Born to Belong Together ~Part 6 (FanFic by dierenzitudienaOrenz)

Born to belong together
(Part 6)

Author : Dina Amalia ^^orange pumpkin girl^^
Cast: Lee Sungmin, Choi Siwon, Eunhyuk, Yesung, Kim Ryewook, Lee Donghae, Leetuk, Jung Haneul, Ji Hae, Chin Mae, Park Je Kyung, Lee Hyun ri, Choi Ji Yoo
Genre: Romantic, Family, Friendship, Drama
Type: Sequel

”Apakah benar ini kamarku?” tanya Sungmin.

Haneul yang baru pertama kali melihat kamarnya Sungmin, hanya bisa bilang, ”Loh, masa Sunbae tidak mengenal kamar sendiri.”

Aniyo, sepertinya kita salah kamar, ini bukan kamarku. Andwaaeeee,” teriak Sungmin.

Haneul semakin bingung dibuatnya. Sungmin melangkahkan kakinya keluar kamar, Haneul mengikutinya di belakang.

Eomma,” panggil Sungmin.

Ne,” jawab Nyonya Lee.

”Apa yang Eomma lakukan pada kamarku?”

Eomma hanya sedikit menghiasnya.”

”Sedikit?” Sungmin mengernyitkan dahinya.

Nyonya Lee beranjak mendekati Haneul ”Haneul-ah ayo ikut aku.”

Ne Eommoni,” jawab Haneul.

Sungmin masih berdiri di tempatnya, tak berapa lama ia pun mengikuti ibunya dan Haneul.

****

Di kamar Sungmin

”Haneul-ah bagaimana?  Kau suka tidak dengan dekorasi kamar ini?” tanya Nyonya Lee.

Haneul terlihat sedang mengamati sekitar kamar itu dan menjawab, ”Very nice Eommoni.
“Baguslah, Eomoni sendiri yang memilih furniture dan menghiasnya loh,” ungkap Nyonya Lee.

Eomma, bisakah Eomma kembalikan kamarku seperti dulu?” pinta Sungmin.

”Sungmin uri adeul, ingat! sekarang kau sudah memiliki istri. Jadi, berbagilah kamar ini dengan istrimu,” jelas Nyonya Lee.

”Tapi kan, tidak harus seperti ini, bisa-bisa aku tidak bisa tidur karena terlalu banyak bunga bertebaran dimana-mana, huft!” keluh Sungmin.

”Lama-lama kau juga akan terbiasa,” kata Nyonya Lee. ”Haneul-ah, Eomoni sudah menyiapkan seperangkat alat tempur untukmu, ada di laci dekat tempat tidur, jangan lupa digunakan, okay. Sudah ya, selamat menikmati malam pertama kalian,” ucap Nyonya Lee seraya keluar dari kamar itu.

Haneul tidak bisa menutupi mukanya yang merah, begitu juga dengan Sungmin. Suasana menjadi tegang.

Sunbae,” panggil Haneul.

Ne,” jawab Sungmin.

“Aku mau mandi, emmm.. emm.. emmm.. bisakah Sunbae keluar dulu sebentar?”

”Ohh itu… Oh, ne,  aku akan keluar.”

Sungmin keluar dari kamar itu. Ia menuju dapur. ”Ahh, perutku tiba-tiba lapar,” ungkapnya.
Ia pun mengambil mie ramen dan mulai memasaknya. Seketika ia berpikir, “Bukankah kami sudah menjadi suami istri? Kenapa ia menyuruhku keluar? Dan kenapa aku mengiyakan?  Ah, apakah ia malu padaku?”

Di kamar Sungmin

Haneul mulai bersiap untuk mandi. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Haneul menatap cermin yang ada di kamar mandi itu, cukup lama ia bercermin. Ia melihat sepasang sikat gigi di hadapannya. Yang satu berwarna pink dan yang satunya lagi berwarna biru, ia tersenyum melihatnya. Kemudian, ia melihat dua handuk yang tergantung dengan warna pink dan biru juga. “Apakah seperti ini perasaan yang dirasakan oleh mereka yang baru saja menjadi pengantin baru?” Senyuman tak pernah lepas dari wajahnya. Bahkan ketika ia mulai menyalakan shower, “Tiap hari Sunbae mandi di sini, dan kini aku pun mandi di tempat yang sama dengannya, hehehehe…”

****

Haneul telah selesai mandi. Ia pun membereskan baju-bajunya yang masih ada di dalam koper, ia mulai menata dan memasukannya ke dalam lemari baju. Tak lama, Sungmin masuk ke dalam kamar itu. “Sudah selesai mandinya?” tanya Sungmin.

Ne,” jawab Haneul.

Sungmin pun melepas jas yang sedari tadi digunakannya. Setelah itu ia melepas dasi dan mulai membuka kancing kemejanya. Haneul yang melihat hal itu langsung menutup kedua matanya. Sungmin masih juga belum sadar. Kemeja Sungmin sudah terlepas. Pada saat ia hendak melepas kaosnya, ia baru sadar “Ops, mianhae Haneul. Aku akan melepasnya di kamar mandi,” Sungmin bergegas menuju kamar mandi.

Haneul menarik nafas panjang dan menghembuskannya “Fiuuh, sepertinya aku sudah harus mulai membiasakan diri.”

Setelah selesai membereskan baju, Haneul berjalan menuju meja riasnya. Lagi-lagi ia menatap cermin, melihat wajahnya. Haneul menata rambutnya, merapikan baju tidur yang dipakainya, ia juga memakai parfume pemberian Nyonya Lee.

