Born To Belong Together – PART 1 (FanFic by dierenzitudienaOrenz)

Author: ^^dierenzitudienaOrenz^^

Cast: Lee Sungmin, Choi Siwon, Eunhyuk, Yesung, Kim Ryewook, Lee Donghae, Leetuk, Jung Haneul, Ji Hae, Chin Mae, Park Je Kyung, Lee Hyun ri, Choi Ji Yoo

Genre: Romantic, Family, Friendship, Drama

Type: Sequel

Annyeong haseyo chingudeul…

^^diena orenz is here^^

Salam kenal semuanya… Ini FF sebenernya udah pernah diposting diblog Fanfiction yang lain,, tapi mau coba diposting disini juga…

Happy Reading… ^^

Sebelumnya perkenalan sama castnya dulu yaaa..

Let’s cekidot…

Lee Sungmin

Seorang mahasiswa tingkat akhir di Seoul National University. Saat ini, Sungmin sedang menempuh ujian untuk Seminar & sidang skripsinya. Sungmin adalah anak pertama dan mempunyai satu orang adik laki-laki yang bernama Donghae. Sungmin merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dan juga populer di kampusnya.

Jung Haneul

 

Seorang mahasiswi tingkat 1 di Seoul National University. Haneul baru saja beberapa bulan ini menjalani aktifitasnya sebagai seorang mahasiswi.

Hanuel adalah anak kedua. Haneul mempunyai seorang kakak perempuan dan adik perempuan. Cheerful dan full of spirit, sangat friendly terhadap siapapun, itulah Haneul. Senyum khasnya tak pernah ragu ia tampakkan pada orang-orang yang ia temui. Hobinya adalah bercerita, tentang apapun. Tentang yang ia alami dalam kehidupannya,, tentang apa yang ia rasakan.

Next…

Choi Si won

Termasuk Mahasiswa tingkat akhir di Seoul National University. Seorang aktor muda berbakat.

Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

 

Mahasiswa tingkat akhir di Seoul National University. Seorang Dancer dan juga Rapper dari sebuah boyband terkenal. Walaupun Eunhyuk sudah menjadi orang terkenal, ia tetap humble dan down to earth.

Yesung

Merupakan Mahasiswa tingkat akhir di Seoul National University. Seorang Lead vocal di sebuah boyband. Hobinya tentu saja berhubungan dengan musik. Dari mulai mencipta lagu hingga mengaransemennya. Ia pun piawai memainkan berbagai alat musik.

Park Je Kyung

 

Merupakan sahabat Haneul sejak mereka bersekolah di Taman kanak-kanak. Je Kyung adalah seorang wanita yang tomboy, cuek, namun teguh dengan pendiriannya dan juga seorang pekerja keras. Je Kyung juga merupakan mahasiswi tingkat 1 di Seoul National University.

Choi Ji Yoo

 

Fashionable,, feminim,, itulah Ji Yoo. Seorang aktris pendatang baru. Ji Yoo juga mahasiswi tingkat 1 di Seoul National University.

Lee Hyun ri

 

Pure Baby,, itulah julukan yang disematkan pada Hyun ri oleh ketiga sahabatnya. Itu dikarenakan karakternya yang polos dan lembut. Melakolis sejati. Hyun ri termasuk mahasiswi yang cerdas. Pada saat SMA ia mengikuti kelas akselerasi sehingga ia bisa lulus lebih cepat dari waktunya. Oleh karena itu,, Hyun ri merupakan yang termuda diantara ketiga sahabatnya.

Lanjut…

Adik laki-laki Sungmin yang bernama Donghae.

Berbeda dengan kakaknya yang tegas, Donghae merupakan sangunis yang slengean. Sifatnya yang ceria dan mudah berbaur dengan siapapun membuatnya menjadi orang yang disenangi banyak kalangan. Namun tak jarang Donghae pun suka berbuat ulah yang membuat Sungmin jengkel padanya.

 

 

 

Chin Mae

 

Kakak dari Haneul. Sosok kakak yang dewasa dan perhatian. Chin Mae telah memiliki suami yang bernama Leeteuk.

 

Ji Hae

 

Adik dari Haneul. Sifat Ji Hae tak jauh beda dengan Hanuel. Yang membedakan adalah,, Ji Hae lebih pecicilan. Hobinya jingkrak-jingkrak ga jelas dan membuat kegaduhan. Namun, ada satu kelebihan pada diri Ji Hae yang tak dipunya Haneul yaitu Ji Hae bersuara merdu. Cita-cita Ji Hae adalah ingin menjadi penyanyi terkenal.

Nahhh… ada 1 lagi cast yang tak kalah penting,, siapakah dia?…

Dia adalah Kim Ryewook

 

Ryewook adalah teman satu kelas dan satu jurusan Haneul di Seoul National University. Ryewook berkenalan dengan Haneul pada saat mereka sama-sama dihukum pada saat masa perkenalan mahasiswa baru. Kedekatan antara Haneul dan Ryewook pun mulai terjalin. Dalam waktu yang singkat,, Ryewook telah menjadi sahabat Haneul.

Nah… kira-kira itulah cast yang akan berperan di FF ini,, jika nanti ada penambahan cast,, akan diberitahukan di part-part selanjutnya.

Synopsis

 

Born to belong together menceritakan tentang orang-orang yang telah ditakdirkan untuk bersama. Namun,, untuk menjemput takdir itu ternyata dibutuhkan sebuah usaha dan perjuangan yang tak mudah. Bukankah setelah perjuangan yang sulit maka qt akan mendapatkan sebuah hasil yang manis?…

Bagaimana perjuangan orang-orang ini dalam menjemput takdir mereka?.. Hal apa saja yang akan terjadi?…  Akankah mereka benar-benar mendapatkan hasil manis dari perjuangannya?…

Sekian Synopsis yang bisa disampaikan.

Lanjut langsung ke ceritanya yaa…

Di sebuah rumah di kota Soeul

Pukul 06.00 pagi waktu setempat

“Eonnie… ayo banguuuunnn… hari ini giliran Eonnie yang masak sarapan,, aku sudah lapar niiihh… “teriak seorang gadis yang mengenakan seragam SMA.

“Ish… bisa tidak kau tak berteriak tepat disebelah kupingku,, kau pikir aku tak bisa mendengar apa?…” kesal wanita yang memakai piyama.

