Nomu Nomu Nomu Nomu Saranghaeo Part 2 [FF]

Muaap baru di posting, berhubung baru bisa ke warnet hari ini setelah kemaren langakahku dihentikan oleh hujan yang sukses membuat ku basah kuyub dan terdampar di pos satpam sambil menatap hujan yang kian lama kian membuat ku ingin menangis… (petir plus angin plus sendirian) wkkkkkkkk

Disini ada 2 nama yang mirip tapi emang berbeda,

Heejin : Sohib Vinda yang bekerja di Restoran

Yejin : Sohib Vinda, satu kelas di kampus dengan Vinda.

deg degan banget posting part 2, karena ngga tahu ini bagus apa malah gaje… wkkkkk tapii inilah part 2nya semoga bisa menghibur dan jagan lupa komen yaaaaaaaaaaaaa ^^

Hari ini benar-benar mantap, tadi pagi aku bertemu orang yang benar-benar mirip dengan orang yang selama ini menjadi pencetus untuk berfikir melanjutkan kuliah di Negara gingseng ini. Di kampus pun, aku mendapatkan kabar baik tentang judul yang aku konsultasikan, padahal aku baru tengah tahun pertama disini. Ternyata benar pernyataan dari dosen pembimbing S1ku, tentang penelitian yang aku lakukan dahulu bisa diajukan sebagai thesis, hanya tinggal dimodifikasi sedikit. Setidaknya aku tak perlu sulit-sulit lagi untuk mencari judul.

Hahh indah banget ngga tuh, sambil senyum-senyum sendiri aku mengingat hal-hal tadi pagi.

“Hayo Eonnie kenapa senyum-senyum sendirii?”

Sukses bikin nih jantung megap-megap “Hyaaa, Heosun Awas kau ya!” siap-siap nimpuk serbet.

“Hyaa Heosun sini kau, jangan ngumpet di bawah meja, aku tidak akan menimpukmu!” bujukku.

“Andwe Eonnie aku tidak mau ke sana!” jawabnya dan terpaksa aku yang menghampirinya.

naega micho-micho crazy

Yes Prof, Vinda at here.”

“Vinda bisa kau datang besok ke ruangan saya? Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepadamu.”

“Oke Prof, jam berapa Prof?”

“Jam 10 di ruangan saya, jangan sampai terlambat karena saya harus segera ke bandara setelah bertemu denganmu!”

“Oke Prof saya akan datang, terima kasih Prof dan maaf merepotkan.”

Okay don’t worry and good bye.

Bye.

“Eonnie ada apa?” tanya Heosun.

“Professorku minta bertemuan besok.”

“Ada apa Eonnie?”

“Tidak tahu juga saya, tapi dari intonasi bicaranya tidak ada yang perlu dikhawatirkan sih.”

–000–

Hmm resto kami hari ini tak banyak yang datang tapi banyak sekali yang minta diantar, memang cuaca hari ini lagi tak mendukung untuk keluar. Tapi tidak begitu dengan kami yang ada di resto, delivery order yang awalnya hanya 2 motor, kali ini bertambah 1, aku ikut berkeliling Seoul. Jatahku ke Universitas Perempuan Seoul dan KBS tepatnya dari bagian penyiaran radio.

Dari Universitas tersebut ke lokasi selanjutnya cukup memakan waktu, dan saat itu hujan disertai angin, tapi tetap tak bisa berhenti karena aku membawa pesanan. 30 menit akhirnya sampai dengan membawa kotak besar dan air menetes kemana-mana sukses membuat kantor becek dan di sana sekilas aku melihat beberapa artis, tapi ngga bisa minta foto sama tanda tangan karena harus mengantar makanan.

Setelah bertanya-tanya di lobi, akhirnya aku diantar ke tempat penyiaran radio. Jika tidak diantar, aku bisa menyasarkan diri.

