Last Raining (FanFic by 4yusan)

Cast:
Cho Kyuhyun

Cho Lauran :
jadikan tokoh ini sebagai bagian dari imajinasi mu
Genre : Fantasy, Romance
Author : siapa lagi kalo bukan dan tidak lain adalah Ayusan

*************************************************************************

Note:
Ini hanya khayalan ku, yang terinspirasi saat hujan menemaniku. sendiri, sepi, lantunan lagu geje yang selalu terdengar di dalam bus kota yang membuat ku memilih untuk mengkhayalan saja. ^_^

Selamat membaca

****************************Author

Hujan turun begitu derasnya membuat beberapa orang memilih untuk tetap berteduh di tempat yang membuat mereka nyaman. Namun tidak sama halnya dengan Lauran, wanita muda yang begitu terlihat indah dengan rok sedikit mengembang yang membuat tampak anggun, tak lupa dia membawa sebuah bungkusan kuning lembut dengan pita cantik di tangan kanannya.

“Huahhhhh!!!! Hujan!!!!!!!!!!!!!!” suara Lauran membahana ditengah hujan yang deras di sepanjang jalan, Lauran memainkan setiap tetes air yang jatuh membasahi tubuh dan baju putihnya, tanpa merasa menyesal karena tidak membawa payung di tangannya. Dengan menatap tajam ke arah seberang jalan dimana seorang pria tampan menantinya.

Selalu dan selalu menanti dengan wajah yang tenang, seorang pria berkaos santai yang tetap setia menunggu Lauran di ujung taman kota dengan menggenggam payung transparan,  Lauran menatapnya lama seakan tidak ingin terpisah dari Kyuhyun, pria yang telah 1 tahun bersamanya dan akan selalu menyayanginya “Sobang!!!” teriak Lauran bahagia berlari kecil ke arahnya. “Kenapa dia tidak melihatku? Pasti  sibuk terpaku dengan hp yang selalu dia bawa,” tatap Lauran dengan malas.

“YA!!!! Sobang!!! Aku disini.” Lauran tetap memanggil dengan suara di tengah hujan yang semakin deras dan sepertinya Kyuhyun tidak mendengar. “HYA!!! Kau mau kemana?” teriak Lauran saat melihat langkah Kyuhyun menjauh, di amati air muka Kyuhyun yang tiba-tiba berubah saat membuka hpnya tadi, apa yang terjadi? Apakah terjadi sesuatu? Ommanya kah? Begitu banyak pertanyaan yang ingin Lauran tanyakan. Lauran mengejar Kyuhyun tanpa menghiraukan hujan yang semakin membuat tubuhnya beku.

Lauran POV

Apa ini? Rumah sakit? Kenapa harus di tempat ini? Tempat yang selalu membuatku takut akan sesuatu yang buruk. Ku dapati dirinya sesegukkan karena menangis yang begitu kuat, “Sobang!!! Waeyo?? Omma odika??” tanyaku mendekatinya untuk memberikannya sedikit kehangatan tentunya.

wusshhh!!!

Mwoya? Kenapa ini? Sobang!!! Kau mendengarku,” teriakku di hadapannya, aku melihat tatapannya “kosong” kulambaikan tanganku, kucoba menggapainya kembali. “Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa menyentuhmu? Kenapa aku tidak bisa menatapmu dengan tatapan hangat?” langkahku perlahan menghampiri ruangan putih dimana hanya ada satu ranjang dengan wanita berbalut busana putih indah, busana yang aku kenal dengan baik, busana yang sama dengan aku gunakan.

Andwae!!!!!!!!!!” teriakku tanpa ada satu orangpun yang menyadarinya, ingin rasanya pergi dari tempat itu, membangunkan diriku dari mimpi buruk yang sedang kualami saat ini.  Kutatap mata Kyuhyun, tidak berkedip, tidak ada respon. “Kyuhyun-a!!! Bagaimana ini bisa terjadi?” tangis seorang ibu setengah baya di hadapannya, dan aku sangat mengenalnya. “Omma!!” tangisku mencoba memeluknya dan gagal, isakkanku pun membahana di alam yang tidak aku kenal.

flashback *Beberapa jam sebelumnya*

Sobang, kau dimana? Ada waktu tidak? Aku ingin bertemu denganmu,” ucapku manis di telepon genggamku, “Ne, hari ini aku libur, di ujung taman, ok!!” Kyuhyun menutup telepon dengan memberikan kata yang begitu membuatku berarti setiap harinya. “Ok!!” balasku.

