Born to Belong Together ~Part 3 (FanFic by dierenzitudienaOrenz)

Born to belong together (Part 3)

Author : Dina Amalia ^^orange pumpkin girl^^

Cast: Lee Sungmin, Choi Siwon, Eunhyuk, Yesung, Kim Ryewook, Lee Donghae, Leetuk, Jung Haneul, Ji Hae, Chin Mae, Park Je Kyung, Lee Hyun ri, Choi Ji Yoo

Genre: Romantic, Family, Friendship, Drama

Type: Sequel

Haneul masih berada di ruangan itu. Ruangan dimana baru saja ia mendengar sebuah pernyataan yang membuat dirinya kaget. Puding cokelat yang ada di hadapannya sudah tak ia sentuh lagi, sepertinya ia kehilangan selera untuk menyantapnya. Di hadapannya, seorang pemuda yang bernama Lee Sungmin pun tak kalah kagetnya. Sungmin meraih gelas berisi air dihadapanya lalu meminumnya hingga tak bersisa.

Tuan Lee berkata “Jadi… bagaimana pendapat kalian tentang hal ini?”

Ingin rasaya Haneul meluapkan segala rasa yang ada didirinya saat itu. Namun, Haneul berusaha untuk menahan dan mengontrol perasaanya. Ia menatap pria di hadapannya dan bertanya dalam hati “Mengapa Sungmin sunbae terlihat begitu tenang?… mengapa ekspresinya begitu datar?… ahh, aku memang tidak pernah bisa mengerti apa yang dipikirkan oleh pria?..”

Sedangkan Sungmin, ia ingin sekali marah. Namun ia menyadari hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, malahan justru ia akan dicap sebagai laki-laki yang tidak dewasa. Sungmin melihat ke arah Haneul yang ternyata Haneul pun sedang melihat ke arahnya,, seketika itu Haneul tertunduk. Sungmin bergumam dalam hati ”Kenapa Haneul diam saja?… ia seperti patung yang tidak berdaya?.. bukankah perempuan pada umumnya bawel dan cerewet?… ahhh, aku memang tidak mengerti perempuan”

Melihat Sungmin dan Haneul yang diam seribu bahasa, Nyonya Lee pun bertanya

”anak-anakku… kenapa kalian diam saja?… apa yang kalian rasakan saat ini?… apa kalian merasa kaget?… ceritakanlah dan sampaikanlah pada kami tentang pendapat kalian..”

Kali ini Haneul membuka mulutnya dan berkata

”Appa,, eomma,, Ahjusi,, dan Ahjuma.. sejujurnya.. aku pribadi merasa kaget. Siapa yang tidak kaget ketika tiba-tiba saja aku dijodohkan oleh seorang pemuda yang baru aku kenal sehari yang lalu… dan terlebih lagi, usiaku baru akan menginjak 19 tahun, aku baru saja merasakan dunia kampus”

”Lalu, bagaimana denganmu Minnie?”tanya Nyonya Lee

”Tak beda jauh dengan Haneul, aku pun merasa kaget eomma.. ”jawab Sungmin masih dengan ekspresi datar

”Ne… kami bisa merasakan kekagetan itu, kamipun mencoba mengerti dan memahami perasaan kalian… Tapi, ini sudahlah menjadi wasiat dan ketetapan, tidak bisa dirubah. Oiya, perlu kalian tau.. saat ini, kakek Haneul sedang terbaring di rumah sakit, keadaannya sudah sangat kritis, beliau ingin sekali melihat cucunya menikah sebelum beliau pergi untuk selama-selamanya. Kita tidak akan pernah tau berapa lama beliau akan bertahan hidup, oleh karena itu.. kita tidak punya banyak waktu… pernikahan ini harus segera dilangsungkan.. tidak ada pilihan lain.. ”jelas Tuan Jung

”Mwo?…!!!”ucap Sungmin & Haneul berbarengan

“Appa… aku minta waktu untuk berpikir. Rasa-rasanya pikiranku saat ini sedang kacau, aku tidak bisa berpikir jernih..”ungkap Haneul dengan ekspresi bingung

“Baiklah, kami akan memberikan kalian waktu…”jawab Tuan Jung sambil berdiskusi dengan istrinya, dan Tuan Lee serta Nyonya Lee “Satu minggu…”ucap Tuan Jung.

“Satu minggu lagi, kita akan berkumpul untuk membahas kelanjutan pernikahan ini” lanjut Tuan Jung.

Pertemuan hari itu pun berakhir. Kedua keluarga pulang ke rumah mereka masing-masing.

Apa yang dilakukan Sungmin & Haneul setelah mereka sampai rumah?… Mari kita cari tau.

Di kamar Haneul

Haneul duduk termenung di atas tempat tidurnya. Ia baru ingat bahwa besok ia ada quiz. Ia melangkah menuju meja belajar dan meraih buku yang ada di hadapannya. Ia membuka buku itu dan mulai membacanya. Haneul berupaya keras untuk memusatkan konsentrasinya, tapi.. kejadian yang baru saja dialaminya terus menerus hadir dalam pikirannya. Haneul menutup muka dengan kedua tangannya, tanpa terasa… bulir-bulir mutiara bening mengalir dipipinya.

Entah kenapa ia merasa sedih, marah, kaget, kecewa. Semua perasaan hadir berkecamuk. Haneul pun menagis sejadi-jadinya. Ia terisak. Ia tak tau kenapa ia harus menangis. Rasa-rasanya airmata ini terus menerus mengalir tak terbendung. Ia merasa payah,, ia merasa dirinya begitu cengeng. “Apa yang harus aku lakukan?… eotteokhanya?.. Apakah aku harus menikah dengan orang itu?…”

Di kamar Sungmin

Sungmin menatap sebotol wine yang ada di hadapannya. Tapi, tak seperti biasa. Sungmin mencengkram botol itu dengan kerasnya, hingga akhirnya ia membanting gelas  ke lantai. Sungmin kesal. Ia melangkah menuju meja belajar dan mengambil kunci mobilnya. Sungmin keluar dari kamar. Di ruang makan, terlihat Donghae sedang asik menguyah mie ramen. Ketika Donghae melihat Sungmin menuju garasi, Donghae pun bertanya “Hyung, kau mau kemana?”