Sayangnya ini bukan jam SUKIRA, saat ini jam 8 lewat sedikit dan Sukira jam 9. Terbesit niat jelek, bilang sama bos kalo ban motor bocor, padahal jadi stalker SUKIRA tapi, lagi-lagi niat tinggalah niat sampai ada sms dari bos yang isinya “Hya! Cepat kembali!”

Ahhh si bos ganggu aja, sambil tergesa-gesa aku  menuruni tangga escalator dan,

BRUK

Sukses jatuh sambil memeluk kotak makanan.

“Kau tidak apa-apa?”

Hahh ya ampun, sapa lagi yang aku tabrak?? Ahhh laki-laki pula, pura-pura pingsan apa??? Ah tidak-tidak, maluuuu maluuu maluu batinku.

“Aku tidak apa-apa kok Hyung,”

Ternyata dia tidak bertanya padaku, untung aku belum menjawabnya.

“Hyaaa kau lagi!!!”

Mendengar laki-laki itu berkata, aku segera menoleh, dan hahhh rasanya aku mau pingsan. Aku bertemu kembali dengan Yesung jadi-jadian, tapi kali ini kenapa ada Eunhyuk jadi-jadian juga?? mimpikah aku? Benarkan mereka asli?

“niga animyeon andwae, neo eobsin nan andwae, na ireoke haru handareul tto illyeoneul, na apado joha” sadar itu bunyi ponselku, rasanya mukaku menjadi merah dan dua orang di depanku hanya bisa tersenyum ngga jelas.

“HYAAAA KAU DI MANAAA?” Teriak bos sampe harus aku jauhkan kupingku dari ponsel.

“NE bos aku segera pulang, sorry, jongmal mianhaeyo.”

“Bukan, bukan itu kami di sini khawatir karena kamu tak membalas sms tadi, oiya di daerah resto anginnya kencang, kau hati-hati ya!”

“Ne bos!”

Setelah aku menutup telepon, aku kembali menghampiri dua orang yang tadi menabrak aku, karena tadi aku sempat menjauh saat menerima telpon.

–000–

Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan perempuan itu lagi. Dan kali ini dia tampak sungguh kasihan

Jeansnya digulung sampai betis, rambutnya basah dan bibirnya yang pucat plus bergetar karena kedinginan, lalu membawa kotak makanan.

Aku bertaruh dia pasti bekerja di salah satu restoran di sekitar sini

Dia menjauh saat ponselnya berbunyi dan betapa bahagianya aku saat mendengar suara dari ringtone itu, tanpa sadar kami berdua senyum-senyum.

Sepertinya bosnya marah padanya, entahlah hanya sedikit yang terdengar olehku.

“Hyung, itu perempuan yang kau ceritakan tadi pagi?”

“Hmm.” Hanyaku jawab dengan anggukan saja.

“Hyung, Sepertinya dia bukan orang Korea. Wajahnya, rambut dan kulitnya berbeda dengan orang Korea.”

“Sepertinya begitu.” Jawabku.

Kata-kata Hyuk menyadarkan aku, perempuan itu berbeda dengan kami.

“Hyung, dia berjalan mendekati kita, aku bertaruh dia mau minta tanda tangan dan foto bersama,”

“Ahh benar Hyuk, dia kan ELF specialy Clouds heheheheheh.”

“Hmmm ya ya ya ya.”

–000–

“Am sorry! really sorry sudah menabrakmu Yesung Oppa dan membuatmu jatuh Eunhyuk Oppa! aku benar-benar tidak sengaja, begitu pula dengan tadi pagi aku juga tidak sengaja. Dan aku juga minta maaf karena tidak mempercayaimu tadi pagi Oppa, dan malah mengatakan kalau aku adalah Gyuri. Maaf sekali lagi maaf!” aku mengucapkan itu sambil gemetar, rasanya aku mau pingsan, perasaan ini capur aduk malu, senang, dingin karena aku kehujanan dan ruangan ini ber-AC yang berakibat badanku gemetar.

