Polkadot ~Part 3 (FanFic by Freelance)

Part -3-

Sekali saja berbohong, maka kau akan tenggelam dalam kebohongan-kobohongan berikutnya yang tak berujung seperti lingkaran.

***

“Tapi, maukah anda menjadi pacarku?”

MWO?!” seru Kencana, suaranya seoktaf lebih tinggi dari yang dia sendiri harapkan. Kencana cepat-cepat menyesap coklatnya, berharap minuman itu bisa memberinya kenyamanan walau sedikit. Coklat memang bagus untuk memperbaiki mood karena diduga bisa mendatangkan perasaan bahagia.

“Maksudku, berpura-pura menjadi pacarku.” Leeteuk meralat cepat.

Mwo?” kata Kencana sekali lagi, kali ini dengan nada suara yang lebih stabil.

“Hanya untuk sementara!”

“Mengapa harus aku?” Ada banyak pertanyaan yang melintas tapi hanya itu yang mampu dilisankan Kencana.

“Ghassany akan datang minggu depan. Dan Siwon mengajakku makan malam dengan pacarku!”

“Kenapa anda tidak mengajak pacar anda?”

“Aku tidak punya pacar sekarang, lagipula Siwon mengenal anda sebagai pacarku!”

“Mengapa anda tidak menolak, dan mengatakan yang sebenarnya?”

“Itu… Aku ingin mengatakan yang sebenarnya. Tapi dia meremehkanku, aku jadi kesal dan menuruti permintaannya!”

“Aku sedang sibuk saat ini!”. bohong Kencana.

“Aku akan menuruti apapun yang anda minta jika anda mau melakukannya. Jika anda mau aku bisa membayar anda!”

“Apa aku terlihat kekurangan uang?” Kencana mendelik ke arah Leeteuk. Dia tidak butuh uang, apalagi dari hal seperti ini.

“Maaf. Jangan marah. Bukan itu maksudku. Aku benar-benar membutuhkan bantuan anda!” Leeteuk menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada dan menatap Kencana penuh harap. “Please! Hanya untuk malam itu saja.”

Hanya untuk malam itu saja! Setelah itu dia tidak akan menggangguku lagi dan aku akan hidup tenang kembali. Kencana mulai mempertimbangkan. Pilihan yang tidak buruk. Ada saat dimana kita harus berkorban untuk sebuah kebahagiaan. Untuk kebahagiaannya sendiri.

“Hanya untuk malam itu saja,” Kencana mengulang kata itu lagi, lebih kepada dirinya sendiri. “Setelah itu aku tidak akan membantu anda lagi.”

“Terima kasih. Aku benar-benar tertolong karena anda!” wajah Leeteuk berseri. Matanya berbinar-binar.Senyumnya mengembang, lesung pipinya ikut menyembul.

“Sama-sama. Apa lagi yang perlu kita bicarakan?”

“Mungkin kita tidak usah berbicara terlalu formal!”

“Oh, ya. Kau bisa memanggilku Nana saja. Itu nama panggilanku. Dan aku mungkin bisa memanggilmu Teuki Oppa?”

“Kau tahu nama panggilanku?”

Kencana tersenyum kaku. “Semua orang tahu nama panggilanmu, Oppa!” ujarnya. Kencana melirik jam antik yang berdentang di sudut ruangan. Kuliahnya sebentar lagi akan dimulai.

“Kau sepertinya buru-buru!”

“Aku harus masuk kuliah lagi. Jika masih ada yang perlu dibahas silahkan telepon aku saja. Aku harus pergi sekarang, Oppa.”

“Aku akan mengantarmu!” kata Leeteuk lalu ikut bangkit. Kencana tidak ada pilihan lain, lagipula jika Leeteuk mengantarkannya, dia bisa lebih cepat sampai di kampus daripada harus naik bus.

***

Beberapa hari sebelumnya.

“Dimana pacarmu, Hyung?” tanya Siwon pada Leeteuk saat mereka duduk berdua di ruang tengah dorm setelah mereka pulang bekerja.