Sungmin keluar dari kamar mandi, Haneul menoleh. Sungmin pun menatap Haneul, mata mereka bertemu, seketika Haneul menunduk. Jantungnya berdetak lebih kencang. ”Kenapa aku jadi deg-degan?” tanyanya dalam hati.

Sungmin duduk di tempat tidur. ”Haneul-ah,” panggilnya.

”Ne,” jawab Haneul.

”Kemarilah,” pinta Sungmin.

Haneul berjalan mendekati Sungmin. ”Duduk disini,” pinta Sungmin.

Haneul duduk di hadapan Sungmin dan Sungmin tersenyum pada Haneul. Deg, jantung Haneul semakin berdetak tak karuan.

”Haneul-ah apakah kau grogi?” tanya Sungmin.

Emm.. emm.. begitulah,” jawab Haneul.

Sungmin mengelus lembut rambut Haneul. “Kyaa, ini pertama kalinya Sunbae menyentuh rambutku,” ungkap Haneul dalam hati.

“Haneul-ah, kita baru saja melaksanakan resepsi pernikahan dimana ucapan selamat yang tidak berhenti silih berganti, semua dalam hitungan jam, kemudian nanti hari berganti hari, kemudian usai. Tertinggal kita, kita yang akan mengarungi bahtera baru dalam lautan luas membentang di depan kita, ada banyak karang disana, ombak yang tinggi pun akan selalu kita temui dalam perjalan cinta kita.”

Haneul menyimak apa yang disampaikan oleh Sungmin seraya menganggukan kepalanya.
Chagiya,” ucap Sungmin.

”Apa? Tadi Sunbae memanggilku apa? Chagiya? Apa aku tak salah mendengar?” tanya Haneul.

Chagiya,” panggil Sungmin.

Haneul tersenyum malu, “Ne, Yeoboya,” balas Haneul.

Sungmin pun tersenyum, “Sebelumnya, kamu harus tau, bahwa aku hanyalah manusia biasa, maafkan aku jika tak bisa sempurna, karena aku bukanlah lelaki yang turun dari surga. Aku hanya punya langit untuk tempatku berlindung, hanya ada sepasang kaki untukku berjalan, hanya punya sepasang tangan untuk menengadah meminta sesuatu dari sang pemilik hidup ini, aku belum punya kereta kencana untuk selalu membawamu melangkah bangga ketika berjalan di sampingku, aku pun tidak punya sesuatu atap yang megah, alas istirahatmu yang penuh kenyamanan, hanya angin alam yang aku punya untuk menyejukanmu. Bukan apa-apa, tapi aku ingin kamu tau, agar engkau pun bersyukur, seperti syukur yang aku punya sekarang, aku hanyalah ingin jadi pria terakhir dihatimu, bersama punya cita-cita membangun keturunan yang  baik. Hanya ingin jadi pelindungmu, dimana engkaulah yang akan jadi penghuni hatiku, kamu adalah navigator di kapalku, aku hanya ingin ketika aku jadi raja maka kau adalah orang pertama yang menikmati anggur singgasanaku. Aku tidak bisa menuntut kamu untuk jadi istri yang hebat, aku hanya ingin kamu terus berusaha menjadi istri yang baik.”

Haneul berupaya menatap mata Sungmin seraya berucap, “Aku akan selalu hadir dalam cintamu. Duhai pemilik tangan gagah yang menolongku ketika aku terpuruk dan jatuh,  lindungi aku dalam perjalanan hidup kita, ketika engkau terluka akan kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dalam jiwamu. Duhai  pengusap air mataku, sungguh engkau takkan rela bidadarimu ini menangis, usaplah lembut pipi kemerah-merahan ini agar tak menangis, dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan menyucikannya ketika engkau pulang. Duhai calon ayah dari anak-anak kita, aku sebagai orang pertama sebagai sumber ilmu dari anak-anak kita, kan kutanamkan ilmu yang baik agar anak-anak kita kelak santun pada kedua orang tuannya, menghormati orang-orang yang lebih tua, dan menjadi anak kebanggaan kita bersama.”

Sungmin mengecup kening Haneul. Tak terasa cairan bening menetes di pipi Haneul, ”Ini airmata bahagia.”

Chagiya, panggilan ini hanya akan aku ucapkan ketika kita hanya berdua, ketika ada orang lain aku akan memangilmu Haneul dan kau bisa memanggiku Oppa bagaimana?” tanya Sungmin.

”Ne, aku akan memanggilmu Oppa,” jawab Haneul.

Chagiya, aku tau kita belum lama saling kenal. Dan hari ini pertama kalinya kita tidur di ruangan yang sama bukan? Emm..emm..,” Sungmin terlihat salting.

Waeyo?” tanya Haneul.

Emmm, aku tidak akan memaksamu untuk melakukan itu. Aku akan menunggumu hingga kau siap, biarlah cinta kita mengalir dengan sendirinya seiring berjalannya waktu,” jelas Sungmin.
Haneul diam. Sungmin berkata lagi, ”Kenapa kau diam? Kau paham maksudku, kan?”

Haneul mengangguk, ”Jeongmal gomawo, Yeoboya.“

“Kalo gitu, lebih baik malam ini kita membuat planning bersama. Kita satukan mimpiku dan mimpimu menjadi mimpi kita bersama, apa kau setuju?” tanya Sungmin.

Ne,” jawab Haneul.