“Dari tadi aku sudah mengetuk pintu kamar eonnie berkali-kali,, tapi tak ada respon. Aku juga sudah berusaha membangunkan Eonnie dengan cara halus,, eonnie masih saja anteng tertidur,, masih untung aku tidak menyiram eonnie dengan seember air” jelas wanita berseragam SMA yang ternyata adalah Ji Hae.

“Kau tau tidak?… aku baru tidur jam 3 pagi” ucap wanita yang memakai piyama sambil mengucek-ngucek matanya.

“Siapa suruh Eonnie tidur jam 3 pagi?” tanya Ji Hae

“Aissshh… entah sudah keberapa kalinya aku menjelaskan padamu Ji Hae-ya,, Eonniemu ini… JUNG HANEUL adalah mahasiswi yang berkuliah di Universitas paliiiingg favorit seantero Korea. Karna aku berkuliah di Seoul National University,, maka konsekuensinya adalah aku harus berusaha belajar dengan sebaik-baiknya dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Dosen-dosenku dengan tepat waktu, araso…”

“ara..” jawab Ji Hae “Tapi… tetap saja,, hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak membuat sarapan. Eonnie harus belajar untuk mengatur waktu dengan baik,, bagaimana kalau Eonnie sudah menikah nanti?… Kasian sekali pria yang jadi suamimu.. lihat saja sekeliling kamar ini.. buku dan kertas beterbaran dimana-mana,, seperti habis terkena bom atom saja…” lanjutnya.

“Ji Hae-ya,, adikku sayaaang yang paling bawel,, cukup sampai disini saja pidatomu hari ini.. Eonnie akan segera membuat sarapan dan 1 hal lagi,, siapa juga yang mau menikah dalam waktu dekat?… Dasar bocaaaahh..” ucap Haneul sambil mencubit kedua pipi Ji Hae dan ngeloyor pergi.

Begitulah aktifitas keseharian yang dilalui oleh kakak beradik itu. Di rumah mungil itu, mereka hanya tinggal berdua. Tidak ada pembantu, apalagi supir. Ji Hae dan Haneul mengerjakan pekerjaan rumah dengan berbagi tugas. Hal ini mereka lakukan karna Ayah dan ibu mereka sedang dinas ke luar kota untuk jangka waktu yang cukup lama.

Di sebuah dapur mungil *entah kenapa author suka kata mungil,, mungkin karna authornya mungil kali yaaa.. dejiiigg* :p/abaikan..  terlihat Haneul sedang asik mengaduk-ngaduk berbagai bumbu masak dan mencampurnya menjadi satu. Dengan wajah yang masih mengantuk dan rambut acak-acakan, Haneul tetap merasa percaya diri dengan apa yang sedang ia masak. Entah bagaimana rasanya, qt tanya saja pada Ji Hae, dan ternyata… eng ing eng…

“Eonniiiiiieeee…” pekik Ji Hae. “Asiiiinnnn…” lanjutnya. “yang aku makan ini nasi goreng omlet atau lautan garam siii?… Huft” keluh Ji Hae sembari memonyongkan bibirnya.

“Masa sii?”tanya Haneul dengan ekspresi tak berdosa. “Tadi aku masukan garam secukupnya koq…”

“Secukupnya menurut versi Eonnie segimana?… satu bakul maksudnya?..” ketus Ji Hae

”Coba sini aku cicipi” ucap Haneul seraya menyuapkan nasi itu ke mulutnya. Tanpa perlu dikomandoi,, Haneul menghamburkan nasi itu kehadapan Ji Hae dan berkata “Benar,, asin banget ini… Jeongmal Mianhae Ji Hae-ya. Aku ganti menu yaa.. kau mau makan apa?..”

”Selalu seperti ini…” ungkap Ji Hae.”huhuhuhu.. aku jadi kangen masakan Eomma. Jeongmal Bogoshipo…” tuturnya. “Eonnieku sayaaaang… kapan kau akan bisa memasak dengan baik dan benar?… Kali ini aku benar-benar yakin dan merasa kasihan dengan orang yang jadi suamimu kelak” lanjutnya.

Haneul hanya memperlihatkan senyumannya ketika mendengarkan penuturan Ji Hae. Setelah itu Haneul berkata “Ji Hae-ya,, aku akan membuktikan padamu… Suatu hari nanti,, aku akan bisa memasak dengan enak,, lihat saja…!!!” ucap Haneul dengan semangat berapi-api.

”Ne… aku tunggu janjimu” lirih Ji Hae.

“Sebagai permintaan maafku,, nanti malam qt makan di luar yuuk… Eonnie yang traktir,, kamu bebas mau makan apa saja” ucap Haneul

”Kalo Cuma makan doang aku ga mau. Aku maunya ditraktir ke salon plus shopping” jawab Ji Hae

“Ngeiikk… ni bocah bikin senewen aja. Ke salon plus shoppingnya lain kali saja yaaa… banyak tugas yang musti Eonnie kerjakan,, coba mengertilah adikqu…” rayu Haneul

“Haiiiaaah… yasudahlah..” ucap Ji Hae sembari pergi meninggalkan Haneul

“Eiits… kau mau kemana?” tanya Haneul

“Kemana lagi selain ke sekolah?” tanya balik Ji Hae

”Kau tak sarapan dulu?”tanya Haneul

“Nanti aku sarapan di kantin sekolah aja, rasanya lebih terjamin” ucap Ji Hae

“Kenapa tidak dari tadi saja,, jadi Eonnie khan tak harus repot-repot memasak untukmu” ucap Haneul

“Eonnieeeeee….” jerit Ji Hae dengan mengerutkan mukanya.

“Hehehehe… becanda koq,, sudah sana berangkat. Met belajar adikquwh sayaaang…” ucap Haneul

Tak lama kemudian Haneul telah kembali ke kamarnya dan membereskan benda-benda miliknya yang berserakan tak beraturan. “Hmm,, pantes saja Ji Hae berkata seperti itu,, ternyata kamarku memang benar-benar berantakan,, kekeke…” ungkap Haneul dengan senyum simpulnya. Setelah selesai membereskan, iapun bergegas untuk bersiap pergi ke Kampus terfavorit di Korea, Seoul National University (SNU). Ketika sedang menata rambutnya, handphone So eun berdering. Terlihat di layer hapenya sebuah nama “Kim Ryewook”.