Tapi, Sungmin tak menjawab. Donghae pung ngedumel “Aissshh.. dia itu mendengar pertanyaanku atau tidak siii..”

Sungmin menyalakan mesin mobilnya. Ia menginjak gas dengan begitu dalam lalu memacu mobil itu dengan kecepatan tinggi. Sungmin melaju tanpa tujuan yang pasti, hingga sampailah ia pada tepi sungai han.

Sungmin menghentikan laju mobilnya dan melihat ke sekitar. Ia pun keluar dari mobil. Sungmin berjalan selangkah demi selangkah mendekati sungai itu. Ia berhenti tepat di tepi sungai dan memejamkan kedua matanya. Ia berusaha merasakan suara gemericik air sungai itu. Ia membuka matanya dan langsung berteriak “Arrrrrrrggggghhhhhhhhh” Sungmin melakukan hal itu tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Setelah puas berteriak, Sungmin duduk dipinggir sungai Han. Ia melemparkan bebatuan di sekitarnya ke arah sungai. Sungmin berdialog dengan hatinya “Minnie.. apakah ini sudah menjadi takdirmu?… menikah dengan Haneul di usia yang begitu muda?…

“ANDWEEEEEEEEEE….”Sungmin  kembali berteriak

Esok harinya…

Di kampus Seoul National University (SNU)

“Annyeong Haneul-ah…”sapa Ryeowook dengan ceria “Lihatlah.. aku bawa apa untukmu.. taraaaaaaaa…. Orange Juice spesial untukmu..”ucap Ryewook seraya memberikan jus  itu pada Haneul.

Haneul menerima jus pemberian dari Ryeowook dan berkata tanpa ekspresi “Gomawoyo Wookie..”

“Haneul-ah… what happened with u?… are u ok?… wajahmu terlihat pucat, apakah kau sakit?..”tanya Ryeowook bertubi-tubi..

“Gwaenchana Wookie.. mungkin aku hanya merasa kecapean saja..”jawab Haneul

”Apakah kau sedang ada masalah?… mau bercerita padaku?..”tawar Ryeowook

Haneul berpikir sejenak, kemudian ia pun bertanya “Wookie.. aku ingin tau, pada usia berapakah kau akan menikah?..”

”Mwo?… kenapa tiba-tiba kau menanyakan pertanyaan seperti ini?”tanya balik Ryeowook

”Sudahlah… jawab saja..”pinta Haneul

”Hmm,, baiklah… jika kau bertanya padaku kapan aku akan menikah, maka aku akan menikah ketika sudah lulus kuliah nanti. Aku ingin menikah di usia muda, aku ingin anakku kelak usianya tak beda jauh denganku.. ”jelas Ryeowook

”Apakah kau yakin?… ”tanya Haneul

”Ne… aku yakin…”jawab Ryeowook

”Apa yang membuatmu yakin?… sedangkan saat ini saja kau tidak punya Yeoja chingu..” ungkap Haneul

”Memang saat ini aku tidak memiliki kekasih, tapi aku bertekad untuk segera menemukannya..”jawab Ryeowook

”Bagaimana kau bisa yakin bahwa yeoja yang kau pilih itu adalah pilihan yang tepat?..”tanya Haneul

”Emmm,, pertanyaan yang cukup sulit. Yang pasti, aku yakin… setiap orang telah memiliki jodohnya masing-masing”ucap Ryeowook

”Kalo hal itu sih aku tau. Yang ingin aku ketahui adalah bagaimana cara meyakinkan hati bahwa orang yang yang kau pilih itu memang benar-benar jodohmu?”tanya Haneul

”nah itu dia.. akupun tak tau bagaiman caranya,,, ehehehehe…”jawab Ryeowook dengan cengiran.

”huwaaaaa…aku jadi tambah pusing”ungkap Haneul dengan wajah merengut

”Tapi.. tapi… ada yang pernah bilang padaku,, katanya kalo jodoh itu biasanya ada kemiripan. Entah dari segi fisik,, sifat,, kebiasaan, tingkah laku ataupun hobi..”ucap Ryeowook

”Jeongmal?…heeemmm..”Haneul terlihat sedang berpikir

“Haneul-ah sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan saat ini?..”Ryeowook bertanya dengan penuh selidik

“Anio, ini berkaitan dengan masa depanku..”jawab Haneul

“Maksudmu?..”Tanya Ryeowook

“Nanti kau juga akan tau…”jawab Haneul

”Aissshh.. kau membuatku penasaran saja…”ungkap Ryeowook

Di tempat yang berbeda

Di sebuah taman, Sungmin terlihat sedang termenung. Sesekali ia menatap langit lalu menunduk kembali. Tanpa ia sadari, ketiga sahabatnya telah ada di hadapannya.
”Ini dia… ternyata kau ada disini Minnie…”ucap Eunhyuk

“Dari tadi kami mencarimu,, kenapa kau tidak membalas sms atau menjawab telepon kami?..”tanya Yesung

Sungmin masih terdiam. Eunhyuk, Yesung dan Siwon jadi bingung. “Helloooooo Minnie…”sapa Siwon seraya menggerak-gerakan tangannya tepat di depan wajah Sungmin