“Siapa pacarku?” Leeteuk bertanya kembali. Sesaat kemudian dia mengutuk dirinya sendiri telah mengatakan kalimat itu. Dia teringat gadis yang beberapa minggu lalu datang membawa pakaian, dan dia mengaku pada Siwon bahwa gadis itu adalah pacarnya. Leeteuk sebenarnya cuma bercanda tapi Siwon menanggapinya dengan sangat serius. Kadang orang yang terlalu serius, gampang untuk dibodohi.

“Kencana, Hyung. Bagaimana mungkin kau lupa pacarmu sendiri!”

“Oh, dia baik-baik saja. Dia sedang sibuk dengan kuliahnya!” jawab Leeteuk. “Bagus, terus saja berbohong, Leeteuk!” lanjut Leeteuk dalam hati.

“Memangnya dia kuliah dimana, Hyung?” kali ini Leeteuk kelabakan menjadi jawaban yang tepat untuk Siwon. Dia sudah terlanjur basah, jadi sekalian mandi saja.

Fashion!” jawab Leeteuk asal. Dia hanya meraba-raba, karena Kencana bekerja di butik jadi pasti kuliahnya—jika memang kuliah—tidak jauh-jauh dari fashion. Siwon mengangguk-angguk.

“Aku punya ide bagus, Hyung! Ghassany akan datang ke Seoul minggu depan. Kita bisa makan malam bersama. Double date. Bagaimana?”

“Hmm, aku tidak yakin. Kencana pasti sibuk.” Leeteuk memberikan alasan. Mana mungkin dia menyetujui itu kalau dia tidak pernah bertemu dengan Kencana lagi.

Aish, kau payah, Hyung. Masa sih makan malam sekali saja tidak bisa. Apa kau berpura-pura bahwa dia adalah pacarmu? Benar-benar payah.” Siwon menatap menyelidik dengan senyum—yang terlihat merendahkan—dan membuat Leeteuk jadi kesal. Dia tidak suka Siwon meremehkannya begitu.

“Baiklah… Baiklah… Aku akan menanyakannya dulu. Aku akan memberitahukanmu kabarnya minggu depan!” kata Leeteuk akhirnya. Siwon tersenyum penuh kemenangan, tidak menyangka begitu mudah memprovokatori Leeteuk. Dia lalu bangkit.

“Aku harus pulang!” Siwon memang tidak tinggal bersama di dorm.

“Kau tidak menginap disini saja? Kita harus latihan pukul 8 pagi!”

“Tidak Hyung. Tenang saja, aku akan berada disini kembali sebelum kita latihan!”

“Baiklah, hati-hati di jalan!” kata Leeteuk kemudian Siwon menghilang di balik pintu.

Sepeninggal Siwon, Leeteuk mulai kebingungan.

“Bodoh… Bodoh. Mengapa aku menyetujui usul Siwon. Bagaimana aku bertemu kembali dengan gadis itu?” Leeteuk mengetuk kepalanya pelan. Tadi dia menyetujui tanpa berpikir dahulu. Ego benar-benar sedang mempermainkannya. Sekarang dia mulai kebingungan.

“Aku harus mencari nomor teleponnya dulu! Tapi dimana?” Leeteuk berpikir sejenak. “Ah, ya. Aku akan menelpon butik tempatnya bekerja atau menemuinya langsung di sana dan meminta bantuannya.” Leeteuk tersenyum puas membayangkan rencananya.

***

Kencana tidak percaya bahwa dia benar-benar berada di tempat itu. Duduk di salah satu meja restoran di sebuah hotel, mengaku sebagai pacar Leeteuk. Dia menekankan berkali-kali bahwa semua itu hanya pura-pura untuk menenangkan rasa gundahnya.

