Miracle ~Part 9 (FanFic by Freelance)

Part ~9~

Siwon akan melakukan perjalanan lagi ke Jepang untuk syuting dramanya dua hari lagi, dia sudah memberitahukan hal itu pada Ghassany. Ghassany yang belum memberitahukan perihal kepulangan ke Indonesia beberapa hari lagi segera mengontak Siwon dan mengajaknya bertemu. Sejak berita mengenai beredar mereka jadi jarang bertemu, mereka hanya berkomunikasi lewat telepon. Untung saja wartawan-wartawan itu tidak mengetahui tempat tinggal Ghassany. Ghassany tak pernah lagi membuka twitternya. Belakangan dia memikirkan untuk menonaktifkan twitternya saja.

“Apa kau sibuk hari ini?” Kata Ghassany di telepon.

“Aku akan pemotretan sebentar lagi. Ada apa?”

“Kapan kau ada waktu? Aku ingin bertemu denganmu?”

“Besok aku sangat sibuk, dan lusa aku akan ke Jepang. Kau mau bertemu setelah aku kembali ke Jepang?”

“Itu terlalu lama. Aku ingin bertemu denganmu secepatnya!”“Aku bisa menemuimu malam ini. Apa kau tidak apa-apa keluar rumah?”

“Tidak apa-apa, mereka tidak akan mengenaliku. Bagaimana kalau kita bertemu di Namsam Tower saja?”

“Baiklah. Aku pasti datang! Sepertinya aku harus menutup telepon. Sampai jumpa nanti.”

“Ya. Selamat bekerja!”

Siwon menelepon di tempat yang sepi agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka. Siwon akan segera berbalik menuju ruangan pemotretan saat Yoona berjalan mendekatinya.

“Apakah dia pacarmu, Oppa?” Tanyanya.

“Mwo? Siapa maksudmu?” Siwon balas bertanya.

“Gadis yang berbicara denganmu tadi dan gadis yang di foto bersamamu. Mereka orang yang sama kan? Apakah dia pacarmu?” Siwon tidak berkata apa-apa, tapi senyum tipis tersungging di bibirnya saat dia mengangkat bahu. Kesimpulan sudah ditarik oleh Yoona, dia tak perlu mendengar penyataan Siwon.

“Oppa, aku menyukaimu!” Ujar Yoona tiba-tiba. Siwon lumayan terkejut mendengarnya langsung dari Yoona meski Leeteuk pernah memperkirakan itu sebelumnya. “Aku menyukaimu, Oppa. Kenapa kau tidak menjawab? Saranghae!”

“Yoona..” Siwon berkata pelan. “Kau seperti—”

“Kau ingin bilang aku ini seperti adikmu? Berhenti mengatakan Itu! Aku tak ingin mendengarnya. Kapan kau menganggapku sebagai seorang wanita bukan sebagai adik? Aku iri pada gadis itu, Kapan kau bisa menganggapku sepertinya?” Air mata menggenang di pelupuk mata Yoona.

“Mianhae”

“Kau mengenalku sudah sangat lama tapi kau tak pernah melirikku sekalipun. Aku menyukaimu sejak lama tapi kau selalu mengacuhkanku. Aku selalu bersabar menunggumu. Kau menyakitiku. Dan sekarang kau hanya bisa bilang maaf?”

Siwon menatap Yoona, meneliti apa yang salah pada wajah gadis ini sejak tadi. “Kau pucat. Apa kau sakit?” Siwon bergerak menyentuh pundak Yoona, tapi Yoona menepis.

“Ya, aku sakit hati karenamu, Oppa. Berhenti berpura-pura baik padaku! Aku tidak butuh!” Sergah Yoona lalu berbalik meninggalkan Siwon. Tapi baru beberapa meter Yoona melangkah, dia terjatuh ke lantai, mengerang kesakitan memegangi perutnya.

“Yoonaa!” Teriak Siwon. Yoona jatuh tidak sadarkan diri dipelukan Siwon.

