Special Day ~Hyukie Birthday (FanFic by Freelance)

“Hey, cepat bangun pemalas…!!!,” teriak seseorang tepat ditelingaku.

Aku menggeliat sebentar dan mengucek-ucek mataku, “Bisakah kau membangunkanku dengan cara yang lebih keren?”, kataku lemah pada pria yang sekarang duduk disebelahku. Dia hanya menatapku dengan senyum manis dibibirnya.

“Cepat mandi dan bersiap-siap. Kau tak ingin terlambat kan?”, katanya lembut sambil mengusap pelan kepalaku.

“Bisakah aku tidur sebentar lagi? Aku masih mengantuk.”

“Kau yakin?”

“Jam berapa ini?”

“Ehm… 06.30.”

Untuk sesaat aku hanya bisa mematung sebelum aku menyadari sesuatu, “Haaa??? Jam berapa?? 06.30…?? Kenapa tak membangunkanku dari tadi? Aaaahh, ottokhae”, teriakku kelimpungan sambil berlari ke kamar mandi.

***

Park Yerin, itulah namaku. Aku adalah seorang gadis yang sekarang sedang duduk dikelas 3 sekolah menengah. Seorang gadis yang ceroboh dan cuek. Sangat berbeda dengan kakakku. Pria yang berusaha membangunkanku tadi adalah Park Jongmin, kakakku yang amat kusayangi. Dia merupakan kakak yang selalu memperhatikanku dalam hal apapun. Meskipun terkadang sikapku padanya terlampau cuek, tapi dia tak pernah lelah untuk mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya padaku.

“Oppa, antarkan aku sekarang!”, kataku sambil memakai sebelah sepatuku yang membuat jalanku menjadi sedikit pincang.

“Kau tidak sarapan dulu?”

“Ah, sudah tidak ada waktu untuk sarapan, Oppa. Nanti saja aku makan dikantin.”

“Baiklah. Kajja!”

***

Dengan nafas yang masih tersengal-sengal, aku berjalan mendekati bangkuku. Untung saja masih belum terlambat. Matilah aku kalau sampai aku terlambat di kelas Youngwoon songsaengnim.

“Yerin-ah, kau bangun kesiangan lagi?”, tanya Yui, teman sebangkuku.

“Hehe, yaa~ begitulah,” balasku sambil sedikit nyengir.

“Selalu saja. Kapan kau akan berubah?”

“Nanti, setelah aku bertemu dengan Eunhyuk Oppa.”

“Selamat bermimpi, sayang,” kata Yui dengan nada merendahkan seraya mengalihkan pandangannya pada teman dibelakangnya.

Hey, siapa tau apa yang akan terjadi nanti. Aku berharap akan bertemu dengan Eunhyuk Oppa suatu saat nanti. Apakah itu salah? Aku rasa tidak ^^

***

Malam ini, tanggal 3 April. Aku sengaja untuk tidak tidur, hanya untuk mengucapkan ‘Selamat Ulang Tahun’ tepat pada jam 00.00 pada Eunhyuk Oppa. Meskipun aku tau, kemungkinan dia membaca mentionku adalah satu banding banyak. Berapa banyak? Tentu sejumlah followers akun twitternya yang semakin hari semakin bertambah itu.

@AllRiseSilver Happy Birthday Oppa. Kita lahir di tanggal dan bulan yang sama. Aku harap kau mau menyempatkan waktu untuk membalas mentionku, karena itu pasti akan menjadi kado paling indah untukku.

“Haah, aku tau ini hal bodoh, mana mungkin dia membaca mentionku dari beratus-ratus ribu orang yang mengucapkan ulang tahun padanya?”, tanyaku pada diri sendiri.

***

“Kenapa belum tidur, Hyuk?”, tanya Teukie hyung.

“Sebentar lagi, hyung. Kau tidur saja dulu.”

“Baiklah. Jangan tidur terlalu malam.”

“Arasseo~”

Sebentar lagi, tanggal akan berganti. Berganti menjadi hari special bagiku. Hari dimana 25 tahun lalu aku dilahirkan. Kira-kira, siapa yang pertama akan mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padaku?

