Polkadot ~Part 2 (FanFic by Freelance)

Part -2-

 

Berhenti mengutuk dirimu sendiri dengan kata-kata yang seharusnya tidak kau ucapkan. Orang lain belum tentu suka mendengarkannya!

***

Onnie, ayo ke taman… Ayo ke taman!” Gadis kecil itu terus merengek dan menarik tangan Kencana. Itu adalah adik sepupunya yang berumur lima tahun, anak dari Bibinya. Gadis kecil itu bernama Kirana, tapi lebih sering disingkat menjadi Rara.

“Baik… Baik… Tapi Onnie ambil jaket dulu yah! Rara tunggu di sini.” Kirana mengangguk patuh dan menunggu sampai kakak sepupunya datang dengan berbalut jaket tebal. Mereka berjalan beriringan menuju taman yang tidak begitu jauh dari rumah mereka. Sejauh ini Kencana masih menumpang di rumah Bibinya, tapi dia berencana akan segera mencari apartemen dan pindah.

 Hari ini cuaca cerah tapi taman cenderung sepi pengunjung. Hanya terlihat beberapa orang duduk di kursi taman sambil mengobrol.

“Ayo main petak umpet. Aku bersembunyi dan Onnie harus mencariku!” kata Rara riang.

“Baiklah. Aku akan menghitung sampai sepuluh!” Kencana menutup kedua matanya dengan tangan lalu mulai mengitung. Setelah hitungan sepuluh selesai, Kencana mulai mencari dan dengan mudah menemukan Kirana di balik pohon. Kali ini giliran Rara yang akan mencari. Kencana bersembunyi di balik semak-semak sambil mengamati pergerakan Kirana. Tiba-tiba seorang melompat ke semak dan melayang di atasnya. Sejengkal saja, kaki orang itu bisa menghantam kepalanya. Impuls Kencana berteriak.

“ARGH…. Hhmmppp!”

Kencana melotot begitu mulutnya dibekap oleh seseorang pria dengan kaca mata hitam dan topi, terlihat sekali kalau orang itu sedang berusaha menutupi wajahnya menggunakan kedua accessories itu. Kencana berusaha meronta tapi pria itu terlalu kuat dan kini telah merangkulnya hingga dia tidak bisa bergerak. Kencana mulai panik. Apakah orang ini penculik?

“Jangan meronta dan jangan teriak. OK!” kata orang itu.

Kencana menuruti, dia berhenti meronta dan tangan orang yang merangkulnya erat perlahan melonggar.

Onnie, aku menemukanmu!” teriak Rara senang menemukan Kencana di balik semak. Kencana langsung menarik Rara ke pelukannya, takut orang di depannya ini akan menyakiti Rara.

“Dia siapa, Onnie?” Rara bertanya dalam bahasa Indonesia. Meski lahir dan besar di Seoul, di rumah Rara dibiasakan menggunakan bahasa Indonesia.

“Aku tidak tahu!” jawab Kencana dan memandang pria di depannya dengan penuh selidik. Kening pria itu berkerut mendengar dua orang yang berbahasa asing ini.

“Kau siapa, Ahjussi?” tanya Rara polos, kali ini dalam bahasa Korea.

“Jika aku membuka kacamataku, kalian jangan berteriak. Ok. Aku sedang melarikan diri!”

“K-kau tahanan yang melarikan diri?” tuduh Kencana. Pria itu tertawa. Dia membuka topi dan kacamatanya bersamaan. Kencana lumayan kaget melihatnya.

“Kyuhyun-ssi? APA… Hmmpp.” Kencana nyaris berteriak hingga mulutnya dibekap oleh Kyuhyun lagi!

Sttt,” Kyuhyun menempelkan telunjuknya di bibir. “Ya, aku Kyuhyun. Tolong, kau jangan berteriak!” pintanya.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

“Aku sedang bersembunyi. Beberapa fans mengejarku! Jadi tolong jangan membuat masalah.” kata Kyuhyun berbisik. Kencana mendengus kesal. Mereka masih berjongkok di balik semak.

