Born to Belong Together ~Part 7 (FanFic by dierenzitudienaOrenz)

Born to belong together (Part 7)

Author : Dina Amalia ^^orange pumpkin girl^^
Cast: Lee Sungmin, Choi Siwon, Eunhyuk, Yesung, Kim Ryewook, Lee Donghae, Leetuk, Jung Haneul, Ji Hae, Chin Mae, Park Je Kyung, Lee Hyun ri, Choi Ji Yoo
Genre: Romantic, Family, Friendship, Drama
Type: Sequel

Apakah romantis itu? Romantis adalah ketika seorang istri menyiapkan menu makanan untuk sang suami dan sepasang suami istri itu menikmati menu makanannya bersama-sama. Mereka berdua saling pandang,“Yeobo, apa yang akan kita lakukan hari ini?” tanya Haneul.

Sungmin terlihat sedang berpikir, “Sebenarnya aku punya beberapa planning, tapi aku akan meminta pendapatmu,” ujar Sungmin. “Pertama, kita lanjutkan lagi diskusi kita tadi malam, tentang mimpi-mimpi yang ingin kita capai bersama. Kedua, bolehkah kita menata ulang desain kamar kita? Kau tau kan, aku kurang sreg dengan dekorasinya yang sekarang. Dan yang ketiga, apa kau ingin pergi jalan-jalan denganku? Aku punya dua tiket pertunjukan musik klasik, kita bisa menontonnya bersama, bagaimana?”“Untuk yang pertama dan yang kedua aku setuju. Tapi, untuk yang ketiga, emmm sebenarnya aku belum pernah menonton pertunjukan musik klasik, apakah itu menyenangkan?” tanya Haneul.

“Buatku itu menyenangkan. Tapi kalo kau merasa ragu, biarlah tiket ini aku kasih ke yang lain,” ujar Sungmin.

Aniyo, mari kita pergi kesana,“ kata Haneul.

Jinjayo? ”tanya Sungmin memastikan.

Haneul menganggukan kepalanya.
Gomawoyo Chagiya,” Sungmin tersenyum riang.

Mereka kembali melanjutkan aktivitas sarapan paginya. Setelah selesai, mereka mulai menata ulang dekorasi kamar. Sungmin menjelaskan pada Haneul seperti apa tipe kamar yang membuat dirinya nyaman. Haneul mendengarkan dengan seksama. Kemudian Sungmin menanyakan pada Haneul, kamar seperti apa yang ia inginkan, “Kalau kau bertanya padaku, seperti apa kamar impianku? Maka akan kujawab, aku suka kamar yang terlihat hidup. Ada banyak kata-kata penyemangat yang di tempel di dinding. Ketika kita melihat dinding, kita bisa terus membaca kata-kata itu dan mengingatnya sehingga tanpa sadar, kata-kata itu menjadi bagian dari hidup kita. Oiya, aku juga suka kamar yang penuh dengan ekspresi. Ada banyak photo yang terpajang.”

”Baiklah, kita akan membuat kamar ini seperti apa yang kita inginkan. Perpaduan Sungmin dan Haneul, ayo kita mulai,” ujar Sungmin.

Mulailah mereka berdua menuangkan kreasinya. Sungmin asik menata koleksi buku-bukunya yang mayoritas tentang Teknologi Informasi, Design Grafis, dan all about komputer lainnya. Haneul mendekat ke arah Sungmin, “Yeobo, apa kau suka sekali membaca buku?”

Ne, buku adalah makananku sehari-hari,” jawab Sungmin.

”Bagaimana dengan ini?” tanya Haneul sembari menunjuk laptop Sungmin.

”Maksudmu?” tanya Sungmin.

”Kalo harus memilih antara buku dan laptop, mana yang akan dipilih?”

”Dua-duanya,” jawab Sungmin. ”Buku adalah salah satu sumber inspirasiku dan laptop adalah media untuk menyalurkan berbagai inspirasi yang menari-nari di otakku,” jelas Sungmin.

”Kalau aku?” tanya Haneul.

Em, kalau kau,” Sungmin terdiam sejenak.

“Aku apa?” Haneul bertanya lagi.

“Kau adalah PELENGKAP hidupku. Seseorang yang akan melengkapi hidupku,” ujar Sungmin.
Haneul tersenyum simpul, Sungmin gemas dibuatnya. Ia pun mencubit pipi Haneul.

“Apa istriku ini suka membaca buku juga?”

“Tentu saja, aku suka membaca novel,“ jawab Haneul.

“Selain novel?” tanya Sungmin.

“Aku juga suka membaca jurnal-jurnal tentang ilmu komunikasi, ilmu psikologi, karna itu bisa menunjang pemahaman dan pengetahuanku terkait mata kuliah yang ada di jurusanku. Oiya, aku juga suka membaca majalah, terutama majalah-majalah yang membahas tentang K-drama & K-pop.”

Jeongmalyo? Jadi kau suka menonton drama dan juga mendengarkan K-pop? ”tanya Sungmin.

Haneul mengangguk sambil berkata, ”Suka sekali. Apalagi kalo castnya adalah aktor favoritku Wonbin, aku pasti akan bersemangat menonton. Kalo K-pop, itu karna aku adalah seorang announcer, jadi aku harus tau perkembangan dunia K-pop. Oiya Yeobo, kapan-kapan kita nonton Big Shownya Big Bang yuk.. atau Mini Concertnya C.N Blue juga boleh.”