Aku membuka akun twitterku. Dan, WOW~ banyak sekali mention yang masuk. Hampir semuanya mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padaku, mendoakanku agar mendapatkan yang terbaik, mendoakanku agar selalu sehat, mendoakanku agar selalu bahagia. Mereka Everlasting Friends, teman yang selalu setia padaku. Aku sangat berterimakasih karena memiliki teman seperti mereka. Namun ada satu mention yang menarik perhatianku. Dikirim tepat pada pukul 00.00. Mention pertama di tanggal 4 April yang mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padaku.

@AllRiseSilver Happy Birthday Oppa. Kita lahir di tanggal dan bulan yang sama. Aku harap kau mau menyempatkan waktu untuk membalas mentionku, karena itu pasti akan menjadi kado paling indah untukku.

Sekilas senyum terbentuk dibibirku. Dia juga ulang tahun hari ini? Sama denganku? Benarkah?

***

“Hyung, apakah aku ada jadwal hari ini?”, tanyaku pada manager hyung.

“Tidak. Tidak ada jadwal sampai kau kembali ke China lusa. Wae?”

“Ani~ aku hanya sedikit minta tolong.”

“Minta tolong?”

Aku mendekatinya dan membisikkan sesuatu padanya. Dan apa reaksinya? Tepat seperti yang aku duga.

“Mwo~? Apakah kau tak punya kerjaan lain?”

Mau tak mau, manager hyung menuruti permintaanku yang mungkin menurutnya aneh itu. Sangat aneh memang, mengingat popularitasku yang semakin meningkat, rasanya apa yang akan kulakukan sekarang adalah hal yang benar-benar bodoh. Tapi untuk hari ini, hanya untuk hari ini, hari yang special, aku ingin melepaskan sejenak kepopuleran itu. Aku ingin menjadi seorang laki-laki biasa yang bisa melakukan apapun yang diinginkan tanpa penyamaran, tanpa harus menjaga image.

***

“Park Yerin…”

“Ne songsaengnim,” jawabku.

“Kau bisa berkemas sekarang. Aku doakan agar nenekmu cepat sembuh,” kata Geurim songsaeng yang membuatku bingung.

“Ne~??”

“Cepatlah, pamanmu sudah menunggu diluar.”

Aku mengemasi barangku, tentu saja dengan beribu pertanyaan yang berputar diotakku. Apa-apaan ini? Nenek? Paman? Ah, pasti ada yang salah.

Sekarang aku sudah berada di luar, dengan seorang pria yang mengaku pamanku, yang aku sendiri tak mengenalnya. Paman darimana? Aku saja tak pernah melihat orang ini sebelumnya.

“Maaf, Ahjussi. Ada kepentingan apa anda mencariku, sampai harus berbohong tentang keadaan nenekku?”, tanyaku. Ternyata paman ini mengaku pada pihak sekolah bahwa dia menjemputku untuk mengajakku ke rumah sakit karena nenekku sakit keras.

“Maaf, nona. Aku hanya menjalankan perintah dari seseorang saja. Bisakah sekarang kau ikut aku?”, tanya orang itu sembari membukakan pintu mobil untukku.

“Apakah aku bisa mempercayai anda, Ahjussi? Bagaimana aku bisa mempercayai anda yang belum aku kenal, bahkan berani berbohong pada pihak sekolah?”

“Ah, aku benar-benar minta maaf nona. Aku hanya menjalankan perintah saja. Silakan anda membawa kartu identitasku beserta ponselku ini jika anda tidak benar-benar percaya padaku,” katanya sambil menyerahkan kartu identitas dan ponselnya.

Entah apa yang kupikirkan, sekarang aku sudah duduk di jok belakang mobil. Paman tadi menyetir tanpa sepatah kata pun. Aku tak tau mau dibawa kemana. Ah~ bodoh sekali aku. Bagaimana jika paman ini berniat jahat padaku? Huaaa~ Tuhan, lindungi aku.

“Kita sudah sampai, nona,” kata paman itu yang kemudian membukakan pintu untukku.

Aku keluar dari mobil. Mataku memandang sekeliling. Hey, bukankah ini…

“Lotte World?”

“Benar nona. Silakan anda masuk. Seseorang menunggu anda di dalam.”

“Menungguku? Siapa?”

“Seseorang mengenakan celana hitam, jaket abu-abu dan kacamata hitam. Dia menunggu di dekat kolam. Bisakah aku minta kembali kartu identitas dan ponselku?”