“Kenapa kau bisa dikejar-kejar?”

“Aku ada acara di stasiun TV,” Tidak begitu jauh dari taman itu memang ada stasiun TV. “Aku punya waktu sejam sebelum acara dimulai jadi aku memutuskan untuk keluar. Tapi ternyata ada fans yang mengenaliku.”

“Makanya, tidak usah banyak tingkah. Kalau kau tidak sok-sok-an bisa keluar tanpa ketahuan penggemarmu, aku tak perlu direpotkan seperti ini.” kata Kencana ketus. Aahhh, mimpi apa dia kemarin? Kenapa dia apes sekali hari ini dan bertemu salah satu member Super Junior (lagi) yang sekali lagi menghadapkannya pada sebuah masalah.

“Dimana Kyuhyun Oppa bersembunyi? Aku yakin dia masih berada di sekitar sini!” kata seorang gadis dari kejauhan. Ada enam orang siswa SMA yang masih mengenakan seragam, menoleh ke kiri dan kanan untuk mengamati sekitaran.

Kyuhyun merunduk dan mendorong kepala Kencana agar menunduk lebih dalam juga. Setelah orang-orang yang mengejarnya berlalu, Kyuhyun segera memakai kacamata dan topinya kembali lalu berdiri. Dia lalu menggendong Kirana. Kencana tidak bergerak, terpaku melihat sepupunya sudah raib dari pelukannya dan sekarang ada di gendongan Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan? Ayo cepat, kita harus pergi dari sini!” ujar Kyuhyun melihat Kencana masih berjongkok dan melongo menatapnya. Tampak seperti anak kecil yang pasrah mainan favoritnya direbut.

Tepat saat itu, kumpulan gadis itu menemukan posisi Kyuhyun berada “Itu dia,” teriak salah satu sambil menunjuk, sedetik kemudian mereka semua berteriak bersamaan.  “OPPAAA.

“Ayo, cepat!” kata Kyuhyun panik dan dengan cepat menyambar tangan Kencana dan menariknya berdiri. Sebenarnya mengapa Kencana ikut berlari? Dia kan tidak ada hubungan dengan artis ini dan dia juga bukan artis! Tapi Kencana tidak bisa berkata apa-apa selain ikut berlari dengan cepat karena penggemar-penggemar itu mulai mengejar mereka.

Kyuhyun berbelok ke sebuah lorong kecil dan berhenti berlari. Dia merapatkan tubuhnya pada dinding saat para penggemar itu melewati mereka. Kyuhyun menghembuskan nafas lega. Tubuh Kencana bergetar hebat, dia jatuh terduduk ke tanah dan berusaha menarik nafas dalam-dalam. Kencana pucat pasi seperti tidak ada darah yang mengalir ke wajahnya padahal jantungnya sedari tadi bekerja sangat keras. Rara tertawa-tawa senang di gendongan Kyuhyun. Dipikirnya tadi itu adalah sesuatu yang menyenangkan.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun khawatir.

“APA AKU TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA? AKU HAMPIR SAJA MATI KARENAMU!” Kencana tersengal-sengal saat dia berteriak. Bibirnya makin memucat. “Mengapa kau tidak lari sendiri saja? Mengapa kau harus menarikku? Mengapa kau melibatkan kami juga?” Kencana merebut Rara dari gendongan Kyuhyun.

“Maaf. Tapi jika kau tetap disitu, kau bisa saja ikut celaka!”

“Itu karena kau punya penggemar yang GILA!!” teriak Kencana lagi. Kyuhyun mengamati wajah orang di depannya ini, yang sepertinya familiar.

“Apa kita pernah bertemu?” tanya Kyuhyun.

“Tidak!!” Kencana membuang muka.

“Ya. Aku ingat. Kau gadis yang datang membawa pakaian untuk kami minggu lalu. Siapa namamu? Ken-ca-na?” Kyuhyun mengeja. Kencana tidak menyangka namanya masih diingat oleh orang yang pernah membuatnya menunggu seperti orang bodoh.