Chagiya, aku Jadi ingat cuplikan dari novel 5cm karyanya Donny Dirgantoro. Tentang Kekuatan Mimpi. “Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu. Jangan menempel! Biarkan dia menggantung, mengambang, 5cm di depan kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan itu setiap hari. Kamu liat setiap hari. Dan percayalah kamu bisa.
Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kal
au kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri. Biarkan keyakinan 5cm menggantung, mengambang di depan kening kamu.
Dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya. Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya. Mata yang akan lebih sering menatap ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya. Serta, mulut yang akan selalu berdoa. Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan. Bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai orang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya. Bukan seorang pemimpi saja. Bukan orang biasa-biasa saja, tanpa tujuan, mengikuti arus, dan kalah oleh keadaan. Tapi , seorang yang selalu percaya akan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun.
Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya, karena kamu hanya harus mempercayainya. Dan untuk mereka yang masih belum percaya. Walaupun manusia tidak akan pernah bisa memutar waktu kembali untuk mengulang kembali semuanya dari awal. Tuhan telah memberikan kebebasan, bahwa setiap manusia bisa memulai kembali semuanya dari sekarang, untuk memulai akhir yang baru, akhir yang lebih indah
.”

Haneul terpana mendengarkan penjelasan dari suaminya itu, panjang , lebar dan sangat detail. Sungmin pun menyerahkan selembar kertas dan pulpen pada Haneul seraya berkata, “Tulis mimpimu di kertas ini. Semua mimpimu, tentang akademismu, tentang harapanmu sebagai seorang istri dan calon ibu, semua hal yang kau pikirkan dan mimpikan slama ini. Akupun akan menulisnya di kertas yang berlainan.”

Haneul dan Sungmin terlihat asik dengan kertas masing-masingnya, sesekali mereka saling lirik dan tersenyum. Sepertinya Sungmin sudah tak canggung lagi untuk mencubit pipi Haneul, begitupun dengan Haneul yang mulai bersandar di pundak Sungmin sambil melanjutkan aktivitas menulisnya.

Merekapun selesai menulis, “Whoaaa, ternyata mimpiku banyak juga, ya,” ungkap Haneul.
“Ayo kita tukar kertasnya, kau bisa membaca mimpiku dan aku akan membaca mimpimu lalu kita diskusikan bersama,” ucap Sungmin.

Tiba-tiba….
Awww…awww,” keluh Haneul sembari memegang perutnya.

“Ada apa? Kenapa kau memegang perutmu?” tanya Sungmin.

”Perutku sakit… Sakit banget..!” jawab Haneul dengan ekspresi wajah yang pucat.

Sungmin mendekat ke arah Haneul. Ia melihat istrinya dengan tatapan cemas,” Apa yang bisa kulakukan?” tanya Sungmin. ”Apakah sakitnya seperti sakit maag? Nyeri? Melilit?”
Haneul tak bisa menjawab pertanyaan Sungmin, rasa-rasanya semua badannya lemas. “Tunggu sebentar, aku akan mencari obat,” ucap Sungmin.

Sungmin keluar dari kamarnya, ia menuju kotak P3K yang ada di rumahnya. Kemudian, Sungmin membawa berbagai obat ke kamarnnya. “Aku balur perutmu dengan minyak ini ya, kalo aku sakit perut, Eomma sering mengoleskan minyak ini di perutku, ayo angkat bajumu.”

Haneul agak ragu, namun ia lakukan apa yang diucapkan Sungmin. Ia mengangkat sedikit bajunya. Sungmin menuangkan minyak ke tangannya dan pada saat ia hendak mengoleskan minyak itu ke perut Haneul, tangannya bergetar. Haneul yang kesakitan masih bisa tersenyum kecil melihat sikap suaminya itu.

Haneul merasa mual. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. Sungmin mengikutinya. Haneul muntah berkali-kali, Sungmin semakin cemas. Haneul merasa lemas, pusing, mual. Sepertinya ia mau pingsan. Sungmin memapah Haneul menuju tempat tidur.

Chagiya, sebenarnya kau kenapa? Apa kau masuk angin?” tanya Sungmin. Haneul menggeleng,

”Aku tak tau,” Haneul masih memegang perutnya yang sakit. Keringat dingin mengalir di tubuhnya.

“Aku panggil Eomma dulu, ya,” ucap Sungmin. Sungmin keluar dari kamarnya lagi. Ia mencari keberadaan ayah dan ibunya. Tapi ia tak menemukannya. Ia mencari Donghae, dan ternyata Donghae pun tak ada. “Orang-orang pada kemana sih?”

Sungmin balik lagi ke kamarnya “Entahlah orang-orang pada kemana? Aku telpon dokter aja, ya.”

“Dokternya namja atau yeoja?” tanya Haneul.

Namja, memangnya kenapa?” tanya balik Sungmin.

“Aku maunya dokternya yeoja,” jawab Haneul.

“Tapi dokter keluarga kami namja,” ucap Sungmin.

“Kalo gitu, telpon dokter keluargaku saja. Nomernya ada di ponselku,” kata Haneul.

“Baiklah,” jawab Sungmin. Ia pun segera menghubungi dokter yang dimaksud Haneul.
Haneul kembali merasakan mual. Ia bangkit ke kamar mandi lagi. Kali ini ia merasakan sesuatu,”Sepertinya aku tau kenapa aku sakit,” gumamnya.

”Kenapa?”tanya  Sungmin.

”Aku kedatangan sailormon,” jawab Haneul.

Sailormoon? Maksudmu?” tanya Sungmin.

”Aku datang bulan,” jawab Haneul.

”Ohh,” ujar Sungmin sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ”Apakah setiap wanita selalu merasakan sakit ketika datang bulan?”

”Aku rasa tidak semuanya,” jawab Haneul. ”Dan aku lupa meminum obat pengurang rasa nyeri datang bulan, makanya jadi sakit seperti ini.”

”Ya sudah, bentar lagi dokternya datang, lebih baik kau kembali berbaring saja,” ujar Sungmin.
Haneul masih diam di tempatnya, tiba-tiba ia jongkok, “Pusing,” keluhnya.