“Yoboseo…”sapa Haneul

“Haneul-ah…”sapa seseorang yang tak lain adalah Ryewook

“Wookie…” balas Haneul

“Neullie… kau tidak lupa khan kalo hari ini qt ada agenda yang sangat amat penting” ucap Ryewook

“Tentu saja,, aku tak kan lupa…” jawab Haneul

“Apakah kau sudah siap?” tanya Ryewook

“Siaaaapppp” jawab Haneul mantap “Semua persyaratannya juga sudah disiapkan. Bagaimana denganmu?”

“Aku juga siaaaapp… ” jawab Ryewook

“Yasudah,, ketemu di kampus yaaa.. c u wookie…” ucap Haneul

“C u Neullie..” balas Ryewook

Haneul memutus sambungan teleponnya dan bergegas mengambil tas dan tumpukan buku yang akan dibawanya menuju kampus. Haneul berjalan meninggalkan rumahnya menuju halte bis. Beberapa menit kemudian bis yang ditunggunya pun datang, seperti sudah diprediksi sebelumnya, Haneul yakin ia tak akan kebagian tempat duduk. Tapi bukan Haneul namanya jika ia tidak bisa mengatasi situasi seperti itu. Haneul sudah terlatih sejak kecil untuk bisa berdapatasi dengan angkutan umum seperti bis. Karna, ayah dan ibu Haneul tidak pernah mengizinkan anak-anaknya untuk berangkat sekolah dengan menggunakan kendaraan pribadi. Hanuel, Ji Hae dan juga Chin Mae sudah terbiasa berangkat dan pulang sekolah dengan menggunakan jasa angkutan umum.

Sesampainya di kampus, Haneul terus melangkahkan kakinya menuju Fakultas ilmu sosial dan politik. Ruangan demi ruangan dilewatinya dan sampailah ia pada kelasnya, ruang kuliah jurusan Hubungan Internasional angkatan 2010. Sudah cukup banyak mahasiswa yang hadir, termasuk seseorang yang sedang duduk di baris kedua dari depan. Haneul berjalan menghampirinya dan berkata “Wookie.. Annyeong…”

“Annyeong Neullie…” balas Ryewook

Merekapun larut dalam percakapan seputar kampus, info terkini tentang dunia kemahasiswaan, sampai ke urusan tugas yang menumpuk dan sulitnya mendapatkan nilai dari dosen. Begitulah dunia mahasiswa. Walo begitu, Haneul, Ryewook dan juga mahasiswa HI lainnya terlihat sangat menikmati dunia mereka. Dibalik rasa lelah mengejar nilai, masih terselip sebuah senyuman tanda bahagia.

Di depan kelas, terlihat dosen sedang menyampaikan mata kuliah  Ekonomi Politik Internasional. Mata kuliah yang membahas pemahaman dasar tentang hubungan antar negara bangsa dilihat dari aspek ekonomi politik internasional. Pembahasan tersebut meliputi dasar-dasar pengetahuan tentang perdagangan internasional, dan ekonomi moneter internasional (termasuk pemahaman tentang struktur, proses dan dinamika perdaga-ngan, investasi, keuangan dan moneter internasional.

Selesai satu mata kuliah, berlanjut pada mata kuliah yang lainnya. Hingga tibalah jeda untuk para mahasiswa beristirahat. Tempat favorit di kala istirahat adalah tentu saja kantin kampus.

“Haneul-ah,, mau makan apa qt hari ini?..” tanya Ryewook

“Mianhae Wookie.. aku ada janji dengan teman-temanku untuk makan siang bersama,, hari ini kau makan dengan teman yang lain dulu saja yaaa…” ucap Haneul

“Ohhh… okey,, jangan lupa… qt ada kelas lagi jam 2. Setelah itu…” belum sempat Ryewook melanjutkan perkataannya, Haneul sudah keburu menyerobotnya “Setelah itu… qt akan sama-sama mengikuti audisi untuk menjadi penyiar di radio kampus,, ya khaaann…”

“Tepat sekaliii… ”j awab Ryewook

“Yasudah,, aku pergi dulu yaaa.. Annyeong” ucap Haneul

“Annyeong..” balas Ryewook

Haneul berjalan menuju tempat dimana teman-temannya berkumpul. Namun, di tengah perjalanan… muncul sosok seorang pemuda yang dikenalnya. Kakak seniornya, Hangeng.

“Annyeong Haneul” sapa Hangeng

“Annyeong Sunbae” balas Haneul

“Kau mau kemana?”

“Aku mau bertemu dengan teman-temanku. Itu mereka” ucap Haneul seraya menunjuk teman-temannya yang posisinya berada tak jauh darinya.

“Emmm.. bisakah aku minta waktumu,, sebentar saja…” pinta Hangeng

“Ada apa Sunbae?..”

“Ada yang ingin aku bicarakan.. bisakah ke Taman kampus sekarang?..”

“Tapi jangan lama-lama yaaa.. soalnya aku sudah ditunggu oleh teman-temanku..”

“Tidak akan lebih dari 30 menit, aku janji…”ucap Hangeng

Haneul berjalan mengikuti Hangeng. Tepat di sebuah bangku, Hangeng berhenti dan mengajak Haneul untuk duduk di bangku itu. Hangeng mulai mengeluarkan kata-katanya, Haneul mendengarkannya dengan seksama. Dan akhirnya, Haneul berkata… ”Jeongmal Mianhae Sunbae… aku tak bisa,, aku hanya ingin sendiri untuk saat ini”.

“Apakah kau tidak menyukaiku?…”tanya Hangeng

“Bukan… bukan itu,, aku hanya merasa belum siap menjalin sebuah hubungan. Aku masih menikmati kesendirianku”

“Apa tidak bisa dipikirkan lagi?… aku akan memberimu waktu”

“Jawabannya akan tetap sama Sunbae,, aku akan tetap pada pendirianku..”