***

Ghassany POV

Sudah dua jam aku menunggu. Hujan sedang mengguyur seluruh kota Seoul. Tanpa hujan pun aku sudah sangat kedinginan apalagi jika cuaca seperti ini, aku serasa ingin membeku. Jaket tebal, syal dan topi yang kugunakan bukan hanya untuk menutupi identitasku tidak begitu memberiku kehangatan. Dingin tetap menusuk-nusukku dengan tidak kenal ampun. Aku sudah lelah menunggu tapi dia mengatakan pasti akan datang. Dia belum pernah mengingkari janjinya dan aku mempercayainya. Aku juga sudah menghubungi ponselnya berkali-kali tapi tidak diangkatnya, belakangan ponselnya sudah tidak aktif lagi.

Aku sangat berharap dia datang. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku akan segera kembali ke Indonesia beberapa hari lagi. Dia akan sangat sibuk besok dan akan kembali ke Jepang besoknya lagi. Aku sudah tak punya waktu lagi untuk bertemu dengannya.

Aku bertahan hingga sejam kemudian tapi tanda-tanda dia akan datang tetap tidak ada. Aku mulai putus asa. Jadi kuambil ponselku dan mengetikkan beberapa digit nomor.

“Tukie Oppa?”

“Ya, ada apa Chae Rin?”

“Apa kau bersama Siwon sekarang?”

“Tidak. Kami berpisah siang tadi. Aku pikir dia sedang bersamamu saat ini. Tadi dia mengatakan akan bertemu denganmu!”

“Tadi dia memang sudah berjanji akan menemuiku tapi dia belum datang juga. Aku sudah menunggunya tiga jam di sini. Apa kau tahu dia berada di mana?”

“Aku tidak tahu. Tunggu beberapa menit aku akan mencari tahu!”

“Gomawo!”

Aku menunggu tidak begitu lama hingga ponselku berdering. Aku langsung mengangkatnya.

“Kau di mana sekarang?” Tanya Leeteuk padaku.

“Namsam Tower.” Jawabku parau. Dingin membuat suaraku ikut bergetar sekaligus karena aku berusaha menahan tangisku sekarang.

“Tunggu aku di sana!”

Rasanya dadaku sesak sekali. Tentunya aku lebih suka jika Siwon membatalkan saja janji kami dari pada dia melanggar janjinya seperti ini. Aku tidak ingin kehilangan kepercayaanku padanya. Bagaimana jika kami tidak bertemu sampai akhirnya aku kembali ke Indonesia? Air mataku meleleh.

“Astaga, kenapa kau tidak pulang saja? Kenapa kau mesti menunggunya?” Seseorang meletakkan jaket di pundakku. Itu Leeteuk. Aku burur-buru menghapus air mataku. Dia duduk di sebelahku.

“Aku harus bertemu dengannya!” Gumamku pelan. Kutarik nafasku dalam-dalam, rasanya sulit melanjutkan kalimat berikutnya. “Aku akan kembali ke Indonesia. Aku hanya ingin memberitahunya. Aku tidak yakin besok kami bisa bertemu!”
Leeteuk tidak berkata apa-apa. Dia malah menelepon seseorang.

“Donghae. Bisakah kau mencari tahu di mana Siwon sekarang? Tolong ya!” Leeteuk menutup telepon lalu kembali beralih padaku. “Kau akan kembali ke Indonesia?” Aku mengangguk.

“Lusa aku akan pulang. Terima kasih sudah sangat baik selama aku di sini, Oppa.”

“Astaga, kau benar-benar akan pergi? Jangan bilang kau ingin pulang karena masalah belakangan ini. Itu hanya karena mereka tidak ingin idola mereka bersama orang lain, karena mereka tidak mengenalmu. Mereka tidak tahu betapa baik dan menyenangkan sebenarnya dirimu. Kau tenang saja. Kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini! Aku dan Siwon pasti bisa meyakinkan para fans dan mereka bisa menerimamu!”