Kulihat cermin untuk kesekian kalinya, meyakinkan aku bukan anak kecil lagi. Remaja yang akan tumbuh menjadi dewasa. Kyuhyun-a bukanlah pria romantis, ia hanya pria pengertian dan perhatian yang tidak tahu bagaimana cara menyayangi orang dengan sesuatu hal kecil, itu yang membuatku tetap menyayanginya. Hari ini tidak ada yang istimewa, hanya ingin bertemu dan memeluknya, hal kecil yang sering membuatnya marah, karena baginya itu hanya membuatnya bertambah cinta. Namun, hari ini dia berbeda, tidak biasanya dia mengiyakan semua ajakkanku, tapi sudahlah yang terpenting bertemu dengannya.

==o0o==

“Hujan lagi?” kulihat langit begitu gelap dan hitam tanpa kusadari aku melihat sesosok pria yang lembut dengan tatapan tenang, tatapan yang membuatku nyaman, tatapan itu yang membuatku berlari kecil menghampirinya dan….

Brukkkk!!!!!!!!!!,

“Kenapa aku?” tanyaku tanpa hal lain yang kurasakan, melayang, dingin, sesak dan penuh dengan kabut putih di hadapanku.

flashback end

Kyuhyun POV

Apa sebenarnya yang ada dipikiranmu?? Kenapa kau begitu pintar sekali mempermainkanku?? Aku tidak bodoh! Aku tidak sedih! Karena aku tahu kau hanya sedang mempermainkanku. “Kenapa harus seperti ini?” kubuang bingkai foto yang semakin sering kutatap sejak kepergian Lauran. Tanpa satu kata, tanpa melihatmu, tanpa memelukmu, tanpa berbicara sebelumnya, kenapa semua harus kualami dengan tiba-tiba.

“Kyuhyun-a, gwaenchana??” tanya Hyukie dengan perlahan. “Ne, Hyung!!” kubuka pintu kamar dan memakai jaket tebalku. “Kau mau kemana? Ini sudah larut Kyuh-a,” hadang Hyukie meyakinkan adiknya ini tidak akan melakukan hal-hal aneh. “Aniyo, Hyung!! Aku hanya ingin ke taman, tidak akan lama, jika aku lama kau dapat menemuiku disana,” kulepaskan pandangan yang mengartikan aku akan baik-baik saja.

==o0o==

Lauran terus menatap wajah Kyuhyun yang tetap tenang dan lembut, terasa begitu dekat dia dengannya. “Hyun-a, apa kau melihatku?” Lauran dekatkan wajahnya saat Hyun-a terfokus pada papan tulis di depan, sesekali Lauran memperhatikan Hyun-a melihat keluar, hal yang sering ia lakukan saat Lauran mendapati pelajaran olah raga di jam terakhir. Ingin sekali Lauran menyentuhnya, memeluknya dan menciumnya, seandainya semua tidak terjadi.  “Ini semua hasil kebodohanku,” isak Lauran yang tak sengaja membuat Hyun-a sedikit merasa ada sesuatu di dekatnya, merasakan aura yang begitu kuat dan terhubung dengan hatinya.

“Sakit sekali rasanya seperti ini,” tunduk Lauran meneteskan air mata, airmata yang tidak terasa apapun baginya. Lauran mengikuti Kyuhyun sepanjang hari, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama ia bersamanya, sungguh menyesal, karena tidak pernah memperhatikan Kyuhyun, memperlakukannya dengan lembut dan sekarang Lauran benar-benar merasa tersiksa karena Kyuhyun, meninggalkannya dalam keadaan yang benar-benar terpuruk.

==o0o==

“Tampan,” gumam Lauran melihat Kyuhyun di depan cermin dengan tersenyum kaku. “Lauran!!” sapa Kyuhyun, “Apa kau disini? Aku merasakanmu, kau dimana? Tidakkah kau merindukanku? Kau pasti sedang mempermainkanku kan? Kau sedang kemana? Jalan-jalan ke suatu tempat yang tidak aku ketahui?? Tidak apa, yang penting cepatlah kau kembali, aku mencintaimu,” matanya menatap ke semua sudut ruang yang ada di sekitar kamarnya yang luas dan Lauran hanya menatapnya dengan tatapan penuh kesedihan.