Kencana tidak menjawab dan itu berarti iya untuk Kyuhyun. Daya ingatnya memang bagus. “Aku harus pergi!” kata Kencana tapi tangan Kyuhyun menahan lengannya.

“Tunggu. Mungkin kita bisa mencari minuman dulu.”

“Tidak! Aku ingin pulang. Lepaskan aku!” Kencana menyentak lengannya. Alih-alih genggaman tangan Kyuhyun terlepas, yang ada cuma lengannya saja yang jadi nyeri.

“Ya, kau mau.” kata Kyuhyun dengan senyum evilnya. Dia dengan sigap meraih Kirana hingga gadis kecil itu berpindah ke gendongannya lagi dalam sekejap.

“Ini sebagai ucapan maafku.”

“Itu bukan permintaan maaf. Jika kau berharap aku memaafkanmu, biarkan aku pergi.” semprot Kencana. Entah mengapa emosinya gampang sekali tersulut beberapa hari ini. Mungkin siklusnya akan segera datang dan ikut mengobrak-abrik moodnya. “Kemarikan sepupuku. Aku tidak ingin berurusan denganmu lagi!”

“Ayolah, kau pucat. Kau harus minum sesuatu dulu,” bujuk Kyuhyun lalu melangkah lebih dulu. “Kau mau es krim gadis cantik?” bisik Kyuhyun pada Rara dan anak itu mengangguk antusias.

Onnie, ayo kita makan es krim! Cepat… Cepat,” teriak Rara sambil melambai-lambaikan tangannya. Tidak ada pilihan lain! Kencana menyeret langkahnya mengikuti Kyuhyun.

***

Kencana duduk dengan tidak nyaman. Segelas coklat hangat mengepul di depannya tapi dia belum menyentuhnya juga, bersiaga terhadap sekeliling jauh lebih penting. Tak ada yang tahu kalau sebenarnya Kencana sangat khawatir.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun. “Apakah ada orang yang ingin kau temui?”

“Mengapa kau memilih duduk di dekat jendela? Bagaimana jika seseorang mengenalimu?” Kencana mengutarakan kekhawatiran yang sedari tadi memenuhi ruang pikirannya. Ini bisa menjadi masalah besar kalau ada yang melihat mereka. Orang-orang kan suka seenaknya saja membuat berita tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, menerka-nerka seenak jidat mereka.

“Kau tenang saja, tidak akan ada yang mengenaliku.” kalimat Kyuhyun membuat Kencana mencibir.

“Tapi siswi-siswi tadi mengenalimu? Apa bedanya dengan sekarang?”

“Pokoknya kau tenang saja. Tidak akan ada yang mengenaliku!”

“Aku tidak percaya padamu. Bagaimana jika yang mengenalimu adalah wartawan yang mengambil foto kita lalu menyebarkannya di internet? Aku bisa mati karena penggemarmu! Apa kau tidak belajar dari Hyung-mu?” ucap Kencana, dia menatap lurus keluar jendela, beberapa lembar daun kecoklatan terlepas dari dahan dan menyentuh tanah.

“Oh, mengenai Siwon Hyung dan Ghassany Nuna? Itu tidak masalah, mungkin mereka akan segera menikah! Kau tidak ingin menikah denganku?”

“Kau gila!” sergah Kencana. Kyuhyun tertawa.

“Hampir semua wanita ingin menikah denganku. Kau tidak mau?”

“Tidak. Aku bukan penggemarmu!”

“Haruskah menjadi penggemarku dulu jika ingin menikah denganku?”

“Dalam kasusmu mungkin iya, karena hampir semua wanita yang ingin menikahimu adalah penggemarmu. Aku tidak termasuk dalam daftar itu. Jadi, terima kasih.” Kyuhyun tertawa lagi mendengar nada sarkatis dari Kencana.