Sungmin tersadar dari lamunannya dan berkata “Eiiyy.. ternyata kalian ada disini, sejak kapan kalian datang?..”tanya Sungmin

Eunhyuk, Yesung dan Siwon pun melongo. “Bener-bener ni orang…”ujar Siwon ”Sudahlah.. lupakan saja..”lanjutnya

”Minnie, kami ingin berkonsultasi denganmu…”ucap Yesung

”Konsultasi apa?..”tanya Sungmin

”Sebentar lagi kami khan akan menjalani seminar skripsi, nah.. kami sudah membuat slideshow untuk presentasi. Kami ingin meminta pendapatmu, apakah slide show yang kami buat sudah cukup bagus atau belum…”jelas Eunhyuk

“Oh begitu.. Mana slideshownya?”Tanya Sungmin

Eunhyuk, Yesung dan Siwon segera menyalakan laptop mereka masing-masing dan menunjukan slide shownya pada Sungmin. Kemudian, Sungmin dengan seksama memeriksa slide demi slide hasil buatan ketiga sahabatnya itu. Hampir di tiap slide ia berikan komentar dan masukan. Eunhyuk, Yeung dan Siwon pun mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

“Jeongmal Gomawo.. Minnie, master of design,, ehehehe…”ucap Eunhyuk

“Choenmaneyo… semoga seminar kalian sukses yaaa…”ujar Sungmin

“jangan lupa… doakan kami juga…”pinta Yesung

“Pasti…”jawab Sungmin

“Aku ingin sekali Je Kyung bisa hadir di seminarku nanti..”ungkap Siwon

“aku sudah memberitahu Ji Yoo untuk hadir, dan ia pun mengiyakan”ucap Eunhyuk

“Hyun ri juga… dia bilang,, dia akan hadir di seminarku, hahay…”ujar Yesung

“Ne… ne… ne… ketiga sahabatku dengan pasangannya masing-masing..”ucap Sungmin

”Ayolah Minnie… sampai kapan kau akan menjomblo?.. segeralah cari yeoja chingu.. ”ujar Eunhyuk

“Aku tidak akan mencari yeoja chingu,, tapi aku akan langsung menikah..”ungkap Sungmin

“Mwoooooo?…!!!”tanya Eunhyuk, Yesung, dan Siwon berbarengan

“Aisssshh…aku keceplosan..”Sungmin berkata dalam hati

“Ngomong-ngomong…”Sungmin berusaha mengalihkan pembicaraan..”hal apa yang membuat kau..kau.. dan kau…”ucap Sungmin sambil menujuk Eunhyuk, Yesung dan Siwon ”menyukai Yeoja chingu kalian?..”tanya Sungmin

Eunhyuk, Yesung, dan Siwon terlihat berpikir

“Kalo aku… yang pasti,, aku merasa cocok dengan Je Kyung, kehidupan dan latar belakang kami tidak jauh berbeda.. Dia pewaris tunggal perusahaan ayahnya dan juga seorang artis, Jadi kami bisa saling memahami dunia kami”jelas Siwon

“Aku dan Hyun ri dipertemukan dalam sebuah acara Reality Show. Dia adalah salah satu fansku. Pada awalnya aku tak begitu tertarik karna Hyun ri bukan tipe idelalku. Tapi, setelah beberapa lama mengenalnya, ternyata Hyun ri itu sangat istimewa. Belum pernah aku bertemu dengan gadis sepolos dan sehebat dia. Hyun ri berhasil mengimbangi keanehanku dan tentunya dia juga penyayang binatang dan dapat memahami sifat ajaibku”jelas Yesung

”Kalo kau Hyuk?”tanya Sungmin

”Hmm, Ji Yoo itu unik. Dia tipikal perempuan yang tidak mudah ditaklukan. Sangat pekerja keras dan mandiri. Terlihat begitu kuat. Namun, tetap saja.. ia membutuhkan seorang pria sebagai pelindung. Dan akulah orangnya..”jelas Eunhyuk

Sungmin terlihat berpikir. Ia bertanya pada hatinya ”Lalu,, hal apa yang akan membuatnya tertarik pada Haneul?… ia baru saja mengenalnya.. bahkan, ia tidak tau Haneul itu orang yang seperti apa?..”

Kemudian Sungmin berkata ”Bro… aku ingin meminta bantuan kalian.. maukah kalian membantuku?..”tanya Sungmin

”Tentu saja.. asalkan tidak merepotkan..”jawab Eunhyuk

Je Kyung, Ji Yoo dan Hyun ri adalah teman baik Haneul bukan?”tanya Sungmin

”Ne..lalu?”tanya balik Yesung

”Aku ingin bertemu dan berbicara dengan Je Kyung, Ji Yoo dan Hyun ri..”jawab Sungmin

”Untuk apa?”tanya Siwon

”Ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan pada mereka…”jawab Sungmin

”Apa ini ada hubungannya dengan Haneul?..”tanya Eunhyuk

“Begitulah..”jawab Sungmin

“Ehemmm.. jangan-jangan kau suka lagi dengan Haneul?”tanya Yesung

“Dan.. kau meminta bantuan mereka untuk mendekatkanmu dengan Haneul, iyakaaan.. ayo… mengaku sajalah…”ujar Eunhyuk diringi senyuman

“ahahahahaha… ternyata uri Minnie mulai jatuh cinta…”Yesung tertawa dengan puas

“Aissshh.. kalian ini berisik sekaliii..”kesal Sungmin ”Pokoknya pertemukan aku segera dengan Je Kyung, Ji Yoo dan Hyun ri araso?..”tegas Sungmin