“Kau disini?” Kyuhyun menghampiri dengan langkah pasti ke arah Lauran. Tanpa disadari Lauran, tubuhnya menjadi nyata, merasakan setiap sentuhan Hyun, tangannya yang hangat menggenggam tangan lembut Lauran. “Kyuhyun,” isaknya dipelukkan Kyuhyun. “Mianhae, seharusnya aku tidak begitu ceroboh menghampirimu disaat yang tidak tepat, disaat seharusnya mobil mengambil alih jalan,” celoteh Lauran yang hanya di dengarkan oleh Kyuhyun yang tampak begitu bahagia, bahagia yang tak terhingga merasakan sentuhan kekasihnya.

==o0o==

Sobang!! Lihat bintang itu, begitu indah, ya?” tunjuk Lauran ke arah bintang yang paling bersinar, “Kau tau Sobang!! Itu adalah aku,”  Lauran menurunkan jemarinya meyakinkan bahwa seharusnya ia tidak membicarakan hal itu, hal yang akan merusak kebahagiaan Kyuhyun yang sebenarnya akan terasa singkat. Lauran teringat akan sesuatu yang seharusnya dia katakan. “Sobang!! Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu, itu kenapa aku selalu ingin menunjukkan diriku, namun selalu gagal, gagal karena kita belum begitu memiliki keinginan untuk bertemu,” Lauran bangkit dari tidurnya di hamparan rumput hijau taman, menekuk kakinya, membenahi roknya. “Aku selalu ingin bertemu denganmu setiap saat, setiap waktu, setiap detik, setiap napas, setiap pandangan,” nada tinggi Kyuhyun yang sempat membuat Lauran terkejut. “Bukan bertemu fisik Sobang, tapi hati,” tunjuk jemariku tepat ke arah hatiku.

Lauran berikan syal putih panjang yang ia buatkan khusus untuk Kyuhyun, di hari yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Lauran. “Aku membuatkanmu sesuatu, sesuatu yang akan selalu mengingatkanmu akan diriku,” Lauran berdiri memberikan bungkusan kuning lembut dengan pita yang terlihat cantik, bungkusan yang ia bawa di hari naas itu, bungkusan yang di simpan dengan apik oleh Ommanya. Lauran menatap Kyuhyun yang ikut berdiri meyakinkan bahwa ini bukan sesuatu yang akan berakhir dengan cepat.

“Aku akan selalu mencintaimu Sobang!! Mianhae!! Semua kesalahanku semua perbuatanku semua cintaku yang akan melukaimu nantinya, kita tidak akan bersama, tidak akan pernah selamanya, senang sekali rasanya pernah merasa perasaan ini denganmu, Sobangku yang tampan dan lembut kau akan menemukan seseorang yang akan bisa membahagiakanmu nantinya, seseorang yang akan membuat hati mu merasakan sesuatu yang sama saat kau bersama ku,” tangis Lauran menyentuh wajah Kyuhyun, mencoba untuk tidak terlihat lemah akan semua ini, tiba-tiba Lauran merasa sentuhan lembut di bibirnya, “Apa ini? Inikah ciuman?” pikir Lauran. Ciuman hangat, ciuman yang selalu ia inginkan, ciuman yang selalu ia minta dan selalu tepis dengan kalimat “HYA! Kau belum cukup dewasa,” seketika itu pula Lauran merasakan tubuhnya yang semakin ringan dan tak terasa apapun.

“Kau yang akan selalu di hatiku,” bisik Kyuhyun di telinga Lauran yang semakin tidak terlihat. “Aku akan selalu mencintaimu,” teriak Kyuhyun tak sudah tidak dapat merasakan keberadaan Lauran. Kyuhyun hanya dapat memejamkan matanya merasa udara dingin malam yang begitu indah baginya.

==o0o==

Kyuhyun POV

Appa bangun!!” suara kecil yang selalu menggangguku di musim dingin membuatku tampak bersemangat, “Kyu-Ran!! Sedang apa??” candaku ke malaikat kecilku yang begitu manis yang beranjak ke ranjang putihku. “Kita main Appa, di luar turun salju aku ingin main, pasti menyenangkan,” tangannya menggandengku mengajakku ke depan teras rumah yang sudah cukup tebal karena salju. Dengan jaket tebal, kupakaikan ke tubuh kecil jagoanku, meyakinkan ia akan selalu sehat. “Bagaimana jika Appa bawa kau kesuatu tempat?” rayuku meyakinkan bahwa ia takkan menyesal.

