Nomu Nomu Nomu Nomu Nomu Saranghae Part 4 (FanFic)

Intro sedikit buat perkenalan lebih lanjut, di part sebelumnya udah muncul nama Fauzi, nah Fauzi ini biasa dipanggil “Oji” atau “Ji”, dia punya nama beken “Kasep”. Oji ini teman baiknya Vinda dari SMA, dia lulusan Farmasi untuk S1nya jadi faham akan nama-nama obat dan sekarang selain ia punya Apotek sendiri, bersama dengan 3 temannya termasuk vinda mendirikan Distro bersama, selain itu ia juga tergabung dalam EO yang sudah punya nama di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Berhubung Vinda dan Oji ini udah deket banget, jadi kalo vinda lagi ngobrol sama Oji atau sebaliknya, mereka menggunakan bahasa informal (rada aneh kalo harus bilang aku kamu wkkkkk).

sedikit bocoran tentang Vinda, disesi ini lagi deket sama sahabatnya… jadi mian ya, klo sang pujaan hati jarang muncul kekekekeke, kan vinda juga punya kehidupan yang lain

PART 4

“Gile bener, tuh muka alus banget, nyamuk kayanya kepleset tuh!” pikirku saat pertama kali ketemu dengan anaknya Profesor. Tapi pas kenal, teman baruku ini kacau dan asik banget buat menggila dan ternyata pengetahuannya luas banget, sempet berfikir nih orang sebenarnya kuliahnya di jurusan apa sih, masalah science tahu banget, masalah perekonomian, hukum, politik sampe dunia hiburan pun dia bisa nanggepin sehingga membuatku tercengang. Tapi ada dua hal yang dia minus banget yaitu, nyanyi sama gambar tapi dia tuh PD bener, kalo ditantangin nyanyi pasti dengan lantang dia bakal bilang “Siapa takut!” dan waktunya dia bernyanyi yaa ampun false banget! Tapi dia menikmati kefalseannya itu tanpa memperdulikan sakitnya kuping aku yang mendengarnya.

Tiga hari mengikuti Seminar Internasional ini, jadi tidak terasa karena ada Joong Ki yang selalu menemani aku. Dan dia bilang, nanti kalau dia main ke Seoul pasti akan menghubungi aku, dan kita akan menggila bersama. Di Seminar kali ini, lagi-lagi aku bertemu dengan orang nomer satu di dunia Biologi, Mister Campbell. ini adalah pertemuan ke 2 kami, sebelumnya Mister Campbell pernah datang ke seminar nasional di kampusku dulu dan aku ingat sekali saat beliau kami ajak makan di angkringan dengan duduk lesehan tapi beliau sangat antusias dan doyan banget sama mendoan dan nasi kucing. Dan di acara hari ke tiga kami ada ekspedisi kecil-kecilan di daerahsekitar kampus. Seminar Kali ini benar-benar sangat membekas, keren abis, dan mantap.

—–000—–

Hampir seminggu aku tak melihat perempuan itu di restoran, dan sudah 3 kali aku selalu mampir ke restoran ini, Hyukjae juga sudah sering memesan makanan ke restoran ini, tapi lagi-lagi, bukan perempuan itu yang mengantar dan hari ini aku pun tak melihatnya di restoran ini. Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya, sebelum kami harus pergi beberapa hari tuk melakukan tour ke tiga kami. tapi wajahnya tidak tampak sedikitpun, dari yang aku dengar, dia izin selama 3 hari, tapi ini sudah lewat jatahnya tuk izin, llau kenapa aku juga tidak bisa bertemu dengannya? Apa mungkin ini pertanda kalo keberuntunganku hanya sampai pertemuan yang lalu, apa tidak ada pertemuan lagi? Aishh aku benar-benar kacau. Setidaknya aku ingin berkenalan dulu dengannya, kali ini aku benar-benar penasaran.

Sarangeun geureohke cheoeum soonganbooteo chajawa gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun ponselku bordering,

“Hya, kau dimana?” seru Teuki.

Weo Hyung?”

“Hyaa kau tak ingat kita ada pemotretan? 2 jam lagi!”

“Ahh, Hyung.. aku segera berangkat, kita ketemu di studio pemotretan langsung,” jawabku sambil membayar bill.

Ne hati-hati di jalan.”

