibu yang dibalas Sora dengan tatapan sinis ”Kapan datangnya?”
”Baru dua hari dipajang digaleri, selesai pemotretan kita kesitu. Kau harus melihat keindahannya”
”Tampaknya kalian berdua membicarakan sesuatu yang menyenangkan” sapa Leeteuk tiba-tiba sudah berada disamping Riyeon ”Oh iya kenalkan teman-temanku. Ini Heechul, Donghae, Sungmin lalu yang terakhir ini Wookie”
Sora dan Riyeon langsung membungkukkan badannya ”Annyeong haseyo senang berkenalan dengan kalian semua”
”Kalian berdua manis sekali” sapa Heechul tampak sesungging senyum terlukis dibibirnya. ”Beruntung sekali aku bisa berkenalan dengan gadis semanis kalian. Mimpi apa aku semalam”
Rayuan Heechul langsung disambut oleh tatapan sinis Donghae yang berdiri tepat disampingnya ”Hyung tolong berhenti. Kata-katamu membosankan”
”Ya. Benar sekali. Setiap kata yang keluar dari mulutnya benar-benar membosankan” ucap Sungmin ikut angkat bicara yang dibarengi oleh anggukan tanda setuju dari Wookie. ”Riyeon-ssi kudengar kau juga punya butik di Korea?”
”Ne, di wilayah Gangnam tepatnya. kalau ada waktu silahkan berkunjung” jawab Riyeon ramah.
”Dan ku dengar Sora-ssi juga baru membuka galeri di Korea? Aku punya teman, dia sangat menyukai lukisan. Sampai-sampai apartemen kami penuh dengan lukisan yang dibelinya”
”Iya, tapi masih belum resmi dibuka” jawab Sora tersenyum ramah ”Nanti kalau sudah resmi dibuka kalian semua akan ku undang”
”Dengan senang hati kami semua akan datang. Pasti menyenangkan” ucap Sungmin tersenyum.
Sora memalingkan wajahnya setelah melihat Yuka asisten photografer memanggilnya ”I’m sorry, pemotretan akan segera dimulai saya permisi dulu” ucap Sora lalu membungkukkan badannya.

Riyeon membelalakkan matanya menatap semangkuk besar mie ramen yang tersaji dimeja. Tampak kedai mie ramen penuh sesak penggunjung mulai dari pekerja kantoran sampai dengan anak sekolahan. Berbagai macam bau berbaur menjadi satu.
”Kenapa?” tanya Sora tertawa setelah melihat ekspresi muka teman baiknya. ”Ini masih porsi kecil, mau yang porsi lebih wah dari ini?”
Tampak Bibi Jang menyajikan semangkuk mie ramen dihadapan Sora ”Sorachan lama tidak kelihatan, kemana saja?”
”Lagi sibuk-sibuknya sekarang bibi”
”Riyeonchan juga, kemana saja?” Bibi Jang menarik kursi lalu duduk berhadapan dengan Sora ”Kalian kurus sekali. Ayo dimakan selagi panas. Kali ini tidak usah bayar, bibi yang traktir”
Bibi Jang memang selalu baik, Sora jadi ingat jaman dulu waktu masih sekolah, sepulang sekolah dia selalu mampir kesini. Kadang dia datang hanya untuk menyapa Bibi Jang, sekedar menanyakan kabarnya.
”Makasih. Bibi memang best of the best” ucap Riyeon tersenyum lebar. ”Bagaimana kabar bibi dan paman, semoga selalu sehat”
”Kami berdua sehat. Ayo cepat dimakan nanti dingin” ucap Bibi Jang penuh perhatian.
Sora berdeham pelan seraya menyerahkan sekotak bingkisan ”Ini untuk bibi dan paman semoga kalian menyukainya”
”Manisan pala?” tanya Bibi Jang antusias
”Iya. Aku baru pulang dari liburan di Indonesia. Negara itu sangat indah, lain kali bibi dan paman harus berbulan madu kesitu. Dijamin bakal menyenangkan dan romantis” ucap Sora berbisik yang membuat Bibi Jang langsung tertawa.
Bibi Jang mencondongkan tubuhnya agak kedepan ”Kali ini giliranmu lagi yang berbulan madu. Kapan Sorachan dan Riyeonchan mengenalkan calon kalian berdua. Umur kalian sudah lebih dari cukup untuk menikah” ucap Bibi Jang membuat pipi Sora memerah dan membuat Riyeon hampir tersedak. ”Jangan terlalu lama. Dan jangan terlalu banyak pilih”
Menikah. Suatu hal yang hampir tidak pernah terlintas dalam pikiran Sora. Dulu, dulu sekali dia pernah bermimpi untuk menikah selepas dari masa sekolah. Tapi sekarang mimpi itu musnah. Musnah tidak berbekas seperti kertas yang terbakar hanya meninggalkan abu hitam dihatinya.
”Hei!” Riyeon menatap sambil melambai-lambaikan tangannya lalu tertawa kecil ”Melamun lagi? Apa sekarang melamun masuk dalam list pekerjaanmu?”
”Siapa bilang? Aku hanya binggung setelah bicara dengan Sungmin-ssi tadi. Aku jadi kepikiran itu galeri di Korea kapan resminya akan ku buka” ucap Sora menarik napas ringan
”Bukankah lebih cepat lebih baik” jawab Riyeon tersenyum ”Semua lukisan sudah datang?”
”Hampir semua, cuma ada beberapa lukisan dari Tiongkok yang belum datang” ucap Sora ”Mungkin lima atau enam hari lagi baru sampai Korea”
”Sepertinya kau benar-benar berniat berhenti dari kegiatanmu yang sekarang dan lebih memfokuskan diri di lukisan” ucap Riyeon santai
”Mungkin iya. Mungkin juga tidak” jawab Sora tersenyum ”Kita lihat saja nanti”