“Baiklah kalo itu sudah menjadi keputusanmu”ucap Hangeng dengan ekspresi pasrah. * aiihhh.. kasian Hangeng,, mendingan dateng ke indo aja,, di sini banyak yang mau koq,, LOL.. hahahaha..* :p

Haneul pergi meninggalkan Hangeng dan berjalan menuju arah teman-temannya berkumpul. Haneul pun menyapa Je kyung, Ji Yoo dan juga Hyun ri. Mereka berempat pun memesan makanan. Beberapa lama kemudian shin hye bertanya

“Jadi kau menolaknya Neul?..” Tanya Je Kyung.

“Ne…”jawab Haneul

“Aigooo… sudah keberapa kalinya kau menolak pria yang berusaha untuk mendekatimu?..” Tanya Ji Yoo

“hehehehe… aku tak ingat” jawab Haneul diiringi cengiran

“Haneul-ah… sebenarnya pria seperti apa yang kau inginkan?… masa dari semua pria di muka bumi ini, tak ada satu pun yang membuatmu tertarik?…” Tanya Je Kyung

“Kau normal khan?..” Tanya Hyun ri dengan polosnya

“Aiisshh… kalian ini,, seperti baru kenal denganku saja…” jawab Haneul

Lalu… Je kyung, Ji Yoo dan juga Hyun ri dengan kompak menirukan gaya bicara Haneul “Girls… I just enjoying my time being single,, is that wrong?…”

Mereka berempat pun tertawa.

“Lalu kapan kau akan mengubah status singlemu itu?…” tanya Ji Yoo penasaran.

“Hmm,, aku percaya… I will meet right person in the right time.. “ jelas Haneul

Je kyung, Ji Yoo dan juga Hyun ri sudah mulai menduga bahwa sebentar lagi Haneul akan mengeluarkan kata-kata ajaibnya, dan benar saja, Haneul berkata kembali “Maybe. . we were supposed to meet the wrong people before meeting the right. one so that, when we finally meet the right person, we will know how to be grateful for that gift”.

Je kyung, Ji Yoo dan juga Hyun ri hanya bisa menganguk-anggukan kepala mereka.

Itulah Jung Haneul. Seorang wanita yang ceria,, full of spirit,, ramah terhadap siapapun dan selalu menebar senyumanya. Siapa yang tak suka padanya. Ia terlihat begitu bersinar.

Entah sudah keberapa kalinya ia menolak pria yang menyatakan cinta padanya dengan alasan yang sama “Maaf,, untuk saat ini… saya sedang ingin sendiri”.

Haneul lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkumpul bersama dengan teman-teman dan keluarganya. Baginya itu jauh lebih penting ketimbang ia harus menjalin hubungan dengan seorang pria.

Flashback beberapa tahun yang lalu

masa SMP dan SMA Jung Haneul

Pria itu bernama Kim HeeChul. Terkenal dengan julukan pangeran ilmu yang sering berpindah-pindah negara mengikuti dinas orang tuanya. Sangat tampan dan juga ketua OSIS di sekolahnya.. Walo begitu, Heechul tetap bisa menampilkan kesederhaannya.   Haneul merasa tidak pantas bersanding dengan Pangeran Ilmu, Haneul merasa Heechul terlalu sempurna di matanya sehingga Haneul menolaknya.

Lanjut…

Suatu hari, muncullah Pangeran Science… Tetangga baru Haneul…. Pangeran Science itu bernama Cho Kyuhyun. Ia sempat mampir dan berbincang-bincang, cukup lama di kehidupan Haneul. Pangeran Science ini adalah Pangeran yang jarang bicara, pendiam dan dingin. Sangat berbeda dengan Haneul. Ternyata, dibalik sifat dinginnya Pengeran Science ini menyukai Haneul. Namun, Haneul merasakan ketidakcocokan sehingga ia pun menolaknya.

Belum berhenti sampai disitu… Haneul pernah menerima pernyataan CINTA dari Pangeran Lucu, Cerdas, Tampan, Populer daaaan lucu. Pangeran Lucu itu bernama Kim Ki Bum. Lucu karena tampaknya segala hal yang pernah Haneul inginkan ada di dirinya, segala ketakjuban yang Haneul alami saat mengenal pribadinya. Bahkan, banyak yang mengatakan kalau mereka mirip secara fisik dan secara latar belakang kehidupan. Pangeran Lucu lahir di bulan yang sama hanya berbeda satu tahun, Pangeran Lucu adalah seorang Koleris-Phlegmatis! Pikiran Haneul sudah melanglangbuana, mengangkasa “jangan-jangan ia adalah… orang yang slama ini aku cari?”
Ah… Pangeran Lucu, ternyata Ia tidak datang pada saat yang tepat… Saat itu jiwa Haneul lagi kacau, kondisi keluarga yang mendadak tidak kondusif. Keluarga Haneul saat itu sedang mengalami masa sulit. Haneul  tahu ia tidak boleh egois membiarkan Pangeran Lucu menunggu untuk waktu yang tidak bisa dipastikan. Batin Haneul menyayangkan. Para Comblang menyarankan untuk menerima dulu si Pangeran Lucu.. Tapi Haneul tahu… Pangeran Lucu adalah Pangeran yang baik dan harusnya mendapatkan orang yang baik juga. Bukannya Haneul merasa dirinya tak baik, hanya saja Haneul tak mau membuat Pangeran Lucu harus menunggu Haneul yang sedang Ge Je, tidak ingin membuatnya terbebani.. Haneul merasa ia jadi pengecut. Haneul menyerah sebelum berperang. Pangeran Lucu pun berlalu…

Sampai disini Haneul merasa kalau takdir itu juga bagian dari pilihan-pilihan hidup, coba kalau aku memutuskan A, B, C, D… Z.

 

…Selepas Pangeran Lucu…

Haneul bertemu dengan seorang teman dalam sebuah acara pertukaran pelajar. Waktu itu, Haneul dikirim oleh sekolahnya ke salah satu sekolah di Jepang.  Di Jepang,  Haneul berkenalan  dengan Tomohisa Yamashita.  Awalnya biasa saja, tidak ada yang istimewa sama sekali, Haneul tidak tahu bahwa sebenarnya teman yang dikenalnya itu adalah seorang Pangeran Keren.

Setelah kembali ke Korea, Haneul dan Pangeran Keren tetap saling menghubungi. Tidak ada ketakutan atau kecurigaan akan timbulnya  sesuatu diluar dugaan. Haneul merasakan kenyamanan ketika sedang berdiskusi ataupun berbincang dengan si Pangeran keren..