—000—

Sudah 3 hari ini aku sakit, tapi aku tak memberitahu siapa-siapa, kecuali bos. Itu juga untuk izin istirahat dan aku meminta beliau tidak memberitahukan yang lain. terlupa sejenak kalo aku tidak boleh terlalu lelah, aku rasa sejak 1 bulan terakhir ini aku mulai sibuk dengan kuliah dan pekerjaanku dan itu membuatku tidak memperdulikan pola makan, dan lainnya. Biasanya paling-paling hanya flu atau masuk angin seperti biasa, Tapi kali ini sepertinya agak serius sakitnya. Hari ini aku sudah janji dengan dokter tuk chek up laboratorium, takutnya aku terkena penyakit langgananku Typus, gejala yang aku alami sampai hari ini, mengarah ke itu penyakit. Tentunya aku berharap tidak karena sungguh menyiksa, aku harus mencari obat cacing yang aku ngga tahu di Seoul ini ada yang menjualnya atau tidak, belum lagi angkak dan kurma, memikirkannya saja membuatku pusing.

Dengan keadaanku yang sekarang, terlalu berbahaya pergi ke dokter dengan menggunakan motor, jadinya aku harus naik taksi menuju RS. Ternyata di RS pun aku masih harus menunggu, pusing dan mual mulai menyerang, ini adalah gejala yang sering aku rasakan ketika terlalu lama berdiri. Rasanya aku benar-benar merasa ini typus, bukan yang lain. 30 menit berlalu, dan sekarang aku berada di hadapan dokter, yang baru saja mengatakan kalau aku positif terkena Typus setelah aku mendapatkan obat aku langsung kembali ke rumah dan menelfon sahabatku di Indonesia.

“Tumben Vin telephone, ada apa?” jawabnya langsung.

“Gini Ji, tolong kirimin gue obat cacing dung, butuh banget nih, tapi kena cukai ngga ya?”

Lu kenapa Vin?”

“Janji ya ngga bilang ke bunda sama ayah dan kakak!”

“Iya.”

Typus kambuh, ini hari ke 3 dan saat ini gue butuh banget tuh obat, disini ngga tahu harus beli dimana, lagian ngga sanggup buat jalan-jalan nyarinya Ji,” jelasku.

“Okey nanti beliin tapi mungkin 2 hari baru bisa kirim, karena gue juga ngga tahu prosedurnya gimana! emang ngga punya persediaan Vin?”

“Ngga Ji, udah lama banget nih penyakit ngga kambuh, eh sekarang malah muncul.”

—-000—-

Hari ini melelahkan setelah pemotretan ada penampilan promo kami di TV, dan setelah itu ada interview dengan majalah. Setelah comeback sudah pasti jadwal kami sibuk, padat merayap. Tidur malam hanya 2-3 jam sudah menjadi hal biasa dan semua member pun merasakannya. Aku akan jarang mengunjungi restoran itu, entah kapan aku bisa makan siang atau sekedar mampir sendiri, atau bersama teman. Dan itu artinya kesempatan tuk bertemu dengan perempuan itu pun akan semakin kecil. Dan itu tandanya sedikit demi sedikit aku bisa mengalihkan ini semua.

Hyung, Kau belum tidur?” tanya Wookie

“Ceritanya sudah tidur,” jawabku sekenanya.

“Mana ada orang sudah tidur masih menjawab hhehehhe.”

“Hahhh,” Sambil menarik nafas.

“Ada yang mengganjal ya Hyung?”

“Hmm,” jawabku.

“Perempuan itu ya Hyung?”

“Wooki-ah, seminggu ini aku sering ke tempatnya bekerja, tapi aku tak pernah melihatnya, kabarnya selama 3 hari dia ada tugas kuliah, tapi sekarang sudah lebih dari 3 hari, aku masih belum bertemu dengannya,” curhatku.

“Mungkin itu belum saatnya Hyung, pertemuan sebelum-sebelumnya terjadi begitu saja, sepertinya saat ini belum saatnya Hyung bertemu dengan perempuan itu lagi, dan ketika saatnya tiba tuk bertemu, pasti akan indah. Karena aku yakin Hyungku yang satu ini, pasti sudah tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang dan jika moment itu datang kembali, tidak akan hilang begitu saja,” jelas Wookie.

Gomawo Wookie-ah, kata-katamu sungguh indah dan membuatku merasa tenang.”

Jaljayo, Hyung.

