Nomu nomu nomu nomu Saranghae Part 3 (FF)

Muaap terlambat lagi, lagi jarang banget ke warnet. Semoga di part ini menghibur, ^^

Jangan Lupa buat Komen, saran dan kritik sangat berharga semoga kedepannya bisa lebih baik lagi kekekekekekeke ^^pemain baru :

Fauzi biasa di panggil “Ji atau Kasep” dia adalah Sahabat paling TOPnya Vinda dari SMA sampai sekarang.

Part 3

Pasti aku diizinkan, aku disini statusnya masih Part Time, jadi ada sedikit kelonggaran dibanding dengan pegawai tetap lainnya, lagi pula sejauh ini aku jarang mengecewakan bos dan pelanggan. Gumamku, sambil berjaran ke arah dapur, dan baru sadar ternyata aku baru sarapan roti dan susu stroberi tadi dan alhasil perutku keroncongan sekali, dan entah mengapa aku ingin sekali martabak mie plus cabe rawit.

“Vinnda Eoniee, kau mau mendengarkan lagu apa?” teriak Heosun.

“Apa aja yang penting ada Super Junior dan IU!”

Cheff bolehkah aku meminjam peralatan tempurmu? Sebentar kok.. tidak sampai 30 menit, aku lapar dan ingin membuat sesuatu.” Rayuku.

“Kau ingin masak apa Nona manis?” tanya cheff,

“Rahasia, boleh tidak cheff? Ini enakkk lohhh!! Ini makananku yang biasa aku makan.”

“Oke, tapi nanti cheff boleh nyobaain ya!”

“Pastinya! Dan cheff akan makan bersama ku, Okey!”

Setelah aku mendapatkan izin, dengan cepat aku langsung membuat ini semua, aku hanya butuh ramen 1 dan telur 1 serta bubuk cabe sedikit, dan mulailah harum dari makanan ini tersebar kemana-mana padahal 1 jam lagi restoran ini akan digunakan oleh tamu khusus.

“Hmmm wangi apa ini?” tiba-tiba bos muncul.

Aku cuma bisa nyengir, saat si bos menatapku dengan heran.

“Bos, ini benar-benar enak, kau harus mencobanya ini daebak!” kata cheff.

“Hmm iya Vinda ini enak sekali, saya tak menyangka kau bisa memasak!” puji bos.

“Bahannya yang dibutuhkan sederhana dan murah.” Ucap cheff.

“Bagaimana kalo menu ini di perkenalkan kepada tamu kita? sekalian tester gitu?” usul Heejin.

“Oh bagus itu, gimana bos? Ini pantas dan akan dimodifikasi sedikit tampilannya tapi kalau soal rasa, ini sudah pas! Apalagi bahan-bahannya ada semua disini dan tidak mahal.” Jelas cheff

“Okey, tapi…. Vinda apakah kau setuju dan apa kau mengijinkan masakanmu ini dijual disini?” tanya bos.

“Tentu saja boleh dan dengan senang hati bos,” jawabku.

Tidak lama kemudian mobil van berhenti di parkiran restoran,

“Selamat datang di restoran kami!” sambut Heejin.

“Terimakasih, kami yang memesan restoran, ini apakah semua sudah siap?” ucap tamu yang datang.

“Semua sudah siap dan ruangannya ada di lantai 2.”

“Bisa saya bertemu dengan pemilik restoran ini sebentar?”

“Oh tentu saja silakan duduk dan mohon tunggu sebentar, akan saya panggilkan!”

Tidak lama kemudian kedua orang ini berjabat tangan dan sekitar 30 menit kemudian restoran kami menjadi sangat ramai, namun aku tidak bisa melihat siapa yang datang, karena aku berada di dapur bersama cheff membuat menu baru kami. Hiruk pikuk di restoran kami pun mulai tercipta, semua sibuk dengan tugasnya masing-masing.

Cheff semua sudah siap, tinggal diantar.”

“Okey Vinda, kita akan memperkenalkan menu baru ini ketamu special dan kali ini, karena ini adalah menu dari dirimu, kau harus ikut bukan hanya mendampingi cheff dan bos, tapi juga memperkenalkan menu baru ini!” ujar cheff.