”Ne…”jawab Eunhyuk, Yesung dan Siwon

”Bentar ya, aku menghubungi nae Yeoja chingu dulu…”ucap Eunhyuk

”aku juga..”ujar Yesung

”Me too..”kata Siwon

******

Jadwal kuliah Haneul hari ini telah selesai,, ia berniat untuk bertemu dengan ketiga sahabatnya. Ia ingin menceritakan masalah ini dan meminta pendapat mereka. Haneul menghubungi Je Kyung “Yoboseo..”sapa Haneul

“Annyeong Haneul-ah…”sapa Je Kyung

“Kyungie.. apakah aku bisa menemuimu sekarang?”tanya Haneul

“Mianhae Neullie-yah.. aku sudah ada janji dengan Siwon Oppa. Emm,, kau ada perlu denganku yaaa?..”tanya Je Kyung

“Ahh.. anio, yasudah.. kalo gitu.. aku tutup telpon yaaa..”ucap Haneul

”Ne..”jawab Je Kyung

Klik… sambungan terputus

Haneul menghubungi Ji Yoo

”Yoboseo..”sapa Ji Yoo

”Annyeong Yoo…”sapa Haneul

“Neullie-yah…”balas Ji Yoo “Whaeyo?..”Tanyanya

“Apa kau sedang sibuk saat ini?…”Tanya balik Haneul

“Tidak juga… aku sedang menunggu Hyuk Oppa. Katanya ia ingin bertemu denganku hari ini..”jelas Ji Yoo.

“Oh begituuu..”ucap Haneul

“Ada apa cintaku… sayangku… Neullie?”Tanya Ji Yoo

“Aku hanya ingin mendengar suaramu saja…”jawab Haneul

“Aiiihhh.. uri Neullie, do you miss me?.. ahahahaha…”Ji Yoo tertawa

“neomu… neomu… neomu bogoshipoooo…”Haneul ikut tertawa

“Bagaimana kau bisa rindu padaku?.. baru 2 hari yang lalu kita bertemu.. ”ungkap Ji Yoo

”ehhh.. iya juga yaaa…ehehehehe..”ucap Haneul

”Udah dulu ya, Hyuk Oppa sudah datang.. nanti aku telpon lagi yaaa..”ujar Ji Yoo

Klik… sambungan terputus

Harapan terakhir so eun tinggal Hyun ri. Tapi ia agak ragu, bagaimana ia bisa bercerita dengan yeoja sepolos Hyun ri. “ahhh..aku coba sajalah”ucap Haneul
Terdengar nada sambung… begitu lama,, tidak diangkat… Haneul mencoba lagi, kali ini diangkat “Yoboseo..”sapa Haneul

”Yoboseo…”sapa seorang pemuda

Haneul kaget. Kenapa suara Hyun ri berubah jadi suara laki-laki?..

”Ini benar nomernya Hyun ri khan?”tanya Haneul

”Ne… ini nomernya Hyun ri.. ini Haneul yaa?..”tanya laki-laki itu

Bagaimana ia bisa tau namaku?… babo.. khan dilayar hapenya tertulis namaku,, wkwkwkw
”Ne.. ini Haneul, ini siapa yaa?.. Hyun rinya mana?..”tanya Haneul

“ini Yesung. Hyun ri sedang memesan makanan sekarang”jawab Yesung
“Miane Yesung Sunbae, aku tidak mengenal suara sunbae..”ucap Haneul

“Tidak apa-apa..”jawab Yesung

“kalo gitu, aku tutup telpon yaaa…”ucap Haneul

“Oiya.. apa ada pesan yang ingin disampaikan pada Hyun ri?..”tanya Yesung

“Anio.. Gamsahamnida sunbae..”jawab Haneul

Klik… sambungan terputus

“Huft… ketiga sahabatku sibuk dengan urusan mereka masing-masing..”keluh Haneul

Haneul beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah luar gerbang. Ia meninggalkan kampus Namun ia tidak ingin segera pulang ke rumah. Ia melangkahkan kakinya menyusuri pertokoan di sepanjang Myeongdong.

Ia melihat ke sekitar.

Dilihatnya pasangan muda yang sedang bergandengan tangan, ada juga sepasang suami istri dengan anak-anaknya.

Ia juga melihat kakek dan nenek yang sedang bercengkrama dengan riangnya. “Dan pada akhirnya… semuanya akan menemukan jodohnya masing-masing,, lalu bagaimana denganku?”.. apakah benar ia adalah jodohku?..”tanya Haneul.

Haneul berjalan lagi, kali ini ia melangkahkan kakinya menuju bioskop. “Ahhh.. lebih baik aku menonton film saja..”  Haneul melihat list film yang diputar hari itu. Ia memutuskan untuk menonton film animasi, tak lupa ia membeli popcorn dan minuman. ”hmm,, baru kali ini aku menonton sendirian seperti ini…” Haneul masuk teater 3 dan duduk di kursi yang sesuai dengan nomer yang ada di tiketnya. Film pun mulai diputar.

Haneul merasa heran dengan orang-orang disekitarnya, kenapa mereka tertawa?.. menurutnya filmnya tidak lucu sama sekali. Atau memang pikirannya saja yang sedang kacau?.. Haneul menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mencoba untuk menikmati film itu. Tidak berapa lama, Haneul malah tertidur. Ia baru tersadar setelah ada yang membangunkannya. “Nona,, maaf.. filmya sudah selesai..”

Haneul membuka matanya dan terlihat sosok wanita pekerja di bioskop itu “Ohhh.. iyaa..iyaaa.. terimakasih sudah membangunkanku..”

Haneul beranjak dari kursinya dan bergegas pergi dengan menutup mukanya karna malu “aissshh.. kenapa aku bisa sampai ketiduran seperti ituuu?..” Haneul keluar gedung bioskop,, ia kembali berjalan menyuri pertokoan di sepanjang jalan Myeongdong. Tiba-tiba ia teringat “ahaaa.. kenapa aku tidak cerita dengan Chin Mae eonnie saja…” Haneul pun segera menghubungi Chin Mae dan ternyata Chin Mae sedang ada di apartemennya. Tak lama, Haneul sudah berada di apartemen Chin Mae.