Jaljayo.”

—-000—-

Kalo dibuat grafik siklus kesehatan, pasti aku lagi di titik terendah, udah 4 hari setelah dari dokter aku cuma bisa makan bubur hambar, minum air putih sebanyak-banyaknya, dan kini waktunya check darah. Check darah itu hukumnya wajib kalau lagi sakit kaya gini, karena aku harus tahu berapa jumlah trombosit, berapa haemoglobinku. Sebenernya cape nih badan di suntik sono-sini, serasa bolong dimana-mana.

niga animyeon andwae, neo eobsin nan andwae, na ireoke haru handareul tto illyeoneul ,na apado joha

“Hya! Kontrakan Lu alamatnya dimana?” Tanya si Kasep.

“Bisa dikirim Ji?”

“Bisa, Sorry lama! Cepet smsin ya alamat kontrakan!”

“Yoi-yoi, Thanks Ji.”

Arasseo.”

“Wow dah bisa lu bahasa Korea?” canda aku.

“Hahahahaha iya dong.”

“Okey Ji, langsung gue sms yak! Bye.”

Terima telfon sambil berdiri aja bikin aku sempoyongan. Rencananya aku akan ke RS lagi hari ini tuk check darah di laboratorium. Tapi rasanya aku ngga sanggup tuk menunggu taksi di luar, dan lagi cuaca disini sudah mulai dingin. Sambil menghitung-hitung jam mengingat terakhir aku minum obat tadi siang jam berapa, karena saat ini kepalaku benar-benar pusing dan suhu tubuhku benar-bener ingin membuatku menangis, aku beralih ke dapur mencari bubur yang tadi siang aku buat, mau aku panaskan dan aku makan setelah itu minum obat dan tidur. Dan saat aku akan memulai makan, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kontrakanku.

Tok-Tok-Tok

Siapa ya, kalo dari irama ketukan pintunya bukan Yejin ataupun Heejin, apa jangan-jangan ada sales yang mau nawarin produk, tapi masa jam segini?? Ini kan udah hampir malam, pikirku sambil berjalan menuju pintu depan.

Tok-Tok-Tok

“Sebentar,” jawabku

Sungguh kagetnya saat aku melihat siapa yang ada di depan pintu kontrakanku saat ini.

“Vinda muka lu pucat banget,” ujarnya saat pertama kali melihatku

Aku hanya bisa terbengong. Mimpi apa halusinasi nih sambil meletakan telapak tangan di jidadku.

“Hoi, mau bikin gue nunggu berapa lama di depan pintu, dingin nih.”

“Hyaa! Ngga salah nih apa yang gue lihat? Ini bener?? Lu yang gila apa gue yang lagi halusinasih?” sambil ngucek-ngucek mata.

“Hya lu tuh yang gila, bisa-bisanya sakit di negri orang, susah tau ngirim tuh obat, tadi aja disangka bawa narkoba! Pake pesen ngga boleh bilang bunda, ayah sama kakak. Trus gue kudu gimana?”

Mendengar cerocos temen yang paling top ini, bikin kepalaku tambah pusing, sebenernya sih pusing karena kelamaan berdiri.

“Bingung ya? Terharu ya? Ati-ati jangan sampe jatuh hati sama gue…!”

“Gile bener nih orang kePDan amat, tunangan lu gimana? Ngga kenapa-napa tuh ditinggal jauh?

“Kaga, dia juga yang nyuruh gue kesini, sekalian ada yang mau dia titipin di sini.”

“Owh, buat persiapan pernikahan lu apa?”

“Yoi, tapi Vin serius dah muka lu pucet banget, Kedokter ya!”

“Rencananya emang mau ke RS hari ini, tapi berhubung ngga kuat buat jalan, belum berangkat-berangkat, ntar anter gue ya!”

 “Beres, kapan Vin?”

“30 menit lagi dah, eh gue lanjutin makan dulu ya, sekalin lu bongkar- bongkar tuh tas lu yang gede banget! Eh sorry nih, lu kalo mau minum, atau cemilan ambil sendiri ya, di dapur tapi ngga ada makanan berat.”

“Okey, eh ntar gue nginep dimana?”

“Ntar gue telfon temen gue, biar lu tinggal sama dia, apa lu mau nginep di hotel?

“Engga ah mahal, mending di tempat temen lu.”

“Sip lah.”