“Tapi cheff kenapa aku jadi deg-degan ya? Kakiku kaku cheff.

Entah mengapa saat menaiki tangga kaki ini rasanya kaku, kelu dan berat seperti ada barbel di kedua kakiku dan bukan hanya kaki tapi jantung ini berdetak lebih cepat, hanya satu yang belum terasa… sakit perut belum muncul, biasanya saat aku tegang sakit perut pasti ikut serta memeriahkan perasaan ini.

“Vinda, ayo kenapa kau diam?”

“Sebentar cheff,” aku mengatur nafasku agar lebih normal. Dan aku kembali berjalan di belakang mereka.

Bos kami memperkenalkan makanan dan saat tiba memperkenalkan makanan baru, langsung diserahkan kepada cheff .

“Hari ini restoran kami mendapatkan kehormatan karena kedatangan tamu istimewa, dan saya berharap, para tamu istimewa kami, berkenan untuk mencicipi menu baru yang ada di restoran ini.”

“Hah ada menu baru disini? Apa itu? Apakan ini makanan baru?” ujar salah satu tamu yang sangat antusias mendengar menu baru kami ini.

“Ahhh ini dia makanannya …!!! Hyung ini dia makanannya yang menggoda selera!”

“Ya bisa dibilang ini makanan baru di restoran kami, untuk lebih lengkapnya akan dijelaskan oleh  yang membuatnya.”

Sepertinya detak jantungku mau berhanti, rasanya seperti naik kora-kora di Dufan, apalagi saat cheff memberikan kesempatan kepadaku untuk memperkenalkan menu baru ini, ini pertama kalinya aku mengenalkan makanan baru kepada pelanggan, ini pertama kalinya aku presentasi masalah makanan di depan orang-orang yang belum aku kenal, dan ini pertama kalinya aku membawa nama restoran tuk memperkenalkan menu baru, saat aku mulai akan berbicara dan mengangkat kepalaku sungguh membuat kepalaku pusing, bagaimana tidak.. saat ini di depanku adalah member SUPER JUNIOR, bagaimana aku bisa konsentrasi tuk memperkenalkan menu tuk berdiri saja rasanya aku tak mampu, aku terlalu kaget. Ini benar-benar GILA, ROCK abisss! aku hanya bisa menatap cheff, memberi sinyal tuk meminta izin sebentar keluar.

Tidak ada lima menit aku keluar, Heosun datang membawa pesanan tambahan

“Hya Eonie, weo?”

“Heosun can  you help me? ambilkan aku air putih! Aku benar-benar gugup.”

“Sebentar Eonie,” Sambil memberikan aku nampan yang berisi makanan tambahan.

“Ini Eon airnya.”

Hahh setidaknya ini sedikit meregangkan saraf-sarafku yang tegang.

“Eoniee, semangat! Kau pasti bisa!”

“SEMANGAT!!” jawabku sambil mengepalkan tangan.

“Eonnie, mari kita masuk! Kasihan tamu kita menunggu terlalu lama,” ujar Heosun.

Mendengar ucapan Heosun barusan membuatku semangat tuk menelesaikan pekerjaan ini.

“Nah cheff kita yang satu ini sudah kembali.” Ujar bos.

“Bagaimana Vinda, kau sudah siap?” tanya cheff.

“Hmm!” jawabku dengan anggukan.

Lalu aku menatap satu persatu member Super Junior yang berada dihadapan kami, mereka terlihat sangat antusias. Walaupun aku tahu Eunhyuk oppa dan Ryeowook oppa sudah mengenaliku, apalagi Yesung oppa, ini adalah pertemuan kita yang ketiga kalinya.  Dan aku ingat saat sebelum aku keluar dari ruangan ini tadi, Yesung oppa, Eunhyuk oppa dan Ryeowook tampak shock melihat aku disini ditambah aku berdiri dengan baju putih-putih seragam cheff disini.

Entah ada kekuatan dari mana akhirnya aku bisa menjelaskan masakan baru kami, saat mereka semua menyicipi masakanku, mereka semua berkata bahwa masakanku benar-benar enak.

—000—

Promo dari album ke-4 kami akhirnya selesai, sejauh ini semua berjalan sesuai rencana dan hari ini kami akan makan bersama dengan para member dan manager serta beberapa teman-teman dekat kami, disebuah restoran yang sudah di booking sebelumnya.