“Kau tidak menyukai ELF?” tanya Kyuhyun, kali ini mimik mukanya berganti serius. Kencana tidak langsung menjawab.

“Tidak!” kata Kencana kemudian. Nada ragu di kalimatnya membuat alis Kyuhyun sedikit terangkat.

“Atau kau tidak menyukai Super Junior?” tanya Kyuhyun lagi. Kencana menggeleng.

“Bukan seperti itu,”

“Lalu?”

“Kenapa kau berpikiran seperti itu? Kenapa kau berpikir aku tidak menyukai Super Junior dan ELF?” Kencana lebih memilih bertanya kembali daripada menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi.

“Karena kau terlihat tidak nyaman bersamaku.” Kyuhyun mengamati tangan Kencana yang menggenggam mug coklat dan memutar-mutarnya di atas meja tanpa meminumnya sejak tadi, itu menandakan bahwa Kencana tidak nyaman.

Rara mulai terkantuk-kantuk di tempat duduknya setelah menikmati es krim, Kencana meraih anak itu dan membiarkannya tertidur di pangkuannya.

“Itu karena aku baru bertemu denganmu saja. Ah, benar! Harusnya aku tidak disini karena aku baru saja mengenalmu. Bagaimana jika sesuatu terjadi padaku?” Kencana bermaksud melucu tapi gagal total. Bahkan tersenyum pun Kyuhyun tidak. Dia mengamati Kencana lama.

“Kau selalu berkata bahwa kau bisa saja mati jika kau ketahuan bersamaku. Apa kalimatmu itu tidak cukup untuk menunjukkan bahwa kau tak menyukai salah satu diantara Super Junior dan ELF? Atau keduanya?” Kencana tercekat.

“Sepupuku sudah tertidur, sepertinya aku harus pulang. Kau juga harus kembali ke stasiun TV kan?” Kencana berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia segera menyeruput coklatnya hingga setengah. Kyuhyun masih terus menatapi intens, membuat Kencana yang sejak awal memang merasa tidak nyaman, semakin merasa tidak nyaman.

“Kau mau jadi pacarku?” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Mata Kencana kontan melebar, nyaris saja dia menyemburkan coklatnya.

Hahahaha” Kencana tertawa hambar. “Kau mungkin benar-benar gila. Segeralah ke dokter jika kau punya waktu kosong!” Kencana buru-buru bangkit.

“Tidak, aku serius. Aku ingin menjadi pacarmu!”

“Aku anggap kau tak pernah mengatakan apa-apa.” Kencana segera menggendong sepupunya yang tertidur. “Terima kasih untuk es krim dan coklatnya. Aku pergi dulu.” Kencana tak menunggu jawaban, dia langsung meninggalkan Kyuhyun.

Benarkah aku bersungguh-sungguh? Pertanyaan itu mulai memenuhi ruang otak Kyuhyun. Tapi rasanya sulit untuk memikirkan kata ‘tidak’ sebagai jawaban. Kyuhyun terdiam lama, sampai akhirnya dia tersadar bahwa dia lupa meminta nomor ponsel Kencana.

***

Kencana segera menuju butik bibinya di Myeongdong begitu dia selesai kuliah. Sebenarnya dia tidak memiliki keperluan khusus saat ini di butik, tapi dia merasa kebosanan jika harus tinggal di rumah. Lagipula Myeongdong adalah pusat perbelanjaan jadi dia bisa sekalian jalan-jalan jika dia merasa kebosanan di butik nantinya.

“Hai Bibi, lagi sibuk yah?” sapa Kencana. Dengan bibinya dia jarang menggunakan bahasa Korea, mereka lebih senang berbahasa Indonesia.

“Lumayan sih. Baru pulang kuliah?” Kencana mengangguk.

“Ada yang bisa aku bantu, Bi?”

Hmm, sebenarnya hari ini Bibi mau bertemu dengan Super Junior untuk membicarakan tentang kostumnya lagi. Kalau mau, kamu bisa menggantikanku. Hanya membahas konsep pakaian aja kok. Kamu kan kuliah di jurusan fashion jadi kamu pasti mengerti. Aku masih ada keperluan lain.” kata Bibi Yura panjang lebar.