—000—

Besok malam aku dan member yang lain akan memulai Super Show III kami, lalu dilanjutkan sub grup KRY akan konser juga, jadi sungguh padat. Setelah interview majalah ini berakhir aku dan para member lainnya akan menuju ke RS guna check up kesehatan karena akan berpergian jauh jadi harus di pastikan bahwa kesehatan kami baik-baik saja.

Sarangeun geureohke cheoeum soonganbooteo chajawa gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun~ ponselku berdering.

“Oo, amma, ada apa?”

“Nanti jadi pergi ke RS kan?

“Ya jadi, yah sekitar 1 jam lagi amma, ada apa amma?”

“Setelah dari RS apa akan langsung ke dorm?”

“Tidak aku akan pulang ke rumah, karena aku ingin makan masakan amma.”

“Sms Amma jika sudah selesai ya!”

Ne, Bye Amma.”

—-000—

Akhirnya aku harus menelan kenyataan pahit, aku harus dirawat inap tidak ada pilihan lain, dan aku pun tak bisa menolak keputusan dokter. Semua yang dokter katakan benar, lagi pula ini keputusan yang benar untuk saat ini, apa lagi dengan adanya temanku yang sengaja jauh-jauh datang dari Indonesia ke sini, jadikan dia bisa nginep juga di RS atau bisa nginep di kontrakan. Selagi menunggu kamar, aku dan Fauzi menunggu di kamar pasien sementara, kepalaku benar-benar pusing, sekali-kali Oji memegang jidadku mengontrol panas tubuhku.

“Vin, yakin ngga mau bilang orang rumah?”

“Hmm, sekali engga tetep engga Ji, gue usahain paling lama gue di rawat disini seminggu.. ngga lebih.”

“Yang penting sembuh dulu lah,” ucap Oji.

Akhirnya sekian seringnya aku langganan Typus, baru kali ini aku di infus, sakit banget sampai keluar air mata nahan rasa sakit di tusuk jarum gede. niga animyeon andwae, neo eobsin nan andwae, na ireoke haru handareul tto illyeoneul ,na apado joha. Ponselku bunyi, siapa lagi yang nelpon malem-malem kaya gini.

 “Sorry Vin, Ponsel lu tadi bunyi trus gue angkat dari Joong Ki,” sambil menyerahkan ponselku yang dari tadi memang ada di Oji.

“Joong Ki telpon, ngomong apa dia Ji?”

“Tadinya dia, mau ngajak ketemuan besok, eh pas gue bilang lu lagi di rawat malah mau dateng ke sini.”

“Joong ki mau datang Ji?

“Iya.”

Saat itu pula suster dateng bawa kursi roda, katanya kamarnya sudah siap, dan gue siap di tempatkan. Setelah suster mengatur suhu yang pas buat gue, ia pun pergi dan berpesan untuk beristirahat

Lu kok ga pernah cerita sih?” Tanya Oji.

Lu kangen ama gue ya? Dari tadi nanya mulu, ngga inget apa gue lagi sakit?”

“Dehh gitu aje sewot…. Naksir ngga?” ucap Oji sambil ngebantuin benerin letak bantal di kepalaku, dan ngambil bantal dari tempat tidur sebelah yang masih kosong sebagai bantal ekstra.

“Engga ji.. terlalu ganteng, takut gue, takut diselingkuhin,” sambil nyengir nahan sakit campur pingin ketawa.

“Jiahh curhat colongan nih.”

“Asem lu.”

“Udah ah ngobrolnya, tidur sana! Gue tebus obat dulu, ke bawah.”

Obat yang tadi dikasih suster melalui jarum infus, sepertinya baru bekerja. Mata jadi berat banget dan ngga lama aku pun terlelap.

—000—

Setelah interview dan pemotretan selaesai, akhirnya ini jadwal terakhir di hari ini sebelum aku bisa pulang ke rumah sebentar. Sengaja sih manager kami mempatkan jadwal check up malam hari, biar ngga terlalu rame dengan fans. Dan ternyata benar, Rumah Sakitnya ngga begitu rame, walupun tetap ada yang melihat kami dan meminta foto bersama tapi lumayan lenggang. Kami menuju lantai 5 dan saat kami berjalan ke lobi resepsionis, sepertinya aku mengenal seseorang.

“Hyung, kau disini?”

“Hah, kok kamu ada di sini, ada yang sakit?”

