Miracle ~Part 10 (Ending)(Fanfic by Freelance)

Part ~10~ (Ending)

Ghassany duduk termenung sambil memeluk lututnya, dia memandang hampa keluar jendela, memandang pepohonan musim gugur yang daunnya terlihat coklat dan meranggas di tengah keremangan lampu taman. Sudah setengah jam dia di sana. Terdengar bunyi gesekan antara lantai dan pintu saat pintu kamarnya dibuka oleh tantenya tapi dia mengacuhkannya.

“Makan dulu yuk!” Ajak Auntie Mira tapi Ghassany menggeleng lemah. Auntie Mira berjalan mendekat ke arah Ghassany dan mengelus pelan rambut Ghassany. “Kamu belum makan sejak tadi pagi. Kamu makan sedikit aja ya!”Lagi-lagi Ghassany menggeleng. Auntie Mira mendesah pelan lalu melirik koper-koper yang ada di sudut ruangan.

“Kamu yakin besok akan pulang?.” Ghassany mengangguk. Autie Mira merangkul Ghassany lalu mencium pipinya. “Jangan memaksakan dirimu. Meninggalkan apa yang belum kamu selesaikan hanya akan membuat bebanmu makin terasa berat!”

“Aku mencintainya, Auntie.” Tangis Ghassany pecah di pelukan Auntie Mira. Auntie Mira membelai rambut Ghassany. “Aku hanya ingin bilang itu, tapi dia tidak mau mendengarku. Aku ingin berterima kasih padanya!”

“Kau harus mengatakan itu padanya sebelum kau pulang, sayang!” Air mata Auntie Mira ikut menggenang. Ghassany menggeleng.

“Dia sudah tidak ingin mendengarku!” Ghassany menekankan. Auntie Mira tidak memaksakan lagi. Dia hanya memeluk Ghassany lebih erat.

***

Siwon POV
Dia hanya ingin menemuimu. Dia akan segera kembali ke Indonesia, bodoh.’

Dia menunggumu selama tiga jam di bawah hujan. Sebelum dia pergi dia hanya ingin mengatakan bahwa dia mencintaimu!

Kalimat Leeteuk terus terngiang-ngiang di telingaku, sangat mengganggu. Jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari tapi aku tidak juga bisa tidur. Sedari tadi aku hanya berguling-guling di tempat tidurku dengan tidak nyaman. Aku menatap jendela berembun karena hujan sedang turun di luar.

Apa yang Ghassany lakukan sekarang? Apakah dia benar-benar akan kembali ke Indonesia?

Aku sudah berusaha menghubunginya sejak tadi tapi nomornya sudah tidak aktif lagi. Mungkin karena mulai besok dia sudah tidak akan menggunakannya lagi.

Dia hanya ingin mengatakan bahwa dia mencintaimu!’ Aku meremas rambutku dengan frustasi. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Aku juga belum melakukan hal yang sama. Aku belum mengungkapkan perasaaanku padanya. Dia belum tahu bahwa aku mencintainya. Apakah semuanya sudah terlambat?

***

Udara tetap dingin meski matahari bersinar cerah. Ghassany memeluk Auntie Mira lama. Perpisahan memang selalu menyakitkan.

“Chae Rin?” panggil seseoarang dari belakang. Ghassany melepaskan pelukannya.

“Oh, Oppa. Kau tak perlu repot-repot mengantarku. Aku tahu kau sangat sibuk!”

“Jangan khawatir, aku tidak ada jadwal hari ini!”

“Gomawo, sudah berbaik hati padaku selama ini. Aku tidak akan melupakanmu!”

“Kau memang tidak boleh melupakanku!” Mereka berdua tertawa. Leeteuk langsung menarik Ghassany ke dalam pelukannya. “Gomawo.” Bisik Ghassany sekali lagi.

Ingin sekali rasanya Ghassany bertanya tentang Siwon, dia ingin sekali menitipkan banyak pesan untuk Siwon, tapi kalimat itu ditelannya lagi. Sudah, dia tidak ngin menangis lagi.

Sedangkan di bagian lain bandara itu, sebuah ponsel bergetar, si pemilik langsung membuka SMS yang masuk itu kemudian berlari meninggalkan rombongannya yang akan berangkat menuju Jepang sebentar lagi.

“Ghassany…” Ghassany menoleh mencari sumber suara itu. Seketika seseorang menubruknya dan memeluknya dengan erat. Sangat erat. Ghassany terpaku, kaget.