Kyuhyun memarkirkan mobilnya di basement apartemen. Dengan langkah gontai dia menuju lift. Latihan musical, pemotretan, syuting iklan sudah selesai dia lakukan. Seharian ini jadwalnya padat dari pagi sampai malam.
Dia membuka pintu apatemen. Melemparkan kunci mobil di meja ruang tengah lalu menghempaskan tubuhnya di sofa mencoba memejamkan mata sejenak. Lapar.
”Hyung ireona” ucap Kyuhyun pelan ”Bisa masakkan sesuatu untukku? Dari pagi aku belum makan”
”Mie ramen ada didapur, masak sendiri sana” ucap Wookie tetap memejamkan matanya.
”Ayolah hyung ireona” ucap Kyuhyun lalu menarik selimut Wookie ”Sup kimchi plus nasi panas. Hyung phalli”
”Arraseo” ucap Wookie beranjak dari tempat tidur.
”Hyung, mau aku bantu?” tanyanya dengan senyum nakal.
Raut muka Wookie langsung berubah ”Anio. Cukup satu dapur saja yang kau bakar”
Kyuhyun langsung tertawa kecil, dia jadi teringat dengan apartemen mereka di Seoul. Beberapa bulan yang lalu gara-gara mencoba untuk memasak spagetti dan lupa mematikan kompor gas, dia dengan sukses membuat spagetti sekaligus pancinya gosong kehabisan air.
Kyuhyun berjalan menuju kamar hyungnya yang berada tepat disebelah kamar Wookie lalu membuka pintu. ”Hyung sudah tertidur pulas! Ini saatnya” gumamnya dalam hati. Dengan berjinjit dia melangkah kakinya berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Dia berjinjit dari sebelah kiri tempat tidur menuju sebelah kanan tempat tidur. Matanya menatap setiap sudut ruangan ”Sial. Dimana?” umpatnya pelan.
sekarang matanya tertuju pada sebuah tas jinjing hitam diatas lemari baju ”Ah. Ini dia” ucapnya antusias. ”Hyung aku pinjam dulu sebentar. Satu jam lagi aku kembalikan, arraseo” ucapnya pada Leeteuk yang tertidur pulas.
”Hmmm~” ucap Leeteuk tidak sadar.
”Gomawo” ucap Kyuhyun sumringah lalu berjinjit keluar kamar
”Laptopmu rusak?” tanya Wookie ”Sampai harus minjam laptop punya Teuki Hyung?”
Kyuhyun tersenyum lebar melihat dimeja makan sudah tersedia sup kimchi dan nasi panas ”Cepat sekali sudah siap hyung”
Kyuhyun menarik kursi ”Anio. Aku cuma mau menginstal beberapa aplikasi komputer yang baru ku download tadi. Dan berhubung aku tidak begitu mengerti jadi sebagai proyek percobaan, laptop Teuki hyung yang akan menjadi kelinci percobaannya” ucapnya tersenyum nakal.
”Hei kalian berdua belum tidur?” sapa Sungmin sambil memeluk teddybear kesayangannya lalu memandang jam didinding ”Sudah jam duabelas malam”
”Annyeong hyung” sapa Kyuhyun ”Kau mimpi buruk lagi?”
”Anio. Sedang apa dengan laptop Teuki hyung?
”Biasa, proyek kecil-kecilan” jawab Wookie tertawa