“Oiya aku harap kalian berdua tidak menceritakan hal ini dan tadi pagi di SUKIRA maupun di YS dan di SSTP tapi kalau menurut kalian itu bagus untuk diceritakan, tolong jangan detail menceritakan saya. Okey?! Dan kalian berdua tidak ada yang sakit kan?” tanyaku sambil melihat kedua makhluk tampan itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Kalo begitu aku pamit dulu, karena aku masih banyak pekerjaan sama sepertimu Oppa okey! Annyeonghaseyo dan bye.” ucapku sambil melambaikan tangan.

Saat baru berberapa langkah aku menjauh dari mereka, aku ingat akan sesuatu, lalu aku kembali menghampiri mereka berdua. Jujur lucu sekali raut wajah mereka saat aku menghampiri mereka.

Niga animyeon andwae, neo eobsin nan andwae, na ireoke,

“Weo?” jawabku.

“Nuna kau bawa Mantel hujan kan?” tanya Heejin.

“Ne aku bawa, dan aku akan segera kembali” jawabku.

Sambil menjawab telephon dari Heejin, aku membungkuk lalu menjauh dari dua orang tadi.

–000–

Kami berdua cuma bisa terdiam mendengar apa yang perempuan itu bicarakan. Dia bicara sangat cepat dan entah apa yang dia bicarakan, bahasa Koreanya sungguh menyedihkan. Setelah dia pergi kami berdua saling bertatapan. Ditambah dengan adegan dia kembali lagi menghampiri kami, hanya untuk menberikan kartu nama dari restoran tempat dia bekerja.

“Hyung, dia memang aneh.”

“Hmm.” Jawabku.

“Aiss, kenapa dia tidak minta tanda tangan dan foto bersama?? Aishhh.” Ucap HyukJae sambil jalan menuju studio.

–000–

SUMPAH JANTUNG INI RASANYA MAU COPOT DEG DEG SERR. Kaki juga gemeter, hampir pingsan, karena dua makhluk guanteng itu.

Sesampainya di basement aku mengatur perasaanku yang berantakan. Walaupun aku tahu diluar lagi hujan tapi biarlah, aku ingin main hujan-hujanan lagipula aku kan mengenakan mantel.

“Aku datang!”

“Vinda, kau baik-baik sajakan?” tanya bosku.

“Heejin cepat ambilkan handuk!” perintah bos.

“Ne, bos aku baik-baik saja.” Jawabku.

“Tapi kenapa wajah mu merah?”

“Ini handuknya, aku akan minta cheff untuk membuatkan Nuna hot chocholate.” Ucap Heejin.

“Gomawo Heejin-ah.”

–000–

Bangun-bangun banguunn banguuunn

Aku cuman menggerakan tanganku mencari-cari letak alarm, setelah aku matikan aku kembali meraih selimut.

Mata ku terpejam tapi otakku sudah mulai sadar, aku mengingat-ingat apa yang terjadi semalam, saat mulai mengingat kejadian semalam kepalaku mendadak pusing sekali, mungkin efek dari kehujanan dan shock terapi yang aku alami, sampai-sampai aku pulang harus diantar Heejin. Dan Heejin pun membelikan obat untukku dan memastikan aku meminumnya baru dia pulang.

Aku harus berterimakasih dengan Heejin, tapi nanti lah biarkan aku tertelap lagi, hari ini aku hanya akan pergi ke kampus jam 10 dan ke restoran di sore harinya.

–000–

“Hyung, kau mau kemana pagi-pagi begini?” tanya Wookie.

“Aku mau jogging dulu!”

“Hyung aku boleh nitip?? belikan ini!” sambil menyerahkan daftar belanjaan.

“Okey,” sambil menerima dan membaca sekilas,

“Hyaa, banyak sekali Wookie?”