Aku kembali melakukan hal bodoh. Dengan sangat mudahnya aku memberikan kartu identitas dan ponselnya. Tak lama setelah itu, dia pergi meninggalkanku. Dan aku baru menyadari, bahwa aku sekarang… sendirian… dan masih mengenakan seragam sekolahku. Huaaa~ Yerin babo!!

Baiklah, tak ada gunanya menyesali. Toh memang sudah terjadi. Sekarang aku berada di Lotte World. Itu berarti aku harus bersenang-senang, bukan? Aku masuk ke dalam dan mencari orang dengan ciri-ciri yang telah disebutkan oleh Ahjussi aneh tadi. Mataku berkeliling, melihat detail setiap orang. Ah~ begitu banyak orang, mengenakan celana hitam dan jaket abu-abu. Bagaimana aku bisa menemukannya? Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Kolam. Ya, paman tadi bilang bahwa seseorang menungguku di dekat kolam.

Aku mempercepat langkahku mencari orang tersebut. Dan… aku menemukannya. Seorang laki-laki mengenakan celana hitam dan jaket abu-abu. Siapa dia? Tidak kelihatan. Dia berdiri membelakangiku.

“Maaf, apakah kau menunggu seseorang?”

Dia membalikkan badan. Darahku berdesir. Lututku lemas. Nafasku tercekat. Aku hanya bisa mematung. Tak mampu berkedip. Tak mampu bersuara.

***

Aku melihat jam tanganku. Hampir satu jam aku menunggu. Kenapa mereka lama sekali?

Park Yerin? Tiba-tiba aku tertawa mengingat nama itu. Nama yang bisa membuatku melakukan hal bodoh seperti sekarang. Nama yang bahkan seperti apa pemiliknyapun aku tak tau.

“Maaf, apakah kau menunggu seseorang?”, tanya seseorang dibelakangku. Aku tersenyum dan membalikkan badan.

Hening~ gadis di depanku tak memberikan respon apapun. Dia hanya mematung. Apakah dia tak mengenaliku? Kulepas kacamataku. Kalau sampai dia masih tak mengenaliku, berarti apa yang aku lakukan ini sia-sia.

Sesaat setelah kubuka kacamataku, gadis itu perlahan mendekatiku. Ya Tuhan, apa yang akan dilakukan gadis ini? Dia menjulurkan tangannya dan menyentuh pipiku dengan jari telunjuknya. Aku tersenyum melihat tingkahnya. Gadis yang aneh.

“Whoaaa~ benarkah kau nyata?”, pertanyaan bodoh yang diajukan gadis aneh, benar-benar pas.

“Bukankah kau tadi berhasil menyentuhku?”

Gadis itu diam. Sesaat kemudian, dia berteriak histeris dan berangsur memelukku.

“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Oppa. Ah~ aku senang sekali.”

Aku berusaha melepaskan pelukannya. Kenapa? Karena sekarang ratusan pasang mata menatapku aneh.

***

“Jadi, kau siswi kelas 3 sekolah menengah?”, tanyaku.

“Eung~ jadi apa yang membuatmu melakukan penculikan ini padaku?”

“Ya! Penculikan apa maksudmu?”

“Bukankah kau menyuruh seseorang untuk mengaku sebagai pamanku dan membawaku ke tempat ini? Lalu dinamakan apa hal seperti itu kalau bukan penculikan?”

“Kau tak suka? Baiklah, ku antar kau pulang,” godaku sambil beranjak dari tempat dudukku.

“Ani~ biarkan aku disini, kali ini saja, jebal,” pintanya sambil mengatupkan kedua tangannya. Aku kembali ke tempat dudukku semula.

“Jadi, apa yang membuat oppa melakukan hal ini?”

“Mollayo~ aku sendiri tak tau. Semalam aku membuka akun twitterku dan melihat banyak sekali mention yang masuk. Aku tertarik pada satu mention yang dikirim tepat pukul 00.00 dan mengatakan bahwa aku dan dirinya memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama.”

“Lalu…?”

“Lalu aku sama sekali tak berniat membalas mentionnya,” jawabku. Sekilas kulihat dia mengerucutkan bibirnya. Aku melanjutkan perkataanku, “Tapi aku ingin memberikan sesuatu yang special, dihari yang special bagiku dan baginya.”