”Ah. Diam kalian. It’s our secret” ucap Kyuhyun menempelkan jari telunjuk dibibirnya. Langkah tangannya tiba-tiba berhenti ”Hyung, kau tau paswordnya? Rupanya Teuki hyung baru saja menganti pasword laptopnya”
”Angel” ucap Donghae tiba-tiba sudah ada disamping Kyuhyun.
”Angel?” tanya Kyuhyun antusias.
Dengan cekatan tangannya memindahkan beberapa file. Dan mulai mengoperasikan beberapa aplikasi. Tatapan matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah folder di desktop, folder itu berjudul ”Akio Sora”. ”Perempuan mana lagi kali ini hyung” tanyanya pada layar komputer.
”Itu hasil pemotretan kemarin” ucap Sungmin
”Sora-ssi memang cantik sekali, memakai kimono yang sangat tradisional maupun gaun pengantin yang sangat kebarat-baratan selalu nampak cocok saja dengannya” ucap Donghae yang diamini oleh Wookie ”Seharusnya kemarin aku memberanikan diri meminta nomor ponselnya”
Dengan rasa penasaran yang sudah membuncah didada, akhirnya Kyuhyun memberanikan diri membuka folder tersebut. Tampak gadis Jepang dengan balutan baju kimono berwarna cerah gadis itu sedang menunduk seraya merangkai bunga-bunga lily putih didalam sebuah bucket kecil sedangkan Leeteuk mengenakan tuxedo hitam hanya diam disampingnya. ”Sepertinya aku pernah melihat gadis ini” tanyanya untuk kedua kalinya pada layar komputer.
Digambar selanjutnya tampak gadis itu mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Warna itu tampak cocok dengan kulitnya yang seputih susu sedangkan Leeteuk masi dengan tuxedo yang sama dan masi tetap dengan pose yang sama, ia hanya diam tanpa ekspresi sama sekali. ”Kaku sekali kau hyung” gumamnya sambil tertawa kecil pada layar komputer yang diam.
Tiba-tiba napasnya tercekat, pandangannya tertuju pada gambar terakhir. Tampak gadis di gambar tersebut menatap lurus ke kamera, gadis itu nampak tersenyum sambil menyodorkan sebucket mawar merah ke kamera.
”Dia!” teriak Kyuhyun.

Posted with WordPress for BlackBerry.

11 thoughts on “Love Is… ~Part 2 (FanFic by Ichanuna)

  1. Hahaha maknae psti kaget bgt trnyta cwe yg fto ma hyung’a tu cwe yg dah bwt dia penasaran..coba dia g lari k galeri psti bsa knalan tuh ma sora,.
    Btw wookie baik bner ah mw ja dsuruh2 ma kyu…ckckck
    Q tggu lnjtan’a!;)

  2. Gimana Kyu mu deket ma Sora,baru liat tampangnya aja Kyu udah deg”an,sibuk megang dadanya takut jantungnya copot,hahaha!Jauh bgt dari image evilnya c Kyu..hooo!

    Next part Q tunggu ya Eonn…

  3. Nah akhirnya Kyu jatuh cinta juga hahahahaha dan itu bikin dia jadi beda banget dari sifat aslinya :p

    Sebelumnya diriku mau minta maaf dulu nie sama author, soalnya ini FFnya belum rapi dan masih acak-acakan *bow 90 derajat*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s