“Hehheheheheheh yah berhubung kita banyak, jadi belanjanya juga banyak dong, mianhae Hyung.”

“Oke aku akan ke supermarket terdekat kalau begitu, tapi kau harus menemaniku!”

–000–

Pagi ini aku sudah rapi, setelah tadi aku tidur lagi rasanya badanku segar kembali, saat aku mau berangkat ke kampus, ternyata Heejin sudah ada di depan kontrakanku

“Nuna, akan aku antar kau ke kampus, oke!”

“Whuaaa…. baru saja aku mau telepon Yejin tuk menjemputku, tapi kau sudah ada di sini. Ngga pake ngebut ya, aku belum telat kok!”

“Oke Nuna!”

“Nuna, gimana kau lebih baikan sekarang?”

“Aku merasa segar, gomawoyo Heejin~ah.”

–000–

Aku tidak jadi lari pagi, yang ada aku pergi naik mobil buat membeli kebutuhan drom untungnya aku tak sendirian, Wooki bersamaku, dia lagi sibuk mengenakan maskernya.

Saat lampu merah, aku seperti melihat perempuan yang tidak asing, tapi aku lupa melihat dia dimana.

“Lihat perempuan itu!”

“Yang mana Hyung?” tanya Wookie

“Itu yang sedang tertawa, yang naik motor!” sambil menunjuk.

“Cantik Hyung, kenapa memangnya??”

“Buka kacanya!”

“Weo Hyung?” sambil membuka kaca sisi Wookie.

Saat Wookie membuka kaca jendela mobilku, dan perempuan itu pun menoleh ke arahku, baru aku sadari siapa dia.

–000–

Sepanjang perjalanan, kami berdua mendengarkan lagu dari ponselku menggunakan earphone, satu di kupingnya dan satu lagi di kupingku, sepanjang jalan kami bernyanyi dan kadang main tebak-tebakan judul lagu, dan saat lampu merah, entah mengapa aku merasa ada yang memperhatikanku.

“Heejin-ah kok sepertinya ada yang memperhatikan kita ya?”

“Ah masa sih Nuna?” sambil celingak-celinguk, “Mungkin hanya perasaan Nuna saja! Ayo cepat tebak judul lagu ini apa?”

Namun aku sudah tak mendengar suara Heejin lagi, karena aku menangkap sosok yang memperhatikan kami, tidak, lebih tepatnya aku, matanya nampak heran melihatku, dia adalah orang yang kemarin aku temui kali ini dia tidak bersama Eunhyuk, tapi bersama Ryeowook. Dan aku terpanah namun aku hanya menundukan kepalaku, karena lampu merah sudah berubah menjadi lampu hijau.

–000–

“Hyung, lampunya sudah Hijau! HYUNG cepat jalan sudah diklakson dari mobil belakang!!!” seru Wookie.

“Ah iyaa, maaf!”

“Hyung, kalian saling kenal ya? dia itu siapa Hyung? Kenal dimana?” dengan wajah penuh kecurigaan Wookie terus saja bertanya.

“Hya, kau berisik sekali! Aku jadi sulit berkonsentrasi menyetir nih!” Jawabku

“Hyung jawab cepat..! Ah Hyung kau sempat mendengarkan Young Street semalam?”

“Ah aku tak sempat mendengarkannya, apa Hyung membicarakan tragedi pasar itu?” jawabku.

“Sedikit Hyung, tidak banyak, hanya sekilas.” Jawab Wookie sambil membetulkan letak maskernya yang ternyata terbalik.

“Hah untungnya.” Jawabku.

“Hyung cepat katakan siapa perempuan tadi? Hyung kau harus cerita nanti saat sampai!”

“Hmm.” Jawabku singkat

Pikiranku melayang mengingat kejadian tadi, aku memang belum pernah mengenalnya walupun kita sudah tiga kali bertemu. Dan pertemua kali ini sungguh diluar dugaan. Kali ini ia tampak berbeda dari semalam. Dia terlihat lebih menarik dibanding semalam. Sungguh aku sangat penasaran.