Saat aku melewati lobi dari restoran ini, aku merasa pernah melihat laki-laki yang menyambut kami, tapi aku tak ingat siapa dia. Aku mencium harum masakan yang sangat menggoda untuk cacing-cacing yang ada di dalam perutku, mereka semua kontan berteriak meminta makan.

“Hyung, wangi sekali, mereka masak apa ya?” seru  Wookie.

“Iya, mungkin nanti akan disajikan!” jawab Sungmin.

Kami semua mendapatkan satu ruang khusus yang sangat nyaman di lantai 2, dindingnya terbuat dari kayu berwarna coklat, ditambah ada kolam kecil dan suara gemercik air, benar-benar romantis. Restoran ini benar-benar lengkap! Kami menempati ruang rapat yang disulap berubah menjadi ruang keluarga, ada sofa plus bantal-bantal, meja, TV, karoke dan ruangan ini kedap suara dan tenang di dalamnya ternyata ada tombol yang menghubungkan ke meja pemesanan. Benar-benar asik.

Tidak lama setelah kami memesan semua makanan ada dihadapan mataku.

“Hah wangi masakan itu tidak ada di meja ini!” ucap Wookie.

“Pesan saja!” jawab Hae.

“Namanya saja aku tak tau!” jawab Wookie.

Tadi ada sedikit wejangan dari manager dan dari uri leader, dan kini saatnya MAKANNNN!!! Semua member saat ini sedang gembira karena album ke-4 kami sukses!! Dan Ini tak bisa lepas dari ELF.

TOK TOK TOK

Siwon yang berada di dekat pintu mengintip, “Hyung, sepertinya yang punya restoran datang!”

Manager kami pun langsung keluar menemuinya. Dan tak lama mereka semua masuk ada 3 orang yang 2 sepertinya cheff disini karena seragamnya putih-putih, namun cheff yang satu tidak terlihat, dia tertutup oleh dua orang di depannya.

“Oo …. ini ternyata yang wanginya sangat harum!!” sahut Sungmin.

“Ternyata menu baru!!” pekik  Wookie.

“Wow.. Daebak!” ucap Shindong.

Saat itu pula aku kaget, benar-benar kaget, aku menatakp Hyukjae yang berada di depanku, dan Wookie di sampingku. Kami betiga SHOCK, dan tidak menyangka! Apalagi aku, setelah kejadian tadi pagi, kini aku harus bertemu lagi dengannya.

Ternyata yang membuat menu baru ini adalah perempuan itu, perempuan itu tampak shock sama seperti kami berdua. Dia benar-bener shock melihat kami. Saat dia harus memperkenalkan menu baru ini, namun dia bungkam lalu  dia keluar dari ruangan, kita bertiga hanya bisa bertatapan saling melihat satu sama lainnya.

“Aku tahu pasti dia terpesona olehku, makanya ia keluar!” ucap Hae.

“Aissh PD sekali kau, ia begitu tuh karena melihatku!” ujar Leeteuk.

“Sambil menunggu cheff baru kami menjelaskan menu baru kami, apakah ada yang ingin di tanyakan?” ujar pemilik restoran ini.

“Aku ada, perempuan tadi benar cheff di sini Ajushi?” tanya Wookie.

“Ya, bisa dikatakan Vinda adalah cheff baru kami!” ucap cheff dari restoran ini dan pemilik restoran ini pun mengangguk setuju.

“Namun sifatnya masih sementara.” Jelas pemilik restoran.

“Kalau boleh tahu siapa namanya Ajushi?” tanya Teuki.

“Namanya Vinda.” jawab cheff

Owh, jadi namanya Vinda, lirihku. Sambil angguk-angguk mendengarkan penjelasan cheff dan pemilik restoran ini. mungkin ada 5 menit lebih sedikit Vinda ssi keluar, dan sekarang dia sudah siap tuk menjelaskan makan yang sukses membuat kami penasaran. Sebelum dia menceritakan menu baru ini, dia menatap kami satu-persatu, mata itu lagi, mata yang membuatku terdiam, mata yang sama saat tadi pagi kami bertemu.