”Apa kau tidak kuat berjalan? Sini, biar aku gendong,” tawar Sungmin.

Haneul mengangguk dan Sungmin pun menggendong Haneul sampai di tempat tidurnya.
Yeoboya,” panggil Haneul.

Ne,” jawab Sungmin.

“Maukah kau mengelus-elus perutku? Itu yang biasanya Eomma lakukan ketika aku sedang PMS dan itu bisa sedikit mengurangi rasa sakitnya.”

Ehhh, ahhh.. Tentu saja,” jawab Sungmin. Iapun mengelus-elus perut Haneul. ”Apakah rasa sakitnya mulai berkurang?”

Haneul mengangguk. Tak lama kemudian, Dokter keluarga pun datang. dr. Jang Nara, begitulah ia biasa disapa. dr. Jang adalah dokter keluarga Haneul, ialah yang paling mengetahui riwayat kesehatan Haneul, kakaknya Chin Mae, adiknya Ji Hae dan tentu saja Tuan dan Nyonya Jung.

Annyeong Haneul-ssi,” sapa dokter Jang.

Annyeong,” Haneul membalasnya dengan suara lemah.

“Mukanya pucat sekali. Aku periksa dulu ya.”

Dokter Jang pun memeriksa kondisi Haneul. Beberapa menit kemudian, ”Kau sepertinya kurang istirahat, ya akhir-akhir ini, ditambah banyak pikiran sehingga itu berpengaruh pada kondisi tubuhmu, apakah kau lupa meminum suplemen yang aku beri?”

Ne, akhir-akhir ini aku disibukan dengan persiapan pernikahan sehingga lupa menjaga tubuhku sendiri,” jawab Haneul.

”Lain kali tidak boleh seperti itu, sesibuk apapun, yang namanya menjaga kesehatan itu nomer satu, apalagi kini kau sudah menikah. Kau harus lebih sehat agar dapat merawat suamimu dengan baik. Aku akan memberi suntikan pengurang rasa nyeri,” jelas dokter Jang.

Mwo? Disuntik? Apa tidak ada obat lain, dok?”

”Agar reaksinya cepat maka harus disuntik, jangan bilang kau masih takut dengan jarum suntik?”
Andwae!” ucap Haneul sambil menggelengkan kepalanya.

Sungmin mendekati Haneul dan menggenggam tangannya. ”Disuntik itu tidak sakit kok,  seperti digigit semut. Kalo kau bilang sakit, maka akan beneran jadi sakit, itu namanya sugesti.”
Oppa, jarumnya mengerikan,” ucap Haneul sambil bergidik.

”Kau tidak harus melihat jarumnya, ayo tutup matamu.”

Haneul menurut pada Sungmin. Ia menutup matanya. Lalu Sungmin meletakan kedua telapak tangannya di pelupuk mata Haneul sembari membisikan kata-kata, ”Kau pasti kuat sayang.”

Dokter Jang memulai aksi menyuntiknya. Dengan perlahan ia mulai menusukan jarum pada kulit lembut Haneul, lalu mengalirlah obat pengurang rasa sakit itu di tubuh Haneul.
”Selesai,” ucap dokter Jang. ”Bagaimna Haneul-ssi tidak sakit, kan?”

”Istriku memang hebat,” puji Sungmin.

”Oiya Haneul-ssi obat pengurang rasa sakit ini mengandung obat tidur,  jadi kalau kau merasa ngantuk itu berarti obatnya sedang bereaksi,” jelas dokter Jang. “Kalo begitu, aku pamit dulu, semoga cepet sembuh, dan selamat atas pernikahan kalian.”

Gamsahamnida,” ujar Sungmin dan Haneul berbarengan.

******

Setelah kepergian dokter Jang, “Hoaaaaaamm,” Haneul menguap. “Sepertinya obatnya mulai bereaksi, aku ngantuk.”

”Bagaimana dengan perutmu, apakah masih sakit?” tanya Sungmin.

”Sudah mulai berkurang,” jawab Haneul.

Yeoboya,” panggil Haneul.

Ne,” jawab Sungmin.

“Bolehkah aku minta tolong lagi?”

”Minta tolong apa?”

”Maukah kau mengusap perutku lagi sampai aku tertidur?”

”Ohhh ituu, hehehe… Boleh-boleh,” Sungmin mendekat ke arah Haneul dan mulai mengusap perutnya. Bintang-bintang yang berkerlipan di langit sana sepertinya iri melihat sepasang suami istri yang sedang berbahagia itu… *author juga* ahahaahaha..

******

Esok paginya….

Di rumah kediaman Tuan dan Nyonya Jung

Eomma,  Appa., annyeong,” sapa Ji Hae.

Annyeong,” balas Tuan dan Nyonya Jung.

“Hari pertama sarapan tanpa Haneul Eonnie, sepertinya ada yang kurang,” ungkap Ji Hae.
“Ji Hae-ya, hari ini kan hari minggu, apa kau tidak pergi jalan-jalan atau bermain bersama teman-temanmu?” tanya Nyonya Jung.

“Rencananya hari ini aku akan bertemu dengan  Lee Ahjussi. Aku ditemani oleh Ah Sung,” jelas Hae.

“Lee Ahjussi itu siapa? ”tanya Tuan Jung.

”Lee Ahjussi itu seorang agency dari Core Isi Media Entertainment. Beliau menawarkan padaku untuk ikut audisi pencari bakat di perusahaannya. Dan kalo aku lolos, aku akan menjalani masa training untuk debut sebagai seorang penyanyi,” jelas Hae.

Uri Aegi, boleh Eomma bertanya sesuatu padamu?”

