Miracle ~Part 3 (FanFic by Freelance)

~Part 3~

Siwon POV

Aku menghempaskan tubuhku di atas sofa di ruang tengah. Aku merasa sangat lelah setelah syuting dan pemotretan seharian ini. Aku harus segera tidur jika ingin tubuhku segar kembali besok pagi. Apalagi besok kami harus melakukan perjalanan jauh lagi. Kali ini Super Show akan diadakan di Indonesia. Aku pernah mendengar tentang Negara itu sebelumnya, dan yang paling terkenal adalah Bali. Aku ingin mengunjunginya. Tapi sepertinya kami tidak punya waktu untuk bersantai seperti itu.

Aku meraih tas yang ada di sampingku dan melangkah masuk ke dalam kamar. Member yang lain sudah tidur. Aku segera mandi, memakai piyamaku, lalu merebahkan tubuh di tempat tidur yang empuk.

Besok pasti akan jadi hari yang menyenangkan!

***

Ghassany POV

“Apa lusa kau bekerja?” tanya suara di seberang. Itu tanteku, Auntie Mira. Aku sangat dekat dengannya, dan dia tinggal di Seoul sekarang. Sudah lima tahun dia di sana. Dia selalu merajuk agar aku mengunjunginya tapi aku tak pernah punya waktu!

“Aku sedang di Singapura sekarang, lusa aku akan kembali ke Indonesia. Ada apa Auntie?”

“Karena kau tidak mau ke Seoul maka aku yang akan ke Jakarta!”

“Aku bukannya tidak mau ke Seoul, Auntie. Tapi aku sedang bekerja dan agak sulit untuk mengambil cuti sekarang!” Aku memberikan alibi.

“Aku tahu. Apa kau tahu kalau Super Junior akan mengadakan konser di Indonesia kan?” tanya Tanteku lagi. Tentu aku tahu, dan semua orang juga tahu hal itu.

“Tentu. Jaci sudah berkoar-koar mengenai Super Show itu sejak bulan lalu.” Aku tidak menyangka tanteku juga tertarik dengan Boyband itu. Ya ampun, Tante sudah umur berapa! Jangan bilang dia juga menyukai Siwon! “Jadi kapan Auntie akan datang?”

“Lusa. Pukul berapa kau tiba di Jakarta?” Auntie Mira cerewet sekali, dia terus bertanya sejak tadi. Aku seperti sedang diinterogasi olehnya.

Aku berpikir sejenak, “ Sekitar pukul 6 sore!” imbuhku.

“Wah, kebetulan kalau begitu. Aku tiba pukul 7, kau bisa menungguku. Hanya sejam!” Aku tidak menjawab, aku sangat mengenali tanteku yang satu itu, dia lumayan keras kepala. Dia akan mengomeliku panjang lebar jika aku tidak menunggunanya nanti. “Sampai jumpa di Jakarta!” Katanya lalu menutup percakapan international kami.

***

Jakarta, Indonesia

Siwon POV

Aku melihat toilet dan aku langsung berbelok ke sana. Sepertinya di sini aman dari penggemar karena sepanjang lorong sangat sepi. Untuk pertama kali aku menginjakkan kakiku di Indonesia dan sepertinya Negara ini baik-baik saja, tidak seperti berita yang sering disiarkan di TV.

Ketika aku keluar dari toilet aku tidak melihat di mana rombonganku lagi. Aku segera berjalan menuju pintu depan, tapi terlalu banyak penggemar dan wartawan. Jadi aku kembali ke dalam toilet dan merogoh ponselku di kantong jaketku.

Aku mencoba menghubungi ponsel milik manajerku tapi nomornya tidak aktif, begitu juga dengan member-member yang lain. Bagaimana mungkin mereka belum mengaktifkan ponselnya. Dan bagaimana pula mereka bisa melupakanku di sini? Di negeri yang sama sekali tidak aku kenali. Oh Tuhan, mimpi aku semalam?

“Sial, bagaimana aku bisa menghubungi mereka?” Umpatku.

Aku mencoba menelepon lagi dan masih gagal. Aku menarik topiku lebih dalam lalu berjalan keluar dari toilet. Dan aku melihat gadis itu di sana.

***

 

Ghassany POV

Aku menarik koperku meninggalkan pesawat

teman-temanku yang lain sudah mendahului. Aku melirik jam di pergelangan tangan kiriku. Pukul 18.30, masih ada sekitar setengah jam sampai pesawat Auntie Mira mendarat.

Aku menatap sekeliling. Mengapa bandara sangat ramai? Aku berbelok menuju toilet yang agak tersembunyi. Toilet itu biasanya digunakan oleh penumpang khusus dan para pramugari sepertiku. Setelah buang air kecil, aku keluar dari toilet dan mendengar suara seseorang berbicara dalam bahasa asing dari dalam toilet pria.

Aku menunggu di depan pintu, tiba-tiba orang itu keluar. Wajahnya tampak panik, sebelah tangannya menahan ponsel di telinga kiri. Dia mengenakan jaket hitam, sebuah topi dan kacamata hitam. Sepertinya dia kebingungan.

“Ada yang bisa aku bantu?” Kataku dalam bahasa Indonesia dan aku yakin tidak dia mengerti karena dia hanya menatapku saja dan tidak berkata apa-apa. Sepertinya dia sedang mengumpat. “Can I help you?” Tanyaku.

“Do you know me?” Dia malah bertanya kembali. Pertanyaannya sangat aneh. Aku langsung melongo. Apa maksudnya? Apakah dia seorang artis dan harus dikenali? Aku gagal dalam hal itu. Akhirnya aku menggeleng pelan dan dia bernafas lega.

Berikutnya, dia membuka kacamata hitamnya!

***

To Be Continue

5 thoughts on “Miracle ~Part 3 (FanFic by Freelance)

  1. Nie FF karena pendek jadi diriku tambahin foto aja hihihihihihihi biar keliatan panjang gtu…oke pada komen yah…..dan FF ini bakal running 1 hari 1 part jadi selamat menunggu….^^

  2. baiklah, sepertinya bisa komen sekarang..

    wah, katanya suka siwon tp kok ga ngenalin siwon..??
    ato belum mengenali..?? ayo, lanjuutt.. lanjjutt..
    panjangin dong sachakarina-ssi..
    bener itu kan ya nama authornya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s