Perlahan… Haneul dan Pangeran Keren menjadi dekat. Haneul yang sedari dulu berprinsip, warning hatinya menyala. Ia memutuskan untuk tidak bermain api. Tetapi tampaknya Si Pangeran Keren memang ada niat khusus pada  Ha neul. Akhirnya Haneul menegaskan HITAM atau PUTIH, tidak ada abu-abu. Berani atau berkorban.

Haneul dan Pangeran Keren hampir ingin mengikrarkan hubungan mereka.
Tetapi, di tengah jalan ternyata banyak kendala yang membuat Haneul hampir menyerah. Hubungan jarak jauh,  dan ketidaksetujuan dari berbagai pihak yang tak lain adalah keluarga Haneul dan juga keluarga Pangeran Keren.  Pangeran Keren telah berjuang, demikian dengan Haneul, berjuang melobi pihak keluarga masing-masing untuk memberikan restu pada mereka. Haneul ingin berjuang semaksimal mungkin kali ini, agar tidak ada penyesalan, bagaimanapun ujungnya, agar tidak ada lagi penasaran. Namun hal ini juga membuat dilematis tersendiri.

Sebenarnya batin  Haneul ingin berontak terhadap ini semua. Tapi entah kenapa  Haneul tidak bisa beranjak, stagnant. Tidak kuasa meninggalkan dan memutuskan, tidak maju tidak juga mundur. She could be in love or something. What kind of love?

Pergolakan batin terus-terusan terjadi, antara hati dan akal tidak sejalan.. Haneul tersiksa. Merana.
Ia terus-terusan bertanya pada akal dan hati: Cinta ini karena apa? karena siapa?

Ia ingin dengannya, tapi tak mampu… Pangeran Keren itu sangat ingin juga dengannya, tapi ia tak mampu melangkah karena alasan yang juga berat.


Akhirnya Haneul berusaha menenangkan pikirannya.  Ia menceritakan kisahnya pada yang bisa ia percayai.. Ia mengadu, curhat, menjerit dalam hati, berteriak dengan kegelisahannya, ia selalu menangis tersedu, perih, sakit, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, patah hati teramat remuk. “beginikah rasanya?”
Ia hanya mampu mengadu. Ha neul hanya ingin tenang.

Ada yang sakit disini, hatinya.
Perih tak terperi…

 

Berbulan-bulan sudah Ia merasa tidak tenang dengan semuanya.
Segala upaya sudah Haneul dan pangeran Keren kerahkan. Hingga pada suatu saat yang ditentukan, ternyata Pangeran Keren dan dirinya harus menghentikan segala upaya demi kebaikan diri mereka,

Meskipun berat… Pangeran Keren dan Haneul memutuskan untuk mengakhiri perjuangan mereka, karena merasa bukan begini jalannya, mungkin bukan jodoh.

Flashback Ending

Begitulah cerita perjalanan CINTA seorang Jung Haneul. Sudah tak terhitung banyaknya kumbang yang berusaha mendekati bunga yang jelita ini. Namun dari semuanya, belum ada yang bisa membuat Haneul benar-benar yakin untuk memilihnya.

Sementara itu… masih di Lingkungan Kampus Universitas Seoul

Di sebuah kantin yang cukup sepi, maklum kantin itu diperuntukan bagi para mahasiswa tingkat menengah keatas sehingga tak banyak yang makan disana. Secara harga makanannya itu lohh.. Mahal-mahal.

Ada Sungmin, Siwon, Yesung, dan Euhyuk. 4 Sekawan itu sedang asik menyantap menu makan siang mereka.

“Bro.. Pada ada agenda apa setelah ini?”tanya Eunhyuk membuka perbincangan.

“Apalagi selain menghadap Dosen pembimbing untuk membicarakan persiapan seminar dan sidang kelulusan”jawab Siwon

“Yaaahh.. beginilah aktifitas rutin seorang mahasiswa tingkat akhir”tambah Yesung

“Oiya… sebelum aku lupa,, ini ada undangan untuk qt”ucap Eunhyuk

“Undangan apa?”tanya Siwon penasaran

“Undangan Farewell Party,, katanya sii gituu.. ini dari Flower Boys Lovers,, Fansclub qt” jelas Eunhyuk

“Maksud dari Farewell party itu apa?”Tanya Yesung

“Humas FBL menjelaskan padaku katanya pesta ini dibuat dalam rangka perpisahan karna qt sudah mau lulus dari kampus ini”jelas Eunhyuk

“Jiaaahh.. lulus aja blum,, ehhh.. pestanya udah mau dibuat aja, rajin bener mereka..”ucap Siwon

”Bukan hanya itu saja,, coba kalian buka loker kalian. Kali ini pasti kado yang akan kalian terima lebih banyak dari biasanya. Dan spesial untukmu Min, ada request dari FBL,, cobalah sekali-kali kau memberikan senyumanmu untuk mereka. Jangan slalu bersikap dingin dan cuek apalagi sampai menegur salah satu FBL seperti yang kau lakukan waktu itu”jelas Eunhyuk

”Dari dulu sudah aku bilang,, aku sama sekali tidak tertarik dengan hal seperti ini, membuang waktuku saja. Aku ingin sekali bilang pada mereka berhentilah mengirimiku kado dan membuntutiku kemanapun aku pergi, rasanya risih dan tak nyaman. Dan yang paling menjengkelkan adalah mereka itu selalu berusaha memfotoku dari arah manapun. Emangnya aku selebritis apa?”ketus Sungmin

”Heii Bro.. kau memang bukan selebritis,, tapi ketiga temanmu ini adalah selebritis papan atas Korea, dan dengan bergabungnya kau bersama kami, itu berarti kau juga jadi bagian dari Selebritis kampus ini. Lagipula wajah aegyomu itu sanggup membuat para wanita jadi jatuh hati,, aku sebagai pria mengakuinya. Dan sepertinya,, fansnya seorang Lee Sungmin di kampus ini jumlahnya melebihi fans dari orang-orang yang notabenenya benar-benar seorang selebritis,, maksudnya itu aku…”jelas Yesung

Eunhyuk, Siwon dan Sungmin tak sanggup menahan tawa mereka. Ledakan demi ledekan tawa pun mulai mengalir.