Dia mengenakan gaun berwarna kuning gading selutut berpotongan simple dengan sebuah bros tersemat di dada, hasil rancangannya sendiri. Dia memang tidak hanya diajari bagaimana membuat rancangan dan membuat pakaian yang bagus tapi juga merancang dan membuat perhiasan serta accessories lainnya. Dalam skenario mereka bros itu diberikan oleh Leeteuk. Kencana dan Leeteuk menunggu kedatangan Siwon dan Ghassany, pacarnya. Aha, gosip itu ternyata benar.

Leeteuk sudah menceritakan sedikit banyak tentang mereka. Ghassany adalah orang Indonesia juga, dan dia adalah seorang pramugari. Begitu melihat Siwon dan Ghassany mendekat—sambil bergandengan tangan, jantung Kencana langsung berdegup tidak karuan. Apakah dia bisa bersandiwara dengan baik? Leeteuk sudah mengatur skenarionya, apa yang harus dia lakukan, apa yang harus Kencana lakukan. Apa yang harus dia katakan, apa yang perlu Kencana katakan.

“Maaf, apa kalian menunggu lama?” sapa Siwon begitu dia datang.

“Tidak, kami juga baru saja tiba!” jawab Leeteuk, dia berdiri dan memberi salam pada pacar Siwon. “Apa kabarmu Chaerin? Lama tidak berjumpa denganmu!”

Leeteuk juga sudah memberitahu Kencana bahwa dia lebih senang—dan nyaman—memanggil Ghassany dengan panggilan Chaerin. Jadi Kencana tidak akan bingung.

“Aku baik-baik saja, Oppa. Bagaimana denganmu?” Ghassany tersenyum.

“Jadwal lumayan padat.”

Setelah basa-basi itu selesai, kini giliran Kencana memperkenalkan diri. Sebagai pacar Leeteuk. Dia tak bisa mendefenisikan apa yang dia rasa jika memikirkan itu. Terlalu tidak masuk akal menurutnya.

“Kencana imnida!” kata Kencana sambil membungkukkan badan.

“Senang bertemu denganmu lagi!” ujar Siwon sambil tersenyum.

“Ghassany imnida!” Ghassany memperkenalkan diri menggunakan nama Indonesianya. Siwon kemudian menarik kursi dan membiarkan kekasihnya duduk. Aishh, mereka mesra sekali. Membuat Kencana merasa iri saja.

“Dia dari Indonesia juga!” Leeteuk memberitahukan Ghassany.

“Benarkah?” tanya Ghassany pada Kencana dalam bahasa Indonesia. Bisa dipastikan kedua pria yang ada di situ tidak ada yang mengerti.

“Ya. Aku baru pindah ke Seoul!” jawab Kencana dalam bahasa Indonesia juga.

“Tapi kamu lancar banget pake bahasa Korea, kalau aku sih masih payah!”

“Ya, begitulah Mbak. Soalnya aku pernah tinggal di Seoul selama enam tahun, tapi lima tahun lalu kembali ke Indonesia. Dan sekarang aku ngelanjutin kuliahku di sini lagi!” jabarnya.

“Bukankah kita disini untuk makan malam? Kenapa kalian berdua lebih asyik mengobrol dengan bahasa planet kalian. Aku tidak mengerti!” Kencana dan Ghassany tertawa mendengar keluhan Leeteuk.

Mereka memesan makanan kemudian kembali larut dalam pembicaraan yang menyenangkan.

“Aku senang sekali mendengar bahwa Teuki Oppa sudah mempunyai pacar. Kau sangat beruntung, karena Teuki Oppa sangat perhatian!” kata Ghassany pada Kencana. Leeteuk tersenyum senang dipromosikan dengan sangat baik. Siwon mendeham pelan, membuat Ghassany tertawa lalu berujar, “Sudah kukatakan, kau bodoh jika kau cemburu!”

Hmm, apakah pernah ada cinta segitiga disini? Kencana memang orang luar, jadi tidak tahu apa-apa dan akhirnya dia memutuskan bahwa dia tak perlu tahu. Toh, setelah ini dia tidak akan berhubungan lagi dengan mereka.