“Keperluan lain Bibi apa? Aku bantu itu aja kali yah!” Bibi Yura menghentikan pekerjaannya sejenak, dia menatap Kencana. Dia tak menduga Kencana akan menolak. Biasanya para gadis tergila-gila pada grup itu.

“Bibi harus menjemput Rara di sekolahnya dan berbelanja bahan makanan untuk di rumah.”

“Biar aku aja yang menjemput Rara dan berbelanja. Ada lagi nggak?”

“Kau yakin nggak mau menggantikanku menemui Super Junior saja? Aku pikir kamu salah satu penggemarnya!” Bibi Yura akhirnya bertanya, dia merasa pernasaran, apalagi beberapa hari yang lalu dia menemukan sesuatu di kamar Kencana yang makin menguatkan pikirannya bahwa Kencana mengidolakan grup itu.

“Bukan, aku bukan penggemarnya dan nggak ingin menemui mereka! Kenapa Bibi berpikiran kalau aku ini adalah penggemar Super Junior?”

“Kamu punya CD albumnya di kamarmu!”

“Itu hadiah dari temanku sebelum aku kembali ke Indonesia dulu. Nggak mungkin kan aku buang.” Bibi Yura hanya tersenyum mendengar alasan Kencana.

“Baiklah, aku yang akan menemui Super Junior. Rara selesai sekitar sejam lagi, aku akan memberimu daftar belanjaan yang harus kau beli.”

***

Kyuhyun berharap, Kencana yang akan datang untuk mewakili Butik Iris lagi kali ini, tapi ternyata yang datang adalah Bibi Yura sendiri. Semua member Super Junior sudah akrab dengan Bibi Yura karena dia yang selalu mengurusi kostum mereka. Jadi pasti tidak sulit jika Kyuhyun ingin meminta nomor ponsel Kencana darinya.

“Bibi, apa aku bisa berbicara dengan anda sebentar?” sapa Kyuhyun saat Bibi Yura bersiap-siap akan pulang.

“Oh Kyuhyun. Ada apa?” balasnya ramah.

“Bolehkah aku meminta nomor ponsel Kencana? Kencana yang pernah datang ke dorm dan membawa pakaian kami.”

“Kencana? Untuk apa kau meminta nomor ponsel Kencana?” Kyuhyun tidak menjawab dia hanya tersenyum penuh harap. Berharap agar Bibi Yura tidak menatapnya seperti itu dan berharap agar nomor ponsel Kencana segera diberikan padanya.

Dan ternyata meminta nomor ponsel Kencana jauh lebih mudah dari yang dia bayangkan. “Baiklah, aku akan memberikannya padamu. Kemarikan ponselmu!” ujar Bibi Yura sambil menengadahkan tangan, Kyuhyun segera merogoh kantong dan mengeluarkan ponsel miliknya dari sana. Bibi Yura mengetikkan beberapa digit nomor di ponsel touch screen milik Kyuhyun.

“Tadi aku menyuruh Nana datang ke sini, tapi dia tidak mau. Dia lebih memilih menjemput Rara.”

Nana? Kyuhyun merasa bingung tapi kemudian dia mengerti bahwa Nana pasti adalah nama kecil Kencana. Hmm, nama yang unik dan sangat mudah diingat, hanya dua kata yang diulang sebanyak dua kali. Kyuhyun mencatat nama itu baik-baik di kepalanya.

“Oh, dia memang menyayangi sepupunya!” komentar Kyuhyun.

“Rara itu putriku dan Nana adalah keponakanku.”

“Benarkah?” Kyuhyun benar-benar tidak tahu kalau ternyata mereka punya hubungan keluarga, dia pikir hubungan mereka berdua hanya sebatas urusan pekerjaan saja. Antara bos dan pegawai.