Setelah dia menceritakan menu ini, dia menyilakan kami untuk mencicipi tapi ada sesuatu yang dia lakukan yang membuatku merasa special diantara yang lain,

“Yesung ssi, maukah kau menjadi orang pertama yang mencicipi ini?” ucap perempuan itu.

Sontak aku kaget mendengat kata-kata itu, dan kontak pula seluruh member meledek kami. Dengan wajah yang memerah dia menyuapiku. Otomatis aku pun membuka mulutku dan sungguh ini enak sekali!

“Hyaa Yesung ssi, mukamu memerah!” ucap Teuki.

“Aku juga ingin mencicipi, bisakah kau menyuapiku juga?” ucap Teuki.

“Ah ne!” kemudian kami tertawa mendengar jawaban dan raut wajah dari perempuan itu.

Dan sialnya semua member pun membuka mulutnya minta disuapi untungnya hanya beberapa yang disuapi oleh perempuan itu, selebihnya disuapi oleh kepala cheff dan pemilik restoran! Wkwkwkwkwkwk.

—000—

“Vinda…. Ini kejutan besar bukan untukmu?” ucap boz.

“Bos, jantungku berdetak tak normal!! Kayak abis berlari maraton, sungguh-sungguh aku tak percaya aku bisa melalukan itu semua di depan mereka!”

“Ciee, uri Vinda sedang jatuh cinta!” ledek cheff.

“Tidak-tidak aku tidak jatuh cinta, aku sudah menyukai mereka sejak aku di Indonesia, dan aku benar-benar tidak pernah menyangka bisa bertemu mereka di restoran ini.” Sangkalku.

“Ahhh yang benar?” ejek Heosun.

“Hyaa mukamu merah Vinda!” ujar cheff.

“Perasaanku ini sebatas fans saja kok tidak lebih…” Ucapku.

“Tapi kalo lebih, Nuna mau kan~~?” ledek Heejin yang langsung aku sambit pake topi cheff yang sedang aku kenakan.

“Heejin nanti kau harus mengantarku pulang!”

“Ok.! Tenang saja Nuna aku akan mengantarmu pulang.”

Hampir tengah malam kami akhirnya bisa pulang, diperjalanan tiba-tiba motor Heejin ada sedikit masalah ban belakangnya bocor, yang akhirnya membuat kita berdua harus menuntun motor,

“Heejin-ah, apa masih ada bengkel yang buka?” tanyaku.

Molla Nuna, semoga saja masih ada yang buka, Nuna kau cape tidak? Begini saja, aku akan titipkan motorku ini ke kantor polisi terdekat, nanti kita pulang naik bus bersama, bagaimana?” ujar Heejin.

“Ah ide bagus itu, badanku cape sekali!”

—000—

“Namanya Vinda, dia bukan orang Korea asli Indonesia, cheff sementara di restoran, dia part time, Vinda itu mahasiswi yang mendapatkan beasiswa S2 jurusan Bioteknologi. Laki-laki yang pagi tadi adalah temannya.” Ujar Teuki di telingaku saat kami berada di mobil.

“Hya, kau tahu dari mana Hyung?” ucapku.

“Hahh, kau sungguh lambat Kim Jong Woon sepertinya kau tertular kura-kuramu.” Ucap Teuki

Aku hanya bisa menatap Hyungku yang satu ini.

“Aku tahu dari Siwon, kebetulan tadi Siwon sempat mengobrol dengannya.”

“Hyung perempuan tadi bahasa Inggrisnya benar-benar fasih, aku senang sekali mengobrol dengannya. Aku sempat berkenalan makannya aku tahu sedikit tentangnya, dia sangat ramah Hyung~~.” Samber Siwon dari kursi belakang.

Mendengar ucapan Wooni, sungguh membuatku iri! Apa iya aku lambat? aku pun belum faham akan perasaanku, ini adalah pertemuan yang kesekian kalinya tapi aku juga belum bisa menyimpulkan apa yang terjadi dalam diri ini. sebatas ke fans saja atau lebih.