“Ada apa dengan adikquwh ini?.. sepertinya sedang tidak dalam kedaaan baik yaaa..” tanya Chin Mae

“Ne Eonnie..”jawab Haneul

“Maukah bercerita pada Eonnie?”tanya Chin Mae

“Eonnie.. apakah kau sudah tau kalo aku dijodohkan?..”tanya Haneul

“Ne… Appa & Eomma sudah memberitahu Eonnie” jawab Chin Mae

“Lalu.. bagaimana menurut Eonnie?”tanya Haneul

Chin Mae mengambil nafas panjang seraya berkata ”Eonnie bisa merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat ini…pasti kau sedang bingung khan…”ungkap Chin Mae

Haneul mengangguk.

”Adikquwh sayang…”lanjut Chin Mae ”mintalah fatwa pada hatimu..”

”Maksud eonnie?”tanya Haneul

”bertanyalah pada hatimu… karna kata hati tak kan pernah berdusta..”jelas Chin Mae

Haneul terlihat sedang berpikir, Chin Mae melanjutkan perkataannya ”adikquwh.. seorang wanita, dia dikatakan telah siap menikah jika telah ranum, seperti apel hijau yang telah memerah. Kematangan dan kedewasaan wanita diperlukan untuk mendidik anak-anak dan memanagement rumah tangga nantinya. Karena keluarga bisa sukses karena wanita, dan bisa hancur karena wanita”

”Benarkah itu?”tanya Haneul

”Ne..”jawab Chin Mae ”Jika ada stigma yang mengatakan bahwa wanita menikah pada usia berapapun itu tidak masalah merupakan stigma yang harus diluruskan. Peran wanita dalam suatu rumah tangga sangatlah besar, diperlukan kesiapan dan kematangan benar-benar dalam berumah tangga.Kesiapan akan melayani suami, mendidik anak, Dalam hal ini, bukan berarti wanita yang siap menikah adalah wanita yang berumur di atas 23 tahun atau di atas 25 tahun. Dewasa dan kemantapan tidak dapat diukur dari faktor usia. Ketika seorang wanita telah bisa mengelola rumah tangga dan menyelesaikan masalah dengan tidak gegabah secara tidak langsung dia bisa disebut dewasa”jelas Chin Mae

Haneul menyimak penjelasan dari Chin Mae dengan seksama. ”Lalu?..”tanya Haneul

”Namun, bagaimanapun juga dalam segi kesehatan, tetap ada patokan usia yang disarankan untuk menikah. Untuk wanita yang menikah pada umur kurang dari 16th, resiko menderita cervicitis dan kanker cervik lebih besar. Hal ini dikarenakan epitel pada vaginanya masih tipis karena perubahan epitel kolumner ke squamus kompleks belum sempurna. Tetapi menikah terlalu tua (>35th) juga tidak save bagi seorang wanita, terutama dalam masalah reproduksi. Pada waktu janin berumur 20 minggu di dalam kandungan ibu, folikel yang telah terbentuk berjumlah sekitar 6-7jt. Kemudian setelah lahir akan berkurang menjadi 1-2 jt. Pada masa pubertas, sel telur menjadi 300 dan 400rb dan ketika masa baligh/ sel telur tau ovum yang tersedia hanya tinggal 400-500 buah yang akan dikeluarkan setiap bulan melalui proses menstruasi.1 ovum akan berkurang setiap bulan. Sekarang coba bayangkan dan hitung. Jika seseorang mulai menstruasi pada umur 13tahun, maka dia akan kehabisan ovum pada (400/12 : 33-35th)kemudian. Selain itu, pada wanita yang >35 tahun, hormon estrogen mulai terjadi penurunan sehingga menyebabkan eptiel vagina menjadi menipis dan keinginan seksual menurun” jelas Chin Mae dengan detail dan amat sangat jelasnya.

”Whoaaa.. kalau tentang reproduksi dan kesehatan wanita, eonniequwh ini emang paling jagonya.. secara fresh graduate dari fakultas kedokteran gitu lohh.. ”ungkap Haneul

”ehehehehe..”Chin Mae tersenyum simpul ”Itulah kenapa, bagi seorang laki-laki yang melangkahi umur 25 tahun masih tenang-tenang saja. Karena memang tidak ada batasan usia laki-laki tidak bisa menghamili seorang wanita. Sampai tua pun, asal masih mampu seorang kakek tua renta pun masih bisa. Berbeda dengan seorang wanita, umur merupakan momok yang harus dikendalikan”jelas Chin Mae

”Emmm,, jadi begitu ya Eon..”ucap Haneul

“Ne..”jawab Chin Mae “Keputusan untuk menikah itu,, Bagaikan mengendarai motor untuk mencapai satu tujuan, apakah kita harus mengebut dan melaju kencang walaupun melewati tikungan yang tajam?? Bukankah seharusnya kita mengendarai dengan hati-hati dan kecepatan yang memungkinkan agar tidak terjatuh di jurang. Mencapai tujuan bukan dengan tergesa-gesa,tetapi perlu dipikir dengan matang agar sampai dengan aman dan selamat”jelas Chin Mae

“Sekarang aku jadi paham.. Lalu,, apakah menurut Eonnie aku sudah siap untuk menikah?”Tanya Haneul