Aku menggeleng pelan. “Berita itu hanya kesalahpahaman, aku dan Siwon memang tidak ada hubungan apa-apa. Tapi bukan karena itu, Oppa. Aku memang harus kembali. Cutiku sudah habis dan aku harus kembali bekerja.” Dia ingin menyangga lagi tapi ponselnya bordering. Aku cemas menunggunya selesai berbicara.

“Siwon di rumah sakit.” Aku kaget bukan main mendengarnya tapi dengan cepat Leeteuk menenangkanku. “Tenang. Bukan dia yang sakit. Tapi Yoona. Kau mau ke sana?” Aku tertegun. Siwon menemani Yoona di rumah sakit hingga melanggar janjinya?

Aku tidak yakin apakah aku mengangguk atau tidak, yang pasti Leeteuk menggiringku ke mobilnya yang membawa kami menuju rumah sakit.

Aku tak pernah suka rumah sakit. Aku tak suka aura kesedihan dan putus asa yang bertebaran di sana. Yoona terserang usus buntu saat dia mengadakan pemotretan hari ini dan harus di operasi. Dan Siwon yang memang sangat baik bersedia menemaninya hingga lupa bahwa dia membuatku menunggu. Aku dan Leeteuk segera menuju kamar Yoona di rawat. Aku membuka pintu kamar dengan perlahan, tak ada orang lain di sana. Hanya ada Yoona yang sedang tertidur, cairan infus menitik-nitik menuju pembuluh darahnya. Siwon tertidur di atas kursi di samping tempat tidur, Sebelah tangannya menggenggam tangan Yoona.

Aku tidak jadi masuk. Aku tak bisa melihat kedekatan itu. Terlalu menyakitkan untukku. Air mataku berhamburan saat aku berlari menyusuri sepanjang koridor. Leeteuk mengejarku sambil meneriakkan namaku tapi aku tidak begitu peduli. Perih sekali rasanya. Tidak cukupkah bagi Siwon dengan membuatku menunggu selama tiga jam? Kenapa aku harus melihatnya menggenggam tangan gadis lain lagi?

***

Ghassany dan Leeteuk duduk bersebelahan di bangku taman yang sepi. Hujan sudah reda beberapa saat lalu tapi masih menyisakan hawa lembab yang pekat. Keduanya terdiam, hanya terdengar suara isak tangis Ghassany yang perlahan mereda.

“Maaf!” Desis Ghassany. “Maaf, kau harus melihatku menangis!” Ghassany mengusap air matanya.

“Aku tahu bagaimana perasaanmu!”

“Harusnya aku tidak perlu menunggunya selama tiga jam di bawah hujan!”

“Ini salahku. Harusnya aku tidak mengajakmu ke rumah sakit saja!” Sesal Leeteuk

Ghassany menggeleng cepat. “Bukan. Ini bukan salahmu. Hanya aku saja yang bodoh. Harusnya aku pulang saja, dan kembali ke Indonesia tanpa memberitahunya!” Mereka berdua kembali terdiam. “Tapi aku tidak bisa.. aku tidak bisa kembali jika aku tidak memberitahunya. Aku hanya ingin bilang… aku—” Tangis Ghassany pecah lagi. Dengan Sigap Leeteuk menarik kepala Ghassany dan membenamkan di dadanya. Ghassany menangis tersedu-sedu di sana.

“Aku mencintainya. Aku hanya ingin dia tahu bahwa aku mencintainya!” Lanjut Ghassany. Leeteuk memeluk Ghassany lebih erat, berusaha memberikan simpati dan kehangatan.

“Kau beruntung mendapatkan cintanya, Siwon. Tapi mengapa kau menyakitinya?” Gumam Leeteuk dalam hati.

Siwon berhenti melangkah, dia tidak jadi menghampiri Ghassany dan Leeteuk, dia berbalik lalu kembali ke mobilnya dan meninggalkan taman itu dengan segera. Dia muak dengan apa yang dilihatnya tadi!