“Bukannya waktu itu sudah ya? Waktu itu kita ketemu di Concertnya SHINee kan,” ujar Sungmin.

“Oiya, aku baru ingat, itu kan pertama kalinya kita ketemu, ahahahaa..”

“Dan adikmu itu menolak untuk diantar pulang sehingga membuat adikku jadi patah hati,” kata Sungmin.

“Iya, terkadang Jihae memang seperti itu. Mungkin karna ia anak bungsu, jadi sifat egois dan manjanya sering muncul. Tapi, apakah saat ini Donghae masih menyukai Jihae?” tanya Haneul.

“Seperti yang pernah kita dengar dari Donghae langsung, bahwa ia akan berusaha untuk tidak menyukai Jihae lagi, dan akhir-akhir ini memang Donghae sudah jarang membahas Jihae,” ungkap Sungmin.

Yeobo, aku jadi punya ide,” ucap Haneul sambil mendekatkan mulutnya ke kuping Sungmin dan membisikan sesuatu.

“Gimana, apakah kau setuju?” tanya Haneul.

Totally agree!” jawab Sungmin mantap. “Are you ready for the mission?”

Yeah, I’m ready!” jawab Haneul.
Mereka pun tertawa bersamaan.

Ponsel Sungmin berdering, ”Yoboseo,” sapa Sungmin.

”Sungmin-ah, mianhae mengganggu waktu istimewamu. Tapi, aku punya info untukmu,” kata Siwon.

Gwaenchana, info apakah?”

”Aku bertemu dengan Dongwook sunbaenim dan dia menanyakan kabarmu. Dia bilang ingin menawarkanmu sebuah project bisnis.”

Jeongmalyo? Lalu?”

”Dia meminta nomor ponselmu, dan aku pun memberikannya. Apa dia belum menghubungimu?”

”Belum. by the way, Thank you for your information, Bro.”

“Yoyoy, sama-sama. Salam buat istrimu ya, hehehe..”

Sungmin memutar ingatannya pada masa-masa yang telah berlalu. Ketika ia masih berada di semester awal perkuliahan. Dongwook Sunbae adalah senior yang selalu membantunya jika ia mengalami kesulitan. Ia mengingat kembali wajah seniornya yang ramah dan begitu bijaksana. “Ah, sepertinya sudah lama aku tidak bertemu dengannya.”

^^^^^^^

Di tempat yang berbeda

“Aku kan sudah bilang, kalau ingin menonton film, sebaiknya kita menontonnya di home theater saja, tidak usah pergi ke bioskop, terlalu besar resikonya,” ujar Eunhyuk.

“Unyuk jelek! Aku juga ingin merasakan kencan seperti yang orang biasa rasakan. Sampai kapan kita main umpet-umpetan seperti ini? Kita kan bisa menyamarkan penampilan kita agar tidak ada seorangpun yang mengenali,” kata Jiyoo.

“Maksudmu?”

“Kita bisa menyamar sebagai Hareboji dan Haremoni atau Ahjuma dan Ahjussi, gimana?”

“Kau yakin?”

Jiyoo mengangguk mantap, “Untuk urusan penyamaran, serahkan saja padaku, dijamin berhasil.”

“Ah, terserah kau sajalah.”

“So, nanti malam kita jadi pergi ke bisoskop nih? Beneran ya, asik asik gomawoyo Oppa,” Jiyoo kegirangan. “Aku akan menyiapkan semuanya agar aksi penyamaran kita sukses.”

Sementara itu, Hyunri sedang membantu Yesung mengangkut Ddangkoma untuk dibawa ke tempat penakaran kura- kura tanah.

“Lihatlah, uri Ddangkoma sudah tumbuh dengan sehat dan kuat bukan?” ungkap Yesung bangga.

Ne, Oppa. Itu karena Oppa merawatnya dengan penuh kasih sayang.”

“Hyunri-ya, jeongmal gomawoyo karena selama ini kau telah membantuku merawat Ddangkoma.”

Gwaenchana. Emm, apa Oppa yakin mau mendonasikan Ddangkoma?”

“Menurutmu?” Yesung bertanya balik.

“Aku pasti akan merasa kehilangan Ddangkoma.”

“Hewan memang nggak mengerti sepenuhnya dengan apa yang dikatakan manusia, tapi mereka bisa merasakan perasaan majikannya melalui perasaan.”

“Dan aku bisa merasakan kalau saat ini Ddangkoma pasti sedang sedih karena harus berpisah dengan majikannya,” ucap Hyunri lirih.

“Keputusanku sudah bulat, aku akan tetap mendonasikan Ddangkoma.”

^^^^^^^

Kau yakin mau menemaniku pemotretan?” tanya Siwon memastikan.

Ne, Oppa,” jawab Jekyung.

“Apa kau tidak akan merasa bosan?”

Jekyung menggeleng, “Aku sudah membawa buku, cemilan dan juga ipod-ku. Ketika aku merasa bosan, aku bisa menggunakan ketiganya sebagai penghilang rasa bosan.”

“Baiklah, kau tunggu saja disini, aku harus di make-up dulu.”

Tak lama berselang, “Jekyung-ah, kenalkan ini Sooyoung.”

Annyeonghaseyo, jonen Park Jekyung imnida, bangapseumnida.”

Annyeong Jekyung-ssi, jonen Choi Sooyoung imnida.”

Keduanya tersenyum. Siwon pun berbicara ”Jekyung-ah, Sooyoung ini yang akan menjadi partner-ku di pemotretan kali ini.”