“Hmm.” Bibi Yura bergumam membenarkan. “Kau kenal Rara juga?”

“Kami pernah bertemu di taman sekali!”

Bibi Yura melirik jam tangannya. “Oh.. Baiklah, sepertinya aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa lagi Kyuhyun.”

Kyuhyun mengangkat ponselnya sebatas dada lalu berkata, “Terima kasih, Bibi!” Mengisyaratkan terima kasih terutama untuk nomor ponsel yang diberikan padanya. “Hati-hati di jalan. Sampaikan salamku untuk Nana dan Rara.”

***

Kencana berjalan di sekitar taman kampus, kuliahnya baru saja selesai dan akan dilanjutkan dua jam lagi. Dia berencana menunggu di café saja daripada harus pulang kembali ke rumah. Dengan segera Kencana merogoh tas begitu ponselnya berdering nyaring dan bervibrasi sesuai ketukan nada deringnya. Sebuah nomor yang tidak dia kenal.

Yoboseyo?” jawabnya.

Yoboseyo. Nana?” Kencana mengernyit heran. Suara yang tidak dia kenali, tapi orang itu mengetahui nama kecilnya. Sangat jarang yang mengetahui nama panggilannya itu.

“Siapa ini?” tanyanya kemudian.

“Ini aku, yang bertemu denganmu di taman dua minggu lalu dan dikejar-kejar fans.”

“KYUHYUN-SSI?” Kencana tidak sadar dirinya telah berteriak. Seorang gadis yang duduk di bangku taman tidak jauh darinya langsung menatap curiga.

“Tak usah berteriak. Aku bisa saja tuli!”

“Bagaimana kau bisa tahu nomor ponselku?”

“Aku bisa dengan mudah mendapatkan apapun yang aku mau, Nana!” nada bangga itu entah mengapa berhasil menyulut emosi Kencana. Apalagi mendengar nama kecilnya disebut.

Hyaaaa.. Jangan panggil aku Nana!!”

“Terserah aku mau memanggilmu apa. Kau dimana sekarang?”

“Untuk apa kau menelponku? Kita tidak punya urusan lagi!” Kencana tidak menjawab pertanyaan yang diajukan padanya. Untuk apa pula dia harus memberitahukan posisinya saat ini kepada Kyuhyun.

“Aku punya! Terakhir kita bertemu kau belum menjawab pertanyaanku.”

“Bukankah sudah kukatakan, aku menganggap kau tidak pernah berkata apa-apa. Jadi aku sudah melupakannya,” ujar Kencana sarkatis.

“Aku tidak bisa seperti itu. Haruskah aku mengulangi pertanyaanku waktu itu agar kau mengingatnya dan tidak berusaha melupakannya lagi?”

“Tidak. Aku sedang sibuk. Maaf!”

“Ayolah Kencana. Kenapa kau begitu membenciku?” pertanyaan itu lagi.

“Aku tidak membencimu. Aku hanya tidak ingin berurusan lagi denganmu!”

“Kenapa?”

“Terakhir kali bertemu denganmu, aku nyaris mati!”

“Kau mengulang kalimat itu lagi. Sebegitu burukkah image-ku atau ‘kami’ di matamu?” tanya Kyuhyun lagi. Kencana merasa menyesal telah mengatakan kalimat tadi, tapi kalimat itu meluncur begitu saja tanpa bisa dia cegah, penyaring bernama otak itu tak berfungsi sebagaimana mestinya. Apakah Kyuhyun tersinggung? Akh, Kencana tak ingin peduli. Kalau itu bisa menjauhkannya dari Kyuhyun, dia tak ingin menyesal.

“Mungkin kau benar-benar sibuk. Asal kau tahu, aku tidak akan berhenti sampai aku tahu apa alasanmu begitu membenciku! Sampai jumpa.” Lanjut Kyuhyun lalu sambungan telepon terputus.