”Kau jujur sekali mengatakan hal itu…”ungkap Sungmin

”Ya memang faktanya seperti itu…”jawab Yesung.”Tapi… aku tak peduli seberapa banyak jumlah fansku,, yang penting ada Hyun ri di hatikuuu.. uhuuuy…”lanjutnya

”Huuuuuuwww…”Si won, Eunhyuk dan Sungmin kompak menyoraki Yesung

”Aku juga punya Ji Yoo”ucap Eunhyuk tak mau kalah

”Aku ada Je Kyung”ucap Si won”Lalu, kau dengan siapa Min?..”tanya Siwon

Sungmin menarik nafas dan menjawabnya dengan mantap ”Sebenarnya ada seorang wanita yang memiliki tempat teristimewa di hidupku,, wanita itu benar-benar sangat mencintaiku dan tak rela jika aku tersakiti ataupun aku merasa sedih. Wanita itu dengan segala kelembutannya berhasil memasuki relung hatiku yang terdalam. Sentuhan kasih penuh cintanya slalu dapat aku rasakan kapanpun dan dimanapun”jelasnya.

”Jadi… siapa wanita itu?… kekasihmu khan?…”tanya Yesung memastikan.

”Wanita itu adalah…. Nyonya Lee alias ibuku tercinta,, huahahahaha…”Sungmin tertawa puas. Baru kali ini Sungmin tertawa dengan begitu riangnya. Sebelumnya ia terkenal dengan julukan si Mr.Pelit senyum, jangankan tertawa, senyum saja jarang. Ada apa dengan Sungmin?… Eunhyuk,, Yesung dan Siwon merasakan keheranan.

”Min, kau baik-baik saja khan?..”tanya Siwon

”Maksud kalian?”tanya balik Sungmin

”Kau tertawa seperti tidak ada beban, jarang sekali kau seprti ini”ucap Eunhyuk

”Emmm.. mungkin aku sedang merasa khawatir menjelang sidang dan seminar kelulusan ini,, jadi agak sedikit lost control..”jelas Sungmin

”Ohhh begitu…”jawab Eunhyuk, Yesung, dan Siwon berbarengan.

Mereka berempat pun menyudahi acara makan siang itu dan berpisah menuju tempat aktivitas masing-masing. Eunhyuk, Yesung, dan Siwon berjalan beriringan untuk menemui dosen pembimbing mereka di Fakultas Ilmu budaya dan seni sedangkan Sungmin berjalan ke arah Fakultas Ilmu Komputer.

********

Balik lagi ke Cerita Haneul….

Kuliah hari itu telah selesai. Haneul bersama dengan Ryewook hendak menuju sebuah tempat dimana akan dilaksanakan audisi penyiar radio kampus. Berkali-kali Haneul melihat cermin kecil yang ada di genggamannya seraya meyakinkan dirinya ”Calm down Haneul,, kamu pasti bisa menampilkan yang terbaik,, Aza… Aza… Hawaiting…!!!”

JUNG HA NEUL… Ia mendengar namanya dipanggil. Haneul menoleh ke arah Ryewook dan Ryewook pun memberikan senyuman beserta semangat tuk Haneul. Perlahan, Haneul memasuki ruang audisi. Ia diminta untuk mengenalkan dirinya. Beberapa pertanyaan pun diajukan padanya. Hingga tibalah sang dewan juri meminta Haneul berlaga seperti seorang penyiar yang sedang membawakan sebuah acara di Radio. Haneul berusaha menunjukan kemampuannya. Setelah selesai, beberapa dewan juri saling berbisik dan berkata “Nona Jung Haneul.. bisakah kau menunjukan Bakat yang lain pada kami?… misalnya menyanyi?..”pinta Dewan Juri.

“Miahamnida.. saya tak pandai menyanyi, tapi saya akan menunjukan Bakat lain yaitu storry telling… mohon tunggu sebentar, saya akan menaggil teman saya terlebih dahulu” ucap Haneul seraya keluar dari ruangan itu dan menghampiri Ryewook.

“Wookie… kebetulan kau membawa gitar. Aku ingin meminta bantuanmu. Tolong iringi aku menggunakan gitarmu itu. Aku akan menunjukan bakatku dalam bidang story telling. Bisakah?”tanya Haneul

“Tentu saja bisa”jawab Ryewook

Mereka berduapun masuk ke dalam ruang audisi. “Dewan juri… saya akan menunjukan Bakat saya dalam bidang storry telling dengan diiringi gitar oleh rekan saya ini..”jelas Haneul

Suara petikan gitar mulai terdengar,, dan Haneul pun memulai story tellingnya “BEAUTY AND THE BEAST”

Long ago there lived a merchant. He lost all his wealth and became poor. He had six daughters, five of whom were very selfish.  The youngest was called Beauty as she was sweet and lovely.

The five sisters were very lazy and complained most of the time. It was Beauty who did all the housework. There came a pleasant message for the merchant one day.  The message said that one of his ships with all kinds of riches had come to port. The five sisters asked their father to leave immediately and get them all the clothes and jewels. Beauty wanted him to get just a rose. Kissing his daughters, the father left with high hopes.

Dengan luwes dan lancarnya Haneul menyampaikan ceritanya. Ia terlihat begitu percaya diri. Dengan bahasa Inggris yang fasih dan Pengucapan yang begitu jelas membuat yang mendengarnya begitu menikmati cerita yang dibawakannya. Terkadang, di beberapa penggal kalimat, Haneul memberikan penekanan.

“You may be ugly, but you are kind and gentle. That is very important to me. You should not die.  I love you and will marry you,” said Beauty.

Dan sampailah pada akhir cerita

A miracle followed. The Beast changed into a handsome Prince. Beauty could not believe her eyes. He kissed her and narrated how a wicked witch cast a spell over him, changing him into a Beast, until a beautiful young girl promised to marry him.

The Prince married Beauty and there was great joy in the land. Beauty pardoned her sisters and invited her father to come and live with them. The sisters became kind and gentle like Beauty and all live happily for the rest of their lives.

Tepukan dari Dewan Juri pun mengisi ruang audisi itu. Haneul tersenyum, begitu juga dengan Ryewook ”Kau hebat Neullie..”puji Ryewook. ”Kau juga hebat memainkan gitarnya”balas Haneul. Dewan juri pun berkata ”Amazing… kolaborasi yang menarik.. ”

”Terimakasih…”ucap Haneul dan Ryewook berbarengan.