“Kau harus cepat-cepat berkenalan dengannya, jangan sampai kau menyesal nantinya! laki-laki itu harus berani, kau tahu kesempatan tidak akan datang 2 kali, tapi kau sangat beruntung bisa bertemu dengan perempuan itu berkali-kali.” Ucap Heechul

“Hyung, jangan sampai terlewat.” Sungmin pun ikut memberi saran.

Kenapa semua orang seakan-akan faham akan diriku!  Mereka hanya melihati dari permukaan saja! Apa mereka tahu rasa bimbang yang aku alami? Aku saja tidak tahu apa yang aku rasakan kepadanya, kenapa mereka seakan-akan mengerti akan diriku? Pikirku sambil memandang jalanan di luar, tapi aku tak mau konsentrasiku terpecah akan masalah ini, baru saja manager Hyung mengatakan kalo aku akan mengisi sountrek drama lagi! Kalau memang kita nantinya aku akan bertemu pasti akan bertemu lagi. Tapi bagaimana jika saat bertemu nanti ternyata situasinya telah berubah?? Aisshh sepertinya aku benar-benar kacau! Pikirku.

—000—

Heejin sudah tidur, sepertinya dia lelah sekali! Bus ini sepertinya bus terakhir, dan hanya ada 4 orang termasuk aku dan Heejin. Ngga enaknya naik bus itu, rutenya muter-muter tapi mungkin ini yang aku butuhkan berkeliling di malam hari sambil mengingat kejadian tadi pagi dan tamu istimewa dan juga memikirkan kata-kata Heejin, sebanrnya mimpi untuk menjadi kawan pun aku tak berani, apa lagi lebih dari itu!!  Bagiku itu terlalu tinggi.

“Hahhh.” Tarik nafas mengingat kejadian yang akhir-akhir ini aku alami. Sepertinya aku terlalu banyak mengalami shock terapi, semoga aku mendapatkan izin selama 3 hari, biar aku bisa refresing hati.

“Heejin-Heejin bangun, aku sudah mau sampai.”

“Emm.. Owh oke Nuna, aku akan mengatar mu!” sambil kucek-kucek mata.

“Kau tak perlu turun Heejin, halte bus ini kan jaraknya dekat dan wilayah ini aman kok.” Ujarku.

“Owh, ya sudah tapi Nuna hati-hati ya!”

“Oiya besok kau tak usah menjemputku, aku akan berangkat sendiri ke kampus dan restoran!”

“Sip Nuna.”

“Bye Heejin-ah, jangan tidur lagi, nanti kelewatan haltenya!”

Langit malam ini benar-benar cerah, dewi bulan sedang memancarkan pesonanya,didampingi sedikit bintang-bintang di sekitarnya.

“Hya Kau dimana?” tanyaku.

“Oo ada orang jauh, lagi banyak pulsa nih?” jawab sahabatku

“Eh telpon gw balik, mau?”

“Ogah mahal!”

“Asem, YM nya nyalain yaaa, plus webcam n suara!”

“Whuaaaa, kayanya ada kabar penting nih!, okey tunggu 10 menit ya, gw lagi di jalan!”

“Okey, gw juga mau bersih-bersih dulu.”

Ngga sabar mau ngobrol ama orang paling kePeDean, sahabatku dari SMA, dia yang sejak aku kuliah selalu berbagi cerita, cerita apa saja. Tapi akhir-akhir ini aku agak sulit menghubunginya karena ia sibuk mengurus distro kami. Aku, bersama 4 orang teman SMA termasuk sahabatku yang satu ini emang meniliki usaha bersama, tadinya aku dan sahabatku ini bagian design, berhubung aku sekarang sedang melanjutkan study maka paling dalam waktu sebulan 1 kali atau bahkan hanya 2 bulan sekali aku bisa mengirimkan design terbaru untuk distro kami yang bernama “FROSZT”. Sahabatku yang satu ini biasanya aku panggil dengan nama si Kasep, walupun sebenarnya dia ngga kasep-kasep banget tapi, dia selalu bilang kalo dirinya kasep.