“Kalau kau tak juga menjawabku, akan aku goreng kura-kuramu itu!!” bisik Wookie tepat di telingaku, dalem dan membuat aku kaget mendengarnya.

“Hyaa sekali kau sentuh anak-anakku, akan aku sentuh piltrummu semalaman!” ancamku balik, sambil mengambil troli.

“Habis Hyung tak menjawab pertanyaanku dari tadi, ditanya mau ramen rasa apa, diem, ditanya mau ayam atau daging, diem juga. Huff!”

“Hahahaha mianheo Wookie.” Jawabku sambil mendorong troli.

“Perempuan tadi siapa Hyung?”

“Itu Park Gyuri”

“Hah masa?”

“Gyuri yang aku temui di pasar kemarin pagi dan semalam di studio.”

“Benarkah Hyung, wow jadi karena perempuan tadi kau menyuruhku membuka kaca jendela, padahal  kau bisa membuka jendela lewat pintumu, karena perempuan itu aku dicuekin?”

“Hya berhenti kau meledek Hyungmu ini, atau akan aku turunkan kau di tengah jalan nanti saat kita pulang!”

“Tapi Hyung sepertinya dia sudah punya kekasih.”

Pernyataan Wookie terakhir membuatku kembali mengingat kejadian tadi, aish sebenarnya apa yang terjadi padaku. Kenapa aku harus bertemu dengan perempuan itu lagi, sungguh membuatku pusing.

–000–

Thank you very much Prof. am really-really happy, Ini benar-benar DAEBAK. Prof, terima kasih banyak, ini adalah pengalaman pertama saya untuk mengikuti seminar mahasiswa tingkat internasional.”

“Nanti anak laki-laki saya yang kuliah disana akan menjadi pemandumu, jadi kau tak perlu khawatir dan takut tersesat.“

“Oh putra dari Prof kuliah di sana? Apa saya tidak merepotkan?”

“Hmmm tentu saja tidak, anak laki-laki saya juga mengikuti seminar tersebut, bahkan saya mendapatkan kabar ini selain dari pihak kampus juga dari anak saya. Mungkin dari seminar ini ada sedikit kaitannya dengan judul yang kemarin kamu konsultasikan. Kamu bisa lega karena anak saya fasih berbahasa inggris dan dia juga laki-laki yang sopan.” sambil mengedikan matanya ke arahku.

“Okee, ini akan menjadi pengalaman saya yang luar bisa Prof!”

–000–

Sampai di Dorm setelah lelahnya kami berbelanja, aku merebahkan badanku di kasur, namun aku tak bisa tidur, wajah perempuan itu terus bermain-main dipikiranku, seakan-akan dia tidak rela aku beristirahat. Ini adalah ke tiga kalinya kami bertemu, dan terlalu dini tuk menyimpulkan. Mungkin aku hanya penasaran, karena aku bertemu tiga kali dengan situasi yang berbeda. Dan pertemuan kali ini tampaknya dia sudah punya kekasih.

“Hyung cepat kau mandi, 1 jam lagi kita ada latihan!!” teriak Wookie

“Ne!” jawabku, sambil membawa handuk menuju ke kamar mandi, namun aku tertahan karena lagi-lagi Kyu mendahuliku, lalu aku beralih duduk di ruang TV bersama HyukJae.

“Hyung, Kau sudah mencoba menelpon restoran itu???” tanya Hyukjae.

“Belum, memangnya kenapa??”

“Ahh sungguh aku sangat penasaran dengan perempuan itu!” (ujar Hyukjae) sambil membuka Hpnya.

“Hya apa yang kau lakukan?”

“Menelpon restoran itu lah.”

“Hya jangan!!” larangku.

“Weeoo Hyung???”