Dia mengangkat wajahnya dan memasang senyum lebar. “Bagaimana kalau kita mencoba wahana yang ada disini?”, ajaknya.

“Itulah tujuanku membawamu kesini. Hari ini aku ingin menjadi orang biasa tanpa embel-embel ‘superstar’. Dan aku harap kau juga berpikiran sama.”

“Maksudnya?”

“Anggap aku ini Lee Hyukjae. Jangan menganggap aku adalah Super Junior Eunhyuk. Hari ini saja, hanya untuk hari ini.”

“Arasseo~” katanya sambil mengangguk semangat, “Tapi bagaimana dengan penggemarmu yang begitu banyak jumlahnya? Aku sama sekali tidak siap harus berhadapan dengan fansmu itu, Oppa.”

“Mereka temanku. Tenanglah, aku akan menjelaskan pada mereka nanti. Mereka pasti mengerti.”

***

Kyaaaaa~~

Teriakanku, Yerin dan sebagian orang bercampur menjadi satu. Sekarang aku sedang mencoba salah satu wahana. Salah satu wahana yang menguji nyali, french revolution. Tenggorokanku terasa kering setelah berteriak-teriak akibat terpontang-panting mengikuti wahana itu. Setelah selama kurang lebih tiga menit, akhirnya permainan usai. Aku dan Yerin melanjutkan permainan ke wahana yang lain.

“Oppa, aku masih pusing,” kata Yerin namun masih terlihat senyum yang melekat dibibirnya.

“Aku juga Yerin-ah. Kita duduk disini sebentar saja.”

Kemudian aku dan Yerin mengambil tempat duduk disebelah french revolution. Seperti yang Yerin bilang, ratusan pasang mata sekarang sedang mengarah pada kami. Mereka mengambil ponsel, kemudian terlihat seperti menelepon, mengirim sms, bahkan terlihat sedang mengambil gambar kami. Tak sedikit dari mereka yang berbisik pada orang disebelahnya sambil melihat kami, sampai menunjuk-nunjuk kami. Yerin yang menyadari hal itu, seketika menunduk lemah dan mengambil nafas panjang.

“Haaahh~ matilah aku,” katanya sambil menepuk keningnya.

Aku berusaha untuk menghiburnya dan menghilangkan rasa ‘tidak nyaman’ yang mungkin sekarang sedang menghantui dirinya. “Yerin-ah, ayo kita coba wahana yang lain,” kataku yang langsung menariknya menjauhi tempat itu.

***

“Baiklah Park Yerin, bersiap-siaplah menghadapi serbuan fans Super Junior,” batinku, “Ya Tuhan, aku sangat berterimakasih padamu karena telah mempertemukanku dengan Eunhyuk Oppa. Tapi kenapa harus seperti ini caranya? Hidupku tidak akan bertahan lama kalau sampai fans Super Junior marah padaku… Huaaa~ Umma, selamatkan aku…”, rintihku dalam hati.

***

Sekarang aku dan Yerin berdiri mematung di depan sebuah tower.

Gyro Drop??”, kepalaku mendongak ke atas, hampir tidak terlihat ujungnya, “Wuah, 200 meter? Tinggi sekali. Mau coba?”, tanyaku pada gadis disebelahku.

“Aku takut ketinggian, Oppa.”

“Ah~ sayang sekali. Padahal aku ingin mencobanya. Baiklah, ayo kita cari wahana lain,” aku berjalan meninggalkan wahana itu. Tapi sepertinya ada yang tertinggal. Aku menoleh ke belakang, tak ada Yerin dibelakangku. “Kemana perginya anak itu?”, gumamku seraya kembali ke wahana yang sangat tinggi tadi.

“Yerin-ah, kupikir kau hilang,” teriakku pada Yerin. Ternyata dia masih saja mematung di depan Gyro Drop, “Apa yang kau lakukan?”

“Oppa, mau coba?”, tanya Yerin sambil menunjuk tower yang sekarang ada dihadapanku.

“Bukankah kau takut ketinggian?”, tanyaku memastikan.

“Hari ini, dan hanya untuk hari ini, aku akan mencoba wahana ini,” jawabnya datar sambil melangkahkan kakinya.

Aku melongo melihat tingkahnya, “Benar-benar gadis aneh… Ya! Yerin-ah, tunggu aku!”