***

Keesokan harinya, Leeteuk mengatur pertemuan Siwon dan Ghassany disela-sela padatnya kegiatan Siwon. Leeteuk diam-diam mengajak Ghassany ke acara konser mereka. Siwon menunggu di ruangan yang kosong (ini atas bantuan Donghae).

“Apa yang kita lakukan di sini, Oppa?” Tanya Ghassany keheranan, Leeteuk menyuruhnya masuk ke dalam ruangan di mana Siwon sedang menunggu Donghae.

“Ghassany?”

“Siwon?” Keduanya berseru bersamaan.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

“Tukie Oppa menyuruhku ke sini!” Ghassany menyahut. Mereka berdua tersadar ini adalah akal-akalan Leeteuk. Ingin sekali Siwon merengkuh Ghassany dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya. Tapi mengingat apa yang dilihatnya juga kemarin dan mendengar Ghassany menyebut nama Leeteuk seperti tadi membuat hati Siwon kembali terbakar.

“Kenapa kau tidak datang kemarin?” Tanya Ghassany, dia tahu alasannya tapi dia ingin mendengarnya langsung dari Siwon.

“Kau melihatku di rumah sakit. Aku menunggui Yoona di sana!” Jawab Siwon acuh tak acuh. Dia benar-benar merasa emosi.

“Kenapa kau tidak menghubungiku? Aku menunggumu!”

“Kau bodoh. Harusnya kau pulang saja! Aku tidak menyuruhmu menungguku.” Air mata Ghassany mulai mengalir. “Jangan menangis di depanku. Pergi saja ke Tukie Oppa-mu!” Lanjut Siwon sarkatis.

Ghassany berlari keluar, tidak peduli dengan Leeteuk dan Donghae yang berdiri di depan pintu. Leeteuk memanggil-manggil Ghassany tapi gadis itu tidak memperdulikannya, jadi Donghae mengikuti Ghassany. Tanpa pikir panjang Leeteuk langsung masuk ke dalam ruangan itu, dan…

Buk!

Satu pukulan telak mengenai pipi kanan Siwon. Siwon meringis pelan dan memegangi pipinya. Darah mengucur di ujung bibirnya. “Kau bodoh!” Teriak Leeteuk. Tidak mau kalah Siwon balas memukul pipi Leeteuk.

“Kau membela kekasihmu, hah?” Kata Siwon.

“Dia hanya ingin menemuimu. Dia akan segera kembali ke Indonesia bodoh.”

Siwon terdiam mendengar pernyataan Leeteuk. Ghassany akan kembali ke Indonesia? Melihat Siwon yang terdiam, Leeteuk keluar dari ruangan, dia ingin mencari Ghassany. Semoga Donghae menemukannya.

“Dia menunggumu selama tiga jam di bawah hujan. Sebelum dia pergi dia hanya ingin mengatakan bahwa dia…. mencintaimu!” Jelas Leeteuk sebelum menutup pintu dan meninggalkan Siwon sendiri.

***

To Be Continue…

Posted with WordPress for BlackBerry.

4 thoughts on “Miracle ~Part 9 (FanFic by Freelance)

  1. ah.. yoona mengganggu saja, wat donghae kutn naksir jg dnk (wuidih rame d,skalian ja member suju smuany)
    sbnrny kurg gereget sich coz situasi bgni dh kseringan dsinetron2 gtu tp dtnggu part berikutny d
    LANJUTKAN.. ^^

  2. semuanya lagi terbawa emosi…
    dan akhirnya jadi salah paham khan..
    Teuki Oppa ampe mukul Siwon.. ga nyangka Leader bisa semarah itu.. >.<
    eiiy,, ada Fishy muncul di Part ini..

    Pas Ghasany nunggu siwon di Namsan tower,, jadi inget drama BBF,, kkk XDD /abaikan..

    Lanjutkan.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s