“Tidak, tidak apa-apa.” dalihku sambil pura-pura menonton TV dan mengambil cemilan di meja.

“Aaaaaa mengaku lah Hyung!!!”

Aku tak bisa menjawab, aku hanya terus mengunyah.

“Aaaaa wajahmu merah Hyung, aish, sepertinya restorannya belum buka!!! Tidak ada yang mengangkat!!”

“Hahh, untunglah.” ujarku sambil menghela napas lalu pergi ke kamar mandi.

“Hyaa Kyuu cepat mandinyaaaa!” teriakku.

“Akhirnya Hyung kita yang satu ini sedang galau karena perempuan.” teriak Hyukjae yang langsung aku sambit pake handukku!!!

“Hyung, perempuan itu sudah mempunyai kekasih!” teriak Wookie dari dapur.

“HAH, yang benar kau?”

“iya, tadi kami bertemu, dan itu yang membuatnya semakin galau hahahahahahahaha.”

“Aishh, sudah ku duga kalau perempuan itu pasti sudah punya kekasih, kau terlambat Hyung!” ucap Hyukjae.

–000–

Sepertinya restoran benar-benar kedatangan orang penting, aku, Heosun, Heejin dan para pegawai lain pun terkejut saat bos bilang kalau dilarang foto-foto dan merekam. Si bos tetep ngga mau kasih tahu, beliau cuman senyum-senyum sendiri.

“Bos, ada yang ingin saya bicarakan??”

“Ya Vinda silakan, apa yang ingin kau bicarakan?”

“Gini bos, 4 hari dari hari ini saya mau izin selama 3 hari, bisakah bos?”

“3 hari?? Ada apa vinda??”

“Saya sedang ada study ke KIST di sana selama 3 hari, diizinkan ya bos! Please bos, izinkan saya…” dengan memasang muka memelas.

“Nanti akan saya pikirkan dulu, sekarang segera siap-siap tamu istimewa kita akan segera datang!”

“Oke Bos.”

Bersambung di part berikutnya ^^

Komen yaaaaaaaaaa … aku tunggu lohh…

wkkkkkkkkk…..

terima kasih buat nana… yang udah mau di bikin snewen ama cerita ini kekekekekekekee

21 thoughts on “Nomu Nomu Nomu Nomu Saranghaeo Part 2 [FF]

  1. Onnie….ternyata ada beberapa bagian yg diilangin dan ada beberapa bagian yg baru yah.

    Well tapi kok tetep yah ada typo dan ada yang ngga pake tanda baca huhuhuhuhuhu (╥﹏╥) padahal kan kemaren dah nana bantuin benerin…..

    Sebenernya nana pengen nyebutin typo dan penulisan yg harusnya dibenerin sekarang, tapi apa daya nana sekarang lagi OL pke hape, tapi ntar malem nana cba OL pke laptop deh dan benerin lagi….^^

      • Boleh banget atuh Onnie ngga ada larangannya sama sekali hihihihihi

        Well sekarang adalah saatnya nana menyebutkan dimana kesalahan penulisan yang masih nana temukan…

        1. “Oke Prof, jam berapa prof?” itu kata Prof-nya kenapa ngga huruf kapital??

        2. “Eonnie ada apa?” tanya Heosun tanda bacanya mana yah??

        3. Jatah ku penulisan jatah ku itu seharusnya disatuin aja, Onnie masih banyak nulis kata-kata yang diikuti kata ‘ku’ dengan cara di pisah, padahal sebenarnya di satuin aja coba Onnie check ulang.

        4. penulisan nama orang harus di awalin sama huruf kapital. check ulang deh Onnie, soalnya nana menemukan ada nama orang yang masih diawali dengan huruf kecil.