Ne Eomma, tentu saja.”

”Apa kau yakin dengan pilihanmu ini? Maksud Eomma, apa kau yakin ingin menjadi seorang penyanyi?”

Eomma, menjadi seorang penyanyi adalah impianku dan aku akan bekerja keras untuk dapat mewujudkannya.”

”Apa kau telah mempertimbangkan segala konsekuensi dan resikonya?” tanya Tuan Jung.

”Aku telah memikirannya dengan matang Appa. Kalau pun nanti aku menjalani masa training, aku janji tidak akan menelantarkan sekolahku, aku akan berupaya agar bisa menjalani semuanya secara seimbang. Antara sekolah dan juga training.”

”Baiklah kalo begitu, Eomma percaya padamu. Jaga dirimu baik-baik, ya Nak.”

Siaaappp… Aku tidak akan mengecewakan Appa dan Eomma.”

”Oiya, sebenarnya ada hal lain yang ingin kami sampaikan padamu,” ungkap Tuan Jung.

”Apa itu?” tanya Ji Hae.

”Ini tentang pekerjaan kami. Beberapa hari lagi kami harus sudah kembali menjalankan tugas ke luar kota. Nah, berhubung sekarang Haneul sudah menikah dan kau tinggal sendiri di rumah ini, maka kami memutuskan untuk menitipkanmu pada Tuan dan Nyonya Lee.”

”Maksudnya?” tanya Ji Hae.

”Kamu akan tinggal bersama di rumah kediaman Tuan dan Nyonya Lee. Disana juga kan ada Eonniemu.”

Jeongmal? Apa tidak ada pilihan lain?”

”Sepertinya tidak. Lagipula Nyonya Lee dengan senang hati menawarkan sebuah kamar kosong di rumahnya. Ia bilang akan senang sekali jika ia bisa merawat seorang anak perempuan. Seperti yang kita tau, Nyonya Lee kan tidak punya anak perempuan.”

Ekspresi muka Ji Hae langsung berubah menjadi kelam, “Yang benar saja, masa aku harus serumah dengan makhluk genit itu? Idiiih, ngga banget deh,” umpat Ji Hae dalam hati.

”Bagaimana Ji Hae-ya,  kau setuju kan? Dan rumah kita ini,  rencananya akan dikontrakkan. Sudah ada yang berminat dan mulai lusa calon penghuni rumah ini akan datang.”

Emm,” Ji hae terlihat berpikir, “Bagaimana ya Appa, Eomma. Tapi rasanya tinggal di rumah orang lain itu pasti tidak sebebas seperti tinggal di rumah sendiri. Aku khawatir malah akan jadi merepotkan.”

”Justru itu, mulai saat ini, kau harus merubah sifat kekanak-kanakannmu itu. Belajar untuk lebih dewasa,” jelas Nyonya Jung.

Eomma,” rengek Ji Hae.

”Keputusan sudah ditetapkan. Malam ini juga Eomma dan Appa akan mengantarkanmu kesana. Selagi kau pergi dengan Ah Sung, Eomma yang akan membereskan barang-barangmu dan nanti ketika kau pulang, kita tinggal berangkat saja.”

Aisssshhh,” keluh Ji Hae. “Terserah Eomma dan Appa sajalah,” ucap Ji Hae sembari ngeloyor pergi.

Aigooo, anakku yang satu ini susah sekali diaturnya,” ungkap Nyonya Jung.

”Sabar Chagiya. Ji Hae kan masih remaja jadi emosinya pun belum stabil. Kita harus bijak dalam menyikapinya,” ucap Tuan Jung.

*****

Sementara itu di rumah kediaman Tuan dan Nyonya Lee, di sebuah kamar yang penuh dengan berbagai macam bunga. Sepasang suami istri itu masih tertidur dengan lelapnya hingga sebuah alarm membangunkan mereka. Yang pertama terbangun adalah Haneul, ia mematikan alarm yang ada di samping tempat tidurnya. Dan pada saat ia menoleh ke sebelah kanan, ia pun menjerit, “Aaaaarrrgggghhhh.”

Sungmin yang kaget mendengar jeritan Haneul pun terbangun dan bertanya, “Ada apa?”
“Kenapa kau bisa tidur di sebelahku? Dan kenapa aku bisa ada disini? Kamar siapa ini?”

Sungmin melongo, ia bingung dengan sikap Haneul. “Jagiya, apa kau lupa? Kita kan sudah menikah. Kau sekarang sedang ada di kamarku.”

Haneul mengucek-ngucek kedua matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Sepertinya kesadarannya belum terkumpul semua. “Benarkah aku sudah menikah?”

”Benar,” jawab Sungmin. ”Ini buktinya,” Sungmin mengangkat tangannya dan tangan Haneul sembari menunjuk cincin nikah mereka. “Apa obat suntik yang kemarin membuatmu jadi hilang ingatan?” heran Sungmin.

Haneul mengambil nafas panjang dan menghembuskannya, “Okay, sekarang nyawaku sepertinya sudah terkumpul. Jeongmal mianhae telah mengagetkanmu sepagi ini.”

”Tidak apa-apa, hanya saja, kepalaku agak pusing,” ucap Sungmin sambil memegang kepalanya.
”Kenapa sekarang gantian kau yang sakit? Aku coba pijat, ya.”

Haneul mulai memijat kepala Sungmin.

”Sebenarnya semalaman aku sulit tidur,” ungkap Sungmin.

”Kenapa?”

”Kau tau tidak? Gaya tidurmu itu ajaib sekali. Berkali-kali aku mendapatkan tendangan darimu hingga aku jatuh ke lantai ditambah dekorasi kamar ini yang membuatku tidak nyaman dan sulit untuk memejamkan mata.”