Disini aku dan Yerin duduk sekarang. Mencoba wahana yang amat tinggi. Perlahan wahana ini mulai bergerak menjauhi tanah. Semakin lama semakin tinggi. Ku coba untuk menatap ke bawah, seketika kupejamkan mataku, ternyata sangat tinggi. Ku toleh Yerin yang duduk disebelahku. Dia memejamkan matanya sangat erat.

“Yerin-ah, gwenchana?”, tanyaku.

“Ani~ gwenchana, Oppa. Aku baik-baik saja”.

Tiba-tiba aku merasa dijatuhkan, diiringi teriakan orang-orang yang berada di satu wahana denganku. Dihempaskan dari ketinggian 200 meter seperti itu membuat darahku berdesir, seolah-olah separuh nyawaku masih tertinggal di atas. Yerin yang duduk disebelahku juga berteriak sekencang-kencangnya.

Walaupun sedikit menyeramkan, aku sangat menikmati wahana ini. Suatu saat, aku ingin kembali ke sini bersama member Super Junior yang lain, dan akan mengajak mereka mencoba wahana ini. Pasti akan lebih seru jika aku dan mereka berteriak bersama. Semoga suatu saat keinginanku bisa terwujud.

***

Tak terasa, aku dan Yerin sudah mencoba berbagai macam wahana yang tersedia. Ternyata waktu berjalan cepat. Kulihat Yerin sudah mulai kelelahan. Aku mengajaknya duduk disebuah bangku.

“Kau mau gulali?”, tanyaku.

“Eung~”

“Tunggu sebentar.”

“Oppa, aku ikut. Aku tak siap dimangsa oleh penggemarmu.”

Aku tertawa dan mengajaknya membeli dua buah gulali. Kami kembali duduk di bangku yang belum lama kami tinggalkan tadi.

“Aigoo~ bisakah mereka menghentikan kegiatan tak berguna seperti itu?”, katanya sambil menatap sekeliling. Masih banyak orang yang mengikuti setiap gerak-gerik kami. Tiba-tiba aku punya ide…

“Annyeonghaseyo… Choneun Super Junior Eunhyuk imnida…”, kataku sambil membungkukkan badanku. Sekilas kulihat mata Yerin membulat.

“Kyaaaaaa~”, teriak orang-orang disekitarku.

“Hari ini adalah hari specialku.”

“Kyaaaaa~”

“Hari ini, adalah hari ulang tahunku. Dan gadis ini…,” kataku sambil meminta gadis disebelahku untuk berdiri, “adalah Park Yerin.”

“Kyaaaa~”

“Kebetulan, aku dan Yerin memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama. Jadi hari ini merupakan hari yang special bagiku dan Yerin. Aku dan dia hanya berteman. Aku menganggapnya seperti adikku. Kami hanya ingin merayakan hari special kami dengan cara yang berbeda. Aku harap kalian mengerti.”

“Neeee~”, jawab mereka serempak.

“Bagaimana?”, tanyaku pada Yerin.

“Tetap saja, penggemarmu itu banyak. Bagaimana dengan penggemarmu yang tersebar diberbagai negara? Apakah mereka mengerti?”

“Nanti akan ku jelaskan pada mereka. Pasti mereka akan mengerti. Aku lapar. Ayo kita makan,” ajakku sebelum dia sempat berkata.

***

“Oppa, kau saja yang pesan. Aku ke toilet dulu.”

“Baiklah, kutunggu di meja sebelah sana,” kataku sambil menunjuk pojok ruang.

“Eung~”

Pesananku telah datang, tapi Yerin tak juga muncul. Kenapa dia lama sekali? Apa yang dilakukannya di toilet?

“Wuaahh… keliatannya enak,” seru Yerin yang ternyata sudah ada dibelakangku.

Aku menoleh dan berkata, “Ya! Kemana saja kau Yerin-ah? Ku pikir kau diculik hantu toilet.”

“Enak saja!”, katanya kesal. Dia duduk di depanku dan menatap hidangan didepannya. “Selamat makan,” tiba-tiba dia menyantap makanannya tanpa aba-aba.

“Ya! Aku menunggumu, kenapa kau malah makan duluan?”, protesku.

“Oppa, aku sangat lapar. Bukankah kau lapar? Cepat makanlah, sebelum kuhabiskan.”

“Ya! Park Yerin!”