Kencana duduk di kursi taman dan tercenung lama memikirkan perkataan Kyuhyun tadi. Mengapa aku membencinya? Mengapa aku tidak ingin bertemu dengannya lagi? Ya. Apa lagi kalau bukan karena kesan yang ditinggalkan Kyuhyun padanya sejak mereka bertemu agak buruk. Pertama membuatnya menunggu, kedua membuatnya nyaris mati dikejar oleh orang yang bukan fans-nya.

Sial! Kata ‘mati’ itu lagi. Kenapa kata itu terlalu mudah terucap?

Ponsel Kencana kembali berdering. Lagi-lagi nomor yang tidak dia kenal. Setelah mempertimbangkan akhirnya dia menjawab, “Yoboseyo?”

“Benarkah ini Kencana-ssi?” suara yang lagi-lagi tidak dia kenal, untungnya itu bukan suara Kyuhyun lagi.

Ne. Siapa ini?” tanyanya.

“Maaf aku mengganggumu. Aku Leeteuk. Anda ingat?”

Kencana terkejut. “Leeteuk Super Junior?”

Ne!” jawabnya. Ada apa sih sebenarnya? Dalam sejam terakhir dia di telepon oleh dua member Super Junior. Apakah ini keberuntungan atau kesialan?

“Darimana anda menemukan nomor teleponku?”

“Aku memintanya di kantormu. Di butik.” Ya, ampun. Kencana tidak menyangka akan semudah itu mereka menemukan nomor ponselnya. “Apakah kau sibuk? Aku ingin bertemu denganmu. Aku harap Anda bisa?” kata Leeteuk. Kencana bisa mendengar nada mendesak dalam suaranya.

Tapi Kencana tidak ingin berurusan dengan member Super Junior lagi. Dia sudah terlalu sering mengatakannya hingga dia merasa bosan sendiri.

“Pentingkah?”

“Sangat, dan hanya anda yang bisa membantuku! Jadi bisakah kita bertemu?” suara memohon itu membuat Kencana luluh. Kali ini saja. Kali ini saja dia melanggar. Dia tidak akan mengulanginya lagi setelah ini. Janji!

“Aku sedang tidak sibuk sekarang. Dimana kita akan bertemu?”

“Dimana anda sekarang? Saya akan menjemput anda!” ujar Leeteuk.

Kencana memberitahukan dimana posisinya kemudian menutup telepon.

***

Sejam kemudian Kencana dan Leeteuk duduk berhadapan di meja sebuah kafe. Di hadapan kami tersaji beberapa jenis makanan ringan, jus strawberry, dan cokelat hangat. Apapun yang berbau coklat sangat digilai Kencana, apalagi dia pernah membaca bahwa coklat bisa mengurangi resiko penyakit jantung. Akhir-akhir ini jantungnya suka bekerja diluar kendali. Sedangkan Leeteuk lebih memilih jus strawberry yang kaya akan antioksidan.

“Jadi apa yang bisa aku bantu untuk Anda?” tanya Kencana langsung. Dia tak bisa berlama-lama.

“Sebelumnya aku minta maaf karena aku mengaku pada Siwon bahwa anda adalah pacarku!” Kencana hanya mengangguk. Akhirnya dia minta maaf juga setelah menjadikanku bahan leluconnya dan membuat Siwon benar-benar percaya karenanya.

 “Tapi… Maukah anda menjadi pacarku?”

***

By : Sachakarina

To Be Continue….

36 thoughts on “Polkadot ~Part 2 (FanFic by Freelance)

  1. Heeeeeeeeee???
    Doh!!! Dlm wktu yg hmpir bersamaan blm ada 24 jam udh ada 2 org yg bilang suka ma Kencana???!!! Huaaaa !! Taebakk!! LOL…

    HHHmmm,,beruntungnya dia..