Omo, benarkah tidurku seperti itu? Kok aku tidak sadar, ya?”

”Mana ada orang tidur yang sadar? Hahahaha,” Sungmin tertawa geli.

Emm,  kasiannya suamiku. Maafkan istrimu ini ya, lain kali, kalo aku tidur, kau bisa mengikat kaki dan tanganku agar tidurmu tidak terganggu.”

”Ya ga gitu juga. Ga mungkinlah aku tega mengikat istriku sendiri.”

”Terus solusinya gimana?”

”Aku juga sedang berpikir dan mencari solusinya.”

Bel rumah pun berbunyi ”Siapa yang datang sepagi ini?” tanya Sungmin. Ia pun beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu rumah. Haneul mengikutinya dari belakang.

Pintu rumah pun terbuka. “Apakah benar ini rumah kediaman Tuan dan Nyonya Lee?” tanya seseorang di luar rumah.

Ne, saya putranya, ada apa, ya?”

”Saya mengantarkan beberapa paket untuk Lee Sungmin dan istrinya, tolong tanda tangan disini sebagai bukti penerimaan,” orang itu menyodorkan selembar kertas dan pulpen pada Sungmin. Kemudian Sungmin pun menandatanganinya.

Emm, paket-paket ini dikirim oleh siapa, ya?” tanya Haneul penasaran.

”Saya kurang tau. Saya hanya bertugas mengantarkan paket ini saja.” jawab Petugas itu seraya mengangkut paket-paket itu ke dalam rumah. ”Sudah selesai. Saya pamit dulu.”

Ne, gamsahamnida,” ucap Sungmin dan Haneul.

Wah, paketnya banyak juga, ya,” ucap Haneul, “Mau kita buka sekarang?”

“Boleh,” jawab Sungmin, “Paket yang mana dulu yang mau kita buka?”

“Yang itu,” jawab Haneul sambil menunjuk sebuah paket yang paling besar di antara yang lain.

Sungmin dan Haneul mulai membuka bungkusan paket itu. “Omo, apakah aku tidak salah lihat? Benarkah ini mesin cuci? Whoaaaa…” Haneul takjub.

“Ini ada cardnya, coba aku baca,” ujar Sungmin.

Annyeong Sungmin dan Haneul

We are Mineulicius (Sungmin & Haneul) Lovers. Kami sangat senang & mendukung pernikahan kalian. Emm, mungkin kalian belum begitu mengenal atau tau tentang kami.
Kami adalah komunitas yang akan slalu mendukung & memberikan support untuk kalian. Jadilah suami istri yang berbahagia. Ini kami kirimkan beberapa hadiah pernikahan. Smoga dapat bermanfaat dan dapat membuat kalian senang.

“Jadi.. nambah satu komunitas lagi, Selain FBL dan WooHan Lovers, dan kali ini ada Mineulicius,” ungkap Haneul.

”Hahahaha.. lucu juga ya,” Sungmin tertawa.

Mereka berdua melanjutkan aktivitas membuka paketnya. Ternyata ada bermacam-macam hadiah. Dari mulai baju couple, peralatan masak, peralatan kesehatan & kecantikan dan masih banyak lagi. Selesai membuka paket, “Mau taruh dimana barang-barang ini? Kita kan belum punya rumah sendiri,” ungkap Haneul.

Hmm, untuk sementara, biarlah barang-barang ini tetap berada disini, nanti kalo Eomma dan Appa pulang, aku akan minta pendapat pada mereka.” kata Sungmin.

”Loh, memangnya Eomoni dan Aboji kemana sih?” tanya Haneul.

“Aku tidak tau. Dari semalam mereka sudah tidak ada, Donghae juga,” jawab Sungmin.

“Apa mereka sengaja meninggalkan kita berdua di rumah ini?” tanya Haneul penuh selidik.

“Mungkin,” jawab Sungmin singkat. “Emm, aku lapar, Chagiya.

“Mau makan apa Yeobo? Aku akan masak untukmu,” kata Haneul.

Emm, ini pertama kalinya kau masak untukku bukan? Kalo gitu, aku ingin dimasakan masakan andalanmu,” ucap Sungmin.

”Aku coba liat bahan-bahannya di kulkas ya. Kalo bahannya komplit aku akan masak breakfast spesial untukmu,” ujar Haneul.

Siiipp,” jawab Sungmin.

Haneul berjalan menuju dapur dan melihat bahan-bahan yang ada di dalam kulkas. Ia pakai celemek dan memulai aktivitas memasaknya. Selagi Haneul memasak, Sungmin duduk anteng di depan televisi melihat siaran berita pagi.

Beberapa lama kemudian,

Yeobo, sarapannya sudah jadi, ayo kita sarapan,” ucap Haneul.

Ne, aku datang,” jawab Sungmin, ”Istriku masak apa?”

”Bibimbap ala Chef  Haneul,” ungkap Haneul dengan bangganya.

Jal meokgesseumnida,” ucap mereka berdua.

Sungmin dan Haneul menikmati menu sarapan paginya. ”Yeobo, kasih nila dong buat masakanku,” pinta Haneul.

Emm, aku kasih nilai 8,” jawab Sungmin.

Jinjayo? Ini bukan untuk menyenangkan hatiku aja khan,” ujar Haneul memastikan.

”Beneran, masakannya enak,” ucap Sungmin sambil mengangkat kedua jempolnya.

”Sebenarnya, tak banyak jenis masakan yang aku bisa. Tapi, aku akan terus belajar masak,” ungkap Haneul.

”Boleh request tak? Mau dong dimasakin makanan favoritku,” pinta Sungmin.