“Owh ada Kim Brothers di sini, kebetulan sekali.” Saut Siwon yang langsung bersalaman saling memeluk.

“Siapa yang sakit?” Tanya Donghae.

“Oh aku menemani temanku, kenalkan ini Joong Ki temanku.”

“Joong Ki imnida.”

“Siapa yang sakit Joong Ki-ssi?”

“Temanku yang sakit.”

 “Excuse me nurse, this medicine is for patient her name is Vinda Aretha Wijaya.” ucap laki-laki yang baru saja datang dan langsung menyerahkan 1 bungkusan berisi obat.

Saat aku mendengar nama itu rasanya jantungku berdetak dengan kencang, mungkinkah itu namanya perempuan itu? Apakah ini alasannya aku tidak melihatnya beberapa hari yang lalu, apa hanya namanya saja yang sama? Pikiranku.

Hyung kau kenapa? Sebentar lagi kau dipanggil,” ucap Siwon.

Hyung nanti kita pulang bareng saja, mau ke rumah, kan? Ucap adikku.

Excuse me, are you Fauzi friend of Vinda? My name Joong Ki, I’m the one who call Vinda,” ucap Joong Ki.

Aku yang berada tak jauh dari mereka punterdiam, masih berfikir apa iya Vinda yang mereka bicarakan itu orang yang sama?

“Woonie, maukah kau menolongku?”

“Apa Hyung?”

“Coba kau dengarkan pembicaraan mereka.”

“Yang kalian jenguk itu perempuan?” tanyaku ke adikku.

“Iya namanya Vinda, kenapa Hyung?”

“Aku merasa mengenal nama itu?”

“Ah apa itu perempuan yang pernah kau ceritakan padaku Hyung?”

“Mungkin, aku tak tahu pasti?”

“Baiklah Hyung, nanti akan aku cari tahu, sepertinya kau harus masuk Hyung, sudah dipanggil suster!”

“Oke, sampai nanti.”

—000—

Tidurku nyenyak banget semalem, sambil memperhatikan sekeliling kamar, kok banyak makanan sama bunga ya, masa Oji yang beli ini semua? Pikirku sambil mencari sosoknya, yang ternyata tertidur di sofa samping tempat tidurku. Pasti dia kecapean kemarin baru nyampe udah harus ngurus orang sakit.

“Nona Vinda, bagaimana tidurnya?” Tanya suster yang masuk ke kamar.

“Sstttt!” sambil menunjuk ke arah temanku yang lagi tidur.

“Ok, sekarang saya bantu, mandi ya!”

“Sus, sepertinya saya kuat tuk mandi di kamar mandi.”

“Oh, oke saya akan bantu ke kamar mandinya”

“Tapi pelan-pelan ya sus, takut nggangu yang lagi tidur.”

Semua aktivitasku dilayanin oleh suster, sarapan, obat. Kalo kaya gini sih ngga nunggu seminggu, udah bisa pulang ke rumah. Istirahat total namanya.

“Akhirnya bangun juga lu Ji.”

“Hmm Vin, gimana tidurnya semalem? Nyenyak?”

“Nyenyak banget Ji, maap ya Ji jadi ngerepotin! ini sarapan dulu, tadi gue pesen sama suster minta dibuatin roti isi telur plus susu.”

“Hmm Thanks ya, Eluw udaw sarapan?” Tanyanya dengan mulut yang lagi ngunyah makan.

“Udah, gue juga udah mandi dan minum obat tadi dibantu suster.”

“Kok gue ngga denger ya?”

“Tidur lu nyenyak Ji, kecapeaan ya?”

“Hehehehe iya Vin. Eh semalam pas lu tidur, temen lu dateng 2 orang, Joong Ki dan satu lagi Jong Jin, trus ngga lama dari 2 orang itu, masuklah orang lain yang ini sumpah banyak banget kalo ngga gue batesin yang masuk, bisa semuanya masuk bareng-bareng. Akhirnya yang masuk cuma 3 orang yang lain nunggu diluar, gila ya lu, temennya cowo semua, disini lu ngga kenal sama cewe apa? Trus yang lainnya kayanya sih beli bunga sama buah gitu. Oia Joong Ki bilang hari ini dia bakal dateng lagi jenguk.”

“Lah siapa lagi yang dateng selain Joong Ki?”