***

Hari ini begitu istimewa. Menghabiskan hari special bersama orang special, merupakan kado terindah untukku. Bukan soal membalas mention, tapi soal pertemuan. Bertemu dengan seorang superstar seperti Eunhyuk Oppa tentu saja hanya sebatas khayalan saja. Tapi hari ini, keinginan itu terwujud. Hari ini aku mengenal Eunhyuk Oppa bukan hanya sebagai anggota Super Junior, tetapi mengenal pribadinya, Lee Hyukjae, seorang laki-laki baik hati dengan pribadi yang ceria dan menyenangkan. Aku berharap hari ini tidak akan pernah berakhir. Tapi apa dayaku, sepertinya pertemuanku dengannya harus sampai disini.

“Oppa, terimakasih banyak untuk hari ini. Aku saaaangat bahagia,” kataku dengan senyum yang tak pernah pudar.

“Sama-sama Yerin-ah. Aku juga senang hari ini, karena aku bisa menjadi sosok Lee Hyukjae. Terimakasih karena telah mewujudkan keinginanku.”

Aku mengangguk dan tersenyum mendengar pernyataannya. Eunhyuk Oppa benar-benar pribadi yang hangat. “Ah, aku lupa, apa yang bisa kuberikan padamu? Aku bahkan tidak sempat memikirkan kado untukmu. Mianhae Oppa…”

“Ani~ gwenchanayo Yerin-ah.”

Aku melepaskan gelang kesayanganku, dan memakaikan ke tangannya. “Aku tau, gelang ini sama sekali tak berharga bagimu. Kau pasti mendapatkan hadiah yang lebih baik dari ini. Tapi sekarang, hanya ini yang bisa ku berikan padamu agar kau selalu ingat padaku, Oppa.”

Dia mengacak rambutku pelan, “Terimakasih Yerin-ah. Ini sangat berarti bagiku,” katanya sambil selalu menunjukkan senyumnya. Dia melepaskan jaketnya dan mengenakannya padaku.

“Oppa…,” kataku heran melihat apa yang sedang dilakukannya.

“Mianhae Yerin-ah, aku juga tak memiliki apapun yang bisa kuberikan kepadamu. Hanya jaket itu yang sekarang aku bawa. Semoga kau selalu mengingatku saat kau mengenakannya.”

“Pasti…,” jawabku mantap. Aku teringat sesuatu. Aku merogoh tasku dan mengambil selembar kertas. “Ini untukmu. Jangan dibuka sebelum aku masuk ke dalam.”

“Apa ini?”

“Nanti Oppa juga tau, tolong jangan dibuka sebelum aku masuk ke rumah.”

“Baiklah, sekarang kau masuklah ke dalam.”

Jika aku masuk ke dalam, itu berarti kemungkinan untuk bertemu dengannya lagi bisa dipastikan hampir tidak ada. Tapi hari ini sudah lebih dari cukup untukku mengenalnya. Aku mulai melangkahkan kakiku memasuki pekarangan rumah, tiba-tiba aku teringat sesuatu. Aku berbalik dan berlari ke arahnya.

“Ada apa Yerin-ah?”, tanya Eunhyuk oppa.

“Selamat Ulang Tahun Oppa,” kataku masih dengan nafas yang tersengal-sengal, namun aku berusaha memasang senyum semanis mungkin.

Untuk kesekian kalinya dia menunjukkan senyuman manisnya, dan untuk kesekian kalinya aku tersihir hanya dengan melihat senyumnya, “Selamat Ulang Tahun juga Yerin-ah. Terimakasih banyak untuk hari ini,” katanya sambil mengelus kepalaku.

Akhirnya aku melangkahkan kaki menuju pekaranganku, membuka pintu dan menutupnya, hingga orang yang berada diluar tak kelihatan lagi. Semoga kita bertemu lagi dilain waktu, Oppa…

***

Senyumku kembali mengembang jika aku mengingat kejadian seharian yang aku alami. Hal bodoh yang aku lakukan, ternyata hasilnya tak seburuk yang kubayangkan.

Saat aku akan menjalankan mobilku, baru kusadari bahwa aku masih menggenggam selembar kertas. Kertas yang diberikan Yerin padaku. Perlahan kubuka dan kubaca dengan teliti. Kucermati dan kucerna setiap kata yang ada didalamnya.