Dan tibalah saatnya kami bercerita satu sama lainnya. Dan menurutnya nikmatin aja apa yang sedang aku alami sekarang, bertemu dengan orang yang selalu dicari foto-fotonya bukankah hal yang menarik? Dan satu lagi, inget Vin.. di dunia ini ngga ada yang namanya kebetulan! semua yang terjadi di alam ini sudah dicatat, bahkan sampai matinya seekor semut hitam yang sedang berjalan di batu berwarna hitam saat waktu malam hari. Jadi kau harus bersyukur dengan apa yang telah terjadi,  begitu kata-kata si Kasep yang membuat aku kembali merenungi apa yang terjadi akhir-akhir ini.

Pembicaraan kami emang tak begitu lama, karena kasurku sudah menanggil-manggil katanya kangen…  sebelum aku terbuai dengan mimpi, wajah Yesung oppa kembali hadir menari-nari di otakku bersama dengan member yang lain. Aissh penuh sekali otakku dengan 10 orang.

—000—

Akhirnya bos mengizinkanku libur salama 3 hari, dan hari ini aku akan dengan menggunakan kereta. Kereta disini jauh berbeda dengan kereta di Indonesia yang penuh sesak tapi itu yang membuatku merindukan untuk kembali ke tanah airku tercinta.

Betapa kagetnya aku saat melihat anaknya profesor. sungguh manis dan tampannya dia. Dia pasti sudah punya kekasih, atau kalo pun belum punya kekasih, pasti banyak yang suka atau  malah dia bad boy kekekekeke.

“Annyonghaseyo Vinda imnida.” sapaku.

 

Bersambung di part ke 4 ^^

komen komen komen *sambil bawa-bawa papan* wkkkkk Muah

13 thoughts on “Nomu nomu nomu nomu Saranghae Part 3 (FF)

    • yoi dung masa SJ promo makanan korea kita kaga promosi makanan ala mahasiswa dud…

      makasih yaaaa ^^^

  1. Ow jadi yang dikirimin ke Nana kemaren itu dipecah jadi beberapa part dan ada tambahannya toh…

    Onnie, sorry to say masih banyak typo-nya >,< jangan sampai Minyoung Onnie liat nie tulisan, bisa abis dibahas di komen hehehehe

    Nana tunggu kelanjutannya aja yah ^^

    • hahahahahahahahah bnyk typo… dalam masa pembelajaran…. thanks ya na…. semoga berikutnya typo semakin berkurang

  2. yh kok pendek sie.. yg pnjg dnk..
    (maf klo kurg ajar) biz FF dsni bgs2 t’ msuk nie jg syg klo cm sdikit..
    hope authorny sllu akur y jgn kyk tetangga sblh, pd ribut sndri2 tp tdk mementingkan keb. para readersny..

    • yang bener ini pendek *kencangkan ikat pinggang” wkkkkk

      semoga di berikutnya ga pendek ya…

      kita ga gitu kok ^^ wkkkkkk

  3. annyeong nia eonnie..🙂
    part 3nya kocak…
    itu martabak mie,, maksudnya omelet bukan?.. itu mah makanan favorit aku banget, menu andalan buat bekel ke kampus,, hahaha..😀
    sudah kuduga sebelumnya kalo tamu di restoran itu Oppadeul SJ. hehe..😉
    ngebayangin da di posisisinya vinda eonnie,, pasti kalo aku bakalan dag dig dug teu pararuguh *mulai deh bahasa daerahnya keluar* hihihi..
    cieeeee.. Bang Yes disuapin sama vinda eonnie.. kasian bet member yang lain disuapinnya sama cheff, beneran ngakak pas bacanya… LOL..

    aku seSUJU banget sama pendapatnya si kasep… kalo di dunia ini ga ada yg namanya kebetulan..

    Eonnie,, ditunggu kelanjutannya yaaa…
    penasaran sama kisahnya Vinda Eonnie & bang Yes,, bakalan seperti apa yaa?… hmmmm…

  4. woaa. saya ketinggalan.. Maaf ya nia onnie saya bru sempet baca.

    si vinda bawa menu andalan nih sampe ke korea,
    klo aku sih biasa pake ind*mie bukan ramen. kekekeke~
    eh.. pernah juga loh aku liat di drama korea pemainnya masak ramen truz nyeplokin telur ke ramennya *sempet kaget* ahahaha

    wah itu anak profesor nya gimana yah?? yesung & vinda gimana dong?????? *penuh tanda tanya*🙂
    *go to the next part*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s