Leeteuk tiba-tiba tertawa. “Kau tenang saja Siwon, aku tidak akan mengganggu pacarmu!” usilnya sambil mengerlingkan sebelah mata ke arah Siwon.

“Tunggu sampai aku menggoda pacarmu, dan kau tahu rasanya!” Siwon membalas.

“Nana, tidak akan tergoda olehmu. Dia hanya setia padaku,” ujar Leeteuk sambil melingkarkan lengannya di bahu Kencana dengan kasual. Ini termasuk dalam skenario, dan Kencana harus terlihat rileks meskipun sebenarnya dia sudah panas dingin.

“Dimana kalian berkenalan?” tanya Siwon. Kencana dan Leeteuk tahu pertanyaan ini pasti akan diajukan jadi mereka sudah mempersiapkan jawaban sebelumnya.

“Kami bertemu di Myeongdong.” jawab Kencana singkat, tak perlu banyak penjelasan.

Kemudian pembicaraan mengalir begitu saja. Menyenangkan. Meski ini hanya pura-pura Kencana tak bisa berbohong bahwa dia menikmatinya.

Beberapa jam kemudian, mereka berpisah di parkiran menuju mobil masing-masing. Kencana dan Ghassany sudah saling bertukar nomor ponsel. Mereka menjadi sangat akrab dalam waktu singkat. Ghassany sangat baik, easy going, juga sangat dewasa. Dia adalah sosok kakak yang tidak pernah Kencana miliki.

“Nanti aku telepon ya, Na!”

“Ok, Mbak. See you,” Kencana melambaikan tangan begitu mobil yang dikendarai Siwon melaju meninggalkan parkiran.

Haaahhhh.. Kencana bernafas lega, sandiwaranya selesai sudah. Urusan dengan Leeteuk sudah berakhir. Sekarang saatnya Leeteuk menuruti semua kemauannya.

Oppa!” panggil Kencana. Leeteuk hanya menoleh sebentar lalu kembali menatapi jalan, berkonsentrasi menyetir. “Aku sudah membantumu. Sekarang kau yang harus menuruti permintaanku!”

“Tentu. Apa itu?”

“Aku tidak ingin kau menghubungiku lagi karena urusan kita sudah selesai!”

“Kenapa?”

“Kau tak perlu bertanya kenapa, Oppa. Kau sudah berjanji menuruti semua keinginanku jika aku membantumu. Aku hanya ingin itu saja!”

“Tapi bagaimana jika Siwon bertanya tentangmu lagi?”

“Kau tidak berniat melanggar janjimu kan, Oppa?” Kencana mendelik. Leeteuk menoleh sekilas lalu kembali berkonsentrasi menatap jalanan. “Kau bisa bilang bahwa kita sudah putus atau apa. Aku sudah menepati janjiku harusnya kau juga menepati janjimu!”

“Baiklah. Aku akan mencobanya!”

“Akan?? Kau ‘harus’ bisa melakukannya. Kau sudah janji, Oppa.” Kencana menekankan kata ‘harus’ dalam suaranya kian yang melemah.

“Baiklah. Aku tidak mungkin melanggar janjiku. Kau puas? Sekarang jangan menangis!” gurau Leeteuk.

“Aku tidak menangis! Oppa, aku turun di halte depan saja!” kata Kencana.

“Kau ada urusan lain?”

“Tidak. Aku pulang sendiri saja.”

“Tidak akan. Aku akan mengantarmu sampai di depan rumahmu agar aku yakin kau sampai dengan selamat. Aku yang menjemputku, berarti aku yang seharusnya mengantarmu pulang!”

Kencana menurut saja dan tidak berkata apa-apa lagi, entah kenapa moodnya langsung buruk seusai acara makan malam itu. Mungkin karena dia merasa cukup lelah. Bukan lelah fisik tapi lelah psikis. Berbohong membuatnya lelah.

Begitu tiba di depan rumah Kencana, dia hanya terima kasih dan selamat tinggal pada Leeteuk lalu masuk ke dalam rumah tanpa menoleh lagi.