”Ohh, I see,” kata Jekyung.

Terdengar suara panggilan dari sang fotografer, itu tandanya pemotretan akan segera dimulai.

Oppa fighting! Sooyoung-ssi fighting!” ucap Jekyung memberi semangat.

Pemotretan pun dimulai. Pemotretan kali ini bertemakan model pakaian musim semi. Ada sedikit rasa tak enak dalam hati Jekyung melihat namjachingu-nya berpasangan dengan yeoja lain, walapun ini hanya untuk keperluan pemotretan. “Ah, lebih baik aku mendengarkan musik saja,” Ia pun menyalakan ipod-nya sambil membaca buku bacaan yang dibawanya.

^^^^^^^

Fiiuuuhhh, finally,” kata Sungmin.

Whoooa, kamar kita sekarang sudah rapi. Yeobo, ayo kita foto bersama,” ajak Haneul.

Hana, deul, set, kimchiiiiiii…” ujar mereka berdua.

Dan inilah pertama kalinya Sungmin dan Haneul melakukan selca secara bersamaan. Bertempat di sebuah kamar yang akan menjadi saksi dari kisah perjalanan cinta mereka.

Sungmin dan Haneul memandangi hasil kerja mereka. Sebuah kamar yang begitu nyaman. Foto-foto yang berjejer, rangkain kata-kata penyamangat, life mapping yang mereka buat bersama dan berbagai interior lain yang menghiasi kamar itu.

“Ayo kita bersiap-siap, sebentar lagi kita berangkat ya,” kata Sungmin.

Yeobo, aku harus pake baju yang mana?” tanya Haneul.

“Baju yang membuatmu nyaman tentunya.”

“Aku maunya kau yang pilihkan untukku, ya… ya… ya,” pinta Haneul dengan menunjukan ekspresi yang menggemaskan.

Sungmin berjalan ke arah lemari Haneul dan mulai melihat kumpulan bajunya.

“Bagaimana dengan yang ini?” tanya Sungmin.
Haneul mengangguk. Sungmin berbicara, “Kalo gitu, aku juga ingin dipilihkan baju oleh istriku ini.”

Haneul mengiyakan dan  memilihkan baju untuk Sungmin. Kini, mereka berdua sudah siap berangkat menuju pertunjukan musik klasik.

Sepanjang perjalanan, Sungmin banyak bercerita tentang musik favoritnya itu. Haneul yang sama sekali tidak tau tentang musik klasik hanya bisa mendengarkan dan sesekali memberikan komentarnya. Beberapa lama kemudian, mereka sudah sampai.

Sungmin menggandeng tangan Haneul dan merekapun berjalan beriringan menuju gedung pertunjukan. Rupanya sudah banyak yang hadir di gedung itu. Sungmin melihat ke sekitar seperti sedang mencari sesuatu. Dan benar saja, penglihatannya tertuju pada satu titik dan ia pun berkata ”Haneul-ah, ayo kita kesana,” Haneul mengikuti langkah kaki Sungmin.

Konnichiwa Chiaki-san,” sapa Sungmin pada seorang pria di depannya.

Pria itu pun menoleh dan berkata, “Konnichiwa Sungmin-san, akhirnya kau datang juga, arigatou.”

“Oiya, kenalkan ini istriku, namanya Jung Haneul.”

Konnichiwa, watashi wa Chiaki-desu, dozo yorishiku,” ucap Chiaki.

Konnichiwa, watashi wa Haneul-desu,” balas Haneul sambil membungkukan badannya.

“Chiaki-san, apa Nodame-san juga datang kesini?” tanya Sungmin.

“Iya, itu dia,” ucap Chiaki sambil melambaikan tangannya ke arah Nodame dan memintanya untuk datang menghampirinya
Nodame pun berjalan ke arah Chiaki, Sungmin, dan Haneul. “Minna-san.. Konnichiwa,” sapa Nodame. “Sungmin-san, sudah lama tak berjumpa. Ogenki desuka?”

Genki desu, arigatou,” jawab Sungmin.

“Nodame-chan, wanita yang di sebelah Sungmin itu, adalah istrinya,” ucap Chiaki.

Gyaaaabooo, benarkah Sungmin-san? Omedetou, ternyata kau menikah mendahului kami,” ujar Nodame.

Sungmin mengangguk dan memperkenalkan istrinya pada Nodame.

“Chiaki Senpai, aku jadi ingin cepat-cepat menikah,” ucap Nodame,
Chiaki hanya tersenyum mendengar perkataan Nodame.

“Sungmin-san, kapan kau menikah? Kenapa tidak memberitahu kami?” tanya Nodame.

”Baru saja dua hari yang lalu. Gomenasai, aku pikir kalian berdua sedang ada di Jepang.”

Gyaboooo, berarti kalian newly wedding couple, sudah honeymoon-kah?”

“Belum, istriku ini masih ada jadwal kuliah dan akupun masih ada urusan yang harus diselesaikan. Nodame-san, apakah hari ini kau akan tampil bersama dengan Chiaki-san lagi?”

“Tentu saja. Aku yang bermain piano, dan Chiaki Senpai yang akan jadi konduktornya.”

Whoaaa, omedetou. Sukses untuk pertunjukannya ya, ganbatte!” ujar Sungmin. “Haneul-ah, kenapa dari tadi diam saja?” tanya Sungmin.

“Ah, eh, aniyo, tidak apa-apa.”

“Istrimu cantik Sungmin-san,” puji Nodame.