”Tentu saja. Makanan favoritmu apa?” tanya Haneul

”Cari tau sendiri, hehehehe,” jawab Sungmin.

”Baiklah, aku akan mencari info. Lihat saja,  nanti aku pasti tau, ”kata Haneul dengan mantap.

*****

Di tempat yang berlainan

Eomma, Appa, sampai kapan kita akan menginap di hotel ini? ”tanya Donghae.

”Nanti sore kita juga balik ke rumah. Biarlah Hyungmu menikmati hari-hari pertama dengan istrinya tanpa gangguan.”

Eomma ini ada-ada saja, kenapa tidak sekalian menyuruh mereka bulan madu,” ucap Donghae.

“Belum saatnya. Haneul kan masih ada jadwal kuliah. Nanti kalo Haneul libur, Eomma akan langsung menyuruhnya berbulan madu bersama dengan Hyungmu.”

“Oiya, mulai nanti malam, anggota keluarga kita jadi bertambah satu.”

“Maksudnya?” tanya Donghae.

“Ada seseorang yang akan tinggal bersama dengan kita.”

“Wah, rumah semakin ramai saja. Siapa orang itu? Apa aku mengenalnya?” tanya Donghae.
“Dia satu sekolah denganmu. Jung Ji Hae, adiknya Haneul.”

Jeongmalyo? Apa aku tidak salah mendengar?” Donghae bertanya dengan ekspresi kaget.

“Benar. Karena ayah dan ibunya akan berangkat dinas ke luar kota, maka dari itu, Eomma menawarkan diri untuk merawat Ji Hae.”

Donghae terlihat berpikir “Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Bukankah aku sudah berjanji pada Ji Hae untuk tidak menganggunya dan mendekatinya lagi? Tapi, sebentar lagi kami akan tinggal seatap? Aku jadi ingin tau dan penasaran melihat respon dan tanggapannya Ji Hae tentang hal ini.”

*****

Bersambung….

Bagaimana kelanjutan kisah pernikahan Sungmin & Haneul?…

Lalu, apakah Ji Hae & Donghae jadi tinggal serumah?…

Bagi yang penasaran..

Nantikan part selanjutnya yaaa…

Seperti biasa, aku tunggu kritik, saran  dan komentarnya yaaaa…

Dengan penuh cinta kuucapkan Gamsahamnida… ^^

22 thoughts on “Born to Belong Together ~Part 6 (FanFic by dierenzitudienaOrenz)

  1. Akhirnya kado yg aq kasih buat pasangan baru ini nyampe jg..jauh jg ya Korea,untung ga nyasar..*nunjuk” mesin cuci* hahahaha!!
    Kata” Umin&Haneul bkn aq melongo trus senyum” sendiri Eonn..dahsyat!Dapat ilham dr mana tuh Eonn kata”nya?hii🙂
    Mmm..bakal jadi apa ya klo Ji Hae ma Donghae tgl serumah?akur ga ya?Coba Donghae ga pake acara bkn janji aneh” ke Ji Hae,pasti sekarang dia sng bgt tuh tgl bareng ma Ji Hae..,kacian Donghae,jadi dilema deh skrg hikz hikz..

    • haha.. ~ ternyata dirimu yang ngasih mesin cuci itu,, syukur yaaa tepat pada sasaran (?)

      *huuuup* tutup mulutnya, ntar ada lalet masuk gimana coba *apadeh* kekekeke.. :p

      entah akupun tak tahu tiba-tiba mas ilham dateng gitu aja,, tapi memang kalo udah bayangin tentang umin, tiba-tiba inspirasi ngalir dengan derasnya *tsaaaah* efek terlalu cinta (?)

      silahkan dibayangkan mereka bakalan jadi apa?… apa seperti Tom & Jerry yang kerjaannya berantem mulu?.. kita liat next partnya aja yaaa..;)

      jeongmal gomawo udah baca & ninggalin jejakmu disini…😀
      cmiiiiw…

  2. Ya Tuhan author, dirimu memang deh yah, suka banget bikin kata-kata yang bikin bulu kuduk diriku berdiri semua hahahahaha….

    Another fans club hahahahaha geli banget deh bacanya

    Heran deh, kenapa Jihae ngga tinggal dirumah Chinmae aja?? kenapa harus dirumah Sungmin??? kan kasian tuh Donghae hahahaha

    Dah ah aku tunggu lanjutannya aja ^^

    ps : ini sudah melalui proses edit, tapi kalau masih ditemukan typo, diriku minta maaf yah hehehehe

    • Teteh,,, hihihi…😀 beneran merinding teh?…

      nah itu dia teh~ aku juga kurang mengerti dengan jalan pemikiran Tuan & Nyonya Jung/plaaaak, padahal ini khan reka-rekaan author sendiri. Mungkin ada rekayasa di balik ini semua (?)

      makasiih yaaa teh udah baca plus ngasih komen dan tentunya ngeditin ni FF *peluuuuk teteh*😉

  3. Aduuhhhh.. Haneul sama Sungmin 오빠 mesra banget deh. digendong, dielus2. jadi iri. hahaha

    Pertanyaan saya dulu ke author sama kayak pertanyaan Sungmin 오빠 ke Haneul, “apa itu sailormoon?😀

    Nggak lama lagi Donghae sama Ji Hae bakal suka2an juga. Iya kan Onnie?? hahaha :p

    ditunggu kelanjutannya🙂🙂

    • hahahaha… ada yang mupeng rupanya… *lirik icha*😉
      ayooo cha, cepetan nikah *loooh (?)*

      Sailormoon itu kata lain dari dateng bulan cha,, kkk XDD

      sepertinya icha udah bisa nebak niy apa yang bakal terjadi selanjutnya… makasiih yaa udah baca plus komen..😀
      cmiiiiiw….