“Mau jawaban yang jujur atau jawaban yang jadi-jadian nii?”Tanya Chin Mae

“aihhh Eonnie,, jawaban yang jujurlah pastinya..”jawab Haneul

“Hmm,, tunggu sebentar.. “Chin Mae terlihat berpikir “Kalo diliat secara kesehatan reproduksi,, kau sudah layak untuk menikah.. tapi,, kalo dilihat dari kematangan berpikir dan kesiapan membangun rumah tangga sepertinya perlu dipertanyakan kembali..”jelas Chin Mae

“Benarkah?..”Tanya Haneul“tapi.. kau tenang saja, kematangan berpikir itu akan terbentuk seiring berjalannya usia pernikahan. Setelah menikah, kau akan lebih banyak belajar,, tentang semua hal. Dan,, tentang kesiapan membangun rumah tangga.. bukankah saat ini sudah banyak bermunculan sekolah pranikah?.. kau bisa ikut sekolah itu untuk mempersiapkan diri menjadi istri yang baik..”jelas Chin Mae

“Jadi intinya Eonnie mendukung aku untuk menikah, begitu?..”Tanya Haneul

“ehehehe.. sebenarnya iyaaa..”jawab Chin Mae “Untuk apa menunda pernikahan jika kau telah bertemu dengan orang yang tepat?.. “Tanya Chin Mae

“Tapi eon, aku baru saja mengenal Sungmin Sunbae.. aku blum tau seperti apa dia,, bagaimana karakternya,, pokoknya aku masih buta sama sekali..”ungkap Haneul

“kau khan bisa mencari tau informasi tentang dia,, dan selain itu proses mengenal dan memahami bisa dilakukan setelah menikah nanti.. itu jauh lebih mengasikan.. kau akan belajar untuk mengerti segala kelebihan dan kekurangannya karna ia telah jadi suamimu..”jelas Chin Mae

“Apa itu juga yang kau lakukan pada Leetuk Oppa?..”tanya Haneul

”Ne..”jawab Chin Mae ”Sampai saat ini pun Eonnie masih terus belajar untuk mengenalnya.. dan proses itu tak kan terhenti sampai akhir usia kita”jelas Chin Mae

Haneul terdiam. Chin Mae mendekat ke arah Haneul dan memeluknya ”Eonnie yakin.. kau cukup dewasa untuk memutuskan apa yang terbaik untuk masa depanmu.. sekali lagi.. mintalah fatwa pada hatimu..”jelas Chin Mae.

Haneul mengangguk dan bulir-bulir mutiara bening lagi-lagi menetes di pipinya ”Jeongmal Gomawo Eonnie..”

”Cuppp.. cuppp.. emm,, kau sudah makan malam belum?.. kita makan bareng yaaa.. sebentar lagi suamiku pulang…”ucap Chin Mae

Dan benar saja, tak lama Leetuk datang. Ia melihat Chin Mae yang sedang bersama dengan Haneul.

”waaahh.. ternyata adik iparku yang cantik sedang ada disini toh..”ucap leetuk

”Annyeong Oppa..”sapa Haneul

”Annyeong Neullie-yah..”balas Leetuk

“Seobang.. tunggu sebentar yaa.. aku akan menyiapkan makan malam..”ucap Chin Mae

”Ne..”jawab Leetuk

”Eonnie.. aku bantu yaaa..”tawar Haneul

”Okehhh..”jawab Chin Mae

*******

Sementara itu.. di sebuah Cafe, ada Je Kyung, Ji Yoo dan Hyun ri yang sedang menunggu kedatangan seseorang. Siapakah dia?…

”Annyeong haseyo..”sapa pemuda pemilik senyum aegyo itu.

”Annyeong sunbae..”balas Je Kyung, Ji Yoo dan Hyun ri.

”Kalian sudah lama disini?..”tanya pemuda itu

“Baru 15 menit yang lalu sunbae..”jawab Je Kyung

“Sudah pesan makanan?..”tanya pemuda itu

”Belum.. kami menunggu sunbae..”jawab Ji Yoo

”Kalo gitu kita pesan makanan dulu yaaa..”ajak pemuda itu

Merekapun memesan makanan

”Sungmin Sunbae, sebenarnya ada perlu apa dengan kami?”tanya Hyun ri

”Aku ingin meminta bantuan kalian..”jawab Sungmin

”Bantuan apa?”tanya Je Kyung

”Bisakah kalian menceritakan sosok sahabat kalian Haneul padaku?..”tanya Sungmin

”Maksud sunbae?”tanya Ji Yoo

”Ceritakanlah tentang Haneul padaku.. Seperti karakternya,, sifatnya,, segala sesuatu tentang Haneul..”jelas Sungmin

”Tapi.. untuk apa?..”tanya Hyun ri

”maaf jika kami lancang.. apakah sunbae suka pada Haneul?..”tanya Je Kyung

Sungmin menggaruk-garuk kepalanya, entah kenapa ia terlihat gugup. ”Bukan itu.. aku hanya sedang mencari informasi tentang dia..”jawab Sungmin

”Ohhh.. aku tau.. pasti ada seseorang yang naksir Haneul dan ia meminta bantuan pada  sunbae untuk menjadi mak comblangnya,, iya khaaann..”tebak Hyun ri

”Bukan juga..”jawab Sungmin

”lalu apa?..”tanya Hyun ri

”Maaf sunbae.. kami tidak bisa menceritakan sahabat kami untuk sesuatu yang tidak jelas seperti ini..”tegas Ji Yoo

”Huft.. bagaimana aku menjelaskannya pada kalian yaaa..”ungkap Sungmin ”Gini deh.. anggap saja ada seorang pria yang akan menikahi Haneul, dan pria itu butuh informasi sejelas-jelasnya tentang Haneul..”lanjut Sungmin

”Menikah?… Haneul mau menikah?..”tanya Hyun ri

”Khan aku bilang anggap saja…”jawab Sungmin

”Emm,, baiklah.. aku akan menceritakan tentang Haneul dimataku..”ucap Hyun ri ”Jung Haneul.. sosok teman yang menyenangkan… ia ramah,, perhatian.. selalu tampak ceria dan bersemangat. Senyumannya tak pernah hilang dari wajahnya”jelas Hyun ri

Ji Yoo berkata ”Jung Haneul juga bisa bertingkah konyol dan kekanak-kanakan. Ia bisa menjadi dewasa disaat situasi menuntutnya bersikap dewasa, namun ia juga bisa memperlihatkan sifat manjanya disaat ia sedang butuh perhatian. Jung Haneul paling tidak suka dengan pelajaran hitungan, ia alergi angka. Oleh karena itu,, ia lebih memilih untuk kuliah di jurusan hubungan internasional. Jung Haneul penyuka buah jeruk sepertinya ia tak bisa hidup tanpa buah yang satu itu..”