“Ngga kenal gue, tapi ini ada kartu nih di bunganya,” sambil ngambil rangkaian bunga tulip putih.

Mataku langsung mencari pengirim bunga, dan rasanya pingin teriak, waktu baca nama di paling bawah! “OJIIIII yang semalem itu SUPER JUNIOR!” teriakku.

 “HAH masa sih? oiya ada titipan dari salah satu orang yang masuk.” Sambil merogoh-rogoh kantong jaketnya.

Aku masih aja bengong, ngga percaya bisa-bisanya SJ jengguk gue, tau dari mana lagi mereka haduh pikiran gue kacau dan rasanya pusing!

“Ini titipannya,” sambil nyerahin agenda tipis

“Apa ini Ji?”

“Entahlah, tapi katanya yang ada tandanya notes birunya,” ucap Oji

Saat baca pertama, inikan jadwal manggung SJ dan aku tertengun saat membaca jadwal kemarin poin terakhir “Akhirnya kita bertemu kembali ^^ cepat sembuh ya! By Kim Jong Woon” yang sukses bikin aku senyum-senyum ngga jelas.

“AAAAAAA OJIII gue seneng banget! Sini telpon gue Ji, gue mau telfon Bunda!”

“Lah nih anak sih gimana?? katanya ngga mau bilang ke bunda!” sambil nyerahin ponsel.

“BUNDAAAAA…. Vinda sakit, tapi sebentar lagi Vinda sembuh! Bunda, Vinda Seneng banget!”

“VINDAA apa-apaan ini telfon langsung teriak-teriak bilang sakit trus bilang seneng,” jawab Bunda setengah kaget.

“Hehheheheheh Bunda tenang aja ya, Oji di sini kok, nemenin Vinda, jadi Bunda tenang aja.”

“Mana Oji, Bunda mau ngobrol!”

“Iya Bunda?” sambil nyerahin ponsel ke temanku yang cuman bisa bengong ngeliat tingkah laku pasien perempuan di depannya ini.

“Bunda, Oji rasa Vinda harus di tes kejiwaannya nih.”

Mendengar kata-kata Oji, Bunda tertawa kencang sampe kedengaran “Oji, Vinda sakit apa?” Tanya Bunda.

Typus Bun, sepertinya sih udah agak baikan Bun, bis semalem ada yang dateng jenguk gitu Bunda.. yang bikin anaknya Bunda yang amt-amit ini senyum-senyum sendiri,” cerita Oji.

“Oooo.. hari ini udah diperiksa dokter?” Tanya Bunda.

“Belum, tapi semalam udah dapet obat penurun panas, dan obat lambung, Vinda di rawat Bun, biar dia bisa istirahat, kalo ngga di rawat bakal repot Bunda,” jelas Oji.

“BUNDAA OJI TOP BANGET DEH!” teriakku.

“Makasih ya Ji, untung ada kamu setidaknya kamu ngerti masalah obat. Kabarin Bunda terus ya!”

“Iya Bunda, Bunda sama Ayah tenang aja!”

“Mana Vinda Ji, Bunda mau ngomong sebentar!”

“Bunda ngomong aja ini di loadspeaker kok.”

“Vinda minum yang banyak! Kalo sampe seminggu ngga sembuh, Bunda sama Ayah bakal dateng kesana trus bawa kamu pulang ke Indo dan ngga boleh kembali lagi ke Seoul!”

Arasso Bunda, Doain Vinda ya Bunda!”

“Oji, Bunda titip Vinda dulu ya dan jaga kesehatan disana!”

“Siap Bunda!”

Bye Bunda salam buat Ayah ya!” teriakku

“Iya, cepet sembuh ya!”

Morning Vinda ssi, ceria sekali suara pasien baru ini!” ucap Dokter yang baru saja masuk.

“Hehehehe,” jawabku sambil ketawa.

“Wow, belum ada semalam disini sudah ada bunga nih,” kata suster yang sukses bikin aku ingat lagi kalo semalem Yesung datang.

“EHEMM Excuse me Doct. She is Falling in Love,” bisik Oji ke Dokter.

“Hmmm, kalo begitu bisa cepet sembuh nih, periksa dulu nih sama ambil darah ya!”