“Saranghae!” Bisik Siwon di telinga Ghassany. Ghassany mengira dirinya bermimpi tapi itu nyata. Lengan kokoh itu nyata. Pelukan hangat itu nyata. Bisikan itu nyata. Tanpa ragu Ghassany membalas pelukan itu.

“Aku mencintaimu. Sungguh. Aku benar-benar mencintaimu!” Ulang Siwon sekali lagi. Ghassany merasakan kebahagiaan membuncah di dadanya. “Maaf. Aku dan Yoona benar-benar tidak ada hubungan apa-apa. Dan maaf juga soal kemarin, aku tidak bermaksud—aku hanya sedikit cemburu pada Tukie hyung!”

Ghasaany menggeleng pelan. “Aku tahu. Terima kasih. Terima kasih sudah mencintaiku. Bisa bertemu denganmu merupakan sebuah keajaiban untukku. Aku benar-benar bersyukur bisa mengenalmu. Aku juga mencintaimu!”

Siwon melepaskan pelukan Ghassany perlahan lalu berganti merangkul pinggang gadis itu. Sebelah alisnya bergerak ke atas saat dia menatap Ghassany. “Bisakah aku mendengarnya sekali lagi?”

“Aku mencintaimu!”

“Aku juga!”

Siwon mendekatkan wajahnya. Ghassany memejamkan matanya saat bibir mereka saling bersentuhan. Ciuman yang lembut. Mereka tidak peduli dengan orang-orang disekitar yang menatap mereka.

“Jangan pergi, tetaplah di Seoul. Aku ingin tetap bersamamu! Berita tentang kita akan segera mereda, dan para penggemarku bisa menerimamu. Pasti!” Bujuk Siwon setelah melepaskan ciuman mereka. Ghassany menggeleng pelan.

“Aku juga mencintai pekerjaanku. Kalau bukan karena pekerjaanku, aku mungkin tidak akan pernah mengenalmu. Aku ingin kembali ke hidupku yang dulu. Tapi kali ini dengan hatimu di hatiku.”

“Aku benar-benar tidak siap berpisah denganmu!”

Siwon menarik Ghassany ke dalam pelukannya lagi. Mungkin ini terakhir kalinya dia memeluk gadis yang dicintainya. Ghassany menumpukan dagunya di pundak Siwon lalu berkata, “Kita bertemu karena sebuah keajaiban. Jika keajaiban itu masih milik kita, kita pasti akan kembali lagi. Percayalah!”
Siwon terdiam lama lalu menjawab. “Aku percaya!” Ghassany melepaskan pelukan mereka.

“Aku harus pergi. Kau juga akan ke Jepang kan?” Siwon mengangguk.

Ghassany berjinjit dan mengecup cepat bibir Siwon sekali lagi. “Jaga dirimu baik-baik.”
Ujarnya lalu melangkah pergi. Ghassany tidak berbalik lagi. Dia tak ingin Siwon melihat air matanya.

Hanya sampai di sinikah semuanya?

***

Jakarta, Indonesia. Setahun kemudian.

Ghassany Pov

Aku membuka-buka artikel di internet dan aku menemukan berita yang sudah sangat lama. Dibuat tepat setahun lalu. Berita mengenai kedatangan Super Junior untuk Super Shownya di Indonesia. Itu berarti ini adalah hari pertama aku dan Siwon bertemu, harusnya kami merayakan satu tahun pertemuan kami saat ini. Air mataku menetes tanpa aba-aba sama sekali. Aku bohong jika aku tidak merindukannya. Lihat ponselku, masih fotonya di sana. Aku benar-benar merindukannya. Aku mengusap air mataku sambil berusaha tersenyum.

Aku merasa sangat sentimentil hari ini jadi kututup situs itu dan beralih membuka emailku. Sebuah pesan masuk di sana. Diterima sejam yang lalu. Darahku berdesir hangat di sepanjang pembuluhku saat aku membaca pengirimnya. Hanya ada sebaris tulisan dalam hangul, aku membekap mulutku sendiri dengan tangan. Air mataku kembali menggenang, sekuat apapun aku berusaha menahannya, air mata itu tetap mengalir deras. Pandanganku kabur saat aku membacanya.

내 마음 다해 사랑하는 너를 (nae maeum dahae saranghaneun neoreul)
Aku mencintaimu sepenuh hatiku

—-

Dan keajaiban itu kembali berjingkat-jingkat menghampiri mereka!

~The End~

Posted with WordPress for BlackBerry.

8 thoughts on “Miracle ~Part 10 (Ending)(Fanfic by Freelance)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s