Setelah Haneul selesai di audisi, kini giliran Ryewook

KIM RYEWOOK… Ryewook merasa namanya dipanggil. Seperti yang dilakukan Ryewook,, Haneul pun memberikan senyuman beserta semangatnya.

Sama seperti Haneul, Ryewook diminta untuk mengenalkan namanya, menjawab beberapa pertanyaan, melihat kemampuannya membawakan acara dan tak ketinggalan bakat khusus yang ditampilkan. Ryewook kembali memainkan gitarnya. Kali ini ia membawakan sebuah lagu ”Falling Swoly”

I don’t know you but I want you all the more for that

Words fall through me and always fool me and I can’t react

And games that never amount to more than they’re meant

Will play themselves out

Take this sinking boat and point it home

We’ve still got time

Raise your hopeful voice you have a choice

You’ve made it now

Falling slowly eyes that know me and I can’t go back

Moods that take me and erase me and I’m painted black

You have suffered enough and warred with yourself

It’s time that you won

Take this sinking boat and point it home

We’ve still got time

Raise your hopeful voice you had the choice

You’ve made it now

Falling slowly sing your melody

I’ll sing along

Suara delicate Ryewook sanggup menghipnotis para Dewan Juri dan meuncurlah pujian demi pujian yang disampaikan juri untuk Ryewook.

Ryewook keluar ruang audisi dengan wajah cerah ceria. Di luar ruangan Haneul menyambutnya dengan pertanyaan “Bagaimana?”

“Sepertinya sukses”jawab Ryewook “Kita tinggal menunggu saja hasilnya”lanjutnya.

“Yeaahh… betul.. smoga kita berdua bisa jadi penyiar radio kampus ini,, whuaaa.. aku sudah bisa mencium aroma ruang siaran itu…”ucap Haneul

“Hehehe… bagaimana aromanya?”Tanya Ryewook

“Tentu saja wangi,, khan ada pengharum ruangan,, kekeke…”jawab Haneul

Ketika dua orang sangunis berkumpul, suasana akan berubah menjadi CERIA dan penuh dengan tawa. Begitulah pula yang terjadi pada Ryewook dan Haneul.

*****

Malam harinya di sebuah café di kawasan kota Seoul

“Kau mau pesan apa?”tanya Haneul

“Terserah Eonnie.. aku ikut aja,, yang penting aku bisa makan..”jawab Ji Hae dengan sekenanya.

Haneul pun memilihkan menú untuk Ji Hae dan juga untuknya. Setelah memesan makanan, suasana menjadi hening. Haneul pun berkata “Tumben… adikquwh yang satu ini berubah jadi makhluk yang paling diam senatero korea,, biasanya heboh.. sampe-sampe telingaku dibuat pengang.

“Jangan nyindir deh.. kaya dirinya ga heboh aja…”ketus Ji Hae

“Masih ngambek nih ceritanya?”tanya Haneul

“Bukan karna itu…”

”Lalu?..”

”huh.. aku sedang kesal dengan seseorang. Rasanya aku ingin membuangnya ke Kutub utara atau ke samudra antartika sekalian *gita gutawa mode:on*” ungkap Ji Hae

”widiiih… serem amat… memangnya ada apa dengan orang itu?..”tanya Haneul penuh selidik

”ihhhh… dasar namja tak tau maluuuu.. Playboy abiiizz.. ngeselin… Eonnie,, kau tau?.. di sekolahku ada seorang murid laki-laki yang hobinya cari perhatian. Dan apesnya,, akulah yang jadi obyeknya. Murid itu terus-terusan mendekatiku,, menghadiahiku dengan berbagai jenis kado.. menulis puisi untukku.. bahkan sudah berkali-kali ia menyatakan cintanya padaku dan tentu saja sudah berkali-kali juga aku menolaknya”jelas Hae.

”Emmm.. jadi itu toh hal yang membuat adik cantikquwh ini menjadi merengut kaya marmut”ungkap Haneul

”Aku harus bagaimana Eonnie,, aku sudah tak tahan lagi. Kalo saja ada mesin daur ulang manusia,, aku pasti sudah memasukan orang itu ke dalam mesin supaya ia bisa didaur ulang agar jadi orang yang ga nyebelin,, huft…”kesal Ji Hae

”hahahahaha… kau ada-ada saja,, mana ada mesin seperti ituu.. Kalo menurut Eonnie,, biarain ajalah.. ga perlu diladenin,, stay cool.. jangan dibawa emosi.. lama-lama juga dia bakalan cape trus bosen deh… mungkin hormon remajanya sedang meningkat sehingga murid laki-laki itu dengan sangat bersemangatnya mendekatimu,, bocah… bocah…ckckckckc” jelas Haneul sambil mengelengkan kepalanya.

”Tapi aku malu Eon, seantero sekolah tau kalo murid laki-laki itu suka padaku dan selalu mengatakan Ji Hae is mine.. idih.. siapa lagi yang mau sama dia?… ”ucap Ji Hae

”Eiitss.. Eitss.. bersikaplah sewajarnya,, kalo kau terlalu membencinya.. lama-lama bisa jadi suka loh.. berati-hatilah.. Hemm,, ngomong-ngomong siapa sih namanya?”tanya Haneul

”haiiiah.. sebenarnya aku malas menyebut namanya. Tapi karna Eonnie ingin tau jadi aku kasih tau. Namanya adalah LEE DONGHAE”jawab Ji Hae

*******

Di waktu yang sama,, di kota yang berbeda. Sepasang suami istri sedang mendiskusikan suatu hal. Sepasang suami istri itu adalah Ayah dan Ibu dari Haneul, Ji Hae, dan Chin Mae.

”Suamiku… apakah kau yakin dengan keputusan ini?..”tanya Ibu Haneul

”Aku yakin ini yang terbaik. Ayahku pasti punya alasan dibalik ini semua. Lagipula ini adalah wasiat, dan harus dijalankan”jelas Ayah Haneul.