  4. yeah, 2Hae bakalan sering nongol kayaknya..
    wah, 5cm nongol disini, suka juga ya eon? sama dong *toss* hehe
    ternyata gitu ya klo pasangan baru nikah? baiklah, sepertinya saya punya gambaran (?) wkwk

    lanjutannya ditunggu eon..😀

    • yuph2~ sepertinya dirimu sudah bisa menebak yaaa…
      iyaaaah… aku suka 5 cm *toss balik*

      hahahaha.. ini hanya khayalan aku belaka vie, kurang tau juga yaa kalo pasangan penganten baru yang lain, coz author yang nulis FF ini aja blum ngerasain *apadeh* kkkk XDDD

      siph2~ makasiih yaaa udah baca plus ninggalin jejak disini…😀

      Cmiiiiw….

  5. ”Haneul-ah, Eomoni sudah menyiapkan seperangkat alat tempur untukmu, ada di laci dekat tempat tidur, jangan lupa digunakan, okay. Sudah ya, selamat menikmati malam pertama kalian,”

    wkwkkwkwkkkk…ngakak pas baca ini. Ny. Lee ada2 aja..
    kata2 author sukses bkin aq menghayal.. so sweet..^^

    d tunggu lanjutanx..^0^

    • *blushing* muka author merah merona…😉
      sebenernya pas ngetik bagian itu diriku rada-rada malu meong (?) tapi yasudahlah, lanjuuut ~ hahaha…

      hayoooo ngekhayalin apa nii?…

      yuph2~ insya Allah dilanjut. Makasiih yaa udah baca plus komen…😀

      Cmiiiiw…

  6. itu haneul – sungmin bikin envy deh hahah itu ya rasanya bru nikah.
    hwhw jiahh sailormoon hahah buat ungkapin dteng bulan haha.
    kata-katanya so sweet eonnie hwwwww..
    wah jihae sama donghae tinggal satu rumah gimana itu?
    lanjutannya jangan lama lama yaaaaaaa
    penasarannnn eonniieeeeee

    • Annyeong va…😀
      hayoooo cepetan nyusul bareng hae, biar bisa ngerasain juga *apadeh* kkkk XDD

      iyaaaah~ kalian berdua bakalan tinggal satu rumah, seneng dong vaaa bisa ngeliat hae tiap hari,, hahahaha..

      makasiih yaaa udah baca plus ninggalin jejak disini..😀
      cmiiiiw…

  7. ga nyangka sungHa bs menerima satu sma lain dgn cpat.. pepatah dan kiasan22 sungmin ck..ck..ck.. bkin ak merinding+ rada2 kyk wejangan gtu y ^^ tp keren
    LANJUT chingu!!

  8. Kyaaaa g slah deh Aku mw tdur bca FF ni dlu,
    Author Daebak*prok prok prok*!
    kta2’a tu loh,pantesan agak lma keluar ni FF psti Author semedi dlu nih, dmana Eon tmpt’a,kpan2 ajak Aku jg y hahaha*peaceV*-^

    bgung jd’a sya mw komen pa!ckckckck
    pkok’a ni FF Lucu n Romantis.hoohoho

    • waaaa~ timingnya pas tuh…😀 jadi setelah baca FF ini, bisa bayangin kalo ntar nikah sama bias mau kaya giimana,, hohohoho…

      thengkyu buat apresiasinya… *peluk+cium reader* hahaha…😀

      ikh waaaw.. tau aja niih… Author butuh waktu lama tuk cari inspirasi kesana kemari (?) akhirnya nemu juga… fiuuuuh…. boleh2, nanti aku ajak, asal ongkosnya bayar masing-masing yaaa.. *apadeh* kkkkk XDD

      makasiih yaaa udah baca plus komen di FFquwh…😀
      Cmiiiiw…

  9. AAAAAA…. Genta….. & Arial, Riani, Zafran, Ian..

    hmmm sepertinya tau nih dari mana sisi romantis muncul.. ..

    *tapi tman2 ku yang akhwat jarang yg romatis tapi ikhwannya2nya yang pandai bkata2*

    kebayang donghae… siksaan batin *lebay*

    • Hooooiii,, eonnie sedang memanggil siapa?…

      hayooo tebak darimana sisi romantisnya?.. *wink-wink*

      iyaaaah,, kasian beuth mas ikan yang satu itu.

      Eonnie,, makasiih yaa udah baca plus ninggalin jejak disini…😀

      cmiiiwww…

  10. Admin. .
    Lanjutkann. !!
    Jgn kelamaan ngpublish y,cuz nyri ff umin jarang gt.
    Mw kritik nih,kalo lg puitis jgn pnjg2 admin. Kesannya bkn umin bgd deh,,ak jg bcanya rada gmn gt..
    Tp ak suka jalan critanya^^
    Daebakk. .

    • Siaaap… ~
      insya Allah akan dilanjutkan!😀
      hu um~ FFnya umin memang aku juga jarang nemu (?) karna umin memang mutiara yang terpendam *tsaaah*
      hahahaha… sipph2~ kritiknya diterima dan akan dicerna oleh author.

      Tapi sebenernya author juga ingin menunjukan sisi romantisnya umin yang slama ini tidak terekspos oleh media,, hehehe…

      makasiih yaa udah baca dan komentar…😀
      Cmiiiiwww…

  11. wah mkin seru ni chingu,mineul romantis bgt pdhal mrkakn hsil prjodohan n kyaknya mrka jbrdua udh sling jtuh cnta……,cpt d post y chingu part slnjutnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s