“Hehehe, arigatou,“ ucap Sungmin.

Haneul membungkukan badannya dan mengucapkan, “Domo Arigatou.”

“Apa istrimu menyukai musik klasik juga?” tanya Chiaki.

”Ini adalah pertama kalinya istriku menonton pertunjukan musik klasik.”

”Oh begitu, semoga kalian dapat menikmati pertunjukan kali ini ya. Kalo begitu, kami bersiap-siap dulu,” ujar Chiaki.

”Iyaaa, sampai bertemu lagi Chiaki-san,” jawab Sungmin.

Chiaki dan Nodame pun meninggalkan Sungmin dan Haneul. ”Haneul-ah, gwaenchana?” tanya Sungmin.

Ne, gwaenchanayo. Oiya, Oppa sudah lama mengenal Chiaki-san dan Nodame-san?”

“Lumayan, kalau dihitung-hitung, sudah sekitar 3 tahun. Chiaki-san adalah seorang musisi yang hebat begitu pula dengan Nodame-san. Mereka begitu mencintai musik khususnya musik klasik dan orchestra. Bahkan, mereka menyatu karna musik, entah sudah keberapa kalinya aku melihat pertunjukan mereka dan selalu saja membuatku terkagum-kagum.”

Oppa, apa kau bisa memainkan alat musik?”

“Tentu saja. Aku mahir memainkan gitar dan juga piano. Apa kau ingin melihatnya?”

Haneul tertawa mendengar pernyataan Sungmin.

”Kenapa kau tertawa?” tanya Sungmin.

“Aku pikir, Oppa hanya tahu hal-hal yang berkaitan dengan IT, sesuai dengan jurusan yang Oppa tempuh di perkuliahan, aku tak menyangka Oppa bisa juga memainkan alat musik.”

“Banyak hal yang belum kau ketahui tentangku, Haneul-ah.”

“Dan juga, banyak yang belum aku ceritakan padamu, Oppa.”

“Itu karena kita baru saja saling mengenal bukan?”

Haneul mengangguk, “Perjalanan ke depan masih sangat panjang. Kita masih punya waktu untuk dapat saling mengenal.”

Pertunjukan musik klasik pun dimulai. Semua yang hadir sepertinya terpesona melihat konser pertunjukan musik klasik dengan  Nodame yang membawakan komposisi piano gubahan Racmaninoff, bersama Chiaki sebagai konduktornya. Musik klasik pun mnegalun dengan indahnya. ada Beethoven’s Symphony, Brahms, Rachmaninoff’s Piano Concerto, Chopin, Mozart’s Oboe Concerto dan lain-lain.

Dan akhirnya, pertunjukan selesai. Penonton memberikan apresiasi dan tepuk tangan yang meriah di pertunjukan kali ini.

Sungmin dan Haneul bangkit dari kursi penonton dan bergegas menuju pintu keluar. Pada saat mereka berjalan, ada seseorang yang menyapa Haneul, “Haneul Eonnie.”

Haneul menoleh dan melihat sesosok gadis manis yang dikenalnya, “Hani-ya, annyeong.”

Haneul melihat Ryeowook berdiri disebelah Haneul, “Wookie-ya.”

Annyeong Haneul-ah,” sapa Ryeowook. “Annyeong Sungmin Sunbae.”

Annyeong Wookie-ya,” balas Sungmin.

“Jadi kau datang kesini bersama Oppa-mu?” tanya Haneul.

Ne, Eonnie. Tidak kusangka kita akan bertemu disini,” jawab Hani.

“Rupanya Eonnie suka menonton musik klasik juga, kalo begitu kapan-kapan kita bisa menonton bareng.”

“Ohh, boleh, boleh,” jawab Haneul.

Ponsel Sungmin berdering, karna di tempat itu cukup ribut maka ia pun memutuskan untuk mencari tempat yang agak sepi, “Haneul-ah, bentar ya, aku angkat telepon dulu.”

Ne,” jawab Haneul.

Eonnie, Jihae tidak ikut dengan Eonnie?” tanya Hani.

“Ah, tidak. Jihae mana suka hal-hal seperti ini. Kau tau sendiri kan.”

“Hehehe, pastinya aku tau. Jihae lebih suka melihat konsernya Super Junior, SNSD, SHINee, Big Bang, 2NE1, C.N Blue, dan lain sebagainya. Ah, aku jadi kangen Jihae. Dia baik-baik saja kan, Eonnie?”

Ne, Jihae baik.”

“Sampaikan salamku untuk Jihae ya.. Oiya, Eonnie kapan datang ke rumahku lagi?”

”Wah, kapan ya? Sudah lama juga Eonnie tidak ke rumahmu.”

Oppa, kenapa diam saja, tidak biasanya seperti ini, bukankah kalian teman akrab?” tanya Hani.

”Mungkin Oppa-mu sedang sariawan atau sakit gigi? Makanya dari tadi diam saja, ehehehe,” ujar Haneul sekenanya.

Ryeowook tersenyum dan berkata, “Kalo aku sakit gigi, ngga mungkinlah aku datang kesini. By the way, bagaimana kabarmu Ny.Lee?”

”Aku baik. Wookie-ya, besok kita sudah mulai siaran lagi, apa kau sudah siap?”

”Siap. Haneul-ah, materi untuk siarannya aku kirim ke e-mail-mu, ya…”

Ne, gomawoyo.”

Cheonnmaneyo.”

Tak lama, Sungmin telah bersama dengan mereka lagi.