“Tapi… Haneul masih begitu muda, ia baru saja merasakan dunia kuliah. Apa tidak sebaiknya qt menunggu dia hingga selesai kuliah?..”tanya Ibu Haneul

“Waktunya tak banyak lagi, qt tidak pernah tau umur seseorang. Aku hanya ingin membahagiakan ayahku di usia senjanya, inilah bakti yang bisa aku berikan padanya” jelas Ayah Haneul

“Dengan mengorbankan anak kita maksudmu?”tanya Ibu Haneul

“Siapa yang bilang mengorbankan Haneul?… aku yakin, orang yang dipilih oleh ayahku bukanlah orang biasa, ayahku pasti sudah mengenal silsilah keluarganya dengan baik. Apa yang harus qt khwatirkan lagi?”tanya Ayah Haneul.

Bersambung…

Tunggu kelanjutan ceritanya yaaa…

Reader yang baik hati, aku tunggu kritik,, saran  dan komentarnya yaaaa… Dengan penuh cinta kuucapkan Gamsahamnida… ^^

^^dierenzitudienaOrenz si penyuka Jeruk^^

24 thoughts on “Born To Belong Together – PART 1 (FanFic by dierenzitudienaOrenz)

  1. aku suka perkenalan awalnyaaa, jadi detail.😄
    agak kaget ama sifat umin yg katanya jarang senyum ini. Kan kalo dia senyum paaaaaling imut. ;_; *poo ngeloyor*
    eh itu terakhirnya si haneul mau dijodohin yak??

    • whooaaa.. kedatangan Ny.Poo *gelar karpet merah*
      makasii.. makasii udah mau meninggalkan jejak disini..
      sebenernya agak dag dig dug juga dikomenin sama author yang jago banget nulis FF seperti dirimu.. hehe.. :p
      iyaaa.. sifatnya umin di FF ini emang agak beda sama aslinya..
      *manggil2 Poo supaya balik lagi nemenin Yoo*

      hmm,, sepertinya dirimu udah bisa nebak yaa ?.. qt liat aja kelanjutannya…
      Gomawooooo shella…😀

  2. Eon eon ..
    Hahha😀

    Lanjutkan lanjutkan lanjutkan😄
    Ahh kehabisan kata – kata nii ><
    Pokoknya kutunggu ..
    Kkkkk~
    Fighting eon ^^

    *keasikan baca saya jadi gk sadar klo habis* #plak

  3. Ya Tuhan nie FF part 1-nya udah panjang banget,aq yg biasa nulis FF aja ngga pernah bisa bikin 1 part mpe sepanjang ini kecuali FF one shot hehehehehe….

    Well g bisa ninggalin komen lain selain bilang aq tunggu lanjutannya dikirim ke email qt yah hahahahahaha biar aq bisa baca dluan sebelum di posting….^^

  4. sebelumnya mian klo komennya ngga seperti yang ada di atas.
    rada serius nih😀

    ak suka bahasanya bagus, penulisan, penokohan sama settingnya jg rapi.
    sedikit typo sih dimaklum, tp semoga kedepannya lebih baik lagi.
    yang sedikit ganggu, ak ngrasa ceritanya terlalu detail.
    sepertinya klo ngga terlalu detail, lebih enak bacanya.
    jd kesannya bertele2 gitu.
    maksudnya, detail2 yg ngga terlalu perlu kyknya ngga perlu terlalu diekspos.
    seperti percakapan Haneul sama Jihae pas minta dibuatin sarapan, bisa dibikin lebih singkat. trs isi story telling, bisa disingkat atau digambarin sama kata2 aja dan bukan skrip yg di-story telling kan.
    ini sekedar masukan aj dari ak, jgn dijadiin halangan trs ga mau nulis lg ya🙂

    btw, seneng deh Bebeb sama Pipip-ku disebut disini.
    meskipun cuma cameo😉

    • Annyeong purplemaplechic…🙂
      salam kenal yaa.. btw,, aku panggilnya apa nie?..

      seneng banget dapet banyak masukan,, jeongmal gamsahaeyo..🙂
      itu berarti ada reader yang bener2 merhatiin FFquw ini… skali lagi makasii banyak.. *bowing*
      kedepannya.. aku usahakan lebih baik lagi…
      karna aku suka nulis,, maka aku tidak akan berhenti untuk menulis,, hehe..

      Bebeb sama Pipipnya siapa?… mianhae,, aku ga tau,, hehe..

      • Aku mewakili Onnie diatas untuk menjawab, kenalkan Dina, Onnie itu namanya Anna Onnie dan dia itu adalah editor dari semua FF sampe novel yang lagi aku buat hehehehehe….

        Onnie itu pasti detail banget soalnya dia adalah editorku tersayang wkwkwkwkwkwkwk

        Kalo Dina mau tau Bebeb dan Pipip siapa coba baca ulang FF aku yang judulnya Yet Aein karena nama dua orang itu ada di sana….soalnya itu FF aku buat untuk Anna Onnie ^^

        • hehehehehe.. jadi ga enak..
          kebiasaan susah ilangnya Na..
          jd keperhatiin trs yg bikin ganjel & blm plong klo blm diomongin😀
          ff yg Nana buatin buat ak ada 2.. Fight For Love sama Yet Aein.. meskipun yg kedua itu belom beres2 sampe skrg..
          ayo.. secret gardennya udh beres blom? *nyambung* ㅋㅋㅋㅋㅋ

          > Dina: bisa panggil ak Anna atau Hyorin atau Minyoung, yg mana aja enaknya, hahahahaha..

        • Onnie Fight for Love dah beres, tinggal Yet Aein aja hihihihihi…besok kan weekend tuh rencananya na2 mw namatin tuh Secret Garden hehehehehe :p

        • wuah… Anna Eonnie seorang editor toh…
          keren.. keren.. *ngasih 4 jempol, jempolnya aku + pumpkin* hehehe..😉

          kyaaaaaaa… sekarang aku udah tau siapa Bebep sama pipip itu.. hohohoho..

          nama panggilannya lucu yaaa..🙂

        • > Dina: Editor tembak, khusus buat Nana aj tuh.. Soalnya gatel kl liat yg aneh, hehehe.. Udh tau Bebeb sm Pipip ya? Hihihihi.. Jd malu *blush*

          > Nana: baca lg baik2 deh tulisanku, yg kedua itu mksdnya ke-2 alias Yet Aein.. *gemeeeeeesssss* *acak2 rambut* :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s