Setelah dokter pergi Oji pun ikut pergi tuk menebus resep, dan aku kembali sendirian. Saat aku membuka-buka kembali agenda yang ditinggalkan Yesung oppa dan kartu ucapan yang mengatas namakan Super Junior.  Aku baru menyadari di kartu ucapan tersebut ada nomer pin BB, Aigo aku bukan pecinta BB aku pecinta Aple… hahh. Aku raih ponselku dan memberi kabar ke Yejin dan Bosku kalau aku dirawat inap dan aku pun kembali terlelap sambil memegang erat agenda.

—000—

Aku yang tidak percaya apa yang dikatakan adikku semalam, sampai ia mengajak Hyukjae tuk memastikan apakah pasien yang sedang di jenguk olehnya itu sama dengan perempuan berkali-kali bertemu denganku, dia sakit Typus akibat kecapean bekerja dan kuliah dan ternyata penyakit ini sudah yang ke 5 kalinya kambuh, terakhir saat ia masih S1. Kali ini aku bisa melihatnya dengan jelas wajahnya, dan tidak ada beda sedikitpun yang berbeda, tapi kali ini kau terbaring lemah. Dan sepertinya tidurmu nyenyak dan mimpi indah karena senyummu tetap hadir wa;aupun kau terlelap. Ku beranikan tuk menggengam tangannya, walaupun ini sedikit tidak sopan karena kita belum berkenalan tapi temanmu mengatakan padaku tidak masalah jika aku memegang tanganmu. Saat aku menggenggam tanganmu, aku bisa merasakan suhu badanmu yang hangat, dan saat itu pula ada sesuatu yang aneh dalam diriku, yang tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata. Jujur  aku sangat kaget saat adikku bercerita tentang laki-laki yang bernama Fauzi, aku kira ia masih ada hubungan darah dengan Vinda-ssi dan saat aku tahu mereka hanya sebatas sahabat aku tambah kaget dan menjadi sangat iri dengan laki-laki itu. Dari cerita yang disampaikan adikku aku merasa mereka berdua memiliki ikatan yang kuat satu sama lainnya, mereka saling percaya lalu aku semakin iri dengan semua ini.

Bersambung di part 5 ^^

Fiuhhh… yakin ternyata menulis itu sulit, tapi bukan berarti tidak bisa  wkkkkkk……  bikin FF bersambung membuatku pusing sendiri dan di part 4 ini aku mulai mendua… *hedehh* wkkkk

Jebal Komen aku obral deh .. murah murah murah ayo komen komen komen…. xixixixixi thanks banget buat Nana yang ciamik dahh *poppo*

24 thoughts on “Nomu Nomu Nomu Nomu Nomu Saranghae Part 4 (FanFic)

  1. kayaknya sy sering denger nih nama Mr. Campbell,pengarang buku bukan ya? :p

    saya mau jg dh sakit,yg penting dijengukin Super Junior.hahaha

    ditunggu lanjutannya Eonni ^^

    • yoi… mr Campbell tuh pengarang buku BIOLOGY jilid 1-3 … bku wjibnya anak biolgo wkkkkkk

      aku dung tiap mlm yesung oppa dateng trus nemenin aku bubu… wkkkkkk

      terimakasih ya sudah komen…. seneng banget…. rasanya

  2. UNN…

    NGIRI :((

    tata bahasa dah enak kok cma diperbaikin dikit aja… saya agak puyeng baca paragraf hehe *peace*

    Buat alurnya sh dah bagus kok🙂

    lanjutin yh unnnn

    • oh okey.. makasih ya…

      tapi part selanjutny aagak sabar ya… masih berusaha menjemput mas ilham nih.. kekekekekeke

  3. Makin seruuu..!! Ceritanya asiik..😀 penjelasan tentang penyakit typusnya berasa banget.. Apalagi yang pas ditusuk jarum gede.. Aku jadi bisa ngerasain juga.. Jangan2 authornya memang sering kena typus yaa?.. Hehehe..😉 itu joong ki yg di running man bkn?.. Kyaaaa.. Oppaku.. *ngaku-ngaku* ahahahaMIN..XDD wahh,, bang yes mulai merasakan aura kerinduan rupanya nie.. Ampe bela-belain dateng ke restoran hanya utk ngeliat vinda eonnie.. Btw,, mau pin BBnya bang yes dund.. Hihihi.. Nia eonnie,, ditunggu kelanjutannya yaa.. Smangat!! ^^v