        5. “mungkin hanya perasaan Nuna saja!! Ayo cepat tebak judul lagu ini apa???” setiap awal kata yang ada di dalem tanda kutip pake huruf kapital

        6. “Hyung, lampunya sudah Hijau!” HYUNG cepat jalan sudah di klakson dari mobil belakang!!! Seru Wookie. mungkin itu harusnya gini : ““Hyung, lampunya sudah Hijau! HYUNG cepat jalan sudah di klakson dari mobil belakang!!!” seru Wookie.

        7. “Hyung jawab cepat..!” ah Hyung kau sempat mendengarkan Young Street semalam?” mungkin ini harusnya gini : “Hyung jawab cepat..! Ah Hyung kau sempat mendengarkan Young Street semalam?”

        8. ‘bahkan aku mendapatkan kabar ini selain dari pihak kampus juga dari anak saya’ kenapa bukan anakku? kan dari pertama Professornya ngomongnya aku bukan saya

        nah masih banyak kan hihihihihihi mian yah Onnie kalau nana terlihat terlalu cerewet sama tulisan Onnie, soalnya nana pengen tulisan Onnie bisa semakin bagus ^^

  2. Internet kantor hr ini sangat lemotttt!!! *aaarrrggghhh*..
    Gpp kan ya curhat dikit..

    Okay ini, udh baca,, dan hahahahahaha,.,.Ini knp si cewe ini clumsy bnr ya?? Karakternya bnr” khas cewe korea bgt.. hihihi..
    Tp over all saya makin suka,,

    Akan lebih suka lagi klo part selanjutnya makin cepat,,hahahaha ^^

    • bearti aku pas dung buat jadi orang korea ??? wkkkkkkkkkk

      thank youu onieee

      part berikutnya… masih belum aku betulin alias belum di edit lagi semenjak dari nana… senewen saia liat tulisan jadi warna biru semua wkkkkkkkk

      • hihihihihihihi mian yah Onnie dah bikin Onnie senewen, nana mendingan kali pake warna biru semua, coba kalo Anna Onnie yang ngedit, bisa dirubah pake warna merah semua dan dijamin tambah senewen deh :p

      • Bkn kmu.. *hadeeh lagi” virusnya phennda nular*
        Hahahhaha.. Yaudh gpp.. Semangat ya ngerjainnnya..

  3. Yesungnya jaim yaa. sok2 nggak peduli gitu.hahaha

    masih ada typo beberapa.jg penggunaan tanda kutipnya Onnie,ada yg masih dialog tp udah ditutup🙂

    Semangat ngelanjut ya Onnie..
    yg cepet part 3nya. hehehe :p

  4. Di kalimat ‘ Dan tenang saja anak saya fasih berbahasa inggris. . Bla.. Bla.. , dan saya yakin.. Bla bla’

    Harusnya bisa jd gni..
    ‘kmu bisa lega karena anak saya fasih berbahasa inggris dan dia jg laki-laki yang sopan’ sambil mengedikan matanya ke arahku.

    Saran aja ini siy.. Hehehe

  5. ngerasa heran, kok kura2 g prnah ketinggalan di ff yg main castnya yesung ya??
    wkwk

    lanjutkan onnie..!!😀

  6. Eonnie… FFnya makin seruuuu…:D
    hebat euy Vinda Eonnie berhasil membuat seorang Cloud Prince menjadi pria galau,, hahahaha…

    di FF ini banyak banget YeWook Moment..🙂 suka deh liat keakraban yang aneh antara Bang Yes sama Wookie Oppa…😉

    Kura-kura goreng?… kira-kira rasanya kek apa tuh yaa?…

    penasaran.. itu tamu istimewanya siapa yaa?… Super Juniorkah?…

    trus anaknya Profnya itu Siwon oppa bukan yaa?.. *asal nebak aje* kekeke…

    okelah.. aku tunggu kelanjutannya yaaa..😀
    smangat eonnie..

  7. onnie..
    lagi asyiik baca eeh udah bersambung aja.
    penasaraaaaann
    ayo semangat lanjut🙂

    ntar siwon muncul ga onn di part berikutnya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s