Eonnie, aku dan Wookie Oppa mau makan malam, apa Eonnie dan Sungmin Oppa mau ikut bersama kami?” tanya Hani.

Haneul menoleh ke arah Sungmin dan sepertinya ia tau dengan hanya melihat ekspresi suaminya itu dan ia pun berkata, “Sepertinya tidak. Mungkin lain kali ya, mianhaeyo.”

”Oh begitu, baiklah. See you next time, Eonnie,” Hani membungkukan badannya.

Hani dan Ryeowook pun berjalan meninggalkan Sungmin dan Haneul.

”Ayo kita pulang,” ajak Haneul.

Oppa, waeyo? Kenapa muka Oppa jadi berubah muram begitu?”

“Nanti di rumah saja aku ceritanya, ya.”

^^^^^^^

Tuan dan Nyonya Lee serta Donghae sudah kembali dari hotel.

“Loh, kok rumah sepi? Mereka kemana ya?” tanya Nyonya Lee.

“Palingan mereka jalan-jalan keluar,” terka Donghae. “Eomma, aku lapar, masaklah untukku.”

Mwo? Bukannnya sejam yang lalu kau baru saja makan?”

“Tapi, perutku sudah keroncongan lagi.”

“Baiklah, mau makan apa nak?”

“Apa saja boleh, yang penting enak dan bikin kenyang.”

Yeobo, kau juga mau makan lagi?” tanya Nyonya Lee pada suaminya.

Aniyo,” jawab Tuan Lee.

Donghae dan Tuan Lee menyalakan televisi dan mulai menonton program TV favorit mereka. Tak lama, makanan pun telah tersaji. “Donghae-ya, makananya sudah siap.”

”Wuaaaahh, dari aromanya saja sudah dipastikan enak, jeongmal gamsahamnida nae saranghaeun Eomma.”

”Hehehehe, uri aegi emang paling bisa buat Eomma-nya ke GR-an.”

Ketika Donghae sedang asik menyantap makanannya, bel rumah berbunyi. Nyonya Lee berjalan ke arah pintu dan yang datang adalah Tuan dan Nyonya Jung beserta Jihae.

Annyeonghaseyo,” sapa Tuan dan Nyonya Jung.

Annyeonghaseyo,” balas Nyonya Lee sumringah. “Ayo masuk-masuk, Yeobo lihatlah siapa yang datang.”

Tuan Lee pun berjalan ke arah ruang tamu, ”Wah, kita kedatangan tamu istimewa rupanya.”

Nyonya Lee berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan minuman dan makanan ringan.
”Siapa yang datang Eomma?” tanya Donghae.

”Tuan & Nyonya Jung beserta dengan Jihae.”
Donghae tersedak, Nyonya Lee berkata, ”Makanannya pelan-pelan, nak.”

Ne, Eomma.”

Nyonya Lee berjalan ke arah ruang tamu, Donghae bergumam, ”Jadi, dia beneran akan tinggal disini? Hmmm, apakah ini awal dari penderitaanku?”

“Maaf kalau malam-malam kami mengganggu,” kata Tuan Jung.

”Ah, aniyo. Kami juga sedang bersantai kok,” ucap Tuan Lee.

“Seperti pembicaraan kita dahulu, maksud kedatangan kami kesini adalah untuk mengantarkan Jihae sekaligus menitipkannya pada keluarga ini.”

“Wah, jadi Jihae setuju untuk tinggal bersama kami?” tanya Nyonya Lee antusias.

Jihae diam saja. Nyonya Jung berbicara, “Ne, Jihae sudah menyetujuinya.”

“Apakah benar seperti itu Jihae?” tanya Nyonya Lee. Jihae masih terdiam. “Jihae, ” panggil Nyonya Lee. Jihae tersadar dari lamunannya dan menganggukan kepala.

“Maaf jika kami merepotkan, titip uri Jihae ya,” kata Nyonya Jung.

”Tenang saja, kami akan merawat dan menjaga Jihae seperti anak kami sendiri, bukankah begitu Yeobo?” tanya Nyonya Lee kepada suaminya.

Tuan Lee mengangguk tanda setuju.
”Kalau begitu, aku akan menyuruh pengurus rumah untuk membersihkan kamar Jihae dan membereskan barang-barang bawaannya,” ucap Nyonya Lee.

”Tidak usah repot-repot, Jihae bisa membereskannya sendiri,” kata Nyonya Jung.

Aniyo, aku yakin Jihae lelah, biarlah pengurus rumah yang membereskannya. Oiya, apakah kalian sudah makan malam? Makanlah disini bersama kami.”

Tuan dan Nyonya Jung beserta Jihae pun mengikuti ajakan makan malam itu. Di meja makan, Donghae masih terlihat menikmati menu makan malamnya. Jihae yang melihat keberadaan Donghae tak bisa menyembunyikan muka bad mood-nya. Rasanya ia ingin pergi dari tempat itu. Donghae pun menyudahi aktivitas makannya dan menyapa Tuan dan Nyonya Jung, ”Annyeonghaseyo Ahjuma, Ahjussi.”

Annyeong Donghae-ya,” balas Tuan dan Nyonya Jung.

Eomma, aku sudah selesai makan, aku ke kamar dulu ya,” ujar Donghae.

”Loh, kau tidak ingin berbicara dengan Jihae dulu?” tanya Nyonya Lee.

Donghae menggeleng dan melangkah pergi.

”Ngomong-ngomong, Sungmin dan Haneul kemana?” tanya Tuan Jung.