    • hahahahaha sejauh ini emang udah 5 kali pernah typus. tapi ngga sampe di infus.. krn udah bisa dan faham sama tuh penyakit.. wkwkwkwk ko masalah nusukin jarum infus.. karena selalu nemenin sodara klo di RS dan selalu ngeliat saat2 dimasukinnya tuh jarum infus yang gedenya amit-amet, belum klo susternya yang ngga handal.. bisa 3 kali caput pasing infus ><" hahahahah

      iyaa br bgt joong ki yg di RM…… Pin BBnya rahasia kata vinda.. aku aja ngga dikasih tau… hehehehe

      syukronjazakillah ya… ^^

      • waaah,, ternyata bener nii.. kalo authornya pernah kena typus.. doyan banget eon kena typus,, hwhwhwh

        Ya Allah.. beneran dehh ngeri banget ngebayangin itu jarum.. makanya aku ga suka rumah sakit.. >.<

        Yaaahh.. padahal aku pgn BBM-an sama Bang yes,, kali aja bisa titip salam buat labu manisku gitu.. kekeke..😉

        afwan wa iyyaki eonnie… hehehe.. eonnie ngerti bahasa arab toh.. aku mah cuman bisa dikit-dikit ajah.. hihihi..

    • waktunya komen, dan ini telat banget.. miaaannn..

      hoho, keren deh, ceritanya dia dikasih pin bb gitu sama Yesung? kenapa ga ngasih bb nya sekalian? hehe

      smoga Vinda onnie cepet sembuh, trus ketemu sama Yesung oppa, trussss …………………… apa yaa??
      itu tugasnya author *digampar*
      wkwkwk

      • hmmm yesung bulum diangkat jadi duta BB.. jadi die ngga bisa bagi2 bagi BB… kekekekekekeke…

        aminn semoga vinda cepet sembuh.. vinda butuh istirahat total, katanya ngga mau di tanya-tanya dulu dan ngga mau nyeritaiin dulu wkkkkkkkkkkk…

        trimakasih ya udah ninggalin jejak di sini…

  4. ada yg bilang obat mujarab klo msk RS itu adalah penjenguk.. sudah terbukti d sini, hee..

    buat yesung oppa jangan menyerah y.. aq slalu mendukungmu..^^ Hwaiting..!!!

    • yap bener banget… penjenguk ituu bener2 obat mujarab!!

      Trimakasih ya sudah komen di sini …. ^^

  5. Wih..klo yg jenguk Suju c bs mkn betah di RS nya,biar tar di jenguk terus..haha!!
    Wah,ada Joong Ki jg..pusing deh kepala wat milihnya..
    Di tunggu part berikutnya ya Onn…🙂

    • iya bnr2 bingung milihnya….. kekekekekeke

      terimakasih sudah meninggalkan jejak di sini…^^

  6. Ow Onnie mian diriku baru meninggalkan jejak disini…ayo tulisannya makin dirapiin yah, itu diatas dah da yg blg pusing tuh hahahahahaha *ini tuh dah melalui proses edit gmn kagak yah hihihihi*

    Ya Tuhan,sumpah yah kl aq jd Vinda aq bakal milih Song Joongki….wkwkwkwk secara ganteng aja gtu :p

    Yesung Oppa,boleh mnta pin bb-nya dong wkwkwkwk kan lumayan tuh :p

    Dah ah ditunggu lanjutannya aja…^^

    • hahhh… emang akunya yang ga cermat teliti dan sebagainya na… *jadi ngga enak nih, malu-maluin editor sendiri* ^^

      Joong Ki emang cuteee banget… kekekeke

  7. Kyaaaa,,, nak bgtttt dech ni mah biar sakit jg.
    Cwo2 cakep berkumpul dRS.
    Ayo lanjutkan Onnie….!!!!!

    • hahahahhaha… iyaa betah aku juga kalo di temenin ama co2 cakep kekekekeke

      iya dilanjutkan kok.. hehehheeheheh trimakasih ya udah ninggalin jejak,,,,,

      salam kenal ^^

  8. wuaaa..

    ternyata anak profesor nya jong ki, song jongki yak onn??
    wah ini kayaknya cerita eonni banget dah. hehehe
    ada baca nama Campbell jadi keinget dulu aku sempet nyasar ke ekskul biologi bukunya gede tebel-tebel 3 biji *pusing* hehehe

    semakin menarik eonn cerita nya. buruan lanjut yah.
    Semangat!! hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s