 

~ Selamat Ulang Tahun, Oppa ~

Terimakasih untuk hari ini…

Terimakasih telah menjadi bagian dari Super Junior…

Terimakasih telah menjadi sosok yang menyenangkan…

Terimakasih telah menjadi pribadi yang hangat…

Terimakasih karena kau selalu membawa kebahagiaan untuk orang disekitarmu…

Mengenalmu, mungkin hanya sebuah mimpi bagiku…

Tapi ternyata mimpi itu bisa terwujud…

Semoga kau tak melupakan hari ini…

Teruslah berkarya bersama Super Junior…

Tetap menjadi Eunhyuk yang menyenangkan…

Tetap menjadi Eunhyuk yang ceria…

Tetap menjadi Eunhyuk yang lihai menunjukkan liukan tubuhnya…

Tetap menjadi Eunhyuk yang selalu memukau dengan rappingnya…

Tetaplah menjadi Eunhyuk yang membawa keceriaan untuk orang disekitarnya…

Tetaplah menjadi Eunhyuk yang rendah hati dan dicintai banyak orang…

Aku akan selalu mengingat hari ini…

Aku harap kau pun juga begitu…

Semoga suatu saat kita akan bertemu kembali, Oppa…

With Love

~ Park Yerin ~


Senyumku kembali mengembang. Aku melipat kembali kertas itu dan mulai menjalankan mobilku meninggalkan pelataran rumahnya.

Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi Yerin-ah…

-The End-

Annyeong…

Author nan gaje kembali dengan ff yang juga gaje…

Mian, ff yang lama belum dilanjutin, eh udah keluar ff yang lain lagi… ini ff dalam rangka ultahnya Hyukjae Oppa dan ultahnya Yerin *nugu?*… pas bikin ni ff aku takutnya kalo ff nya kepanjangan, tapi setelah dibaca ulang, kok berasa pendek yaa~

*ato perasaanku aja??* hehehehe

Mohon pembaca berkenan meninggalkan jejak pada ff kali ini, special ga pake telor (?) untuk ultahnya Hyukjae Oppa…

Khamsahamnida~ *bow*

~Vie~

19 thoughts on “Special Day ~Hyukie Birthday (FanFic by Freelance)

  1. it’s good🙂
    ceritany dream comes true..
    siapapun pst pengen berada d posisi park yerin skrg,walopun it cm khayalan😀

    anyway, saengil chukhahamnida eunhyuk oppa🙂

  2. Nice FF😀. Ngebayangin jadi Park Yerin enak bener yaaa.. Bisa ketemu sama Lee Hyukjae udh gitu main brg di Lottle World,, kyaaaa..!! Beruntungnya dirimu Yerin-ah.. ^^ btw,, Happy Bornday to our monkey.. ;D

  3. Ternyata yah author yang bikin nie FF emang ultah hari juga…how lucky you are ^^

    Met ultah deh bwt Unyuk dan juga bwt author FF ini….^^

  4. huah ngiri sama si Yerin,cuma mention langsung didatengin.

    coba Eunhyuknya nyanyi,pasti makin bikin gimana gitu. ini aja cukup bikin sy senyum2 sendiri ngebayanginnya. hehehe

    HB buat authornya ya

    • aku juga ngirrriiiiiiiiiiiii…..
      hahaha nanti klo eunhyuk nya nyanyi, yerin pingsan gimana?? wkwk
      makasih banyak onnie..😀

      mkasih yaa udh baca+komen🙂

  5. kok udah ada komen seginiiii..???
    ada yg ketinggalaaannnn..
    makasih buat nana onnie yg bersedia ngasih masukan buat ni ff..
    hadeehh. mulai gaje..
    sekian dan terimakasih😀

  6. hehe…bc ff ni smbl ngayal klo w yg jd yerin..asik asik..#plakk,d lmpar sndal m yg laen#
    Wah,authorny jg ultah y?Saengil Chukae jg y author…

    • iya, kebetulan barengan sama hyukjae oppa, makasih banyak yaa😀

      makasih juga udh baca+komen🙂

  7. miannn baruu mampirr…..!! yah telat nih…. tapi ngga pa2 deh… met milad ya…
    FFnya ngga gaje kok… ini bagusss… bikin senyum2 …

    jadi pingin ke Dufan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s