“Sepertinya mereka pergi keluar,” jawab Tuan Lee.

^^^^^^^

Sementara itu diluar rumah, “Chagiya, Eomma dan Appa sudah pulang. Mobil mereka sudah ada di garasi,” ucap Sungmin.

Sungmin dan Haneul masuk ke dalam rumah. Terdengar suara obrolan dari arah meja makan, Sungmin dan Haneul berjalan menghampiri.

“Akhirnya pengantin baru kita datang juga, dari mana saja kalian?” tanya Nyonya Lee.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Eomma, Appa dan juga Donghae tadi malam pergi kemana?” tanya Sungmin.

“Ada deh,” jawab Nyonya Lee dengan senyum usilnya, “Ayo… ayo… Kita makan malam dulu.”

”Haneul-ah,” panggil Nyonya Jung.

Ne Eomma,” jawab Haneul.

”Mulai hari ini, Jihae akan tinggal di rumah ini.”

Jinjayo?”

Ne, Eomma dan Appa harus kembali dinas, dan Jihae kami titipkan di keluarga ini. Jaga adikmu, ya.”

Haneul menoleh ke arah Jihae dan melihat raut muka adiknya itu. Haneul bisa merasakan bahwa kondisi adiknya saat ini sedang tidak baik.

”Kapan Eomma dan Appa akan berangkat?” tanya Haneul.

”Kemungkinan lusa,” jawab Tuan Jung.

”Lalu, bagaimana dengan rumah kita?”

”Untuk rumah, akan disewakan. Besok calon penyewanya akan melihat rumah kita.”

Beberapa menit kemudian, makan malam telah selesai. Tuan dan Nyonya Jung berpamitan pulang. “Haneul, Jihae, jaga diri kalian baik-baik ya… Kita tidak akan bertemu untuk jangka waktu yang lumayan lama, jika kalian rindu pada kami, apa yang harus dilakukan?”

“Mengirimkan pesan pada Eomma dan Appa. Setelah itu Eomma dan Appa akan langsung menelepon,” jawab Ji Hae dan Haneul berbarengan.

Good girls,” puji Nyonya Jung.

Tanpa dikomando, Haneul dan Jihae langsung memeluk ibunya dan berkata, “Eomma.”

Aigo, uri aegi.”

Dan airmatapun berhamburan…

“Sungmin Seobang, titip anakku ini ya… dan sekalian juga dengan adiknya,” ucap Tuan Jung.

“Siap laksanakan ayah mertua,” jawab Sungmin.

“Semuanya, kami pamit ya. Hiduplah dengan sehat, sampai berjumpa di lain waktu,” ucap Tuan dan Nyonya Jung berbarengan.

“Kalian juga, kalo butuh apapun, segera hubungi kami,” ujar Tuan Lee.

Nyonya Lee mendekat ke arah Jihae dan berkata, “Jihae-ya, mulai saat ini, kau bisa memanggilku Eomoni, sama seperti kakakmu.”

Jihae mengangguk. Nyonya Lee pun memeluknya. ”Ayoo, kita ke kamarmu. Eomoni harap kau suka dengan design interiornya.”

Nyonya Lee berjalan bersama dengan Jihae. Sungmin dan Haneul juga berjalan menuju kamar mereka.

Di sebuah kamar dengan nuansa pink & ungu, ”Tara~, ini dia kamarmu, bagaimana? Apa kau suka?” tanya Nyonya Lee.

Jihae terkesima dengan apa yang dilihatnya. Semua unsur yang ada di kamar itu bernuansa pink dan ungu, dua warna favoritnya. Muka Jihae berubah menjadi cerah.

Eomoni, neomu neomu neomu joahae, gamsahamnida. ”

“Oiya, Eomoni juga punya sesuatu untukmu, tunggu sebentar ya,” ucap Nyonya Lee.

Tak lama, ia kembali dengan membawa sebuah bingkisan, “Ini untukmu.”

Jihae membukanya dan terlihatlah sebuah piyama cantik, “Whoa~, neomu yeopo.”

“Jihae-ya, berhubung toilet di kamar ini sedang diperbaiki, jadi untuk sementara waktu, kau bisa menggunakan toilet yang ada di dekat kamarnya Donghae, tidak apa-apa kan?”

“Ehhh, ne, ” Jihae menjawabnya dengan sedikit kaget.

“Ya sudah, kalo gitu, kau istirahat ya. Kalo ada yang ingin ditanyakan atau kau perlu sesuatu, bilang saja pada Eomoni.”

Ne Eomoni, gamsahamnida.”

Jihae masih asik memandangi kamar barunya, ”Ah, setidaknya ada satu hal yang membuatku betah berada disini, wuah… Aku sangat suka kamar ini. Tadi Eomoni bilang, toiletnya sedang rusak, lalu toiletnya yang bisa digunakan letaknya dekat dengan kamar Donghae, aish! Aku ingin pipis lagi.”

Jihae keluar dari kamar dan mencari keberadaan toliet, akhirnya ia menemukannya. Dengan gerakan gesit, ia pun masuk ke dalam toilet. Pada saat yang bersamaan, Donghae pun berjalan menuju toilet. Ia membuka pintu toilet dan betapa terkejutnya ia ketika melihat seseorang yang sedang berada di dalam toilet.

Jihae pun tak kalah kagetnya, ia menjerit,”Kyaaaaaa!”