***

Ghassany masuk ke sebuah butik yang cukup ramai di Myeongdong. Dia sengaja datang ke butik itu untuk menemui Kencana. Sudah dua bulan lebih sejak mereka bertemu untuk makan malam bersama, dan sampai sekarang mereka tak pernah bertemu lagi. Maklum, Ghassany baru saja kembali dari Indonesia.

Kencana sedang menunjukkan beberapa koleksi terbaru kepada pelanggannya ketika melihat Ghassany masuk ke dalam butik. Dia memberi isyarat agar Ghassany menunggu sebentar sampai dia menyelesaikan pekerjaannya. Ghassany hanya mengangguk mengerti lalu duduk di ruang tunggu dan membuka-buka majalah fashion terbaru yang ada disana.

“Hai Mbak. Maaf ya, Mbak jadi nunggu.” sapa Kencana.

“Hai, Nana. Nggak apa-apa kok. Apa kabar kamu?” kata Ghassany dan memeluk Kencana. Mereka berdua saling mencium pipi kiri dan kanan.

“Kabar baik, Mbak. Mbak gimana?”

“Baik juga. Kamu lagi sibuk ya? Pengen ngajakin kamu jalan-jalan nih!”

“Nggak kok, Mbak. Emangnya mau kemana?”

“Nggak kemana-mana, palingan keliling-keliling di sekitar sini aja. Bisa nggak?”

“Bisa, Mbak. Tunggu yah. Aku pamit sama Bibiku dulu.”

Tidak lama kemudian mereka berjalan meninggalkan butik itu dan masuk ke sebuah café. Mereka membicarakan kegiatan masing-masing, tentang keluarga mereka, hobi keduanya dan hal-hal kecil lainnya. Mereka berusaha bertukar informasi sedetail mungkin untuk saling mengenal lebih jauh. Saat mereka bertemu dulu, mereka tidak cukup banyak berbagi informasi detail mengenai diri masing-masing karena bisa dipastikan kedua cowok yang ada bersama mereka akan misuh-misuh jika mereka terus menggunakan bahasa Indonesia. Lagipula, rasanya agak aneh jika mereka harus berbicara menggunakan bahasa Korea padahal mereka memiliki bahasa Ibu yang sama.

“Hubungan kamu ama Teuki Oppa apa kabar?”

Glek. Pertanyaan itu tidak pernah ingin Kencana dengar dari siapapun. Apalagi dari Ghassany. Selama dua bulan ini dia merasa lebih tenang karena tidak berurusan lagi dengan Super Junior. Jika ada job yang berhubungan dengan Super Junior yang diajukan padanya, dia sebisa mungkin akan menolak. Kencana mengamati kepulan asap dari tehnya yang hangat. Dia tak tahu harus berkata apa.

“Kok nggak jawab, Na? Kalian ada masalah yah?” Kencana menggeleng. “Teuki Oppa juga kayak kamu kalau ditanyain. Cuma dieeem aja!” lanjut Ghassany.

“Emang Mbak nanya apa sama Teuki Oppa?”

“Nggak nanya apa-apa sih, cuma nanyain kabar kamu aja. Tapi dia nggak jawab-jawab makanya aku temuin kamu langsung.”

“Nggak ada apa-apa kok Mbak diantara kita!” Ya, memang tidak ada apa-apa. Tapi Kencana tetap menutupi. Dia tidak tahu apa yang terjadi jika dia berterus terang pada Ghassany saat ini. Apakah Ghassany akan marah karena merasa dibohongi?

“Aku nggak percaya, ah. Ayo dong, Na. Masa main rahasia-rahasiaan sama aku! Kali aja ada yang bisa aku bantu.” Tatapan Ghassany membuat Kencana makin merasa bersalah jika terus-terusan menutupi itu.

“Hmm, sebenarnya aku sama Teuki Oppa nggak ada hubungan apa-apa kok, Mbak.”