Je Kyung berkata ”Jung Haneul.. sosok gadis imut nan mungil dengan wajah cutenya.. tak heran jika banyak pria yang telah jatuh hati dan mencoba untuk memilikinya. Tapi sayang, tidak ada satupun dari pria-pria itu yang berhasil meluluhkan hatinya.. Ia selalu berkata I just enjoying my time being single,, is that wrong?.. Haneul lebih suka menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Cintanya begitu besar bagi orang-orang yang dekat dengannya..”

Hyun ri berkata ”ice cream & cokelat adalah 2 makanan wajib yang tidak bisa terpisahkan dari Haneul”

Ji Yoo berkata ”Haneul paling benci Smoker. Dia seringkali menegur perokok yang merokok di tempat umum. Haneul adalah orang yang suka bercerita, jadi tak heran jika ia sanggup nyerocos dalam waktu berjam-jam. Kelebihannya itu ia manfaatkan untuk menjadi modal sebagai penyiar radio kampus”

Je Kyung berkata”Hobi Haneul adalah hunting tempat-tempat menarik untuk dijadikan obyek photonya. Haneul sangat berbakat dalam hal jepret menjepret, bahkan akupun sering diminta untuk jadi obyek photonya”.

Sungmin mendengarkan penuturan dari ketiga sahabat Haneul dengan seksama, sesekali ia bergumam dan menganggukan kepalanya. Sungmin sedang mencerna pernyataan yang baru saja didengarnya.

*****

Balik lagi ke apartemen Chin Mae

Haneul, Chin Mae dan Leetuk telah selesai makan malam. Haneul pun berpamitan untuk pulang “Eonnie.. Oppa.. aku pamit dulu yaaa.. terimakasih atas makan malamnya yang sangat lezat..”

”Neullie-yah apa tidak sebaiknya kau menginap saja malam ini disini, iya khan jagi?”tanya Chin Mae pada Leetuk

”Ne.. yeobo.”jawab Leetuk

”Anio.. aku masih ada tugas kuliah yang harus aku selesaikan,, mungkin lain kali saja yaa..”ucap Haneul

”Kalo begitu, Oppa akan mengantarkanmu pulang..”tawar Leetuk

”Tidak usah Oppa.. aku naik taksi saja.. Oppa khan baru saja pulang kerja, aku tidak ingin merepotkan. Sudah yaaa.. aku pamit pulang, annyeong..”ujar Haneul seraya meninggalkan Chin Mae dan Leetuk

”Annyeong…”balas Chin Mae & Leetuk

”Ada apa dengan adikmu?.. sepertinya terlihat sedang ada masalah?”tanya Leetuk

Chin Mae pun menceritakan perihal perjodohan itu pada Leetuk.

******

Sesampainya di Rumah mungil, Haneul langsung menuju kamarnya namun dicegat oleh Ji Hae.

”Eonnnnnieeeee… kemana saja dirimu?.. kok baru pulang jam segini?..”

”Eonnie tadi mampir ke apartemen Chin Mae Eonnie..”jawab Haneul

”Jinca?.. Aisssh,, mengapa tidak mengajak aku?..”tanya Ji Hae

”Itu rencana dadakan kok.. ”jawab Haneul

“Eonnie.. aku ingin bertanya sesuatu padamu…”ujar Ji Hae

“Nanti saja yaa.. Eonnie ingin istirahat sekarang…”jawab Haneul

”Andwae.. harus sekarang juga…”tegas Ji Hae

”Heeeeehhh.. kalau kau bukan adikku, sudah aku jadikan Ji Hae panggang…”kesal Haneul

”Ikh waw.. Eonnie sadis…”ungkap Ji Hae “Eonnie.. apakah benar kau akan menikah dengan Sungmin Oppa?..”tanya Ji Hae

“Oalah.. ternyata pertanyaan ini toh..”ucap Haneul. “Aku belum memutuskan akan menikah atau tidak..”lanjutnya

“bagus Eonnie.. aku tidak setuju kalo Eonnie menikah sekarang, apalagi dengan Sungmin oppa. Ihhhh,, ogah rasanya aku iparan sama seung ho si mahluk genit itu…” ungkap ji hae sembari bergidik “Lagipula… eonnie khan masih muda, kenapa harus cepat-cepat menikah?.. masak aja belum becus.. apa kata dunia?…”lanjut Ji Hae

“Ji Hae-yah.. Stop… meledek Eonnie.. sudah yaaa… I’m sleepy now.. Eonnie pengen bobo.. “ucap Haneul seraya meninggalkan Ji Hae

*********

Satu minggu telah berlalu… Inilah hari dimana Haneul dan Sungmin dipertemukan kembali. Kali ini lengkap dengan seluruh anggota keluarga. Ada ayah & Ibu Sungmin beserta Donghae. Ada ayah & Ibu Haneul beserta Leetuk, Chin Mae dan Ji Hae. Mereka semua berkumpul untuk mendengarkan keputusan dari Sungmin dan Haneul.
Tuan Lee berkata “Anak-anakku… satu minggu telah berlalu, kalian pasti sudah memikirkan dan bisa menentukan keputusan khan..”