Donghae segera menutup pintu toilet. Jantungnya berdetak tak karuan. Ia berkata, ”Tidak… Tidak… Aku tadi tidak melihat apapun.”

Masih dengan ekpresi kaget bercampur kesal dan marah, Jihae keluar dari toilet dan langsung menghampiri Donghae, ”Ya! Kau ini, punya sopan santun tidak? Seenaknya saja masuk ke dalam toilet!”

”Ya! Siapa suruh pintu toiletnya tidak dikunci, babo!” ujar Donghae.
”Apa kau bilang tadi? Aish…!! Jinja…!! Kau sangat amat menyebalkan!! Kau harus bertanggungjawab! Apa kau melihat sesuatu tadi?”

Donghae menjadi gugup, ”Aniyo, aku tidak melihat apapun.”

”Tidak mungkin!! Dalam sepersekian detik pasti ada yang kau lihat kan! Ayo ngaku.”

”Emm, kalau aku bilang iya, apa yang akan kau lakukan?”

”Tuh kan benar, andwae!! Kenapa ini bisa terjadi? Apa yang kau lihat tadi?”

”Ternyata, underwear-mu berwarna pink ungu dengan motif berbentuk love, ahaahaha,” Donghae tertawa puas.

”Ngga sopan,” teriak Ji Hae sambil memukul-mukul badan Donghae.

”Awww… awww,” Donghae mengeluh.

Tiba-tiba Haneul datang dengan Sungmin, ”Ada apa ini? Kenapa malam-malam gini kalian berdua ribut?” tanya Haneul.

Eonnie, itu… makhluk nyebelin itu… Dia… Dia…” Jihae tak kuasa meneruskan kata-katanya, ia sudah sangat amat kesal dan berlari menuju kamarnya.

Sungmin dan Haneul terlihat bingung, “Donghae-ya, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Sungmin.

“Ceritanya tadi pas aku mau ke toilet, aku tak sengaja melihat Jihae yang sedang berada di dalam toilet.”

”Lalu?”

”Aku tak sengaja melihatnya Hyung. Lagian aku ga tau kalo ada orang di dalam toilet, karna pintunya tidak dikunci.”

”Kau melihat apa?”

”Aku hanya melihat underwear-nya saja.”

Mwo?” Sungmin dan Haneul kaget.

”Aku kan sudah bilang kalo aku tak sengaja.”

”Sepertinya Jihae sangat marah kali ini,” gumam Haneul.

”Donghae-ya, kau harus minta maaf padanya,” ujar Sungmin.

”Tapi Hyung, aku kan tidak sengaja.”

”Minta maaf bukan berarti kita kalah. Jika dengan meminta maaf itu bisa memperbaiki situasi, maka itulah yang harus kau lakukan.”

Ne, arasoyo, Hyung. ”

Di dalam kamar Sungmin dan Haneul, ”Ada-ada aja dua bocah itu,” ucap Haneul.

”Namanya juga remaja,” ujar Sungmin.

Yeobo, bukankah tadi sewaktu kita selesai menonton musik klasik, kau bilang ada sesuatu yang ingin kau ceritakan, tentang hal apa itu?”

“Emm, lain kali saja ya, ada hal yang harus aku selesaikan malam ini juga.”

“Baiklah, besok mau berangkat jam berapa?”

”Sekitar jam 8, waeyo?”

”Aku akan menyiapkan sarapan spesial untukmu.”

Jincayo? Gomawoyo Chagiya. Besok kau juga ada jadwal kuliah kan.”

Ne. Yeobo, sepertinya kau lupa sesuatu.”

”Apa?”

Haneul menunjuk keningnya. ”Oh iya,” Sungmin mengecup kening Haneul seraya berkata, ”Selamat malam nae saranghaneun yeoja,” Haneul tersenyum dan segera menuju tempat tidurnya.

Esok harinya…

Sungmin terbangun lebih dulu dari Haneul, ia bergegas menuju kamar mandi. Air mulai membasahi tubuhnya, membuat mata Sungmin melek dan badannya terasa segar. Selesai mandi, ia melihat Haneul masih tertidur dengan lelapnya. Sungmin menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya. Ia keluar kamar dan berjalan menuju ruang makan. Di ruang makan, terlihat Nyonya Lee sedang menyiapkan sarapan.

Morning Eomma.”

Morning Minnie, mana istrimu?”

“Masih ada di kamar.”

“Nak, hari ini kau mau kemana?”

”Hari ini aku mau menemui Dongwook Sunbae. Kami akan membicarakan tentang bisnis project.”

”Wah, smoga berhasil, ya nak.”

Gamsahamnida Eomma.”

Terlihat Donghae sudah bergabung bersama dengan Sungmin dan Nyonya Lee.

”Loh, Jihae mana?” tanya Nyonya Lee.

”Mana aku tau, masih ada di kamarnya kali.”

”Donghae-ya, coba kau panggilkan Jihae untuk sarapan ya.”

Eomma, kenapa mesti aku?”

”Masa Eomma menyuruh Hyung-mu, lagipula Jihae itu kan temanmu.”

Ne, arasoyo,” ucap Donghae.

Donghae berjalan menuju ke kamar Jihae. Diketuknya pintu kamar. Tidak ada jawaban. Diketuknya pintu kamar lagi. Masih tidak ada jawaban. Akhirnya Donghae mengeluarkan suaranya, ”Jihae-ya, ini aku Donghae. Eomma memintamu untuk sarapan.” Tidak ada jawaban juga.