Kencana akhirnya memutuskan berterus terang. Dia mengamati reaksi Ghassany yang ada di depannya. Kaget? Jelas. Marah? Kencana tidak tahu.

“Nggak ada apa-apa, apa maksudnya?” Ghassany bertanya dengan alis berkerut.

“Ya, nggak ada apa-apa beneran. Kami nggak pacaran. Yang dulu itu cuma pura-pura aja.”

“Pura-pura? Kok bisa?”

Kencana mulai menceritakan semuanya dari awal, saat dia mengantar pakaian ke dorm Super Junior. Leeteuk mengaku pada Siwon bahwa mereka berdua pacaran padahal mereka baru pertama kali bertemu. Leeteuk yang berhasil diprovokatori oleh Siwon (Leeteuk sudah menceritakan detailnya pada Kencana). Leeteuk yang meminta Kencana untuk menjadi pacar seharinya dan dia menyanggupi itu, dengan catatan setelah itu Leeteuk tak boleh menemui dan menghubunginya lagi.

Ghassany tak tahu harus menanggapi apa. Sejujurnya dia agak kecewa dengan apa yang didengarnya barusan. Dia rasanya ingin percaya saja pada drama kebohongan yang dimainkan Leeteuk dan Kencana dengan sangat baik.

“Mbak jangan ngomong apa-apa sama Siwon Oppa yah. Harusnya ini rahasia antara aku sama Teuki Oppa aja!”

“Nggak akan. Bahkan Teuki Oppa pun nggak akan tahu kalau aku tahu kesepakatan antara kalian itu!” Ghassany tersenyum menenangkan. Kencana bernafas lega, akhirnya rasa bersalah yang terasa sangat membebani itu terangkat dari pundaknya. Setelah berkeliling Myeongdong, kedua gadis itu akhirnya berpisah.

***

To Be Continue

Jangan lupa meninggalkan komentar, kritik dan saran ya ^_^
-Sachakarina-

23 thoughts on “Polkadot ~Part 3 (FanFic by Freelance)

  1. Berasa pgn nimbrung diantara Ghasanny sama Kencana.. Asiik banget deh.. Baru kenal di Restoran udh langsung akrab. Kalo aku gabung bakalan jadi maknaenya kali yaa.. /Slapped.. Kkk XDD. Masih penasaran kenapa Nana kesannya tuh ga suka dan anti bgt Sama Suju?.. Aku tunggu kelanjutannya cha.. Smangat!!😀

    • *baca ulang* *baru nyadar* Mian kalau kecewa karena nggak ada Kyunya, terlalu fokus sama Tueki Oppa sih *alasan macam apa ini*. berikutnya pasti ada. Ok

      Makasih ya.

  2. ada Ghasanny d sini serasa after story miracle aja..

    msh penasaran ma Kencana yg anti sama Suju..

    mdh2an d part slnjutx dh ada alasanx..
    semangat..^0^

  3. Ehmmmm asyik sih ni part’a tp ada yg kurang!!
    *smbil teriak*
    mana KYUUUU’aaaa…_^
    hohohoho

  4. Kyu ke mana Eonn?Pasca patah hati dy ngilang gitu aja,huaaa!
    Teukie niat bgt boongnya apa ada rasa jg nih?mmm..yam yam!
    Jd pengen tau apa ada sesuatu yg di alami Nana wktu tgl d Korea 5th lalu?ada hbngn ma SJ ga ya?Ahh,tambah penasaran ni..???

  5. ya ampun, telat banget komennya.. mian onnie..😦

    eh itu Kencana dapet rejeki nomplok kok ga mau sih?
    jadi pacarnya leadernim loh Mba, ga mau juga?? buat aku aja gimana? *transaksi sama Kencana* wkwkwk

    sama Kyu ga mau, sama Teuk, ga mau.. jangan2 maunya sama Yesung??? hahaha😀

  6. Pingback: [FANFICT] Polkadot | Sebuah Rumah Untuk Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s