Sunyi tanpa suara sepi tanpa seseorang, hanya kulihat hanyalah nisan Lauran yang sudah 5 tahun meninggalkan kusendiri, meyakinkanku bahwa aku bisa hidup tanpanya sembari kulilitkan syal yang dia buatkan khusus untukku. “Ini siapa Appa? Apa aku mengenalnya?” tanya jagoan kecilku yang sedikit bingung. “Ini Lauran Amma, dia orang yang begitu ceria, orang yang mengajarkan Appa akan banyak hal, orang yang selalu akan Appa ingat seumur hidup,” bisikku, “Aku sepertinya pernah bertemu dengannya Appa,” lanjutnya. “Mwo?? Siapa? Dia? Bagaimana? Dimana?” tanyaku detail. ”Ne Appa, wanita ini pernah muncul beberapa kali ke dalam mimpiku, selalu bilang nama aku bagus,” ceritanya terbata-bata. “Haha!! Sudahlah mungkin hanya mimpi, ayo kita pulang, mungkin Amma sudah memasakkan kita sesuatu yang lezat hari ini,” kugendong tubuh mungilnya ke atas kepalaku, sungguh nyaman, tetap saja tidak dapat melupakan saat bersama Lauran, mungkinkah ini tindakan egois?

Lauran, bagaimana kabarmu? Ini ulang tahun mu, yang seharusnya tidak perlu dirayakan. Benar-benar hangat syal-mu, sehangat sentuhanmu, senyummu dan candamu.

Kau tahu setelah kau meninggalkanku, aku merasa sendiri tak ada yang memperhatikanku, sampai aku menemukan sosok wanita yang benar-benar membuat hati ini merasakan sama saat aku mengenalmu. Bukan berarti dia menggantikanmu, dia Haena, tidak banyak kemiripan antara kalian, tapi dia sudah mengetahui semua tentang kita. Aku sudah bisa menerima wanita lain selain kau. Tak apa kan? Kau tahu, aku memberikan nama untuk jagoan kecilku sesuai dengan nama yang kau inginkan Kyu-ran, aku tahu itu adalah gabungan nama kita. Haena tidak pernah menanyakan darimana datangnya nama itu. Bagiku, masa-masa bersamamu akan selalu ada walaupun aku harus tetap menjalani kehidupan ku yang sekarang. Aku sekarang bahagia. Bagaimana denganmu? Dan kuharap kau akan muncul dalam kehidupanku selanjutnya sebagai putri kecilku yang akan kujaga selamanya.

“너하나만사랑하니까”

Posted with WordPress for BlackBerry.

12 thoughts on “Last Raining (FanFic by 4yusan)

  1. Waaaaahhhhh….saya baca ini di depan toko sambil nunggu toko dibuka dan sampe ga nyadar kl toko ternyata udh di buka ama temen #abaikan

    pagi-pagi baca ff sedih😦
    bagus,untung kaga ff geje yang dikirim *digampar ayusan*
    Chuuaaaaaaaa…. Lah pokoknya sama nih cerita ^^

  2. Damn it!! Telat jd pertmax.. Dan sedih sih ceritanya..
    Tp klo inget maskah aslinya ngakak abis”an.. LOL *plak!shut up*
    Good story good writer (˘▼˘)ε˘`)

  3. Okay lima orang bilang nie FF sedih, tapi kenapa gw ngga merasa sedih yah?? Apa ini semua gara-gara authornya yah??? *kabur sebelum dibalang author*

  4. Sedih&romantis qo FF ni bagi aq,hikz hikz hikz…
    Jadi ngebayangin gmana klo Kyu tar punya anak beneran??hohoho…

  5. OMG! ga nyangka Ayusan bisa bikin ff waras kyk gini, hehehehe..
    yg sedih2 geje gini rasanya cocok lah genrenya sama Ayusan, hihihihi..
    tp bentar, rok mengembang dan terlihat anggun? Lauran? sorry, ga cocok banget! hahahahaha..
    trs itu maksudnya “omma odika” itu apa ya?
    *minyoung mode on*
    hahahahahahahahaha >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s