  2. Ow okay… 2 orang member Suju nyatain di hari yang sama…mulai dr member yang paling tua sampe member yang paling muda…oh my gosh kalo aq jadi Nana bisa stress tuh, tapi pasti suatu pemikiran ‘jangan2 gw dikerjain lg ma mrka berdua’ akan melintas dipikiran aq hahahahaha

    Kyu nyatain dgn cara santai, sedangkan leader-nim dengan cara yang sangat formal hahahaha

  3. omona~ aku mau gantiin kencana😉
    Kyuhyun?? Leeteuk?? mimpi apa tuh orang diminta jadi pacarnya tuh leader sama magnae -__-

    lanjutin onn, nanggung nih..
    lagi penasaran2nya, lah kok malah TBC..
    next part, ada yesungnya ga yaa?? wkwkwk

    • haha,jadi part berikutnya nama tokohnya jadi Vie ini?kan mau gantiin *Lol

      Mian Vie, part 3 gak janji ada Yesung Oppa dulu. soalnya ceritanya udah selesai. tp jgn sampe gak mau baca part selanjutnya ya.hehe
      nanti ada kok! Ok *peluk*

      thank ya Vie🙂

  4. Waw…di tembak ma 2 cwo dlm 1 hari dari grup yg sama?Yang satu dgn tampang evilnya,yg satu dgn tampang angelnya.Berasa lg ada di antara surga&neraka klo gini.Surga udah pasti indah,tp klo tau neraka jg indah kya c evil Kyu,aq pasti bingung mu plh yg mn?? [loh,np jd bawa” surga ma neraka,jd bingung sndri..plak]
    Semalam Kencana mimpi apa ya?
    Envy sangat liatnya..
    Ditolak apa di terima ya?
    Cepetan ya Eonn di keluarin part slnjutnya,hiiiii

    • hadoh, reply-nya td salah tempat -_-” malah ter-post di komentar bawah *Author babo*

      rye_rye langsung lirik ke bawah aja yah (yg ular2an itu) hahaha

      Mian🙂

  5. huwwaaa…gak bakalan bs tidur klo jd kencana,,

    tp msh penasaran, kencana knp y anti bngt ma SuJu..??
    punya pngalaman yg gak enak y..?

    serahin k author aja dch..
    ditunggu lho lanjutannya,,^0^

  6. asli..,
    bikin envy bgt sm kencana bs ditembak sm 2 co ganteng, pst bingung mo pilih yg mana😀

  7. Kencana habis mimpi dikejar ular kali ya. soalnya ada yg pernah bilang kalau dikejar ular berarti ada yg naksir #ehm #mitos *lirik Jihan Onnie dan Nana Onnie*😀

    part 3nya udah selesai sih, tungguin aja yah.
    gomawo ^^

  8. kyaaa
    Dsar Kyu mang Evil,bsa bgt dech ngajak nak kecil makan es krim..tw ja klo nak kecil psti mw ja!!kekekeke
    mw g mw Nana kutan deh..Dan Nana pasti sbnernya suka bgt tuh ma SUJU, yg soal album psti boong*plak sok tw*
    jiah prtarungan antara hyung n maknae,pnsaran pa jwban Nana tuk cwo2 nih..!!!

    • Jawaban buat Kyu kan udah. dan kalau saya jd Nana pasti nggak akan bilang enggak sbg jawaban.hahaha *maunya*

      semua pasti akan terungkap pada akhirnya. tungguin ya ^^

      Gomawo🙂

  9. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… mauu mauu mauu…

    ini persaingan antara yg tua dan yg muda wkkkkk

    di tunggu klanjutnnya

  10. Ichaaaaaa…. makin seruuuu aja ceritanya….😀

    nama-nama yeoja di FF ini bagus-bagus yaaa.. Kencana, Kirana… ^^

    ahhh~ itu Kencana pake jurus apa sampe2 uri leader dan uri maknae sama2 suka ma dia?…

    dan bersambung disaat lagi seru-serunya,, lanjutannya ditunggu cha…🙂

  11. crita tmbh sru deh tpi kok kyuhyun oppax dbkin skit ht2 tga bngt sih.. btw jngn lma2 yah updatex ONNI…

  12. Pingback: [FANFICT] Polkadot | Time to Write

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s