Sungmin dan Haneul mengangguk. “Baiklah.. kalo begitu,, aku ingin mendengar apa yang ingin disampaikan oleh Sungmin terlebih dahulu”pinta Tuan Lee

**********

Bersambung…

Jawaban seperti apakah yang akan keluar dari mulut Sungmin & Haneul?…

Akankah mereka jadi menikah atau tidak?..

Penasarankah?..

Nantikan part selanjutnya yaaa…

Seperti biasa,, aku tunggu kritik,, saran  dan komentarnya yaaaa… Dengan penuh cinta kuucapkan Gamsahamnida… ^^

10 thoughts on “Born to Belong Together ~Part 3 (FanFic by dierenzitudienaOrenz)

  1. Well…aku mau jadi first reader dan first person who leave a comment ah hihihihihihihi…

    Ehm seperti biasa FF buatan Dina pasti panjang, tapi sekarang diriku sudah mulai terbiasa dan mulai nyaman membacanya hahahahahahaha

    Kalau aku jadi Haneul, aku juga pasti kaget gila pas tahu dijodohin gitu, dan sudah bisa dipastikan aku juga bakalan diem kagak bisa ngomong apa-apa hehehehehe

    Aduh itu pas bagian Chin Mae menjelaskan tentang proses reproduksi, aku jadi kembali mengingat pelajaran biologi yang aku dapet beberapa tahun yang lalu hehehehehe hebat deh Dina bisa menjabarkannya detail banget :p

    Sungmin Jjang deh usahanya buat nyari tahu tentang Haneul, tapi kok Haneul ngga ikutan nyari tahu tentang Sungmin yah hehehehehehe

    Well sebenernya aku udah tahu jawaban apa yang bakalan Sungmin dan Haneul kasih hahahahah *ya iyalah org part selanjutnya dah author kirim ke aku* tapi aku ngga akan kasih tahu yang laen, biar aja para reader penasaran hahahahaha ^^

    • whoaaaaaaaa… teteh jadi yang pertamax… *keprok-keprok* hadiahnya bisa diambil di Pom bensin terdekat *apa deh* kekekeke.. XDD

      alhamdulillah kalo teteh udah mulai terbiasa dgn FFku yang gaje ini…🙂 beginilah author yang amatir, masih belajar untuk menulis dengan baik & benar,, hehehe…

      karena aku suka biologi,, jadinya lancar aja gitu pas ngejelasin tentang reproduksi..🙂

      iyaa nih.. Haneul terlalu pasif,, ga kaya Sungmin yang aktif nyari info..

      hahahaha… Sssstt… keep the next story only for you and me yaa teh… biar reader yang lain bisa main tebak-tebakan tentang gimana kelanjutannya,, hohohoho…

      teteh.. makasiih yaa udah mau baca plus ninggalin jejak di FF ini… *bowing*😀

      • Gimana aq g jd yg pertama, secara aq yg posting dan langsung aq tinggalin komen hahahahaha

        Hehehehehe aq jg masih amatir kok nulisnya, Dina jangan merendah ah :p

        Tpi wajar kok kalo Haneul-nya pasif, toh kl menurut teori dr ortu aq kl cewe itu akan suka dengan calon suaminya walaupun dijodohin karena cewe mikirnya pke perasaan, beda ma cowo yg klo udah g suka ya g suka

        Tenang aja Din, aq g akan bongkar kok cerita lanjutannya gimana, biar reader yg laen penasaran dan tetep baca FFnya Dina hehehehehe

        Sama-sama Dina, kan Dina juga sering banget baca FF aq dan komen di FF aq, jd yah aq jg begitu ^^

        • ahahahahMIN… iyaa juga yaa,, lah wong yang postingin khan teteh..😉

          hu um…venus dan mars memang memiliki cara berpikir yang berbeda. Venus lebih ke perasaan sedangkan mars lebih mengedepankan logikanya.. *berdasarkan buku venus & mars yang aku baca* hehehe..

  2. baca ini nggak sekedar baca kisah perjodohan Sungmin dan Haneul, tp juga kayak baca buku Biologi tentang reproduksi. hahahag

    eaaa,endingnya bikin geregetan.

    lanjutannya jgn lama2 ya🙂

    • hehehehe… hanya sekedar pengingat buat aku pribadi dan juga para reader yang lain kalo hal yg menyangkut ttg reproduksi itu juga merupakan hal yang penting,, hehehe..

      lanjutannya udah dikirim,, tinggal nunggu diposting ajaa..

      Jeongmal kamsahamnida udah mau baca plus ninggalin jejak di FF ini…😀

  3. Klo aq jd c Haneul psti lgsg jawab iya..hehehe!scra nikahnya ama Sungmin gtu,udh imut,manis,pinter,cakep jg..sp yg nolak..*mlai ngayal jd Haneul,plak*

    Klo menurut aq c mgkn mrka bkl setuju ttg perjodohan itu,tp msti ada proses slng mengenal 1sma lain.Bnr tuh kta Onnie klo c Umin mah aktf nyari tau soal Haneul,c Haneulnya mlh diem” aj.
    Tp ttp….di tunggu ya lnjutannya..udh pnsrn🙂

    • hehe…. aku jugaaaaaaaaaaa…😀
      Siapaun reader yang baca FF ini,, boleh koq memposisikan dirinya sebagai Haneul… area bebas berkhayal dan berimajinasi..🙂

      Gomawooo chingu udah baca plus ninggalin jejak di FF ini,, lanjutannya baca juga yaaa,, hihihi..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s