”Jihae-ya, ayo buka pintunya,” Donghae memegang gagang pintu dan memutarnya, ternyata kamarnya tidak terkunci, Donghae ragu apakah ia harus masuk atau tidak. Ia pun mematung di depan kamar Jihae. Samar-samar, ia mendengar suara rintihan. Donghae kembali mengeluarkan suaranya, ”Jihae-ya, apa kau baik-baik saja?” suara rintihan kembali terdengar.

”Jihae-ya, bolehkah aku masuk?”
Akhirnya Donghae memutuskan masuk ke kamar Jihae, dilihatnya Jihae sedang terbaring di tempat tidur sambil memegangi perutnya. Donghae kaget. ”Jihae-ya, apa kau sakit?” Jihae tidak menjawab. Ia hanya terus merintih dan merintih. ”Jihae-ya, apa kau kuat berjalan? Ah, sepertinya tidak. Naiklah ke punggungku, kita ke dokter sekarang juga.”
Jihae menggeleng.

”Jangan bandel! Udah sakit gitu masih aja keras kepala.”

Jihae pun menurut pada Donghae. Sekarang ia digendong oleh Donghae, ”Awas kalo sampai aku terjatuh.”

”Akhirnya kau berbicara juga, tenang saja, kau aman jika bersamaku.”

Jihae menjitak kepala Donghae, “Hei! Kau ini, udah sakit masih saja tega menjitak kepalaku,” protes Donghae.

Donghae berjalan dengan hati-hati, sesampainya di ruang makan, ”Loh, ada apa ini?” tanya Nyonya Lee.

”Jihae sakit Eomma, aku akan membawanya ke rumah sakit,” jawab Donghae.

”Ngapain mesti ke rumah sakit? Kita kan bisa memanggil dokter keluarga.”

”Oiya, aku baru ingat,” cengir Donghae.

”Ya! Baboya! Turunkan aku! Jadi kau mengambil kesempatan dalam kesempitan,” kesal Jihae.

”Sstt, kau kan lagi sakit, jangan marah-marah!” ujar Donghae. ”Aku akan membawamu kembali ke kamar, tenang saja.”

”Kalo begitu, Eomma akan segera menghubungi dokternya.”

Jihae masih mengomel. Donghae pun berkata, ”Hadeuh… Kau ini sebenarnya sakit atau tidak sih? Kenapa masih saja cerewet?”

********

 Bersambung….

Thanks for readiiing and see you in the next part … ^^
Pinjem kata-katanya Miss.Evilia ~ mau komen silahkan, mau jadi SR silahkan..
One day SR bakal ada diposisi author,
and you’ll know how it feels when your works viewed many times but none left sumthin’

Posted with WordPress for BlackBerry.

14 thoughts on “Born to Belong Together ~Part 7 (FanFic by dierenzitudienaOrenz)

  1. Ehm….sepertinya Jihae bakal baikan nie ma Donghae hehehehehe….

    Okay kita tunggu lanjutannya aja deh yah, pengen liat gimana hubungan pengantin baru itu heheheheh :p

  2. wahaaaa~ kaya umin sama haneul makin mesraaaa deh~
    hahah~
    haha itu Ji hae makin sinis aja sama donghae~
    aku tunggu kelanjutannya ya eonni~
    jangan lama lama okey^^

  3. Aduh,aq makin gemes ma ni FF..hiiii!
    Geli liat Donghae gendong” c Jihae yg sakit,padahal mereka punya dokter keluarga sendiri yg tgl dipanggil lgsg dtg,hahaha!Reflex kali ya c Donghae..

    Trus apa yg akn terjadi selanjutnya ma pengantin baru ni?Ahh,jadi penasaran….H2C nih!
    Yo wis,aq tunggu lanjutannya Eonn..

  4. benci sama cinta beda2 tipis,Jihae. ntar lagi kamu pasti bakal jatuh cinta sama Donghae.hihihi

    si Haneul sm Sungmin mau nyoblangin adik mereka kan? iya kan Onnie?hehe

    Haneul sama Jihae penyakitnya sama ya. sama2 keluhan di daerah perut :p

    ditungguin kelanjutannya🙂

  5. waaahhhh..pengantin baru msh hangat2nya…

    seru dch cerita donghae sm Ji Hae..

    sungmin mau bilang apa y k haneul..???
    penasaran…

    d tunggu dch lanjutannya..^0^

  6. jadi tidak sabar nunggu lanjutanx..
    buruan donk..🙂
    envy berat sama pengantin baru..
    huhu..

  7. y ampun author sukses bikin aku ktwa n senyum2 sndiri…
    ()_()…_^>>.

    Haneul Sungmin mkin mesra euy!!!

    kyak’a bkal ada yg benci2 tp suka nih,kekekekek

    jgn lma2 y part slnjut’a..^_*

  8. wah mkin seru aja ni chingu….minhan mkn romantis tp min oppa mau blng apa y dg hanul kq d rhasiakn sh…..

  9. 😄 ha.ha.. donghae kaco bgt dh, newly wed kykny adem ayem ja nie.. ga da konflik nie thor, crita donghae ma jihae bykin y.. jgn dkurangi

  10. annyeonghaseo . .
    aku new read . .

    jujur baru kali ini baca ff yg bahasa’a kaya gini bagus banget . .
    mana peran haneul ma umin’a serasi bgt pula . .

    lanjutkan author🙂

  11. Pingback: Born to Belong Together ~Part 7 (FanFic by dierenzitudienaOrenz … | Majalah Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s